cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Published by Universitas Pasundan
ISSN : -     EISSN : 25482297     DOI : -
Core Subject : Education,
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education is a journal published by the mathematics education program Unpas FKIP. The contents of this journal is a publication of the results of the practitioner's thoughts and expert learning and mathematics education both substantially and / or the results of international mathematics education research either in school or in college.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education" : 8 Documents clear
ANALISIS KESULITAN SISWA TERHADAP POKOK BAHASAN PANGKAT RASIONAL DAN BENTUK AKAR DI KELAS 1 SMU BINA DHARMA 2 BANDUNG Hermawan, Vevi; Andrianto, Andrianto
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.692 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v3i2.1320

Abstract

Pada pembelajaran pokok bahasan pangkat rasional dan betuk akar, siswa dituntut untuk mengingat kembali pelajaran saat di SLTP seperti tentang bilangan berpangkat dengan bilangan pokok 10, pengertian perpangkatan, bilangan pokok, dan pangkat. Kesulitan siswa dalam mempelajari pokok bahasan tersebut lebih banyak disebabkan siswa lupa akan sifat-sifat bilangan tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui letak kesulitan siswa kelas 1 SMU Bina Dharma 2 Bandung dalam pembelajaran pokok bahasan pangkat rasonal dan bentuk akar. Sebagai subyek penelitian ini adalah siswa kelas I SMU Bina Dharma 2 Bandung. Setelah dipilih secara acak maka diperoleh kelas I-1 sebagai subyek penelitiannya. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dan sebagai instrumen yang digunakan daam penelitian ini adalah tes. Hasil dari penelitian ini adalah pada sub pokok bahasan pangkat bulat positif dan negatif, siswa mengalami kesulitan menggunakan sifat-sifatnya, pada sub pokok bahasan bentuk akar siswa mengalami kesulitan dalam mengubah bentuk akar menjadi bilangan berpangkat, pada sub pokok bahasan merasionalkan bentuk akar siswa mengalami kesulitan dalam menentukan bentuk sekawan dari penyebut pecahan tersebut, dan pada sub pokok bahasan persamaan pangkat sederhana siswa mengalami kesulitan dalam mengubah suatu bilangan menjadi bilangan berpangkat
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS: ANALISIS BERDASARKAN GAYA KOGNITIF SISWA Mirlanda, Ela Priastuti; Pujiastuti, Heni
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.237 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v3i2.1251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa SMA yang ditinjau dari gaya kognitif Field Independent dan Field Dependent. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Rangkasbitung dengan sampel sebanyak dua kelas. Instrumen penelitian berupa tes GEFT untuk mengukur gaya kognitif dan tes tulis berbentuk essay untuk mengukur kemampuan penalaran matematika. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 45% siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (FD) memiliki nilai rata-rata tes kemampuan penalaran matematis sebesar 58,95 sementara 55% siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI) memiliki nilai rata-rata tes kemampuan penalaran matematis sebesar 61,87. Hasil uji statistik menunjukkan gaya kognitif Field Dependent berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis sebesar 14,6% dan gaya kognitif Field Independent berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis sebesar 31,3%. Dari tiga indikator kemampuan penalaran matematis yang diteliti, kemampuan menggunakan pola, menganalisis situasi matematis dan memberi penjelasan menggunakan model dalam penyelesaian masalah matematika merupakan hal yang masih sulit dikuasai oleh siswa. Sementara kemampuan melaksanakan perhitungan berdasarkan aturan atau rumus tertentu telah dikuasai oleh siswa dengan nilai rata-rata baik. Untuk itu kegiatan pembelajaran matematika harus dirancang sedemikian rupa agar dapat menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan penalaran matematis siswa. Gaya kognitif Field Independent dan Field Dependent dapat menjadi dasar / landasan untuk guru merancang pembelajaran yang sesuai dan tepat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) Wahyuni, Eva Tri; Hendryawan, Shofwan; Nasrullah, Anton; Wachyar, Tuti Yuliawati
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.82 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v3i2.1253

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran struktural think pair share (TPS) yang diterapkan dalam pembelajaran matematika mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode quasi-experiment untuk mengumpulkan data menggunakan tes komunikasi matematis. Sampel dalam penelitian adalah siswa SMP kelas VII semester genap di Kabupaten Sumedang. Sampel berasal dari dua kelas. Satu kelas digunakan untuk kelompok kontrol sebanyak 25 siswa; satu lagi untuk kelompok eksperimen sebanyak 28 siswa. Pada kelompok kontrol, siswa hanya diajarkan dalam lingkungan belajar dengan menggunakan ekpositori sedangkan kelompok eksperimental dipelajari melalui model pembelajaran TPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) terdapat perbedaan pencapaian kemampuan komunikasi matematis secara signifikan antara siswa yang belajar dengan TPS dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran ekspositori; 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen (TPS) lebih baik daripada kelas kontrol (expository). Implikasi pendekatan pembelajaran TPS adalah dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk melatih kerja sama siswa. Penerapan pembelajaran TPS guru harus memperhatikan alokasi waktu, membimbing dan mengarahkan aktivitas siswa dan tahapan-tahapan dalam pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam belajar matematika.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJUKAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA Zanthy, Luvy Sylviana
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.579 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v3i2.1259

