JTM - Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 2614344     EISSN : 2656422X
Jurnal Ilmiah JTM diterbitkan oleh jurusan teknik Mesin, politeknik negeri kupang. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun dan menerima artikel berkaitan Perancangan, Analisis, Operasi, Pemeliharaan, Analisis Kegagalan, Keandalan, Otomasi dan Kontrol yang mencakup Aplikasi Teknik Mesin, Teknik Material dan Teknik Manufaktur.
Articles 16 Documents
Rancang Bangun Pompa Vakum Hemat Energi

Mado, Rafael, Sapar, Fransiskus, Abanat, Jufra D.J.

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.054 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan kehidupan, karena tanpa air tidak akan ada kehidupan di dunia ini.  Khusus daerah-daerah yang berdekatan dengan sumber air atau lokasinya berada di bawah mata air, kebutuhan air tidak terlalu menjadi masalah.  Sesuai dengan hukum fisika, air dengan sendirinya akan mengalir dari tempat yamg tinggi ke tempat yang lebih rendah, namun kenyataannya hampir setiap rumah tangga memiliki sumur sebagai sumber air.  Proses pengambilan air dari dalam sumur ada yang menggunakan pompa air listrik dan ada juga yang menimba langsung dari dalam sumur sehingga cukup menguras tenaga. Permasalahannya adalah karena listrik sering padam, sehingga pompa air tidak bisa dioperasikan dan kalau harus menimba langsung dengan kebutuhan yang banyak seperti untuk menyiram tenaman sayur mayur dan lain-lain tentu banyak menguras tenaga.  Apalagi di daerah terpencil yang belum terjangkau listrik, tentu tidak bisa menggunakan pompa air listrik.  Kalau terpaksa harus menggunakan pompa air penggerak motor bakar, permasalahannya adalah kesulitan memperoleh bahan bakar karena daya beli masyarakat juga masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat pompa vakum hemat energi yang dapat diterapkan di masyarakat.  Metode yang digunakan adalah metode tindakan, yang diawali dengan perancangan pompa, pembuatan dan uji coba.  Diharapkan dengan adanya pompa vakum hemat energi ini, permasalahan energi dan kebutuhan air bersih dapat teratasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pompa vakum hasil rancangan yang dibuat tidak berhasil menaikan air dari sumur, baik volume reservoir 200 liter, 300 liter maupun 400 liter.  Perlu dilakukan kajian lebih jauh lagi mengenai kevakuman yang terjadi di dalam reservoir, konstruksi reservoir, diameter pipa hisap dan pipa keluar dan konstruksi pipa hisap dan pipa keluar

Rancang Bangun Alat Pelubang Plat Bentuk Slotting dengan Memanfaatkan Mesin Pres Hidrolik

Leki, Aloysius, Betan, Agustinus D

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.885 KB)

Abstract

Laboratorium Teknologi Mekanik Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Kupang, mempunyai job praktek yang berhubungan dengan logam lembaran yang dikenal dengan nama kerja plat (sheet metal). Semua peralatan bantu yang digunakan pada pekerjaan ini sudah memenuhi standar minimal suatu fasilitas yang baik, namun yang masih menjadi permasalahan utama adalah belum tersedianya alat bantu yang digunakan untuk proses pelubangan plat. Penelitian ini bertujuan merancang alat punching dan dies agar dapat diaplikasikan pada proses pelubangan plat aluminium dengan memanfaatkan mesin pres hidrolik, tahap perancangan meliputi 1) menentukan besaran clearance antara punch dan dies, 2) menentukan dimensi punch dan dies, 3) gaya yang dibutuhkan untuk membuat slotting pada lembaran plat aluminium. Hasil dari penelitian ini adalah besar clearance antara punch dan dies adalah  0,054 mm, dimensi punch  55 x 55 mm dan dies  55,054 mm x 55,054 mm, besar gaya yang diperlukan untuk proses punching adalah 2634,26  N

MAYOR DAN MINOR LOSSES HEAD JARINGAN PIPA PENYALUR PADA POLITEKNIK NEGERI KUPANG

Nasaruddin, Nasaruddin

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.289 KB)

