cover
Contact Name
Yuli Ani Setyo Dewi
Contact Email
yulianisetyo85@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yulianisetyo85@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
SELING: Jurnal Program Studi PGRA
ISSN : 2528083X     EISSN : 25408801     DOI : -
Seling: Jurnal Prodi PGRA (ISSN 2528-083X dan e-ISSN 2540-8801) diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto Indonesia. Terbit setiap Januari dan Juli setiap tahun.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 1 (2017): Januari" : 8 Documents clear
Pendampingan Orang Tua Pengantar Siswa RA dalam Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) di Kecamatan Trowulan dan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto Putri, Gesa Kharisma; Solihati, Solihati; Haya, Haya
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.493 KB)

Abstract

The development of Early Childhood Education throughout Indonesia welcomed by the public, including in Mojokerto regency, in particular districts and sub-districts Trowulan Sooko. Parents have the awareness of the importance of early childhood education for 0-6 years). Children aged 3-6 years have a different development, there are children who are self-biased some are not. Children who have not been independently still need the help of parents in various activities including when children go to school. Some parents choose to stay in school to wait for her son and daughter following study from beginning to end because their children have not been left bias, so parents have to stand by in school. However, the presence of parents introductory students in schools that the majority of the mothers did not show productive activities. During his sons and daughters to follow the lesson in class until the end of the lesson, not a lot of activities undertaken in addition to chatting or exchanging stories / experiences. Departing from these problems, in the context of community service, we have done a mentoring program for parents of students introductory RA in manufacturing Games Educational Tool (APE). Parents are given insight into the Games Educational Tool (APE) with the aim that they can take advantage of free time while waiting for their child in the class and their activities have been more helpful. Besides being able to make the activity more productive, APE result they make can be used for mutual learning of their children at home in particular, and can help the school to improve the collection of APE in general.  
Menggapai Keadilan Bagi Korban Kejahatan Seksual Anak (Tinjauan Yuridis Undang-undang Perlindungan Anak) Haniyah, Haniyah
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.616 KB)

Abstract

Problematika seputar anak memang sangat menarik dan beragam, serta harus mendapat perhatian lebih. Permasalahan yang terjadi di seputar anak pun  tidak lepas dari  perkembangan dinamika yang terjadi dalam masyarakat. Dimana ada masyarakat maka didalamnya pasti ada kejahatan karena suatu kejahatan timbul dari berbagai gesekan dan benturan yang ada, sebagai bagaian yang menyatu dalam masyarakat. Demikian pula dengan kejahatan seksual anak yang terjadi, yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Ini membuat kita sanagat prihatin, karena sebagaimana kita ketahui bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus dilindungi karena sifat lemahnya, merupakan harapan orang tua,harapan bangsa dan negara untuk melanjutkan cita-cita suatu bangsa. Negara bertanggungjawab penuh terdahap tumbuh kembang anak secara utuh, sebagaimana amanat undang-undang dasar 1945 dan undang undang perlindungan anak .  Perkembangan dan pertumbuhan anak yang tidak wajar jauh dari harapan pada umumnya, tentu berimbas pada pada masa depan anak secara keseluruhan untuk menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing dalam meneruskan cita-cita dan harapan bangsa. Penegakan hukum selama ini terhadap korban kejahatan seksual selama ini kurang atau belum mampu menunjukkan rasa keadilan khususnya keadilan bagi anak dan keadilan pada masyarakat pada umumnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tidak adanya keadilan bagi korban kejahatan seksual anak diantaranya adalah undang-undang itu sendiri dan penegak hukumnya. keadilan substansif adalah suatu keadilan yang hakiki. Suatu keadilan yang di berikan  sesuai dengan hukum substansif tanpa melihat kesalahan prosedural yang tidak berpengaruh pada hak-hak substansif anak dengan substansi kasus yang terjadi meskipun tidak dituliskan dalam undang-undang. Kaadilan yang bisa bersifat abstrak yang bisa dirasakan oleh korban khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Selama ini undang-undang atau aturan yang ada lebih fokus pada perlindungan hukum pada pelaku kejahatan daripada korban kejahatan, seperti yang diatur dalam  undang-undang No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak khususnya pada pasal 81 dan 82, nampak jelas dalam undang-undang perlindugan anak pun belum ada bahasan yang membahas tentang perlindungan anak sebagai korban kejahatan seksual. Kata kunci : keadilan, kejahatan seksual, korban anak.
Mengembangkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Stick Angka Farihah, Himmatul
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.189 KB)