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan masih rendahnya kemampuan mengajukan masalah  matematis siswa dan penggunaan bahan ajar siswa yang masih terbatas saat proses pembelajaran. Sebagai alternatif dari permasalahan tersebut dilakukan penelitian dengan mengembangkan bahan ajar Siswa dengan menggunakan metode SQ4R dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan bagian dari Penelitian Disertasi Doktor yang bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan bahan ajar berupa LKS matematika dalam meningkatkan kemampuan mengajukan masalah matematis siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Subjek sampel dalam penelitian ini terdiri dari: 30 orang siswa kelas XII sebagai subjek kelas ujicoba dan 80 siswa kelas XI sebagai subjek kelas implementasi. Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa angket uji validitas, angket respon siswa dan instrumen tes kemampuan mengajukan masalah matematika. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, kualitatif dan inferensial. LKS hasil pengembangan dalam penelitian ini telah teruji dengan rata-rata kevalidan 3,44, rata-rata kepraktisan sebesar 3,89 dan nilai rata-rata tes kemampuan mengajukan masalah matematis siswa berada pada kriteria tinggi. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diidentifikasikan bahwa LKS yang menggunakan metode SQ4R ini valid, efektif dan praktis dalam meningkatkan kemampuan mengajukan masalah  matematis siswa. 
PENERAPAN PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Saputra, Edy; Akmal, Nurul
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.729 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v3i2.1326

Abstract

Penelitian ini fokus pada peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah desain quasi experiment jenis pretest-posttest group design. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga terpilih 39 orang siswa kelompok eksperimen dan 37 orang siswa kelompok kontrol pada kelas VIII SMP Negeri 1 Lembang Kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa setelah diajarkan dengan pendekatan Creative Poblem Solving pada kelas ekperimen dan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa setelah diajarkan dengan pendekatan biasa pada kelas kontrol. Analisis data dengan uji Mann Whitney untuk melihat peningkatan kemampuan koneksi matematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa.
ANALISIS KESULITAN SISWA SMP MENGHADAPI SOAL BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS Siregar, Indra; Darhim, Darhim; Asih, Endang C M
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.111 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v3i2.1261

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan kreatif merupakan hal yang penting dalam belajar matematika, namun upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif di Indonesia belum berjalan dengan baik. Karena itu peneliti ingin mengkaji dimana letak permasalahan siswa dalam menghadapi soal-soal berpikir kritis dan kreatif matematis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan disain Basic qualitativa research approach. Kegiatannya adalah mengkaji jawaban siswa hasil mengerjakan soal berpikir kritis dan kreatif matematis siswa. Penelitian dilaksanakan di dua SMP di kabupaten Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang menyebabkan siswa lemah dalam menghadapi soal-soal berpikir kritis dan kreatif matematik adalah banyak siswa masih tidak dapat memahami masalah.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI HIMPUNAN Rahayu, Yuyun; Pujiastuti, Heni
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.619 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v3i2.1284

Abstract

This research is a type of descriptive research that aims to describe the ability to understand students' mathematical concepts in solving problems, especially related to the concept of set. The subjects of this study were seventh grade students of SMP Negeri 1 Cibadak Lebak Regency 2018/2019 Academic Year as many as 30 people. The instrument used in this study is a test of mathematical comprehension ability in the form of description. The data obtained were analyzed descriptively to find out the mean, mode, percentage of ideal scores, standard deviations and variances. In addition, it also describes the ability of students' mathematical understanding for each indicator. The results of the analysis are obtained: 1) Overall the average ability of students' mathematical understanding is 70% of the ideal score; 2) The average mathematical ability of students on indicator 1 is 56% of the ideal score; 3) The average ability of students on indicator 2 is 88%; 4) The average mathematical ability of students on indicator 3 is 79% of the ideal score; 5) The average mathematical ability of students on indicator 4 is 54% of the ideal score; 6) The average mathematical ability of students on indicator 5 is 84% ​​of the ideal score. The ability of students' mathematical understanding based on the average of each indicator, the lowest is the fourth indicator, namely the ability to present the concept. And the highest average is the second indicator, namely the ability to identify examples and not examples because the questions given are counted easily. Included in the category of very high mathematical understanding ability there are 7 people, 11 people high, 8 people enough, and 4 people low. Overall students who are able to understand mathematically 18 people who get a score above KBM (Minimum Learning Criteria) of 30 students.
STUDI DESKRIPTIF IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMPN 1 CIKULUR Nugraha, Tonnie Hari
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.028 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v3i2.1287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika, baik mengenai bahan ajar, pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian di SMPN 1 Cikulur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang guru mata pelajaran matematika yang mengajar di kelas 7, 8 dan 9 SMPN 1 Cikulur. Instrumen utama pada studi ini adalah peneliti sendiri. Selain itu, ditunjang dengan instrumen pendukung berupa observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan implementasi pelaksanaan kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika. Hasil penelitian diperoleh bahwa: 1) Bahan ajar yang digunakan pada kurikulum 2013 adalah buku guru (BG) dan buku siswa (BS) dengan perbandingan banyaknya siswa dengan buku siswa di SMPN 1 Cikulur adalah 1:1. Secara isi dan materi pada BG dan BS sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh kurikulum 2013 revisi 2017, 2) Pendekatan saintifik  sudah mulai terbiasa dilakukan dalam pembelajaran matematika di SMPN 1 Cikulur. Agar model-model pembelajaran yang lain biasa diterapkan di SMPN 1 Cikulur dilakukan dengan kegiatan MGMP Matematika, 3) Pengolahan nilai dan pengisian laporan hasil belajar siswa lebih rumit dibanding dengan kurikulum sebelumnya. Untuk mempermudah dan penyeragamanan dalam pengisian laporan hasil belajar siswa dengan menggunakan aplikasi e-raport. Guru SMPN 1 Cikulur belum semuanya menguasai  ICT. Untuk mengatasi hal tersebut pihak sekolah mengadakan  sosialisasi dan kegiatan IHT tentang pengisian e-rapot dan memfasilitasi semua sarana dan prasarana yang berhubungan dengan e-raport.

Page 1 of 1 | Total Record : 8