cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 08532710     EISSN : 25408968     DOI : -
BAHTERA Journal is a double-blind peer-reviewed nasional journal promoting international scholarly exchange among researchers, academics, and professionals. BAHTERA Journal is published both in print and online two issues a year (Jan and Jul). The online version is free for access and download. BAHTERA Journal carries only original, previously unpublished full-length research and survey articles that reflect the latest research and developments in both theoretical and practical aspects of language and cultural education review. Scopes include language education, applied linguistics (including sociolinguistics, psycholinguistics, and neurolinguistics) in language education, literary scholarship & literary education, cultural studies & cultural education, intercultural education, and Translation studies and education.
Articles 96 Documents
KONFLIK SOSIAL PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL I AM MALALA KARYA CHRISTINA LAMB SETIYANTI, ANIS
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.703 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.142.01

Abstract

Abstract: This study aims to reveal information about the forms, causes, and the completion of social conflicts described by the author in the novel "I am Malala" by Christina Lamb. Research has been conducted in Jakarta from July 2014 through the month of August 2015. This study uses descriptive qualitative   content analysis method using sociological approach literature both of the focus of research, ask questions, data collection, verification of the validity of the data, analyzing, interpreting, find, verify, and concluded. The results show that this novel contains positive values ​​that can be used as a reference to examine the contents of the novel literature and attached to public life, although it contains about social conflict. Based on the research results, it is suggested that the novel "I am Malala," by Christina Lamb could be a medium in teaching social values ​​and working to tackle the problem of social conflict on students happens in literary learning process. Keywords: Novel, Social Conflict, main figure and Sociologi Literary.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk, penyebab, dan penyelesaian terhadap konflik sosial yang dijelaskan oleh penulis dalam novel “I Am Malala,” Karya Christina Lamb.  Penelitian   telah dilakukan di Jakarta dari bulan Juli 2014 sampai   dengan bulan Agustus 2015.   Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi menggunakan pendekatan sosiologi sastra baik dari fokus penelitian, mengajukan pertanyaan, pengumpulan data, verifikasi   keabsahan data, menganalisis, menafsirkan, menemukan, memverifikasi, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung   nilai-nilai   positif   yang dapat dijadikan acuan untuk menelaah sastra dan isi novel tersebut lekat dengan kehidupan masyarakat, walaupun berisi tentang konflik   sosial. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bahwa novel   “I am Malala,” karya   Christina Lamb bisa   menjadi media dalam mengajar nilai   sosial dan dapat berupaya   menangani    masalah konflik   sosial     pada   anak    didik   yang   terjadi dalam proses pembelajaran kesusastraan.  Kata Kunci: Novel, Konflik Sosial, Tokoh Utama, dan Sosiologi Sastra.
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR Wijaya, Iriany Kesuma
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.574 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.142.02

Abstract

ABSTRACT This study aims to gain a deep and comprehensive understanding of the process of learning English language learners in the class II SDSN Pondok Kelapa 03 Pagi Jakarta Timur by using a qualitative approach ethnographic method. The process involves the roles of teachers and learners. Teachers are able to create a good learning atmosphere that have a positive impact on student learning and therefore, the learning outcome become maximum. She also serves as director of activities, both individually and in groups. Learners will always feel safe because the teachers have always paid attention to students while they are learning independently. The approach based on assumptions about the nature of language how language learning is carried out. English learning is to develop English language skills contextually and acceptably. It is according to context, conditions and daily situation of the students. It is recommended that the result of the study needs to be integrated for the commonucation media which is appropriate to the needs of the students.Keywords : English language learning, etnography, teacher as guidance ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan komprehensif tentang proses pembelajaran bahasa Inggris pada peserta didik kelas II di SDSN Pondok Kelapa 03 Pagi Jakarta Timur dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode etnografi. Proses pembelajaran melibatkan peran guru dan peserta didik. Guru mampu menciptakan suasana pembelajaran dengan baik sehingga berdampak positif pada proses belajar siswa dan akhirnya hasil belajar menjadi maksimal. Guru juga berperan sebagai pengarah kegiatan baik secara individu maupun secara berkelompok. Peserta didik akan selalu merasa aman dan diperhatikan karena guru selalu berada diantara peserta didik walaupun mereka belajar secara mandiri. Pendekatan mengacu pada asumsi-asumsi mengenai hakikat bahasa bagaimana pembelajaran bahasa dilakukan. Pembelajaran bahasa Inggris adalah mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris secara kontekstual dan berterima sesuai dengan konteks serta kondisi dan situasi keseharian peserta didik. Hal ini untuk menghasilkan bentuk pembelajaran bahasa Inggris yang lebih menyentuh kebutuhan berbahasa peserta didik. Temuan tersebut perlu diintegrasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan kegiatan belajar yang menekankan pada aspek bagaimana bahasa Inggris digunakan sebagai alat komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Kata kunci: Pembelajaran bahasa Inggris, etnografi, guru pengarah kegiatan
BELAJAR BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS TUGAS (Penelitian Tindakan di FKIP Universitas Mataram) AMRULLAH, AMRULLAH
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.781 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.142.03

