cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Published by Universitas Pasundan
ISSN : -     EISSN : 25482297     DOI : -
Core Subject : Education,
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education is a journal published by the mathematics education program Unpas FKIP. The contents of this journal is a publication of the results of the practitioner's thoughts and expert learning and mathematics education both substantially and / or the results of international mathematics education research either in school or in college.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education" : 7 Documents clear
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN CORE DENGAN DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SELF-REGULATED LEARNING SISWA SMA Putri, Risa Mulyanto; Eliyarti, Wisma
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 2 No 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.087 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v2i2.605

Abstract

Pada pembelajaran menggunakan model Discovery Learning terlihat bahwa interaksi antar siswa masih kurang. Selama proses diskusi, sebagian besar kelompok belum melibatkan setiap anggotanya karena anggotanya mengerjakan LKS secara individu. Akibatnya, ketika dihadapkan pada persoalan matematika siswa kurang mampu untuk menyelesaikannya. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran inovatif lainnya. Salah satunya dengan penggunaan model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending). CORE merupakan model pembelajaran dengan metode diskusi dengan menghubungkan informasi lama dengan informasi baru, mengorganisasikan sejumlah materi yang bervariasi, merefleksikan segala sesuatu yang peserta didik pelajari, dan mengembangkan lingkungan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan Self-Regulated Learning siswa yang menggunakan model CORE dengan siswa yang menggunakan model Discovery Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen, dengan desain kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 13 Bandung. Dua dari tiga belas kelas XI yang ada dipilih sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan adalah tes dan angket. Analisis data yang digunakan adalah uji kesamaan dua rerata dengan uji-t dua pihak menggunakan Independent Sample T-Test. Berdasarkan analisis pada keseluruhan tahapan penelitian dapat disimmpulkan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang memperoleh model pembelajaran CORE tidak lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang memperoleh model pembelajaran Discovery Learning, 2) Self-Regulated Learning siswa yang dalam pembelajaran matematikanya menggunakan model pembelajaran CORE lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning.
PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VIII PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Effendi, Kiki Nia Sania
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 2 No 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.383 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v2i2.552

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman konsep siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi kubus dan balok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Materi kubus dan balok merupakan salah satu materi matematika yang terdapat pada Kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa kelas VIII dan erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Kubus dan balok merupakan bangun ruang yang sering ditemui oleh siswa dalam kesehariannya. Teknik pengumpulan data dengan pemberian tes pemahaman konsep bentuk uraian yang sebelumnya dilakukan validasi. Hasil penelitian ini menunjukan nilai hasil tes pemahaman konsep siswa 25,71% pada kategori tinggi, 54,28% pada kategori sedang dan 20% pada kategori rendah.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS SOFTWARE MATLAB PADA MATA KULIAH METODE NUMERIK Rikayanti, Rikayanti
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 2 No 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.438 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v2i2.531

Abstract

Teaching materials is one of the important aspects of a lecture process, in which there are clues to how a student can achieve the target lectures. Algorithm is a major part of the numerical course that is widely used in various disciplines, such as data processing of experimental results, as well as in product sales model. Through the application of Matlab software, mastery of the algorithm in solving problems with various methods can be tested. The research method used is Research and Development, while the development model using Didaktis Design Research (Didactical Design Research / DDR). Mathematics Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education University Singaperbangsa Karawang, is the place of research implementation. This research involves students contracting numerical course courses conducted in the semester V. Matlab programming packages provide the thinking space of the user in designing a problem solving which is then translated into the corresponding instructions. Given the limitations of teaching-learning variations or textbooks with software-based, it is hoped that the outcomes of this research can add references and reading materials to those interested in applied mathematics. Keywords: teaching materials, curve matching method, matlab software
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI ALJABAR SMP BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS Rosita, Neneng Tita; Yuliawati, Lia
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 2 No 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.84 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v2i2.565