Abstract

Daya tampung air pada tandom Politeknik Negeri Kupang cukup besar yaitu 35 m3, tetapi air mengalir dari PDAM selama tahun 2018 debit air sangat kecil dan jarang sekali mengalir. Tidak ada masalah jika diatasi dengan memperbaiki sistem distribusi air untuk mengurangi kerugian-kerugian. Distribusi air dapat mengalir normal jika dibuat suatu instalasi perpipaan dan estimasi spesifikasi pompa yang terencana. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu berapa besar kerugian head pada jaringan pipa penyalur dari tandom Baumata ketandom Politeknik Negeri Kupang.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kerugian yang terjadi akibat belokan, gesekan, pengecilan penampang pipa, dan pemilihan pompa. Metode yang digunakan yaitu menganalisis kerugian mayor dan minor losses, tempat dan waktu pengambilan data yaitu PDAM Kabupaten Kupang dari September s/d November 2018, dari hasil dan pembahasan sistem instalasi pipa penyalur dari tandom Baumata ke tandom Politeknik Negeri Kupang, total kerugian mayor dan minor losses titik A 5500 m sepanjang 29,068 meter, titik B  2300 m sepanjang 40,167 meter, dan titik C ke tandom Politeknik Negeri Kupang 2200 m sepanjang 29,068 meter, dan pompa yang digunakan menyalurkan air dari tandom Baumata ke tandom Politeknik Negeri Kupang dengan beda elevasi 2,5 meter, sehingga head pompa 86,4 meter, daya pompa 282,8 kW, efesiensi pompa (pompa) 90%, maka kerugian total mencapai 98,303 meter sepanjang 10.000 m

ANALISA PENGARUH PENYETELAN CELAH PLATINA TERHADAP TEGANGAN PENGAPIAN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG 5K

Dimu, Roymons Jimmy

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.665 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi penulis pada saat melakukan observasi dilapangan, penulis melihat karena keterbatasan alat atau para mekanik yang kurang terdidik sering melakukan penyetelan celah platina tanpa menggunakan alat pengukur celah platina. Sehingga melalui penelitian ini penulis ingin mengetahui seberapa besar pengaruh penyetelan celah platina terhadap tegangan pengapian . Adapun metode penulisan dalam penyusunan penelitian ini yaitu dengan cara mengumpulkan data dengan melakukan observasi kelapangan atau bengkel, mengumpulkan referensi-referensi yang sesuai dengan topik, dan melakukan eksperimen atau pengujian langsung tentang obyek yang diteliti pada mobil Toyota kijang 5K. Setelah melakukan eksperimen atau pengujian penulis mendapat data hasil pengujian sehingga penulis mengolah data hasil pengujian dengan membuat grafik dari data hasil pengujian. Dari data hasil penelitian penulis dapat menarik kesimpulan bahwa semakin besar celah platina maka semakin kecil tegangan pengapian yang dihasilkan. Dan juga dari data hasil pengujian penulis dapat menarik kesimpulan bahwa celah platina yang baik untuk mesin 5K adalah 0,4 -0,5 mm. Karena pada saat penyetelan celah platina sesuai spesifikasi ( 0,4-0,5 mm ), tegangan pengapian yang dihasilkan ( 0,4 mm = 13000 volt, 0,45 mm = 12333 volt dan 0,5 mm = 11700 volt ) masih berada dalam batas ranse tegangan pengapian untuk sistem pengapian yang menggunakan platina yaitu 10000 - 20000 volt.

Pengaruh Sudut Kemiringan, Dimensi Gesek dan Beban terhadap Kapasitas Pembutiran Tanah pada Teknologi Penghalus

Yokasing, Yohanis B, Pangalinan, Antonius, Abdullah, Amiruddin

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.565 KB)

Abstract

Tanah adalah kumpulan dari benda alam dipermukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, yang terdiri dari campuran bahan mineral, organik, air, dan udara, merupakan media untuk tumbuhnya tanaman.  Komposisi tanah yang demikian menyebabkan tanah cendrung bergumpal-gumpal, mengikat semua mineral yang ada. Namun tanah yang dibutuhkan sebagai media tumbuh, tidak membutuhkan semua mineral tersebut diatas, diantaranya frakmen batu. Untuk itu perlu perbaikan sifat-sifat tanah, yang dilakukan oleh para budidaya tanaman baik itu petani maupun para usaha tanaman. Salah satu cara yang sering dilakukan yakni menghaluskan tanah pada struktur-struktur yang halus guna memisahkan elemen lainnya sepert batu dan plastik. Menyadari akan tuntutan tersebut, maka dikaji teknologi penghalus tanah. Hasil kajian terhadap teknologi dengan spesifikasi; tinggi 800 mm, lebar 50 mm, penggerak manual mengunakan engkol, menunjukan semakin tinggi sudut alir atau kemiringan, kapasitas tanah yang dihaluskan pun meningkat (ukuran besar), dan  begitu pula dengan kapasitas hopper, yang semakin meningkat, meningkap pula kapasitas tanah yang dihaluskan. Kapasitas tanah yang dihaluskan pada pelat baja biasa (permukaan rata) lebih banyak dibandingkan dengan pelat baja bordes (permukaan tidak rata).

