cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Konseling Pendidikan
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 2549841X     DOI : -
JKP terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember dengan nomor eISSN: 2549-841X. Adapun tujuannya adalah mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian teoritis (invited authors) dalam bidang bimbingan dan konseling yang belum pernah dipublikasikan. Penulis bisa berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati bimbingan dan konseling. Cakupan dan ruang lingkup materi terdiri dari: Pertama kurikulum bimbingan dan konseling. Kedua teknik bimbingan dan konseling. Ketiga media bimbingan dan konseling. Keempat bimbingan dan konseling berbasis teknologi dan informasi. Kelima penilaian dan evaluasi bimbingan dan konseling. Keenam Lesson Study, dan lainnya yang terkait dengan peningkatan kualitas konselor.
Articles 11 Documents
KONSTRIBUSI KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA SISWA SMA NW TEBABAN Putu, I Dewa
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.223 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v2i2.1264

Abstract

 Abstrak Konstribusi Kemampuan Penyesuaian Diri dan  Keterampilan  Berkomunikasi  Terhadap  Kemampuan  Memecahkan Masalah   Pada   Siswa   SMA   NW   Tebaban   Tahun   Pelajaran 2018/2019”.Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   Kemampuan Penyesuaian Diri dan Keterampilan Berkomunikasi Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Siswa SMA NW Tebaban Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian deskriptif digunakan untuk berupaya memecahkan atau menjawab permasalah yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Adapaun teknik yang digunakan dalam mengumpulakan data adalah melaluiobservasi dan penyebaran angket. Observasi ini di gunakan untuk mengetahui kegiatan konselor, danangket ini digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuanpenyesuiandiri,dankemampuanmenyelesaikanmasalah siswa. Dapat dikatakan bahwa Kemampuan Penyesuaian  Diri  dan  Keterampilan  Berkomunikasi  efektif  Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Siswa SMA NW Tebaban Tahun Pelajaran 2018/2019.  
KETIDAKSEIMBANGAN BAKAT DAN PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SMP N 5 YOGYAKARTA (DITINJAU DARI ILMU PSIKOLOGI ) Hamdini, Izmi Rafi; Aulia, Fitri
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.337 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v1i1.765

Abstract

Keterbakatan (giftedness) merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki bakat-bakat yang unggul. Setiap peserta didik mempunyai potensi yang berbeda-beda. Perbedaan terletak pada jenis bakat. Ada yang berbakat dalam bermusik, ada yang berbakat dalam mengoperasikan angka-angka, ada yang berbakat dalam mengoperasikan kata-kata. Semua bakat tersebut saling berhubungan satu sama lain tetapi bekerja sendiri-sendiri, maksudnya adalah bahwa setiap peserta didik akan memiliki semua bakat tersebut akan tetapi hanya memiliki satu bakat yang lebih dengan diberikannya pelayanan khusus bagi anak-anak yang berbakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakseimbangan bakat dan prestasi akademik Siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi. Dalam pendekatan ini, menggunakan metode wawancara, sociometry, penilaian diri, pengumpulan data, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa ketidakseimbangan bakat dan prestasi akademik Siswa dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga yaitu di dalam lingkungan keluarga tersedianya pelayanan dalam mengembangkan bakatnya namun kurangnya pelayanan khusus untuk pengembangan Pendidikan Agama Islamnya, sedangkan dalam lingkungan sekolah, juga tidak diadakannya pelayanan khusus bagi anak yang berbakat seperti Siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
PENGEMBANGAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI KOMPREHENSIF QUR’ANI UNTUK MENGATASI PROBLEMATIKA MANUSIA Ridwan, Ridwan
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.648 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v2i1.1213

Abstract

Abstrak              Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui problematika masalah manusia, dan kemudian mengembangkan serta memetakan program bantuan yang komprehensif melalui konseling dan psikoterapi Qur’ani (Korini). Solusi komprehensif ditawarkan karena manusia dalam situasi problematika, solusinya tidak cukup diberikan dengan satu atau dua buah terapi; karena ia perlu didasarkan atas pemahaman menyeluruh terhadap hakikat inti dan faktor masalah manusia menurut al-Qur’an. Apa inti problematika manusia? Menurut al-Qur’an adalah karena membangkang terhadap Tuhan, sombong, serakah, iri hati dan dengki, dan kesedihan karena frustrasi. Masalah-masalah lain muncul dari masalah inti tersebut. Selanjutnya, pemahaman terhadap problematika itu melahirkan tingkatan kebutuhan penyembuhan dan pengembangan. Mereka dikelompokkan dalam: (1)  program layanan dasar, berupa terapi fitrah, terapi pertobatan dan terapi kesombongan; (2) program layanan responsif, melalui terapi kemarahan, terapi problem-solving, terapi keserahakan, terapi kesedihan, terapi sufistik; (3) program layanan perencanaan individual, melalui layanan terapi penjangkit sukses, terapi munajat dan terapi sufistik (neo-Sufisme), dan (4) dukungan sistem, yakni untuk membangun jaringan, manajemen program, dan riset serta pengembangan. Terapi sufistik  digunakan untuk dua program, yakni untuk mengatasi penyakit hati, jiwa (mental) dalam layanan responsif, dan mengatasi gangguan dalam perjalanan rohani menuju Tuhan dalam  program perencanaan individual. Sejumlah konseling dan psikoterapi lain dapat dimasukkan ke dalam tiap program layanan yang relevan. Tiap layanan terapi tersebut disusun dalam sebuah model, yang berisi pengertian, tujuan, sasaran terapi (spiritual, mental, moral, atau fisik), prosedur dan teknik terapi, materi terapi, kualifikasi konselor, dan indikator keberhasilan. 
PENGUATAN KARAKTER BERBAHASA PADA ANAK DI SDIT Aulia, Fitri; Amrullah, Roni
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.371 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v2i2.1272

