Waca Cipta Ruang
ISSN : 23016507     EISSN : 26561824
Waca Cipta Ruang merupakan jurnal karya ilmiah on line Program Studi Desain Interior UNIKOM, yang mempublikasikan hasil penelitian dan studi-studi Desain Interior meliputi kajian teori, kajian seni dan budaya, kajian desain seperti: studi literatur, studi ergonomi, studi sistem lingkungan desain interior, furniture, dan studi-studi perilaku manusia pada ruang.
Articles 16 Documents
Search results for , from "2015" : 16 Documents clear
Pengaruh TactileTerhadap Keputusan Pembeli Dalam Memilih Produk Mebel (Studi Kasus Fasilitas Duduk Sofa)

Fatimah, Dina Fatimah, Maharlika, Febry Maharlika

Waca Cipta Ruang Vol 1 No 2 (2015): Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.124 KB) | DOI: 10.34010/wcr.v1i2.1376

Abstract

Desain mebel/ furnitur termasuk dalam kategori desain fungsional, yaitu desain yang memberikan pelayanan atau fasilitas pada kegiatan hidup manusia. Dalam perancangan mebel, manusia merupakan faktor utama dan aspek penting. Membuat desain mebel diperlukan persyaratan dan prinsip yang berorientasi pada seluruh anatomi dan ukuran manusia, keadaan jasmani, cara bergerak, bersikap dan tuntutan selera manusia. Dalam penelitian ini studi kasus yang diambil adalah fasilitas duduk sofa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sofa dalam situasi pasar mebel, merupakan salah satu produk yang banyak diminati untuk mengisi kebutuhan ruang perumahan maupun kantor. Berbagai macam desain sofa disuguhkan oleh distributor mebel untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar. Upholstery untuk sofa biasanya menggunakan material fabric (kain) dan kulit (asli atau sintetis). Upholstery memiliki tekstur sesuai dengan jenis materialnya. Tekstur yang dimunculkan oleh material tersebut, akan menghubungkan indra peraba manusia dengan produk. Tactile atau segala sesuatu yang berkaitan dengan indra peraba atau sentuh, dapat dirasakan oleh semua permukaan tubuh manusia. Interaksi yang terjadi antara manusia dengan produk akan memunculkan persepsi terhadap produk tersebut. Persepsi yang muncul dari sensasi tactile tersebut akan memberikan penilaian khusus ketika konsumen memilih mebel (studi kasus sofa) untuk kebutuhan mereka. Persepsi tersebut nantinya akan menjadi sebuah standar kenyamanan yang muncul dari indra peraba/sentuh. Pada akhirnya penelitian ini akan memperlihatkan pengaruh karakter material terhadap pilihan konsumen terhadap produk sofa.   Kata Kunci : furniture, desain, sofa, upholstery, tactile

Analisis Situs Arca Domas Berdasarkan Pola Rasionalitas Budaya Sunda

Maharlika, Febry Maharlika

Waca Cipta Ruang Vol 1 No 2 (2015): Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2412.947 KB) | DOI: 10.34010/wcr.v1i2.1377

Abstract

Daya-daya transenden sering kali dihadirkan dalam ruang yang diciptakan oleh manusia. Dalam hal ini, ruang yang diciptakan berisikan pola yang merepresentasikan pemahaman masyarakat mengenai kehidupannya.Situs arca domas di Bogor merupakan salah satu ruang yang pada masanya diciptakan oleh masyarakat tradisional sunda untuk mendatangkan daya-daya transenden. Tujuannya adalah agar tercapai kehidupan ideal bagi masyarakat Sunda pada saat itu. Keadaan fisik yang terdapat pada situs Arca domas mencerminkan pola pemahaman masyarakat penciptanya.Dengan menggunakan metode analisis deskriptif, penelitian ini menguraikan pola yang terdapat pada keadaan fisik situs Arca domas berdasarkan pola rasionalitas masyarakat tradisional Sunda.Kata kunci : Situs Arca Domas,Pola, Rasionalitas Sunda