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu fokus pembelajaran matematika. Dalam belajar matematika seringkali siswa menemukan soal yang tidak dengan segera dapat dicari solusinya, dan siswa diharapkan dapat memecahkan soal tersebut. Disposisi matematis berkaitan dengan bagaimana siswa memandang dan menyelesaikan masalah; apakah percaya diri, tekun, berminat, dan berpikir terbuka untuk mengeksplorasi berbagai alternatif strategi penyelesaian masalah. Tujuan penelitian menghasilkan   penjenjangan   disposisi  matematis dan  mengidentifikasi   kemampuan pemecahan masalah  siswa SMP pada materi  aljabar pada tiap tingkat   disposisi. Metode penelitian ini kualitatif.  Subyek penelitian sebanyak 21 siswa. Instrumen penelitian adalah soal tes kemampuan pemecahan masalah materi aljabar yang telah dirancang berdasarkan indikator pemecahan masalah dengan langkah Polya. serta  wawancara terhadap subyek sebagai triangulasi. Penelitian ini menghasilkan  penjenjangan disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah materi aljabar bahwa sebagian besar subjek berada pada tingkat disposisi sedang, subjek disposisi rendah dan disposisi sedang mengalami  kesulitan dalam membaca dan menafsirkan soal, membuat simbol aljabar dan membuat model matematika sehingga tidak dapat memecahkan masalah yang diberikan. Sedangkan subjek disposisi tinggi mampu memenuhi semua indikator-indikator kemampuan pemecahan masalah meskipun belum sempurna. Subjek  disposisi tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi daripada siswa subjek  disposisi sedang dan disposisi rendah.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA SMP PGRI PAMANUKAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Sriyanti, Ika; Yaniawati, R. Poppy
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 2 No 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.066 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v2i2.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman matematika siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) di Sekolah SMP PGRI Pamanukan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VIII SMP PGRI Pamanukan dengan Materi Relasi dan fungsi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes formatif setiap siklus dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Pada siklus pertama rerata nilai ulangan harian siswa sebesar 6,02 dan rerata nilai ulangan harian pada siklus kedua sebesar 6,81 sedangkan rerata nilai di siklus ketiga sebesar 8,03. Dari hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan kemampuan pemahaman matematika  hingga memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMA Tresnawati, Tresnawati; Hidayat, Wahyu; Rohaeti, Euis Eti
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 2 No 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.823 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v2i2.616

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menelaah secara mendalam tentang kemampuan berpikir kritis matematis yang dipengaruhi kepercayaan diri siswa SMA. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA di Kota Bandung dan sampelnya sebanyak 27 orang yang ditetapkan dengan teknik purposif sampling pada salah satu SMA di Kota Bandung. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis sebanyak 6 butir soal dan skala kepercayaan diri siswa sebanyak 33 skala pernyataan. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa, kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMA dipengaruhi positif oleh kepercayaan dirinya sebesar 74,6%, sedangkan 25,4% dipengaruhi oleh faktor selain kepercayaan diri siswa.    Kata Kunci: Berpikir Kritis Matematis, Kepercayaan Diri     Abstract This study aims to analyze and examine in depth about the students’ mathematical critical thinking ability influenced by self-confidence. The study was designed in the form of experiments using correlational method with quantitative approach. The population in this research is high school students in Bandung and the sample as many as 27 people determined by purposive sampling technique in one of high school in Bandung. The instrument in this research is the test of mathematical critical thinking ability as much as 6 items and the scale of students' self-confidence as much as 33 scale statement. Based on the results and discussion, it is concluded that the students’ mathematical critical thinking ability influenced positively by self-confidence equal to 74.6%, while 25.4% influenced by factors other than student self-confidence.    Kata Kunci: Mathematical Critical Thinking, Self-Confidence
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA MELALUI BLENDED-LEARNING DENGAN STRATEGI PROBING-PROMPTING Fisher, Dahlia
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 2 No 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.08 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v2i2.603

Abstract

Blended learning is a learning method that combines two or more learning method. The objective of this research is to know the improvement of mathematical reasoning ability of student of mathematics prospective teacher, through Blended Learning with Probing-prompting learning strategy. The research method used is quantitative research, and divides participants into two groups. The first group is the experimental class group, it is the group of prospective teachers who get Blended Learning with Probing-Prompting Strategy and the second group is the control group; which is prospective teachers who get conventional learning. The study was conducted on 6th semester prospective teacher students from one university in Bandung, West Java, Indonesia. Based on this research, it is known that: experimental class group; which is the group of prospective teachers who get Blended Learning has improved the ability of mathematical reasoning is better than the control class group. It can be seen from the results of the normalized gain calculation of the experimental class reaches an average of 0.50 while the normalized gain of the control class reaches an average of 0.34. Although both are still in medium category, but based on t-test results between two parties, found that the increase has significant differences.

Page 1 of 1 | Total Record : 7