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the process and the result of students’ increasing English speaking ability at Faculty of Teacher Training and Education University of Mataram. This study used qualitative and quantitative approaches through task based learning. The research methodology used is an action research developed by Kemmis and Mc.Taggart with the spiral model by phases: planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques in this study conducted by observation, field note of the researcher/collaborator, and photos as documentation. Meanwhile, for quantitative data is gathered by test (the pre-test, the evaluation of group discussions cycle 1, cycle 2, and cycle 3,and the post-test). The results showed that there was a significant increase in the ability of students speaking English after attending the subject of speaking II through task based learning. Based on the test results of students English speaking ability of the three aspects assessed: accuracy, fluency, and pronunciation showed that the pre-test average student score = 16.66%, cycle 1 = 20.00%, cycle 2 = 66.66%, cycle 3 = 80.00% and post-test = 83.33%. Thus, the study concluded that the students' speaking ability can be improved through task based learning approach.Keywords: Learning, English Speaking, Task Based Learning Approach ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui pembelajaran berbasis tugas. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yaitu model spiral dengan tahapan: perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Tehnik pengumpulan data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dengan observasi, cacatatan lapangan, dan dokumentasi berupa foto-foto proses pembelajaran di kelas. Sedangkan untuk data kuantitatif diperoleh dengan Tes (pre-test, evaluasi diskusi kelompok pada siklus 1, siklus 2, siklus 3, dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran mata kuliah speaking II melalui pendekatan pembelajaran berbasis tugas. Berdasarkan hasil tes berbicara bahasa Inggris mahasiswa dengan melihat kemampuan pada tiga aspek yang dinilai: akurasi (accuracy), kelancaran (fluency), dan pengucapan (pronunciation) menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada pre-test adalah 16.66%, silklus 1 = 20.00%, siklus 2 = 66.66%, siklus 3 = 80.00%, and post-test = 83.33%. Dengan demikian disimpulkan bahwa kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan pembelajaran berbasis tugas.Kata Kunci: Belajar, Berbicara Bahasa Inggris, Pendekatan Pembelajaran Berbasis Tugas
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS (PENELITIAN ETNOGRAFI PADA SEKOLAH INTERNASIOANAL AIScho BSD City) Rahman, Arif
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.785 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.142.04

Abstract

Abstract: This study aims to investigate the communication strategies in English language learning conducted by the learnes of international students of SMP AIScho BSD City. This research conducts a qualitative approach with an ethnography method. The data of 27 learners’ spoken speech were collected from observation by using audio recorder, field notes and unstructured interview. The data analisis were using performance analysis technique, a futher analysis based on actual speeches and linguistic behaviors.The analysis reveals that the learners employ communication strategies in English language learning consists of verbal communication strategy and nonverbal communication strategy. The finding futher shows that the learnes employ both communication strategies in terms of three reasons; keeping communication obsctacles, to govern language competence and strategic competence.Keywords: communication strategy, Language competence, English language learning strategy. Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi dalam pembelajaran bahasa Inggris oleh siswa pada SMP Internasional AIScho BSD City. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ethnografi, adapun data dari 27 subjek penelitian dikumpulkan melalui pengamatan dengan menggunakan audio recorder, catatan lapangan dan wawancara tidak formal. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis performansi yaitu, melakukan analisis berdasarkan tuturan yang terjadi secara alamiah dan kompetensi linguistik. Hasil penelitian menunjukan bahawa siswa SMP menggunakan dua strategi komunikasi yaitu, strategi komunikasi verbal dan strategi komunikasi nonverbal. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahawa siswa menggunakan strategi komunikasi dengan dua karakteristik yaitu: untuk dapat mempertahankan jalanya komunikasi, untuk menyatakan maksud tertentu dan untuk menguasai kompetensi bahasa dan menguasai bentuk-bentuk tertentu sebagai kompetensi strategis.Kata Kunci: strategi komunikasi, kompetensi bahasa, strategi belajar bahasa Inggris.
PILIHAN BAHASA PADA MASYARAKAT MULTIBAHASA DI DESA BOTOHILISORAKE, NIAS SELATAN (Penelitian Etnografi pada Masyarakat Multibahasawan Nias, Indonesia dan Inggris) Laiya, Rebecca Evelyn
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.66 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.142.05