Bentuk Masjid Berdasarkan Teknik, Material dan Motif

dharmawan, Cherry dharmawan

Waca Cipta Ruang Vol 1 No 2 (2015): Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.799 KB) | DOI: 10.34010/wcr.v1i2.1382

Abstract

The Archicture of Mosque or mesjid word is not implicit in Al Qur’an. Mosque or mesjid has a meaning as pray to Allah with whole hearted.Style and morphology in Architecture Mosque has envolved since century in the whole world, that if it is viewed in more detail, it will show much difference in many region and has own characteristic mosque to each other. The architectural difference of mosque can be describe in three part : paradigm, concept, and the culture of people and time period of the mosque is built.The fuction, symbols, and struktur technology of mosque architecture and as well the using of materials integrally create specified mosque morphology in many region, related to the culture of the people that mosque is built. “The Islamic culture “ is “Dien Islam”, that organize the relationship between man and Allah ( habbluminnallah ), and man and man ( habbluminnas ). The “Dien Islam”, create the specified morphology of architecture mosque and become the iconografic islamic architecture.Keyworad : Mosque, Form, Typology

Studi Perbandingan Persepsi Konsumen Mengenai Penerapan Desain "Open Kitchen" dan "Close Kitchen" Pada Restoran Tradisional Indonesia

Derwentyana, Ryanty Derwentyana

Waca Cipta Ruang Vol 1 No 2 (2015): Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.955 KB) | DOI: 10.33867/wcr.v1i2.1385

Abstract

Abstrak. Penerapan desain open kitchen pada restoran dimaksudkan sebagai promosi untuk mencitrakan hal-hal positif mengenai produk-produk yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan ingin mencari tahu apakah terdapat perbedaan persepsi konsumen yang signifikan mengenai restoran tradisional dengan konsep open kitchen dan closed kitchen. Hal-hal yang menjadi unit analisa penelitian ini adalah persepsi kebersihan, persepsi kesegaran, hiburan, kepercayaan, kualitas pelayanan, dan nilai kultural. Dengan menggunakan 46 orang responden yang berstatus mahasiswa, dan hasil respon diukur menggunakan metode statistika T-Test berpasangan, didapati hasil bahwa secara umum terdapat perbedaan persepsi yang signifikan akibat penerapan dapur restoran yang memiliki konsep tertutup dan konsep terbuka, dan juga memberikan respon signifikan ke arah positif untuk aspek kebersihan, kesegaran, kepercayaan, kualitas pelayanan, dan penghargaan kultural untuk konsep open kitchen dibandingkan konsep closed kitchen.Key words: Open Kitchen, Restoran Tradisional, Persepsi

PENDEKATAN FENG SHUI DENGAN METODE BA ZI PADA DESAIN INTERIOR

Darmyanti, Tessa Eka, Sondang, Stella Sondang

Waca Cipta Ruang Vol 1 No 2 (2015): Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.006 KB) | DOI: 10.34010/wcr.v1i2.1390

Abstract

Kehidupan dalam alam semesta senantiasa dikelilingi oleh energi yang memiliki pengaruh baik dan buruk. Manusia yang merupakan bagian dari alam semesta ini, sejak ribuan tahun berusaha untuk mendeteksi energi yang ada di alam dengan menggunakan berbagai cara salah satunya melalui Feng Shui. Feng Shui merupakan ilmu dan seni yang berasal dari kebudayaan Cina tradisional yang bertujuan menciptakan dan membangun lingkungan yang harmonis untuk orang-orang hidup dalamnya dengan pendekatan metafisik dalam memperhitungkan energi (Chi/ Qi) yang dalam kurun waktu 2 dasawarsa telah banyak mempengaruhi berbagai aspek khususnya desain interior melalui berbagai metode, salah satunya metode Ba Zi. Studi ini mengenai Feng Shui dengan pendekatan metode Ba Zi yang berkaitan dengan penentuan lokasi, orientasi bukaan, material serta warna. Hal ini tidak menutup kemungkinan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam perancangan interior. Melalui metode Ba Zi, Chi yang diperhitungkan melalui data kelahiran manusia dapat membantu menyelaraskan manusia dan lingkungan binaannya dengan alam agar terjadi keharmonisan.Tujuan dari studi ini adalah untuk berbagi pengetahuan bahwa metode Ba Zi dalam Feng Shui dapat menjadi alternatif dalam perancangan interior dan melalui metode ini dapat memberi informasi bahwa Feng Shui yang seringkali keliru dipandang lekat dengan mistis, ternyata sebuah ilmu pengetahuan yang dapat menghasilkan analisa logis. Studi ini juga dapat memperkaya pengetahuan di bidang desain, khususnya interior serta dapat menjadi penggerak studi lanjutan yang lebih mendalam yang mempunyai kaitan antara desain interior dan Feng Shui.   Keywords: Feng Shui, Ba Zi, Yin Yang, Wu Xing, Interior

