cover
Contact Name
ISLAM TRANSFORMATIF
Contact Email
islamtransformatif.ejurnaliain@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
islamtransformatif.ejurnaliain@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies
ISSN : 2599218X     EISSN : 25992171     DOI : -
Core Subject : Religion,
Islam Transformatif merupakan pencarian dialogis, bagaimana agama harus membaca dan memberikan jawaban terhadap ketimpangan sosial. Adapun konsep teologis kritis disodorkan sebagai pendekatan memahami hubungan agama dengan kekuasaan, modernisasi dan keadilan rakyat.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017" : 8 Documents clear
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP LEGALITAS ABORSI AKIBAT PEMERKOSAAN (Studi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 Pasal 31 huruf b ) Agusrimanda, Agusrimanda
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.295 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.326

Abstract

Menurut hukum Islam praktik aborsi dilarang karena sama saja dengan membunuh manusia, aborsi hanya dapat dilakukan karena kedaruratan Medis. Menurut Peraturan Pemerintah No.61 tahun 2014 pasal 31 huruf b tentang kesehatan reproduksi, praktik aborsi dilegalkan bagi korban pemerkosaan, untuk menyembuhkan phisikis korban pemerkosaan yang hamil yang tidak dapat dikatakan sebagai kedaruratan., selain bertentangan dengan hukum islam, aborsi tidak dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengembalikan korban pemerkosaan yang hamil untuk bisa kembali bangkit dari tekanan mental atau phsikis menanggung beban malu ditengah masyarakat. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah suatu cara yang digunakan dalam mengumpulkan data yang dibandingkan dengan ukuran standar yang telah ditentukan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Pustaka (library research) yaitu, mengumpulkan data-data, membaca, menelaah mencatat dan analisa untuk membangun pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan.v Sumber data yang penulis gunakan yaitu sumber Sumber data primer.Sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari sumber utama. Berdasarkan hasil penelitian maupun pembahasan dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan, bahwa dampak negatif legalitas aborsi akibat pemerkosaan lebih besar dibandingkan dampak positif sehingga aborsi akibat pemerkosaan dilarang, hukum asal aborsi menurut hukum Islam pada Maqashid syariah dilarang (haram), perlu sekiranya peninjauan kembali PP No. 61 tahun 2014 pasal 31 huruf b terhadap legalitas aborsi akibat pemerkosaan
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEBERHASILAN PELAKSANAAN MBS PADA PESANTREN-PESANTREN DI KABUPATEN AGAM Junaidi, Dr.
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.681 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.331

Abstract

The successful implementation of School Based Management can not be separated from the organization culture of each person in the organization. This study aims to determine the influence of organization culture to the successful implementation of School Based Management at pesantren in Agam District. The formulation of this research problem is whether there is influence of organization culture to the successful implementation of School Based Management at pesantren in Agam District? This research is done by using quantitative approach. The population of this study is all teachers of Pesantren Agam Regency amounted to 896 people. The samples were chosen by Area sampling technique and Simple random sampling, as many as 227 teachers. Data were collected through a Likert scale model questionnaire with validity and reliability tested. Data analysis using correlation and regression techniques with the help of SPSS version 15 program. The results showed that the organization culture influenced the implementation of School Based Management in pesantren in Agam Regency. Keberhasilan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah tidak terlepas dari budaya organisasi yang dimunculkan oleh setiap individu-individu yang ada pada organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap keberhasilan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pada pesantren di Kabupaten Agam. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap keberhasilan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pada pesantren di Kabupaten Agam? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru pesantren Kabupaten Agam berjumlah 896 orang. Sampel dipilih dengan teknik Area sampling dan Simple random sampling, sebanyak 227 orang guru. Data dikumpulkan melalui angket model skala Likert dengan validitas dan reliabilitasnya sudah diuji. Analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi dengan bantuan program SPSS versi 15. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pada pesantren di Kabupaten Agam.
PENDIDIKAN ORANG DEWASA YANG DIKEMBANGKAN RASULLULLAH Alfurqan, Alfurqan; Rahman, Rini; Rezi, Muhamad
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.658 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.327

