cover
Contact Name
Anderson Aloanis
Contact Email
andersonaloanis@unima.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fullerenejournal@unima.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Fullerene Journal of Chemistry
ISSN : 25981269     EISSN : 25985868     DOI : -
Core Subject : Science,
Fullerene Journal Of Chemistry is an chemistry indonesian journal presented by chemistry department, State University of Manado.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Analisis beta karoten dari ekstrak jonjot buah labu kuning (Cucurbita moschata) Gumolung, Dokri
Jurnal Kimia Fullerene Vol 2 No 2 (2017): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.263 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa karetenoid seperti beta karoten, dari berbagai ekstrak jonjot buah labu kuning. Tanaman labu sebagai komoditas pangan minor, ternyata sangat kaya dengan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antiokisidan yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Jonjot dalam pengolahan buah labuh kuning sering dijadikan limbah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis laboratorium melalui tahapan-tahapan sebagai berikut, penentuan dan pengambilan sampel, preparasi sampel, analisis kandungan senyawa beta karoten dengan metode spektrofotometer pada absorbansi 445 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jonjot dari buah labu kuning memiliki kandungan beta karoten. Pada ekstraksi dengan Petroleum Eter (EPE) diperoleh kadar beta karoten  sebagai berikut EPE-jonjot 39.1 µg/g, Ekstrak Etanol (EET) tepung jonjot labu kuning,  menghasilkan  beta karoten  sebesar 7,94 µg/g. Kandungan beta karoten tertinggi dari dua jenis ekstraksi yakni EEP dan EET,  terdapat pada ekstrak dengan Petroleum Eter (EPE)  hal ini disebabkan oleh karena Petroleum Eter merupakan pelarut non polar yang dapat melarutkan senyawa-senyawa yang bersifat kurang polar yang berada pada dinding sel seperti terpenoid.  Ekstrak buah labu dapat dijadikan sebagai bahan fortifikasi pangan untuk meningkatkan nilai gizi.
Analisis Residu Pestisida dalam Tomat, Cabai Rawit dan Wortel dari Beberapa Pasar Tradisional di Sulawesi Utara Saiya, Abdon; Gumolung, Dokri; Caroles, Joice Dorsila Susana
Jurnal Kimia Fullerene Vol 3 No 2 (2018): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.576 KB)

Abstract

Salah satu cara memberantas hama tanaman yang dilakukan oleh para petani di daerah Sulawesi Utara adalah menggunakan pestisida karena dianggap mudah didapat, harganya masih bisa dijangkau, dan sangat efektif membunuh hama tanaman. Namun, penggunaan pestisida yang tidak tepat mengakibatkan tertinggalnya residu pestisida tersebut pada tanaman sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan pada manusia dan menghambat perdagangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan terhadap penggunaan pestisida melalui pemenuhan nilai batas maksimum residu (BMR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis residu pestisida dalam tomat, cabai rawit, dan wortel dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) yang telah dioptimasi dan divalidasi sebelumnya. Sampel penelitian berupa tomat, cabai rawit, dan wortel, diambil dari Pasar Tomohon, Pasar Karombasan, dan Pasar Kawangkoan, kemudian dibawa ke laboratorium Kimia Universitas Negeri Manado untuk diekstraksi dan dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pestisida dengan bahan aktif klorpirifos terdeteksi hampir pada semua sampel yang dianalisis, walaupun kadarnya masih berada di bawah nilai BMR yang ditetapkan, yaitu 1 mg/kg sampel. Kadar klorpirifos tertinggi dijumpai pada sampel tomat yang diambil dari Pasar Kawangkoan, yakni 0,3150 mg/kg sampel. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sampel yang dicuci terlebih dahulu sebelum diekstraksi menyebabkan terjadinya penurunan kadar residu petisidanya.
Analisis gugus fungsi pada polimer polyethylene glycol (PEG) coated-nanopartikel oksida besi hitam (Fe3O4) dan biomolekul Rampengan, Alfrie Musa
Jurnal Kimia Fullerene Vol 2 No 2 (2017): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.046 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk analisis gugus fungsi pada sampel polimer polyethylene Glicol (PEG) coated- nanopartikel oksida besi hitam (Fe3O4) dan biomolekul menggunakan FTIR-Spectroscopy. Analisis gugus fungsi sampel dilakukan untuk mengetahui kemampuan nanopartikel oksida besi hitam (Fe3O4) yang dimodifikasi dengan penambahan polimer PEG, sangat berpotensi untuk mengikat senyawa biomolekul. Adanya serapan molekul air pada permukaan nanopartikel oksida besi hitam (Fe3O4) yang menyebabkan terjadi ikatan dengan polimer PEG ditunjukkan dengan puncak serapan pada vibrasi gugus –OH (hidroksil) pada bilangan gelombang 3441,01 cm-1. Hasil modifikasi nanopartikel oksida besi hitam (Fe3O4) dengan PEG, dapat mengikat biomolekul ditunjukkan pengulangan puncak serapan pada vibrasi gugus –OH (hidroksil) pada bilangan gelombang 3433,29 cm-1 bahkan munculnya puncak serapan yang baru pada vibrasi gugu C-O pada bilangan gelombang 1350,17 cm-1
Analisis pengaruh penambahan ion H+ pada sintesis material mesopori Al-MCM-41 menjadi H-MCM-41 Tengker, Soenandar Milian Tompunu; Falah, Iip Izul
Jurnal Kimia Fullerene Vol 3 No 1 (2018): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.999 KB)