Tinjauan Sensory Branding dan Psikologi Desain Kedai Kopi Kekinian Terhadap Perilaku Konsumen

Aryani, Dewi Isma

Waca Cipta Ruang Vol 5 No 1 (2019): Vol 5 No 1 (2019) : Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.34010/wcr.v5i1.1436

Abstract

ABSTRAK Dalam bidang ritel, inovasi branding dilakukan dengan sensory branding ditunjang dengan penerapan psikologi desain yang sesuai. Sensory branding memanfaatkan indera manusia dalam memberi pengalaman emosional pada pengunjung yang dapat dicapai melalui material, skema warna, pencahayaan, window display, dan product display pada toko. Sensory branding yang akan dikaji terutama yang berkaitan dengan indera penglihatan dan pengecap/ perasa. Sedangkan dalam hal psikologi desain akan dikaji berdasarkan apa yang dirasakan pengunjung dan kecenderungan interaktivitas sosial manusia yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, melalui penelitian ini akan dipaparkan temuan sensory branding dan unsur psikologi desain yang ada pada Mojo Coffee sebagai studi kasus, terutama hal yang berkaitan dengan citra dari branding interior toko,  gaya desain, elemen interior, dan visual merchandising.   Kata Kunci: kafe, psikologi desain, sensory branding    

Window Lighting sebagai Pembentuk Dimensi dan Karakter Objek Model dalam Fotografi Potret Hitam Putih

Fiandra, yosa, Sudaryat, Yayat

Waca Cipta Ruang Vol 5 No 1 (2019): Vol 5 No 1 (2019) : Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.34010/wcr.v5i1.1646

Abstract

Artikel ini memaparkan peran window lighting dalam membentuk dimensi dan karakter objek model, terutama pada fotografi potret hitam putih. Metode yag digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan data kualitatif. Data dikumpulkan dari observasi lapangan dan praktik secara langsung, dengan beberapa objek model sebagai sample dari penelitian. Studi literatur juga digunakan untuk mendukung dan menguatkan data yang ada. Data yang dianalsisis diverifikasi dengan unsur perwujudan karya rupa yakni unsur tangible aesthetic. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa window lighting dapat membentuk dimensi dan karakter objek model potret hitam putih dengan menegaskan elemen visual pada objek berupa bentuk, struktur dan raut yang ada pada objek model sebagai bentuk nyata yang terindera oleh mata. Kontribusi yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah untuk memperluas pengetahuan mengenai dasar pencahayaan pada fotografi.   Kata Kunci : Cahaya, Jendela, Fotografi, Potret, Orang,

Tinjauan Ornamen Cina pada Atap Masjid Tan Kok Liong, Depok, Indonesia

Darmayanti, Tessa Eka, Muliati, Amanda, Amadea, Annisa Rahma

Waca Cipta Ruang Vol 5 No 1 (2019): Vol 5 No 1 (2019) : Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.34010/wcr.v5i1.1647