Optimasi Suhu Ruang Alat Pengering Ikan Melalui Penentuan Sudut Ideal Reflektor Cermin Datar

Hore, Duran

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.055 KB)

Abstract

Proses produksi ikan  kering di NTT pada umumnya dilakukan secara tadisional dengan cara langsung dijemur  dan mengandalkan sinar matahari sebagai pengeringnya.   Didukung oleh suhu udara rata-rata siang hari di NTT  berkisar dari 30 0 C sampai 33,7 0C maka energi panas ini sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam memproduksi ikan kering.  Untuk mencapai kadar air 20%  sampai 35%  agar perkembangan mikroorganisme pembusuk benar-benar berhenti dibutuhkan waktu penjemuran 5 hingga  8 hari.  Waktu yang demikian lama memungkinkan terjadinya kerusakan dan penurunan kualitas ikan  kering yang dihasilkan jika penyinaran kurang maksimal.     Proses produksi ikan kering dengan cara dijemur langsung di tempat terbuka maka dari segi hygienitas kurang baik karena terkontaminasi debu, lalat, dan kotoran lainnya.  Hal ini tentu saja berefek pada menurunya kualitas ikan dan harga jual. Selain itu proses penjemuran di tempat  terbuka  seperti  ini  apa bila   tidak   mendapat penyinaran secara maksimal  maka akan menggangu kenyamanan  lingkungan sekitar karena dapat  menghasilkan aroma atau bau yang tidak sedap.   Dari uraian di atas  dikembangkan suatu alat pengeringan ikan  melalui  pemanfaatan  energi   panas matahari  dengan sistim adjustabel  reflector untuk mengoptimalkan suhu di dalam ruangan pengering. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode true experimental  research  dengan pokok  kajian terletak pada: yang pertama adalah rancang bangun   alat pengering,  dan yang ke dua adalah  menemukan sudut yang ideal  untuk merefleksikan radiasi matahari ke kabin pengering   sehingga proses pengeringan ikan dapat tercapai secara optimal. Dari pengujian yang telah dilakukan pada kemiringan reflector 45° dapat meningkatkan suhu ruang dalam kabin pengering hingga 63°C, dan stelah proses pengeringan selama  8 jam rata-rata kadar  air sudah mencapai 45,29 % basis basah. Rencana kegiatan tahun ke 2 adalah mengembangkan kabin pengering dengan bahan dari aluminium dan diberi   variasi 3 jenis absorber dari pasir, kelikir dan plat hitam. Tujuannya agar dapat diketahui jenis absorber mana yang paling ideal untuk dipakai untuk memproduksi ikan kering.

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MEKANISME UBAH GERAK ROTASI MENJADI TRANSLASI

Pangalinan, Antonius, Yokasing, Yohanes B, L., Gregorius F.

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.804 KB)

Abstract

Mekanisme merupakan suatu rangkaian batang penghubung (linkage), salah satu batang ditahan tetap dan batang yang lain digerakkan, maka gerakan batang yang lain dapat diperkirakan. Gerakan masukan pada mekanisme ini berupa gerakan rotasi diubah menjadi gerak translasi. Hasil akhir gerakan dari mekanisme ini, berupa translasi secara vertikal yang berulang-ulang. Mekanisme dengan gerakan vertikal, dapat dikembangkan untuk keperluan menumbuh dan meniti. Aplikasi menumbuk dan meniti, dibutuhkan pada pengolahan hasil pertanian masyarakat seperti jagung atau gabah padi. Komponen-komponen yang dimiliki mekanisme ini terdiri dari, roda engkol, poros, bantalan, piring transmisi, lengan pengubah, pengarah alu, dan rangkah. Mekanisme ini memiliki spesifikasi sebagai berikut; tinggi 1230 mm, panjang 1250 mm, lebar 400 mm, gerak translasi alu sejauh 270 mm, digerakkan secara manual. Bahan yang digunakan untuk membuat mekanisme 90 dari baja

Analisis Sifat Mekanis Komposit Epoxy Diperkuat Serat Pelepah Lontar untuk Pembuatan Perahu Nelayan

Saduk, Melsiani, Niron, Fransisko Piri

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.016 KB)