Abstract

Abstrak The aim of this study is to provide a deep understanding of the language choice of a multilingual society. This study is a qualitative research using ethnographic methods. Observation, recording and transcripts and interviews are data collection techniques used. Analysis of the data in this study conducted by transcribing the data recorded in written form, then analyzed and interpreted. The data analysis showed that: the language choice of Botohilisorake rural communities are very dense, consisting of ten language options. There are three main languages chosen: Nias Selatan dialect, Indonesian and English. But the choice of the most dominant language is Nias Selatan dialect. This is because the villagers who are proud of their identities as a Nias people in general Nias and Nias Selatan people in particular. Keywords: Language choice, multilingual, language teaching Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang pilihan bahasa pada masyarakat multibahasa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode etnografis. Observasi, rekaman dan transkrip dan wawancara adalah tehnik pengumpulan data yang digunakan. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan transkrip data rekaman ke dalam bentuk tulis, kemudian dianalisis dan dimaknai.Analisis data menunjukkan bahwa: pilihan bahasa masyarakat desa Botohilisorake sangat lebat, terdiri dari sepuluh pilihan bahasa. Ada tiga bahasa yang paling utama dipilih yaitu bahasa Nias dialek Selatan, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tetapi pilihan bahasa yang paling dominan adalah bahasa Nias dialek Selatan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat desa bangga akan identitas mereka sebagai orang Nias pada umumnya dan orang Nias Selatan pada khususnya.Kata Kunci: Pilihan bahasa, multibahasa, pengajaran bahasa
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH MELALUI PENDEKATAN KOLABORATIF ASIK, NUR
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.829 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.142.06

Abstract

Abstract The objective of this action research was to understand the improvement of the students’ English academic writing skill through collaborative learning approach. This research was conducted at UIN Alauddin Makassar in academic year 2014. In order to find out the student improvement, the researcher applied the essay productive test at the end of the first and the second cycles. Before giving the test, the researcher developed collaborative activities to the students for five times each. The mean score of the students writing in the first cycle is 2,6 for grammar and spelling show that the continuity of the treatment in the second cycle is needed. The test in the second cycle showed the significant improvement viz 3,19. The second cycle indicated that the application of collaborative learning approach has given significant improvement to the students’ writing achievement. The finding in this reseach has lead the write to recommend the use of collaborative learning approach in the teaching and learning academic writing at UIN Alauddin Makassar and in other universities.Keywords: English academic writing, collaborative learning approach, students’ writing skill Abstrak Tujuan penelitian ini ialah untuk memahami peningkatan keterampilan mahasiswa dalam penulisan karya tulis ilmiah dalam bahasa Inggris melalui pendekatan pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini dilaksanakan pada UIN Alauddin Makassar pada tahun akademik 2014. Untuk mengetahui peningkatan kemapuan mahasiswa dalam membuat karya tulis ilmiah bahasa Inggris, peneliti memberikan tes produktif pada akhir pelaksanaan siklus pertama dan akhir siklur kedua. Sebelum memberikan tes, peneliti mengembangkan kegiatan pembelajaran kolaboratif kepada mahasiswa sebanyak lima kali pertemuan untuk masing-masing siklus. Perolehan nilai rata-rata mahasiswa pada siklus pertama yaitu 2,6 pada aspek tatabahasa dan ejaan, menunjukkan perlunya mengulangi kegiatan belajar pada siklus kedua. Hasil tes siklus kedua menunjukkan perbaikan yang signifikan yaitu , 3,19 pada aspek tatabahasa dan ejaan. Hasil tes pada akhir siklus kedua menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kolaboratif telah membawa peningkatan pada keterampilan menulis mahasiswa. Temuan dalam penelitian ini menjadi dasar rekomendasi penulis untuk menerapkan pendekatan pembelajaran kolaboratif dalam pengajaran menulis karya ilmiah pada UIN Alauddin makassar dan termasuk diluar lembaga tersebut.Kata kunci: karya tulis ilmiah dalam bahasa inggris, pendekatan pembelajaran kolaboratif, keterampilan menulis dalam bahasa Inggris
LEARNING ENGLISH (Ethnographic Studies at SMAN 81 East Jakarta) Baron, Rifari
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.002 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.142.07

