Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 16932552     EISSN : 25481800
Jurnal Insight diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah & HaKI Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dimaksudkan sebagai media pertukaran informasi dan hasil penelitian antara staf pengajar, alumni, mahasiswa. Insight terbit dua kali setahun.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 17, No 2: Agustus 2015" : 7 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN IBU DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE (MENSTRUASI PERTAMA) PADA ANAK MASA PRAPUBERTAS Anggraini, Tarwina; Edwina, Triana Noor
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.705 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan ibu dengan kecemasan menghadapi menarche (menstruas1 pertama) pada anak masa prapubertas. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara dukungan ibu dengan kecemasan menghadapi menarche (menstruasi pertama) pada anak masa prapubertas. Subjek dalam penelitian ini adalah anak perempuan yang memasuki masa prapubertas pada usia 10-12 tahun dan yang belum mengalami menstruasi pertama (menarche) di SD 2 Sungapan dengan jumlah subjek sebanyak 37 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala dukungan ibu dan skala kecemasan menghadapi menarche (menstruasi pertama) pada anak masa prapubertas. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment dari Pearson diperoleh hasil r = -0,386, p<0,01. Koefisien determinan yang diperoleh sebesar 0,149, artinya dukungan ibu memberikan sumbangan sebesar 14,9 % terhadap kecemasan menghadapi menarche (menstruasi pertama) pada anak masa prapubertas. Hal ini sekaligus menegaskan pengaruh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini sebesar 85,1 %. Dengan demikian terdapat hubungan negatif antara dukungan ibu dengan kecemasan menghadapi menarche (menstruasi pertama) pada anak masa prapubertas. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini dapat diterima.
CIRI-CIRI KEPRIBADIAN DAN KEPATUTAN SOSIAL SEBAGAI PREDIKTOR SUBJECTIVE WELL-BEING (KESEJAHTERAAN SUBYEKTIF) PADA REMAJA AKHIR Giyati, Giyati; Wardani, Indra Ratna Kusuma
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.843 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ciri-ciri kepribadian, kepatutan sosial dengan subjective well-being pada remaja akhir. Sampel penelitian berjumlah 186 remaja laki-laki dan perempuan, usia 18-21 tahun, telah menyelesaikan serangkaian skala subjective well-being, skala ciri-ciri kepribadian Big Five Personality dan skala kepatutan sosial Marlowe Crowne. Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hubungan antara ciri-ciri kepribadian dan kepatutan sosial dengan subjective well-being pada remaja akhir (hipotesis pertama). Analisis korelasi Parsial digunakan untuk menguji hubungan antara ciri-ciri kepribadian dengan subjective well-being pada remaja akhir (hipotesis kedua), dan hubungan antara kepatutan sosial dengan subjective well-being pada remaja akhir (hipotersis ketiga). Hasil analisis data menunjukkan: (1) ada hubungan kuat antara ciri-ciri kepribadian dan kepatutan sosial dengan subjective well-being, dengan koefisien regresi antara ciri-ciri kepribadian dan kepatutan sosial dengan subjective well-being (kepuasan hidup Rxy = 0,449, afek positif Rxy = 0,337, dan afek negatif Rxy = 0,720) dengan nilai p < 0,01. Hasil analisis varian regresi (kepuasan hidup F = 7,549, afek positif F = 3,828, dan afek negatif F = 32,072) dengan nilai p < 0,01. Prediksi ciri-ciri kepribadian dan kepatutan sosial dengan subjective well-being pada remaja akhir antara 11,4% hingga 51,8%. (2) ada hubungan antara ciri-ciri kepribadian dengan subjective well-being, koefisien korelasi antara ciri-ciri kepribadian dan subjective well-being (kepuasan hidup rxy = 0,018-0,207; afek positif rxy = 0,011-0,244; dan afek negatif rxy = 0,195-0,438) dengan nilai p < 0,05. (3) Ada hubungan antara kepatutan sosial dengan subjective well-being, koefisien korelasi antara kepatutan sosial dan subjective well-being (kepuasan hidup rxy = 0,166; afek positif rxy = 0,175; dan afek negatif rxy = -0,143) dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan: ciri-ciri kepribadian (Big Five Personalty) dan kepatutan sosial (Marlowe Crowne) dapat dijadikan prediktor subjective well-being pada remaja akhir.