Abstract

Adanya wacana rencana pelarangan penggunaan fiberglass saat ini menjadi salah satu pertimbangan untuk beralih pada penggunaan fiber yang ramah lingkungan. Fiberglass menggunakan serat kaca (matte) yang bisa menyebabkan gatal jika bersentuhan dengan kulit. Selain itu karena terbuat dari bahan kimia, serat kaca sukar terdegradasi secara alami, kalaupun didaur ulang secara mekanik, akan menghasilkan gas CO dan debu yang berbahaya untuk kesehatan. Untuk itu pemanfaatan serat alam material komposit pada saat ini semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan tersebut yang semakin meluas mulai dari yang sederhana seperti alat-alat rumah tangga sampai sektor industri. Penelitian komposit diperkuat serat lontar ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan kekuatan impact dan kekuatan bending komposit serat lontar. Metode produksi adalah press hand lay up dengan orientasi serat acak (Random Oriented discontinous Fiber). Desain komposit dengan variasi fraksi volume serat 10%,15%,20%,25% dan 30%  Dari hasil pengujian diperoleh nilai kekuatan bending pada komposit serat lontar sebesar 14,30 kgf/mm2  atau 140,235095 Mpa dengan modulus elastisitas 4440 Mpa. Sedangkan nilai kekuatan impact yang dihasilkan sebesar 0,439 J/mm2 dengan energi serap sebesar 1,28 J, masing-masing pada fraksi volume 30%.

Analisis Base Oil Hasil Proses Adsorpsi dan Pirolisis pada Oli Mesin Bekas

Mardyaningsih, Mamiek, Leki, Aloysius

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.962 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menyebabkan pemakaian oli mesin meningkat, akibatnya jumlah oli mesin bekas semakin meningkat. Olie bekas yang jumlahnya cukup fantastis potensial untuk diolah kembali menjadi base oil dengan menghilangkan kontaminan yang terdapat dalam olie bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mendaur ulang olie mesin bekas dengan metode adsorpsi dan pirolisis serta untuk mengetahui beberapa sifat fisik produk base oil. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap, 1) analisis awal oli mesin bekas, 2) membuat alat pirolisis sedehana dan kolom filtrasi, 3) pemurnian oli mesin bekas dengan kolom filter, 4) hasil adsorpsi dipirolisis. Hasil dari penelitian ini adalah adsorpsi dan pirolisis dari oli mesin bekas menghasilkan base oil dengan sifat fisik sebagai berikut:berwarna kuning jernih, berbau menyengat, mudah terbakar, berat jenisnya 0,8 ml/g, viskositas 5,14 g/cm detik sampai 5,39 g/cm detik, nilai kalor 16.800 J/g, dan titik nyala 80-98 oC

PERENCANAAN DAN PEMBUATAN TEKNOLOGI PANGGANG AYAM YANG DILENGKAPI PEDAL SEBAGAI KOMPONEN PEMBALIK AYAM PANGGANG

Sapar, Fransiskus, Palinggi, Aris, Frazao, Arzito Da Costa

JTM - Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.991 KB)

Abstract

Ayam panggang merupakan menu makanan yang diolah dengan cara daging ayam dipanggang. Umumnya daging ayam utuh atau masih menyatuh semua paha, dada, sayap, leher dan kepala masih menjadi satu kesatuan yang dipanggang. Untuk mendapatkan kematangan merata pada setiap daging harus dilakukan  bolak balik berulang-ulang hingga matang. Kegiatan bolak-balik ini menimbulkan risiko isi daging terkelupas, atau dapat menyebabkan salah satu bagian daging ayam dapat terpisah. Hal ini berpengaruh kualitas baik utuh dan kematangan yang tidak dikehendaki konsumen. Keterbatasan alat panggang yang di gunakan oleh para usaha ayam panggang di Kupang berupa  kawat yang menyerupai jaring berbentuk persegi dan dilengkapi dengan hendel. Cara kerja alat ini yaitu, ayam yang akan di panggang  diletakan di atas kawat pemanggang dan di tutup dengan kawat penutup lalu diletakan di atas besi pemalang tungku dan di balik berulang-ulang sampai matang, kondisi ini tidak mendukung. Untuk itu dilakukan kajian berupa inovasi teknologi panggang ayam, dengan  membangun konsep-konsep, merencanakan dan membuatnya. Teknologi ayam panggang dengan pedal sebagai pembalik, memiliki spesifikasi sebagai berikut : panjang 905 mm, Lebar 420 mm, tinggi 710 mm, penggerak berupa sebuah pedal, kapasitas 2 ekor ayam dalam sekali panggang

Page 1 of 2 | Total Record : 16