Abstract

Rasulullah, Muhammad SAW, succeeded in changing the uncivilized society into the civilized one as well as the Jahiliyah society into the educated one. The key to the success was his appropriate teaching concept and his sincerity. There were some representative and dominant educational approaches and methods that were developed by Rasulullah, Muhammad SAW, in teaching his Shahabah as adults. One approach that he used was the philosophycal approach. Meanwhile, the methods that he used were the exemplary and affectionate methods. Rasulullah, Muhammad SAW telah berhasil membina masyarakat dari masyarakat yang paling biadab menjadi masyarakat yang paling beradab, dari masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang terdidik. Kunci keberhasilan pendidikan yang beliau lakukan adalah: konsep ajaran yang beliau sampaikan adalah ajaran yang benar dan tepat, kesungguhan dan keikhlasan beliau dalam melaksanakan tugas. Ada beberapa pendekatan dan metode pendidikan yang dipandang representatif dan dominan yang dikembangkan oleh Rasulullah SAW dalam mendidik para sahabat sebagai orang dewasa. Pendekatan yang digunakan salah satunya adalah pendekatan filosofis, sedang metode yang digunakan beliau diantaranya metode keteladanan, metode lemah lembut dan kasih sayang.
URGENSI PARTAI POLITIK DALAM PELAKSANAAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Syahanti, Siti Hafshah
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.002 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.332

Abstract

When discussing the issue of political parties, there are still many people who do not want to know and do not want to know (apathetic) to politics in the party. Whereas the influence of the party in the life of the state will determine the fate of the people and the country in the future. In addition, not a few who think that between politics and religion can not be united, because it is a unit that is separate from each other. This assumption is ambiguous, because almost all scholars and figures have described the importance of politics (party) for the sustainability of Muslims in particular. The importance of this writing is in order to help rebuild the framework of thinking about this political party. Starting from the thin level of public awareness to be aware of politics. So briefly described in this paper that, Islam needs power (political party), without it will greatly affect the existence of Islam in the future will come. Therefore, in the party, it is needed the mobilizers who have high ideals to fight for it, in accordance with the goals of the Shari'a and the ideals of the state contained in the Constitution and Pancasila which based on Islamic values. Therefore, power should be given to people having the capacity for it, not just for the sake of momentary interest or group interests. This is very important because the policy or law that is born will also be determined by who plays a role in it and must be realized that the political party is one of the most influential way in maintaining the piety of religion, people and nation. Ketika membahas persoalan partai politik, masih banyak diantara masyarakat yang tidak mau tahu dan tidak ingin tahu (apatis) terhadap perpolitikan yang ada di dalam partai. Padahal pengaruh partai dalam kehidupan bernegara sangat menentukan nasib rakyat dan negara kedepannya. Di samping itu tidak sedikit yang berfikir bahwa antara politik dengan agama tidak bisa disatukan, sebab ia merupakan satuan yang terpisah satu sama lain. Anggapan ini rancu, sebab hampir semua ulama dan tokoh telah menguraikan akan pentingnya politik (partai) bagi keberlangsungan umat Islam khususnya. Pentingnya penulisan ini adalah dalam rangka membantu membangun kembali kerangka berfikir tentang partai politik ini. Bertolak dari tipisnya tingkat kesadaran masyarakat untuk sadar terhadap politik. Maka secara singkat dijelaskan dalam tulisan ini bahwa, Islam butuh kekuasaan (partai politik), tanpanya akan sangat mempengaruhi eksistensi Islam dimasa akan dating. Untuk itu dalam partai dibutuhkan para penggerak yang memiliki cita tinggi untuk memperjuangkannya, sesuai dengan tujuan syariat serta cita-cita negara yang termuat dalam Undang-Undang Dasar dan Pancasila yang berasaskan nilai-nilai islami. Oleh karena itu, kekuasaan hendaknya diberikan kepada orang memiliki kapasitas untuk itu, bukan hanya untuk kepentingan sesaat atau kepentingan golongan saja. Hal tersebut sangat penting karena kebijakan atau hukum yang dilahirkan juga akan ditentukan oleh siapa yang berperan di dalamnya dan harus disadari bahwa partai politik merupakan salah satu jalan yang amat berpengaruh dalam menjaga kemashlahatan agama, rakyat dan bangsa.
RELEVANSI PERKARA 3 (1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN MALAYSIA DALAM KEMAJMUKAN MASYARAKAT MALAYSIA Azilah Mohamad, Ayu Nor
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.101 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.328