LATIHAN KONTROL DIRI UNTUK PENURUNAN PERILAKU MEROKOK PADA PEROKOK RINGAN Ramopoly, Irene Hendrika; Astuti, Kamsih; Fatmah, Siti Noor
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.354 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.689

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan kontrol diriuntukpenurunan perilaku merokok pada perokokringan. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ABA, yaitu A (baseline awal sebelum perlakuan), B (fase intervensi), A (baseline akhir setelah perlakuan ditarik). Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang laki-laki, berusia 20-25 tahun, berdomisili di kota Yogyakarta, dan tergolong perokok ringan.Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode screening subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara sebagai pendukungnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis Paired Sample T-Test. Dari hasil analisis data dengan Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = 13.035; p < 0,01, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada perilaku merokok subjek sebelum dan sesudah diberikan latihan kontrol diri, yang artinya perilaku merokok subjek mengalami penurunan sesudah diberikan latihan kontrol diri.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN DISIPLIN KULIAH DENGAN MINAT MENGIKUTI KULIAH PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI MANAJEMEN PRODUKSI PEMBERITAAN SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA YOGYAKARTA Sarifah, Siti; Edwina, Triana Noor
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.84 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan minat mahasiswa mengikuti kuliah di Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (2) untuk mengetahui hubungan antara disiplin kuliah dengan minat mahasiswa mengikuti kuliah di Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta; dan (3) untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan disiplin kuliah dengan minat mahasiswa untuk mengikuti kuliah di Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta tahun 2012 dan 2013. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode cluster sampling dan jumlah sampel adalah 97 mahasiswa. Dalam penelitian ini, instrumen pengukuran yang digunakan adalah dukungan sosial sebaya, disiplin kuliah, dan skala minat mahasiswa dalam mengikuti kuliah. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan positif antara dukungan sosial sebaya dengan minat mahasiswa pada mengikuti kuliah di Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta; (2) ada hubungan positif antara kuliah disiplin dengan mahasiswa pada kuliah berikut di Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta; dan (3) ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan disiplin kuliah dengan minat mahasiswa untuk mengikuti kuliah di Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA PELAJAR DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA Noija, Meidy Dewita Artianasari; Astuti, Kamsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.763 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan internal locus of control dengan perilaku prososial pada pelajar di SMA Negeri 10 Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skala. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode skala. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling. Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 80 orang siswa Kelas XI IPA 1, Kelas XI IPA 2 dan Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi Product Moment dan analiais regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kecerdasan emosional mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan perilaku prososial pelajar di SMA Negeri 10 Yogyakarta dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.458 dengan p<0.01; (2) Internal locus of control mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku prososial pelajar di SMA Negeri 10 Yogyakarta dengan nilai korelasi sebesar 0.590 dengan p<0.01; (3) Kecerdasan emosi dan internal locus of control mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku prososial pelajar di SMA Negeri 10 Yogyakarta. Besarnya sumbangan efektif kecerdasan emosional dan internal locus of control secara bersama-sama terhadap perilaku prososial sebesar 35.1%, sedangkan sisanya yaitu 64.9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Sehingga disimpulkan bahwa pelajar di SMA Negeri 10 Yogyakarta yang menjadi responden memiliki kecerdasan emosional dan internal locus of control yang cenderung tinggi.
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK Parmanti, Parmanti; Purnamasari, Santi Esterlita
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.192 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran ayah dalam pengasuhan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Partisipan penelitian ini adalah 2 orang ayah yang berperan langsung dalam mengasuh anaknya yaitu periode anak usia dini 4-6 tahun, pra remaja 6-12 tahun dan remaja 18-21 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Partisipan penelitian ini adalah KR dan HR. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa peran KR pada anak usia dini dalam membina kedekatan dengan anak dengan cara menemani anak ketika bermain yaitu membuatkan aneka mainan dari kertas seperti pesawat terbang dan kapal laut. KR memberikan kebebasan bermain pada anak seperti bermain balok atau mobil-mobilan di dalam rumah tetapi KR selalu mengawasi anak. Pada usia 2,5 sampai 3 tahun KR telah melatih anak untuk mandiri seperti makan, mandi, berpakaian ataupun toilet training. Peran HR terhadap anak pra remaja yaitu sering menemani anak belajar misalnya mengajari anak ketika sedang mengerjakan pekerjaan rumah. HR mengijinkan anaknya untuk melihat televisi tentang tata cara mengambar untuk mengembangkan bakat anak. Sementara itu peran ayah pada anak remaja, kedua partisipan mengijinkan anak untuk bermain dengan siapa saja asalkan saat bermain anak tersebut ingat waktu shalat, istirahat serta saatnya belajar. Kedua partisipan saat mengasuh anaknya yang remaja lebih mendalami masalah pada remaja terutama masalah pergaulannya. Oleh karena itu dalam membentengi anak dari pengaruh yang nantinya akan berefek negatif pada anak dengan cara memperkuat masalah agama, bagaimana cara memilih teman yang baik karena apabila anak tersebut memiliki teman yang baik maka akan berefek baik juga pada diri anak tersebut tetapi bila anak salah memilih teman maka anak juga akan terjerumus pada masalah yang berakibat kurang baik untuk masa depan anak tersebut
EFIKASI DIRI REMAJA PUTRI DENGAN FOBIA SPESIFIK Arfian, Mohammad Yusuf; Sriningsih, Sriningsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.065 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkrit tentang efikasi diri remaja perempuan dengan fobia spesifik. Subjek penelitian ini adalah 3 orang remaja putri berusia 12-21 tahun dengan fobia spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambaran efikasi remaja putri dengan fobia memiliki karakteristik yang bervariasi. Partisipan PAS dan NNA memiliki karakteristik efikasi diri hampir serupa yaitu memandang ketakutannya sebagai hal yang mengancam, tidak memiliki dorongan untuk berani menghadapi ketakutannya, tidak berdaya untuk mengontrol ketakutannya dan memerlukan bantuan orang lain, tidak memiliki dorongan untuk berani menghadapi ketakutannya, dan memilih membiarkan ketakutannya tetap ada. Partisipan PAS pernah memiliki pengalaman berhasil menghadapi ketakutannya namun tidak memengaruhi keberaniannya menghadapi ketakutannya. Keluarga khususnya ibu selalu membantu PAS untuk menghindari laba-laba, sehingga efikasi diri yang dimiliki PAS tidak mengalami perubahan. Efikasi diri dikembangkan oleh NNA, karena ia kurang memiliki pengalaman berhasil menghadapi ular. Selama ini NNA tidak banyak menceritakan ketakutannya kepada orang lain, karena khawatir respon orang lain. Partisipan MAD memiliki karakteristik efikasi diri yang berbeda. Partisipan MAD menanamkan usaha yang kuat saat menghadapi ketakutannya. MAD merasa lega setelah dapat menghadapi objek yang ditakutinya. MAD merasa telah mampu menghadapi ketakutan dengan cara menenangkan diri. MAD merasa selama ini lingkungan menuntutnya untuk berhadapan dengan ketakutan. Selain itu penilaian masyarakat juga memengaruhi MAD untuk memiliki efikasi diri.

Page 1 of 1 | Total Record : 7