cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
TINJAUAN PENGETAHUAN PETUGAS PENDAFTARAN TENTANG PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DITEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Amamik, Murti; Rosita, Ani; Rumpiati, Rumpiati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat pendaftaran pasien rawat jalan di RSU Muhammadiyah Ponorogo diketahui bahwa pelayanan pendaftaran rawat jalannya belum optimal. Kesalahan dalam proses identifikasi di bagian pendaftaran di sebabkan kurangnya pengetahuan petugas. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling nya adalah sampling jenuh. Populasi penelitian ini seluruh petugas pendaftaran berjumlah 13 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan metode kuesioner meliputi identifikasi, penamaan, dan penomoran hampir seluruh responden baik sebanyak 11 orang dengan presentase 85%. Pengetahuan petugas akan jauh lebih baik apabila dengan cara mengikuti pelatihan dan seminar tentang rekam medis sehingga lebih banyak lagi pemahaman yang didapat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES DI DESA HAYA KECAMATAN TEHORU KABUPATEN MALUKU TENGAH Ely, Ira P.; Ibrahim, Marisa Anggia; Sanaky, Nasbia
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan akan pentingnya kesehatan sekarang ini semakin berkurang dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang semakin tidak peduli dengan lingkungannya. Sehingga banyak penyakit yang di derita masyarakat terutama Skabies.Menurut data WHO pada tahun (2014) angka kejadian skabies sebanyak 130 juta orang di dunia dan di beberapa negara berkembang berprevalensi sekitar 6%-27% populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuanpersonal hygiene dengan kejadian skabies di Desa Haya tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, sampel penelitian di tentukan dengan menggunakan teknik random sampling yang berjumlah 89 responden. Instrumen penelitian menggunakan koesioner. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji chi- square. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Ada Hubungan Antara Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies di Desa Haya Tahun 2017 secara keseluruhan di peroleh nilai p=0,001. Kesimpulan Didaptakan 39 orang dari 89 responden yang menjadi sampel mengalami skabies dengan nilai pvalue= 0,001.Serta lebih dari setengah responden memiliki personal hygiene yang baik dan gambaran masing-masing personal hygiene responden. Lebih meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya personal hygiene agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Kata Kunci: Pengetahuan, Personal hygiene, Skabies
TRANMISI BERKAS SINAR-X 6 MV UNTUK LAPANGAN TIDAK TERATUR DENGAN UKURAN SHIELDING BLOK CERROBEN 10 CM X 8 CM. Harahap, Veryyon
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dosis transmisi pada lapangan yang diblok dengan cerrobend untuk berkas sinar- X 6 MV, pesawat linear accelerator Siemens Primus 2D Plus dengan lapangan dasar 20 cm x 20 cm. Pengukuran dilakukan dengan ionisasi chamber PTW 2D Array seven29 pada titik dalam phantom akrilik untuk lapangan yang diblok dan lapangan yang tidak dilindungi blok dengan bentuk blok yang divariasikan kedalamannya. Panjang Blok 10 cm dengan lebar 8 cm dengan kedalaman pengukuran 5, 8, 10, 12, 15 cm, dari hasil pengukuran diperoleh nilai transmisi dosis 5.9% untuk kedalaman 5 cm, untuk kedalaman 8 cm 7.4%, kedalaman 10 cm 8.5%, kedalaman 12 cm 9.7 % dan kedalaman 15 cm 11.3%. Persentasi dosis transmisi akan meningkat dengan kenaikan kedalaman blok cerrobend. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil TPS. Kata kunci: Blok cerrobend, persentase transmisi dosis, daerah transisi
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS PEGIRIAN SURABAYA harinie, indah kusuma