Abstract

Sintesis material mesopori Al-MCM-41 dibuat menjadi H-MCM-41 telah dilakukan dengan cara mencampur sebanyak 5 gram Al-MCM-41 hasil sintesis ke dalam 100 ml larutan NH4Cl 0,5 M, kemudian disaring dan dicuci serta dikeringkan dalam oven pada suhu 80 oC selama 24 jam. Situs asam yang terkandung pada material mesopori H-MCM-41 adalah situs asam Brønsted (B) dan situs asam Lewis (L). Material mesopori H-MCM-41 hasil sintesis menunjukkan bentuk morfologi berupa pori heksagonal seperti sarang lebah (honeycomb). Hal ini juga memperjelas bahwa CTAB sebagai bahan pengarah struktur pori telah berhasil membentuk pori fasa heksagonal dari material mesopori H-MCM-41 hasil sintesis. Ukuran diameter pori dari material mesopori H-MCM-41 hasil sintesis adalah 2,88 Å diukur menggunakan mistar ukur berdasarkan skala gambar hasil analisis menggunakan TEM.
Pengaruh Komposisi Material Komposit PAni-TiO2 Yang Disintesis secara Elektrodeposisi Terhadap Laju Korosi Pada Baja Karbon Rendah Sulistyaningsih, Eka; Lestari, Nidia
Jurnal Kimia Fullerene Vol 3 No 2 (2018): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.007 KB)

Abstract

Penggunaan baja karbon untuk memenuhi kebutuhan manusia semakin meningkat tiap tahunnya. Baja bukan termasuk material yang tahan karat, sehingga dapat mengalami korosi seiring berjalannya waktu, terlebih Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki curah hujan dan kelembaban yang tinggi. Hampir semua sektor industri mempunyai permasalahan dengan korosi. Permasalahan yang timbul dapat berupa kerusakan, umur pakai barang yang tidak memenuhi harapan sampai pada faktor keamanan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh komposisi pelapisan baja karbon rendah menggunakan material komposit PAni-TiO2.  Pelapisan komposit PAni-TiO2 pada baja karbon rendah dilakukan dengan metode elektrodeposisi pada medium asam dan garam LiCl.  TiO2 disintesis dengan metode solgel, sedangkan PAni disintesis dengan polimerisasi elektrokimia bersamaan dengan elektrodeposisi. Berdasarkan hasil penelitian laju korosi tertinggi dihasilkan Plat tanpa inhibitor dengan nilai 0,007359 mpy, sedangkan laju korosi terrendah dihasilkan oleh Plat 2 dengan nilai 0,003666 mpy.  Komposisi terbaik untuk melindungi Plat dari korosi adalah 10-3 M PAni dan  10-2 M TiO2.
Pemanfaatan karbon aktif dari sabut kelapa sebagai elektroda superkapasitor Tumimomor, Farly Reynol; Palilingan, Septiany Christin
Jurnal Kimia Fullerene Vol 3 No 1 (2018): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.475 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, karbon aktif berbasis sabut kelapa telah digunakan untuk pembuatan superkapasitor. Uji daya jerap iodin dilakukan untuk mengukur tingkat serapan pori sampel karbon aktif yang ukurannya relatif kecil  (mikropori). Karakteristik bahan karbon aktif yang meliputi struktur kristal dan morfologi permukaannya diuji dengan menggunakan SEM dan XRD. Bahan elektroda dengan komposisi (Karbon aktif : PVDF = 9:1 (b/b)), kolektor arus dan separator telah dirangkai untuk diuji kinerjanya sebagai perangkat penyimpanan muatan listrik. Metode siklik voltametri digunakan untuk melihat kinerja perangkat superkapasitor dengan mengukur nilai kapasitansi spesifik berdasarkan kurva voltammogram. Berdasarkan hasil perhitungan nilai kapasitansi spesifik diperoleh nilai kapasitansi spesifik tertinggi pada superkapasitor dengan elektroda sabut kelapa yang diaktivasi dengan steam 50 mL/bar yaitu sebesar  50.73 F/g.
Produksi enzimatis Virgin Coconut Oil (VCO) dengan enzim bromelin serta pemurniannya menggunakan adsorben zeolit Palilingan, Septiany Christin; Pungus, Meity
Jurnal Kimia Fullerene Vol 3 No 2 (2018): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.485 KB)