Abstract

ABSTRACT This research is aimed at analyzing learning and teaching process at Senior High School (SMA) 81 East Jakarta in academic years 2013/2014. The research used a qualitative approach. The research method is ethnographic methods. Tha data were collected through observation, interview, and document analysis. The research analysis used Spradley’s terms; domain, taxonomy, and componential analysis, then discovering cultural themes.The research findings showed that 1) the purpose of English learning in SMAN 81 focused on the acquisition of communicative competence; 2) Syllabus was developed by proportional syllabus that emphasized the structure, functions, processes, and experience of language acquisition; 3) Approaches, methods, and techniques used literacy approach based on functional and interactional language theory and constructivism, humanism, behaviorism and cognitive language learning theory; Meanwhile, 4) the evaluation of learning used were written tests, performance tests, portofolios, and product or project.The results of this research showed that the process of learning was effective and students can improve English competence. In addition, the learning process was also well supported by students whom were motivated to learn and the teachers were always eager to continue their innovation as well as a means of learning self-sufficient.Keywords: the English learning, qualitative and ethnography ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas Negeri 81 Jakarta Timur tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan kajian dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model analisis Spradley dengan menggunakan analisis domain, taksonomi, komponensial dan analisis tema budaya.Temuan budaya menunjukan bahwa: 1) bentuk tujuan pembelajaran diarahkan pada penguasaan kompetensi komunikatif; 2) Silabus yang dikembangkan adalah silabus proporsional yang memberikan penekanan seimbang pada struktur, fungsi, proses serta pengalaman memperoleh bahasa; 3) Pendekatan menggunakan pendekatan literasi yang berdasarkan pada teori bahasa fungsional dan interaksional serta teori belajar bahasa konstruktivisme, humanisme, behaviorisme dan kognitivisme; 4) sistem penilaian yang digunakan antara lain; tes tertulis, tes penampilan, portofolio, produk atau proyek.Hasil penelitian tentang proses pembelajaran bahasa Inggris di SMAN 81 menunjukan sangat baik dan efektif dalam meningkatkan kompetensi dalam penguasaan bahasa Inggris karena semua proses pembelajaran yang dilakukan dibuat berdasarkan suatu perencanaan yang matang. Selain itu, proses pembelajaran yang baik tersebut juga di dukung oleh siswa yang termotivasi untuk belajar dan para guru yang senantiasa bersemangat untuk terus melakukan inovasi diri serta sarana pembelajaran yang memadai.Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Inggris, Kualitatif, Etnografi, Pendekatan Literasi
NILAI-NILAI MORAL DALAM NOVEL HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (TINJAUAN STRUKTURAL GENETIK) Grinitha, Virry
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.772 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.142.08