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Puskesmas Pegirian merupakan salah satu puskesmas dengan cakupan imunisasi dasar lengkap yang belum mencapai target dan mengalami penurunan pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Pegirian Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap, sedangkan variabel terikatnya adalah kelengkapan imunisasi dasar. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun sebanyak 95 orang dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dengan uji fisher exact, α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar 50 (52,6%) responden memiliki pengetahuan baik, hampir seluruhnya 75 (78,9%) responden memiliki sikap positif dan 75 (78,9%) responden memiliki status imunisasi dasar lengkap. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu (p value=0,000) dan sikap ibu (p value=0,000) dengan kelengkapan imunisasi dasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Pegirian Surabaya. Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu yang kurang dan sikap ibu mengenai kelengkapan imunisasi dasar. Bagi ibu yang memiliki pengetahuan baik mengenai imunisasi dasar diharapkan dapat membagi pengetahuan dan pengalamannya kepada ibu yang belum mempunyai pengalaman tentang imunisasi dasar. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kelengkapan Imunisasi Dasar
Pengaruh Pemberian Calsium pada Pliometric Exercises Terhadap Penambahan Panjang Tungkai Anak Usia Sekolah Dasar di SD Daya Makassar Suharto, Suharto; Durahim, Darwis
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PERMASALAHAN SOSIALKULTURAL SPIRITUAL KELUARGA DENGAN REMAJA YANG MENGALAMI KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) puspaneli, iva
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) remaja mengalami peningkatan dan memerlukan upaya pencegahan serta pengelolaan yang tepat untuk membantu remaja beserta keluarga cepat beradaptasi dan siap menghadapi tantangan di masyarakat. Indonesia sekarang mengalami peningkatan kejadian KTD. Tujuan; mereview berbagai berbagai hasil penelitian yang berfokus pada permasalahan sosial kultural dan spiritual keluarga yang timbul sebagai dampak dari KTD. Metode; literatur review yang mengkaji jurnal terakreditasi range waktu lima tahun terakhir. Hasil : Proquest menyatakan remaja KTD mengalami fase penolakan, kompromi dan penolakan. Masalah social kultural menjadi cemoohan dari masyarakat sekitar, lalu cuek dengan omongan orang hingga mencoba mensosialisasikan bayi pada masyarakat. Jurnal Scolar google berfokus pada aspek spiritual; dimulai dengan menyembunyikan kehamilan ada pula rencana aborsi, lalu berkompromi dengan segera menikah dengan pacarnya hingga keluarga pasrah memaafkan, merawat cucu. Simpulan : Permasalahan sosial kultural dan spiritual pada KTD remaja sangat kompleks diperlukan fokus intervensi holistik komprensif melibatkan semua elemen masyarakat.
PENGARUH CONTINUITY OF CARE (CoC) PADA ASUHAN KEBIDANAN MASA POSTPARTUM TERHADAP KECENDERUNGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS bustami, lusiana el sinta; Insani, Aldina Ayunda; Yulizawati, Yulizawati; Halida, Erda Mutiara; Andriani, Feni
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa nifas seorang ibu akan mengalami adaptasi fisiologis dan psikologis. Adaptasi psikologis ibu nifas merupakan penyesuaian diri ibu dalam hal kejiwaan terhadap peran barunya sebagai ibu. Pada masa 2 minggu setelah postpartum, pada fase ini lah biasanya dapat terjadi depresi postpartum. Depresi postpartum merupakan bentuk adaptasi psikologis masa nifas yang tidak normal. Dalam memberikan asuhan bidan dapat mencoba melaksanakan Continuity of Care (CoC). CoC merupakan salah satu model asuhan kebidanan yang memberikan pelayanan dalam membantu wanita membangun hubungan dengan pemberi asuhan yang sama (dapat berupa grup) selama hamil, bersalin dan nifas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan eksperimen semu. Pada penelitian ini, kelompok eksperimen akan mendapatkan perlakuan yaitu diberikan asuhan dengan metode CoC. Tempat penelitian ini adalah Praktik Mandiri Bidan (PMB) di Padang yang dilaksankan pada tahun 2018. Subjek dalam penelitian ini adalah semua ibu dalam 6 minggu postpartum dengan menggunakan teknik konsekutif sampling dengan menggunakan kuesioner EPDS dan daftar cheklist kunjungan masa nifas. Analisis yang digunakan adalah analisis diskriptif dan Independent Sample T-Test dimana nilai p didapatkan 0,127. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara CoC terhadap kecenderungan depresi post partum. Namun, berdasarkan hasil rata-rata kedua kelompok, didapatkan rata-rata kelompok kontrol lebih besar dari kelompok eksperimen yaitu 8,50>6,73 yang artinya kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberikan CoC lebih memiliki kecenderungan untuk mengalami depresi pada masa post partum. Dilihat dari karakteristik responden pada kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberikan CoC maupun kelompok eksperimen yaitu kelompok yang diberikan CoC sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SMP-SMA, bekerja sebagai ibu rumah tangga, serta memiliki riwayat persalinan ataupun penyakit dalam keadaan baik. Hal itu yang menjadi salah satu penyebab tidak adanya pengaruh CoC terhadap kecenderungan depresi post partum terhadap responden. Kata Kunci: Continuity of Care (CoC), Depresi Postpartum