Abstract

Salah satu produk olahan buah kelapa yang bermanfaat bagi kesehatan dan telah banyak dijadikan sebagai bahan baku industri adalah VCO. Masyarakat tradisional pedesaan dan rumah tangga telah memproduksi sendiri VCO untuk konsumsi pribadi karena khasiatnya bagi kesehatan. Akan tetapi proses produksi VCO yang masih tradisional menghasilkan produk VCO dengan standar kualitas dan rendemen yang belum maksimal. Penelitian dilakukan dengan metode enzimatis, yaitu menambahkan enzim bromelain yang terkandung dalam ekstrak batang buah nanas ke dalam santan kelapa. Produk VCO yang diperoleh selanjutnya dimurnikan dengan adsorben zeolit, dan dilakukan pengujian kadar air dan kadar asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan rendemen VCO tertinggi terdapat pada konsentrasi 20%, yaitu sebesar 36% serta pemurnian VCO dengan adsorben zeolit terbukti dapat menurunkan kadar air dan kadar asam lemak bebas dengan persentasi penurunan kadar air tertinggi sebesar 66%, dan persentasi penurunan kadar asam lemak bebas tertinggi sebesar 63%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak batang buah nanas yang mengandung enzim bromelain dalam produksi VCO dapat meningkatkan rendemen VCO maksimal sebesar 35,9 % dan pemurnian sampel VCO dengan adsorben zeolit terbukti dapat membantu menurunkan kadar air dan kadar asam lemak bebas.
Aktivitas aglutinin dari beberapa jenis rumput laut di Teluk Manado Kumajas, Jenny
Jurnal Kimia Fullerene Vol 2 No 2 (2017): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.809 KB)

Abstract

Perairan Teluk Manado memiliki keragaman rumput laut yang tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis-jenis rumput laut dari perairan Teluk Manado yang memiliki aktivitas aglutinin. Sampel rumput laut diambil di sekitar Teluk Manado.  Setelah dibersihkan dan diidentifikasi jenisnya, sampel dihaluskan dan diekstraksi. Ekstrak diuji pada sel darah merah (eritrosit) manusia dari 4 golongan (A, B, O dan AB) dengan kontrol dibuat tanpa penambahan ekstrak. Aktivitas agglutinin ditentukan berdasarkan titer aglutinasi pada cekungan dengan pengenceran tertinggi yang masih menyebabkan aglutinasi sel.  Aktivitas agglutinin tiap jenis rumput laut diuji pada berbagai temperatur dan pH. Dari lima jenis rumput laut yang diuji, hanya tiga yang mampu mengaglutinasi sel darah merah manusia golongan A, B, O dan AB.  Halimeda makroloba dan H. taenicola tidak menunjukkan adanya aktivitas aglutinin. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rumput laut jenis Ulva fasciata, Halymenia durvillaei dan Laurencia obtusa dari perairan teluk Manado memiliki aktivitas agglutinin.
Analisis Pemerangkapan radikal bebas ekstrak etanol buah beringin (Ficus benjamina Linn.) Karundeng, Marlina; Aloanis, Anderson Arnold
Jurnal Kimia Fullerene Vol 3 No 2 (2018): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.701 KB)

Abstract

Buah merupakan sumber antioksidan alami yang paling banyak dijumpai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemerangkapan 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil oleh buah beringin (Ficus benjamina Linn.). Buah beringin yang sudah matang dimaserasi dengan etanol selama 3 × 24 jam dan dievaoprasi. Ekstrak kental etanol buah beringin kemudian diuji aktivitas pemerangkapan radikal bebas dan perubahan warnanya diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis. Ekstrak etanol Ficus Benjamina Linn. menunjukkan IC50 sebesar 40.63 μg/mL. 
Penurunan konsentrasi logam kromium dengan fotokatalis titanium dioksida (TiO2), dan absorben SiO2-CFA Caroles, Joice Dorsila Susana
Jurnal Kimia Fullerene Vol 3 No 1 (2018): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Chemistry Department State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.082 KB)

Abstract

Penurunan konsentrasi logam kromium dengan proses fotokatalisis, dan adsorpsi telah dilakukan pada sampel air Sungai. Fotokatalisis menggunakan fotokatalis TiO2, sedangkan adsorpsi menggunakan adsorben SiO2 CFA dilakukan dengan tujuan memperoleh gambaran efektifitas antara penggunaan proses fotokatalisis dan proses adsorpsi untuk menurunkan konsentrasi logam kromium. Penurunan konsentrasi logam kromium setelah fotokatalisis, dan adsorpsi selama 6 jam dianalisis dengan AAS. Hasil Analisis menunjukkan penurunan konsentrasi logam kromium melalui fotokatalisis lebih besar yaitu 79,30 % dibandingkan melalui adsorpsi hanya sebesar 39,4 %.

Page 1 of 4 | Total Record : 31