Abstract

Reffered to The Federal Constitution of Malaysia, its clearly found that Article 3(1) of the Constitution has allocated that Islam is the religion for the Federal, but the Constitution also allows the freedom to all individuals to practice their own religions peacefully and harmoniously in any parts of the Federal. This Article was enforced till today as the result of the tolerate among the Malays between the Chinese and Indian as a migrate ethnics as the first step toward independence. The Article 3(1) also become an important role to guarantees to all non Muslim to practise their religions without discrimination. This Article 3(1) are very significant for the plural society in Malaysia. Further discussion will be explain in this paper. Apabila dirujuk kepada Perlembagaan Persekutuan Malaysia, terdapat secara jelas pada Perkara 3 (1) iaitu agama Islam adalah agama Persekutuan dan agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai di mana-mana bahagian Persekutuan. Peruntukan yang termaktub dalam dokumen undang-undang ini adalah merupakan kesepakatan yang berjaya diperolehi hasil tolak ansur antara orang Melayu dengan mereka warga imigran Cina dan India menjelang proses kemerdekaan tanah air. Perkara 3 (1) juga telah mengangkat kedudukan agama-agama lain terjamin tanpa diskriminasi dan penganut kepada agama-agama selain Islam tidak perlu rasa bimbang untuk terus mengamalkan ajaran dan anutan pilihan masing-masing. Dalam konteks masyarakat majmuk di Malaysia, perkara ini adalah sangat signifikan. Suasana yang aman sangat diperlukan bagi negara seperti Malaysia yang mempunyai rakyat berbilang etnik dan berbilang agama. Perbincangan lanjut akan diterangkan dalam kertas kerja ini.
KOMUNIKASI BERKESAN MEMBINA SAHSIAH PELAJAR Hamid, Sohana Abdul; Jamali, Hairun Najuwah
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.901 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.333

Abstract

Communicating effectively viewed as one of the elements that should be included in the learning process. Therefore educators play a key role in effective communication practice in teaching and learning. This article will discuss the formation of the personality of students through effective communication in teaching and learning process. This article can also give an overview to the educator that the application of effective communication is important and can influence personality development of students. While the character or personality by personality or personal terms mean (Kamus Dewan, 2001, 1169). Personality also refers to the tendency of individuals behave. This means that every individual is no way to act of its own and a way of acting that is more or less the same from day to day. From the above definition, it can be concluded that the reference to the character and personality of the individual measures depending on the circumstances, situations and environments. Therefore personality self-confident and able to lead to excellence in academics and beyond will prevail leadership traits in students. Komunikasi secara berkesan dilihat sabagai satu elemen yang penting yang perlu ada dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu pendidik memain peranan penting dalam mempraktikkan komunikasi berkesan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Artikel ini akan membincangkan mengenai pembentukan sahsiah pelajar melalui komunikasi yang berkesan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Artikel ini juga dapat memberi gambaran umum kepada pihak pendidik bahawa pengaplikasian komunikasi yang berkesan amat penting dan dapat mempengaruhi pembinaan sahsiah pelajar-pelajar. Manakala sahsiah atau personaliti mengikut istilah bermaksud keperibadian atau peribadi (Kamus Dewan, 2001, 1169). Sahsiah juga merujuk kepada sistem kecenderungan bertingkahlaku individu. Ini bererti setiap individu ada cara bertindak yang tersendiri dan cara bertindak itu adalah lebih kurang sama dari sehari ke sehari. Daripada definasi di atas, dapatlah dirumuskan bahawa sahsiah merujuk kepada perwatakan dan tindakan individu bergantung kepada keadaan, situasi dan juga persekitaran. Sahsiah dan jati diri yang teguh mampu membawa kepada kecemerlangan dalam akademik dan seterusnya akan terserlah ciri-ciri kepimpinan pada diri pelajar
KEWIBAWAAN ( HIGH TOUCH) SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER Ilmi, Darul
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.422 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.329