SISTEM INFORMASI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER DI PUSKESMAS SOOKO KABUPATEN PONOROGO Syahumi, Sitti; Rosita, Ani; Nurjayanti, Dwi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Puskesmas bisa diselenggarakan dengan elektronik maupun non elektronik. Sistem informasi yang berbasis komputer merupakan suatu sistem untuk mengolah data menjadi informasi yang berkualitas serta dapat dipergunakan untuk alat batu pengambilan keputusan. Tujuan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi sistem informasi tempat pendaftaran pasien rawat jalan berupa laporan harian dan proses pencarian data pasien atau nomor rekam medis pasien di Puskesmas Sooko. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan populasi 3 petugas pendaftaran. Untuk proses pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Sooko Kabupaten Ponorogo tentang sistem informasi pendaftaran pasien rawat jalan menggunakan program komputer adalah register baru, catatan pasien jamkesda per hari dan menginput data pasien BPJS di Primary Care-BPJS yang dapat menghasilkan informasi yang lebih cepat, akurat, menghemat waktu dan mengurangi beban kerja petugas. Tidak sesuainya nama pasien di komputer dengan KTP pasien, petugas akan melakukan tanya jawab dengan pasien untuk mencocokkan identitas pasien. Saran yang dapat diberikan adalah petugas lebih teliti dalam menginput data pasien secara elektronik dan mengikuti pelatihan tentang rekam medis.
TINJAUAN TERMINOLOGI MEDIS PADA PENGISIAN DIAGNOSIS UTAMA DI RINGKASAN KELUAR RAWAT INAP JULI-SEPTEMBER 2017 BERDASARKAN ICD-10 TAHUN 2010 DI RSAU dr. EFRAM HARSANA LANUD ISWAHJUDI MAGETAN Wijayanti, Pipit; Rumpiati, Rumpiati; Rosita, Ani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminologi medis adalah ilmu istilah medis yang merupakan bahasa khusus antar profesi kesehatan. Terminologi medis digunakan untuk pengkodean, apabila pengisian diagnosis utama tidak sesuai terminologi medis pada ICD-10 Tahun 2010 akan mempengaruhi ketepatan kode diagnosis. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis ringkasan keluar Juli-September 2017 sejumlah 664, sampel yang digunakan 87. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil pengolahan data menunjukkan kesesuaian terminologi medis yang sesuai sebesar 61 (70,11%) dan yang tidak sesuai sebesar 26 (29,89%), sebagian besar sudah sesuai dengan terminologi medis pada ICD-10 Tahun 2010, tetapi masih ada yang tidak sesuai, diharapkan adanya sosialisasi kepada seluruh komponen petugas mengenai keseragaman pengisian diagnosis utama pada ringkasan keluar rawat inap berdasarkan ICD-10 Tahun 2010.
TRANMISI BERKAS SINAR-X 6 MV UNTUK LAPANGAN TIDAK TERATUR SHIELDING BLOK TIPIS DENGAN VARIASI BLOK Purba, Juni Sinarinta
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dosis transmisi pada lapangan yang diblok dengan cerrobend untuk berkas sinar- X 6 MV, pesawat linear accelerator Siemens Primus 2D Plus dengan lapangan dasar 20 cm x 20 cm. Pengukuran dilakukan dengan ionisasi chamber PTW 2D Array seven29 pada titik dalam phantom akrilik untuk lapangan yang diblok dan lapangan yang tidak dilindungi blok dengan bentuk blok yang divariasikan. Panjang Blok 10 cm dengan lebar variasi 1, 2, 3 cm dengan kedalaman pengukuran 2.0, 2.5, 3.0, 3.5, 4.0 cm, dari hasil pengukuran diperoleh nilai transmisi dosis 5.9 % - 19.93%, transmisi dosis akan semakin menurun dengan kenaikan lebar blok cerrobend dan sedikit meningkat dengan kenaikan kedalaman. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil TPS. Kata kunci: Blok cerrobend, persentase transmisi dosis, daerah transisi

Page 1 of 18 | Total Record : 175