Abstract

Abstrak:Bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan yang mutlak dilalui oleh setiap anak. Kemampuan berbahasa memiliki pengaruh yang signifikan dalam pembentukan karakter. Di Indonesia, upaya untuk mensukseskan pendidikan karakter terus digalakkan. Salah satunya adalah program PPK (Peningkatan Pembentukan Karakter) yang dicanangkan oleh Kemendikbud di tahun ini. Kecerdasan berbahasa berhubungan dengan kemampuan merespon (innate). Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui karakter berbahasa di SDIT. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, karakter positif yang dibentuk di SDIT Nurul Fikri Lombok Timur dapat dijumpai dalam berbagai aktivitas, seperti: (1) jadwal daily activity siswa dari kedatangan sampai kepulangan yang secara keseluruhan bernilai pengembangan karakter yang positif, (2) budaya untuk tidak memanggil dengan kata sapa “kamu”, (3) 3) budaya makan dan minum sambil duduk, (4) budaya sholat berjamaah, (5) budaya memberikan punishment terhadap siswa yang melanggar dengan pembangunan karakter yaitu membaca istigfar 33x. 
PERSPEKTIF ORANG TUA TERHADAP IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI TAMAN KANAK-KANAK Tejaningrum, Dhiarti
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.473 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v1i1.766

Abstract

Pendidikan inklusif menganut konsep pembelajaran yang ramah. Hal ini berarti bahwa anak dan guru belajar bersama sebagai suatu komunitas belajar tanpa membedakan; guru menempatkan anak sebagai pusat pembelajar, guru mendorong pertisipasi aktif anak dalam belajar, serta memiliki minat untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Perencanaan dan persiapan harus diperhatian oleh semua pihak sebagai satu kesatuan dalam berjalannya pendidikan inklusif. Kesiapan sebuah sekolah untuk kelas inklusif kuncinya adalah penyatuan yang lebih besar siswa-siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) supaya berhasil bagi semua pihak yang berkepentingan. Di dalam pendidikan inklusif peran orangtua dan masyarakat merupakan bagian yang integral dalam mencapai keberhasilan sesuai tujuan pendidikan yang direncanakan secara optimal. Untuk melihat lebih lanjut bagaimana keterlibatan ataupun perspektif orangtua terhadap pendidikan inklusif penulis memberikan gambaran melalui penelitian kualitatif (studi kasus) melalui hasil wawancara terhadap tiga orangtua yang memiliki anak ABK sebagai narasumber. Dari hasil wawancara dari tiga perspektif orang tua terhadap pendidikan inklusi dapat di ambil kesimpulan bahwa tujuan dari pendidikan inklusif belum berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan inklusif itu sendiri, pada kenyataannya masih melihat kemungkinan-kemungkinan dalam menerima peserta didik dan permasalahan SDM yang dimiliki sekolah juga menjadi sorotan dalam menentukan diterima atau tidaknya peserta didik ABK.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA MASYARAKAT SUKU SASAK LOMBOK TERHADAP PENANAMAN KARAKTER BUDAYA Yazid, Muh.; Mahmudah, Rifaatul
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.126 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v2i1.1260