Abstract

ABSTRACT The objective of the research is to find out the moral values in Habiburrahman El Shirazy's Novels. The research was conducted using qualitative approach with descriptive method. The data were collected by analyzing, studying, and recording the document. The analysis and interpretation of the data indicate that first, moral values in novel's structure of the novels include human's perspective toward God, such as piety, devout, humble; human's perspective toward themselves such as honest, responsible, healthy, discipline, hard work, confident, logical, critical, creative, innovative, autonomous, curious; human's perspective toward human such as the awareness of their right and duty toward themselves and the others, the obedience of social norms, the appreciation of one's achievements and works, being polite and democratic, and human's perspective toward surroundings such as caring and admiring toward the beauty of nature created by God. Second, Moral values were analyzed through the author’s social background indicating the appearance of the novels. Third, moral values from the author's point of view in the novels include human's perspective toward God, themselves, the others, and surroundings. It is recommended that students should read the novels in order to find out the moral values in literary works.Keywords: moral values, novel, genetic structuralism ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai moral dalam novel karya Habiburrahman El Shirazy ditinjau dari struktural genetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumentasi, pustaka, dan catat. Analisis interpretasi data menunjukkan (1) adanya nilai-nilai moral dalam struktur novel Ayat Ayat Cinta yang meliputi dimensi manusia dengan Tuhan yaitu religius, dimensi manusia dengan dirinya, dimensi manusia dengan manusia, yaitu sadar akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain dan dimensi manusia dengan lingkungan yaitu adanya keperdulian dan kekaguman terhadap keindahan alam yang diciptakan oleh sang pencipta, (2) nilai-nilai moral yang ditinjau dari sudut latar sosial pengarang yang mengkondisikan lahirnya novel Ayat Ayat Cinta; (3) nilai-nilai moral ditinjau dari sudut pandangan dunia pengarang dalam novel Ayat Ayat Cinta yang meliputi dimensi manusia dengan manusia, dimensi manusia dengan dirinya sendiri, dimensi manusia dengan manusia, dan dimensi manusia dengan lingkungan. Penemuan-penemuan membawa ke arah rekomendasi terhadap siswa agar membekali diri dengan berbagai bacaan penunjang lainnya untuk menemukan nilai-nilai moral yang terkandung dalam karya sastra.Kata kunci: Nilai-nilai moral, novel, struktural genetik
EVALUASI KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA SEDERAJAT DI DKI JAKARTA Lustyantie, Ninuk; Emzir, Emzir; Akbar3, Akbar
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 1 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.403 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.141.01

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah mengumpulkan informasi berkenaan dengan evaluasi kualitas pembelajaran bahasa di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei deskriptif dan evaluative denganmodel evaluasi countenance stake (antecedents, transactions, dan outcomes) dengan jumlah responden 80. Data diperoleh menggunakan angket dan pengolahan data menggunakan analisis statistik. Hasil penelitian yaita^4ntecendents atau persiapan pembelajaran bahasa. Frekuensi responden yang memilih kata Selalu 36,5 % atau 175 Frekuensi, kata sering 20,4 % atau 98 Frekuensi, kata kadang-kiadang 27,7% atau 133 Frekuensi, jarang 45 frekuensi atau 9,4% dan tidak pernah 29 Frekuensi atau 6.0 % dengan total frekuensi 480. Transaction atau proses berlangsung pembelajaran bahasa .Frekuensi responden yang memilih kata Selalu 42,7 % atau 546 Frekuensi, kata Sering 19.9 % atau 255 Frekuensi, kata Kadang-kcadang 179% atau 229 Frekuensi, Jarang 10,5 % atau 134 frekuensi dan Tidak pernah 9.1% atau 116 Frekuensi dengan total frekuensi 1280. Outcomes/guru bahasa menutup pembelajaran. Frekuensi responden yang memilih kata Selalu 48.0 % atau 307 Frekuensi, kata Sering 24,4 % atau 156 Frekuensi, kata KadangTiadang 18.1% atau 24,4 Frekuensi', kata Jarang 5,9 % atau 38 frekuensi dan Tidak pernah 3,6.% atau 23 Frekuensi dengan total frekuensi 640' hasil analisis evaluasi countenance stake disimpulkan bahwa evaluasi kualitas pembelajaran bahasa mulai dari persiapan pembelajaran, keberlangsungan kegiatan inti dan menutup pembelajaran yaitu diperoleh data statistic rata-rata 430 frekuensi atau 30,5% dari total 1410 frekuensi dari responden yang menyatakan/memilih selalu mengerjakan tiga fase dalam pembelajaran bahasa (Indonesia, Inggris dan Asing) artinya guru bahasa masih perlu meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajar melalui pelatihan pembelajaran, kebiasaan pnlaku positif, integritas, komitmen dalam menjalan kewajiban sebagai guru bahasa yang professional yang berdampak pada kualitas pencapaian hasil belajar bahasa. Kata Kunci: antecedents, transactions, dan outcomes Abstract The research objective obtained information with regard to the evaluation of the quality of language learning in high school that focused on three indicators of language learning were the preparation before the core of learning, the learning process of learning takes place and when it closed. The approach used in this research was descriptive and evaluative survey. The method used was program evaluation. Model evaluation model used countenance stake (antecedents, transactions, and outcomes) by the number of respondents 80. The data were obtained using a questionnaire and data processing using statistical analysis. The research results concluded that, Antecedents or preparation of language learning. Frequency of respondents who has chosen the word was always 36.5% or 175 frequency, often said 20.4% or 98 frequency, said sometimes 27.7% or 135 frequency, a frequency rarely 45 or 9.4% and never 29 Frequeny or 6.0% with a totalfrequency 480. Transaction or the process of language learning The frequeny of respondents who has chosen the word was always 42.7% or 546frequeny, said Often 19.9% or 255frequeny, said sometimes 179% or 229 Frequeny, Sparse 10.5% or 134 frequeny and Never 9.1% or 116 frequeny with total frequeny 1280. Outcomes / teacher language learning closes. Frequeny of respondents who has chosen the word was always 48.0% or 307frequency, said Often 24.4% or 156 frequency, said Sometimes 18.1% or 24.4 Frequency ', said Rarely 5.9% or 38 frequencies and Never 3.6% or 23 frequencies with a totalfrequeny of 640. So based on the analysis results of stake countenance evaluation concluded that the evaluation of the quality of language learningfrom the lesson preparation, the continuity of core activities and close the learning that was obtained statistical data on average 430frequeny or 30.5% of the total in 1410 the frequeny of respondents who expressed three steps in learning language (Indonesian, English and foreign) language teachers means they need to improve teaching skills through training and learning, positive behavior habits, integrity, commitment to running the obligation as a professional language teachers who have an impact on the quality of language learning achievement. Keywords: antecedents, transactions, and outcomes
MODEL OF TEACHING LITERATURE MATERIALBASED ON FOLKLORE USING CONTEXTUAL TEACHING & LEARNING FOR CHARACTER EDUCATION Muktadir, Abdul
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 1 (2015): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 14 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.445 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.141.04