Abstract

Memahami pendidikan yang semakin hari semakin kompleks baik aspek pendidik, peserta didik, materi, media, metode dan lingkungan pendidikan diperlukan pula diperlukan pula pemahaman yang semakin komprehensif dari aspek di atas, namun tidak semua aspek di atas dapat dijelaskan dalam tulisan singkat ini tetapi dapat dijelaskan kewibawaan sebagai aspek media memiliki keterpautan dengan karakter peserta didik yang dibutuhkan karena kewibawaan itu mengandung keteladanan, kasih sayang, kelembutan, tindakan tegas yang mendidik, disiplin dan demokrasi yang terjelma dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar peserta didik memiliki kekuatan karakter sebagaimana digambarkan oleh berbagai pakar antara lain Dapat dipercaya (trustworthiness), 2) Rasa hormat dan perhatian (respect), 3) Tanggung jawab (responsibility), 4) Jujur (fairness), 5) Peduli (caring), 6) Kewarganegaraan (citizenship), 7) Ketulusan (lonesty), 8) Berani (courage), 9) Tekun (diligence), dan 10) Integritykter. Sehingga peserta didik memiliki kesadaran pemahaman yang tinggi, kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terwujud perilaku baik, jujur, bertanggung jawab, hormat terhadap orang lain dan nilai-nilai karakter mulia lainnya. Understanding the increasingly complex education of both aspects of educators, learners, materials, media, methods and educational environment is also required also an increasingly comprehensive understanding of the above aspects, but not all aspects of the above can be explained in this brief article but can be explained Authority as a media aspect has a link with the character of learners that is needed because it contains exemplary authority, compassion, tenderness, decisive actions that educate, discipline and democracy are incarnated in the learning process undertaken by educators so that learners have the power of character as described by various Experts trustworthiness, 2) Respect and respect, 3) Responsibility, 4) Fairness, 5) Caring, 6) Citizenship, 7) Sincerity (lonesty), 8) Courage, 9) Diligence, and 10) Integritykter. So that learners have a high awareness of awareness, awareness and commitment to apply good in everyday life, so as to manifest good behavior, honest, responsible, respect for others and other noble character values.
THE EXISTENCE OF URGENCY AND RELIGIOUS CULTURE IN ACHIEVING THE OBJECTIVE OF EDUCATION IN SCHOOLS Muhamad, Iswantir
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.864 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.330

Abstract

Culture is the result of creativity, taste, and works created by society, which are complex and derived from knowledge, belief, art, morals, law, custom, including the skills and habits that runs on society. Human beings is a social creature whose role is not only become the producers of systems thinking, values, morals, norms, and conviction but also social interaction with another human beings and the nature of life. Humans are governed by systems of thinking, values, morals, norms, and beliefs that have been generated in the community. Education is a planned effort to develop the potency of learners, so that they have a system of thinking, values, morals, and beliefs that inherited by their community and develop the appropriate life guideance for present and the future. In the process of cultural education and the character of the nation; active participant or learners that develop their potency, the internalization process, and appreciation of values into their personalities in the mix in society,help develop the community life become more prosperous , and develop the nation's dignity. The existence and urgency of creating a culture and a religiousity in school actually is a process of the familiarization or habituation of values of Islamic education in schools, so as to improve and strengthen the educational goals. Budaya adalah hasil cipta, rasa, dan karya yang dibuat oleh masyarakat yang bersifat kompleks bersumber dari pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-istiadat, serta kemampuan-kemampuan dan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan pada masyarakat. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan; akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan, manusia diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan yang telah dihasilkannya. Religiusitas lebih melihat aspek yang “di dalam lubuk hati nurani” pribadi, sikap personal yang sedikit banyak misteri bagi orang lain, karena menapaskan intimitas jiwa, cita rasa yang mencakup totalitas ke dalam si pribadi manusia. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan nilai- nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. Eksistensi dan urgensi penciptaan budaya religius di sekolah sesungguhnya adalah pembudayaan atau pembiasaan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam kehidupan di sekolah, sehingga dapat meningkatkan dan menguatkan tujuan pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8