Abstract

AbstrakEksplorasi etnomatematika masyarakat Suku Sasak Lombok merupakan pengenalan matematika melalui varian budaya. Tujuannya untuk merubah mindset anak terhadap matematika yang selama ini tidak relevan untuk menjawab permasalahan yang ada di lingkungan hidupnya . Salah satunya  pengintegrasian budaya kedalam matematika atau sebaliknya. Etnomatematika sudah menjadi disiplin ilmu dan menjadi perhatian inovasi matematika, karena pengajaran matematika di sekolah masih bersifat formal dan abstrak, sehingga dirasa tidak ada manfaat belajar matematika. Output yang dihasilkan siswa selain tertarik akan tertanam nilai karakter cinta terhadap budaya dan matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika masyarakat Suku Sasak Lombok. Untuk menanamkan karakter  cinta matematika melalui budaya. Analisis data penelelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dari hasil eksplorasisertapendekatan etnografi, sehingga Pengumpulan data dari Multi methods (pengamatan, studi dokumenter, diskusi kelompok terfokus, dan wawancara mendalam (indepth interview).
KETERAMPILAN MENGAJAR IPA YANG HUMANIS DI SD/MI Suparlan, Suparlan
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.251 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v1i1.768

Abstract

Keterampilan dasar mengajar (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan professional. Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.Mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Definisi yang modern di Negara-negara yang sudah maju bahwa “teaching is the guidance of learning”. Mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEIMANAN MELALUI KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN HUMANISTIK UNTUK MENGURANGI PERSEPSI PERGAULAN BEBAS Ripli, Muhammad; ., Nusuki; Apriani, Sri
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.245 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v1i1.764

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian layanan konseling kelompok dapat mengurangi persepsi pergaulan bebas siswa kelas VIII SMPN 2 Sakra. Karena data-data yang diperoleh berupa angka-angka, maka jenis penelitian yang digunakan adalah True-Experimental Design, desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design,sedangkan instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah instrumen berupa angket.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Sakra, sedangkan sampel dalam penelitian adalah siswa kelas VII-A dan VIII­-E. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Stratitified Random  Sampling (sampel berstrata) dan menggunakan sistem undian untuk menentukan populasi dan sampel sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data digunakan data angket. Instrumen dianalisis menggunakan teknik statistik treatmen. Hasil penelitian  dan analisis menunjukkan bahwa adanya korelasi yang signitifikan antara konseling kelompok dengan persepsi siswa terhadap konseling kelompok di SMPN 2 Sakra, dengan r hitung= 61,011 dan r tabel = 2,074 (r hitung ˃ r tabel) dengan taraf signitifikasi 5 %. Penelitian ini ditemukan korelasi positif antara pemberian layanan konseling kelompok dengan persepsi siswa terhadap konseling kelompok, maka makin baik pula kemampuan persepsi siswa terhadap pergaulan bebas di SMPN 2 Sakra sangat ditentukan oleh pelaksanaan pemberian layanan konseling kelompok di SMPN 2 Sakra.
PENGARUH KONSELING REBT UNTUK MENCEGAH PERNIKAHAN DINI PADA SISWA KELAS XI IPS DI SMAN 1 LABUHAN HAJI Putu, I Dewa
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.148 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v2i1.1262

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendekatan konseling REBT untuk mencegah pernikahan dini pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Labuhan HajiTahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian subyek tunggal menggunakan desain (A-B). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan satu orang siswa yang bermasalah sebagai sampel yaitu yang diambil dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan angket. Analisis data dilakukan padafase baseline (A)dan fase intervensi(B), danmenggunakan rumus eksperimen subyek tunggal dengan menghitung banyaknya data poin (skor) dalam setiap kondisi, banyaknya  variabel  terikat  yang  ingin  diubah,  tingkat  stabilitas  data  dan perubahan level data dalam satu kondisi atau antar kondisi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian layanan pendekatan konseling REBT untuk mencegah pernikahan dini pada siswa kelas XI IPS SMAN  1 Labuhan HajiKata Kunci: pendekatan konseling REBT, pernikahan dini
EVALUASI LAYANAN KONSELING KASUS SISWA PENDIDIKAN DASAR DI LOMBOK TIMUR Ridwan, Ridwan
Jurnal Konseling Pendidikan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Konseling Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.477 KB) | DOI: 10.29408/jkp.v1i1.763

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk memeriksa dan mendeskripsi penanganan kasus-kasus oleh guru Bimbingan dan Konseling yang bertugas di lembaga pendidikan dasar di kecamatan Selong. Metode yang digunakan adalah studi kasus, yang dalam kajian ini studi kasus digunakan sebagai sarana evaluasi. Tujuan metode studi kasus tersebut adalah untuk memeriksa dan mendeskripsi penanganan kasus-kasus. Data dan informasi dikumpulkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi dan display data serta menarik simpulan. Hasil kajian  menunjukkan bahwa sebagian siswa pendidikan dasar membutuhkan perhatian khusus melalui studi kasus, yang kemudian perlu dilanjutkan dengan layanan konseling. Perhatian tersebut diberikan oleh guru bimbingan dan konseling baru sebatas penanganan kasus, kemudian diberi layanankonseling, dan belum dalam bentuk studi kasus. Hasil kajian ini merekomendasikan perlunya pelatihan studi kasus.

Page 1 of 2 | Total Record : 11