Abstract

This review covers the observation of Chinese ornaments on the roof of Tan Kok Liong Mosque compared with The Great Mosque of Xi’an in China. The method used in this study is descriptive method with qualitative approach. This study was conducted on Tan Kok Liong Mosque, which is located in Cibinong, Indonesia and on The Great Mosque of Xi’an located in Shaanxi Province, China. The data were collected from the field observations and interviews with the designer, owner, Islamic leader, the Mosque caretakers, and the local residents who are familiar with the components and history of both Mosques. Exploratory literature also used to support and strengthen existing data. The data were analyzed by describing, presenting, and verifying by using the theories of culture and meaning (semiotics). There are five ornaments on the roof of Tan Kok Liong Mosque, there are; bao ding (宝顶), dun shou (蹲兽), chui shou (垂兽), arched roof, and ceramics that cover the roof. The result of this study shows that there is a relation between the ornaments and the Chinese culture, although not entirely the same, but still have the same essence with the ornaments on The Great Mosque of Xi’an. The contribution that can be given from this research is to broaden knowledge about the use and the meaning of Chinese ornaments used on the roof of mosque buildings in two different countries.Other than that, it can be a new source of literature for future research.

Tinjauan Konsep Desain Berkelanjutan pada Arsitektur Rumah Tinggal di Desa Adat Kampung Naga

Maharlika, Febry, Fatimah, Dina Fatimah

Waca Cipta Ruang Vol 5 No 1 (2019): Vol 5 No 1 (2019) : Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.34010/wcr.v5i1.1655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sistem desain berkelanjutan pada arsitektur rumah tinggal di Kampung Naga, Jawa Barat. Kampung naga adalah salah satu kampung adat Sunda yang masih melestarikan dan melaksanakan pakem- pakem yang ada pada masyarakatnya secara turun temurun. Pelaksanaan sistem kemasyarakatan tersebut salah satunya terwujud pada desain arsitektur rumah tinggal penduduknya. Dengan pemahaman keselarasan dengan alam, manusia, dan Tuhan, arsitektur rumah tinggal di kampung naga memiliki kekhasan tersendiri. Yang lebih menarik, desain arsitektur rumah tinggal ini mencerminkan desain berkelanjutan yang sekarang ini marak digunakan oleh para desainer dunia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan data kualitatif. Penelitian memaparkan setiap elemen interior yang memenuhi kategori konsep desain berkelanjutan pada rumah tinggal di Kampung Naga. Kategori tersebut diantaranya: pencahayaan, kualitas udara di dalam ruangan, pemanas surya pasif, saluran udara alami, efisiensi energi, pemanfaatan energi, minimalisasi limbah konstruksi konservasi air, pengelolaan limbah padat, energi terbarukan, lansekap alam dan pelestarian lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa arsitektur rumah tinggal Kampung Naga memenuhi kategori desain berkelanjutan.  Pemenuhan kategori tersebut bertujuan untuk merepresentasikan interaksi yang seimbang antara pembangunan manusia dan alam.  

Gender Dalam Teritori

Fatimah, Dina

Waca Cipta Ruang Vol 1 No 1 (2015): Vol 1 No 1 (2015) : Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.34010/wcr.v1i1.1661

Abstract

Teritori merupakan suatu wujud pembagian wilayah kekuasaan. Teritori sangat berkaitan dengan pemahaman akan keruangan. Pada manusia, teritorialitas ini tidak hanya berfungsi sebagai perwujudan privasi saja, tetapi lebih jauh lagi teritorialitas juga mempunyai fungsi sosial dan komunikasi. Salah satu yang menjadi batasan teritori seseorang terhadap orang lain adalah gender. Pembatasan gender sendiri juga mengacu pada konteks sosial dan budaya. Dominasi gender perempuan dibandingkan kaum laki-laki dalam hal teritori disebabkan oleh feminitas (sifat keperempuan yang ada batasannya baik dari sisi psikologi, fisik, dan lain-lain). Pada penelitian ini dibahas tentang beberapa kasus gender dalam teritori yang berkaitan dengan produk dan desain.

Page 1 of 2 | Total Record : 16