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan model bahan ajar sastra berbasis cerita rakyat dengan pendekatan CTL untuk pendidikan karakter di sekolah dasar Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan Borg & Gall yang digabungkan dengan langkah-langkah pengembangan bahan ajar Jolly & Bolitho. Penelitian dilakukan di SD Kota Bengkulu.Hasil analisis kebutuhan ditemukan bahwa bahan ajar bahasa Indonesia tidak menyertakan cerita rakyat Bengkulu dalam pembelajaran dan kompetensi guru dan siswa berkenaan dengan cerita rakyat belum memadai. Hasil rancangan bahan ajar sastra berbasis cerita rakyat untuk memenuhi kebutuhan tersebut efektif,layak digunakan, dan valid menurut validasi ahli materi, media, kurikulum, dan karakter. Bahan ajar Sastra berbasis cerita rakyat dengan pendekatan CTL di SD untuk pendidikan karakter efektif hasil pengembangan dan yang digunakan kelompok besar juga menyatakan dengan kriteria baik.Terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan pada kemampuan hasil belajar siswa antara kelompok menggunakan bahan ajar sastra berbasis cerita rakyat dan kelompok yang tidak menggunakan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis cerita rakyat.Hasil validasi bahan ajar kelompok pakar dengan kriteria sangat baik, dan guru dengan kriteria sangatbaik. Respon penguna bahan ajar guru dan siswa baik, maka dapat disimpulkan bahan ajar yang di rancang layak digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: bahan ajar, cerita rakyat, CTL, dan pendidikan karakter Abstract The research aims to used is develop teaching literature material model based on folklore and CTL approach for the education of character at Elementary School in Bengkulu city. The reasearch method using Researched Developmentof Borg & Gall combined with folly and Bolitho’s material development steps. Research was done in Elementary School in Bengkulucity. The data were collected by surveys, interviews,and questionnaires. The need identification shows that teaching material of Bahasa Indonesia did not includ folklore of Bengkulu in class; and the ability of teachers and students wasnot yet adequate. Literature teaching materials using folklore was found effective and validaccording to experts of media, curriculum, and character. There were significant difference of effectiveness in which students using literature teaching materials using folklore and which were not. Materials validation by expert group and teacher judgementwas very good. Teacher and students well respond to the teaching materials, so it can be concluded that literature teaching materials was effective for teaching literature. Keywords: teaching material, folktale, Contextual Teaching &Learning, character education

Page 1 of 10 | Total Record : 96