Abstract

: Results Preliminary observations indicate that learning in TK Tunas Harapan Brondong District of Lamongan is often less appealing to children. There are some things that cause this, including the presentation of a monotonous activities and media which are used as props less varied. activities to learn to count only use media board and fingers only. This greatly affects the poor performance beginning child to learn to count. Of the 22 children only 6 children who are already able to count some others still need the guidance of a teacher.This study aims to: 1) Describe the implementation of stick figures playing in efforts to improve the numeracy skills of children in group A at the beginning of TK Tunas Harapan Brondong District of Lamongan. 2) To describe the resulting increase in numeracy starters through play activities of children in group A stick figure in Subdistrict Brondong TK Tunas Harapan Lamongan.This research uses Action Research (PTK). Class action research model used is the model Kemmis and Mc Taggart, Kurt Lewin model development. Implemented through two cycles of action. Numeracy starters were developed in this study: (1) Referring to the order of objects to numbers 1-10 (2) Mention the epitome of numbers 1-10 (3) Sort emblem numbers 1-10. (4) Pair emblem with the number of objects up to 10. (5) Summing up the results of 10 numbers. The results showed that the action through play activities undertaken science can improve cognitive abilities in the first cycle increased by 27% to 54%, and in the second cycle increased again by 37% to 91%. Of the overall increase in numeracy before action until the beginning of the second cycle of 64%.
Urgensi Workplace Fun Pendidik Terhadap Perkembangan Sosial Emosi Anak Usia Dini di Kabupaten Pasuruan Rochanah, Luluk
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.881 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui urgensi workplace fun pendidik terhadap perkembangan sosial emosi anak usia dini di Kabupaten Pasuruan (2)  Iplementasi Workplacefun terhadap perkembangan  sosial Emosional Anak usia dini antara lain : Interaksi Anak dengan Guru, Interaksi anak dengan teman sebaya, Interaksi antara guru dengan Anak dan dengan teman sebaya 3) Peran Warga Sekolah dalam Implementasi  perkembangan    perilaku Sosial Emosional anak usia dini 4) Solusi Mengatasi Kendala dalam  perkembangan  Perilaku Sosial Emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan pendekatan berdasarkan perspektif fenomenologis. Analisis dilakukan dengan pendekatan fenomenologis, observasi dan selfreport. Data yang terkumpul diidentifikasi berdasarkan ketiga komponen Developmental Appropriateness Practices (DAP). Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa tercapainya perkembangan social emosi anak tidak terlepas dari aktifitas-aktifitas fun Actual ( yang menyenangkan) bagi guru di tempat kerja ketika bergaul dengan guru dan anak didik, aktifitas tersebut dapat dilihat dari 1) bekerja dengan hati gembira, 2) bekerja dengan penuh kasih sayang, 3) sarana dan prasaran yang memadai 4)Reward dari kepala sekolah bagi guru berprestasi 4) Penghargaan dari organisasi 5) Family gathering,  6) kesempatan guru untuk menyelesaikan pendidikan S1. Perkembangan social emosi anak diimplementasikan dalam 1) interaksi anak dengan guru di sekolah anak melalui kegiatan rutin, 2) Interaksi dengan teman sebaya melalui kegiatan bermain. 3) Interaksi antara guru dengan anak dan teman sebaya, interaksi ini terwujud dari kegiatan spontan, dengan wujud mengucap kata tolong, terimakasih, maaf, bertutur kata sopan. Peran warga sekolah dalam implementasi perkembangan  perilaku social emosi a) peran kepala sekolah memberi keteladanan, mengadakan evaluasi b) Peran guru sebagai pengajar dan mendidik serta memberi keteladanan bagi anak. c) Peran anak ditunjukkan dengan sikap ceria anak ketika mereka ada di lingkungan sekolah. d) Peran orang tua  dalam mewujudkan  implementasi perkembangan  perilaku sosial emosional.
Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) Melalui Media Gambar Terhadap Kemampuan Menulis Paragraf Mahmud, Moh.
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.091 KB)

Abstract

Abstrak: Menulis adalah keterampilan berbahasa yang dimiliki dan digunakan manusia sebagai alat komunikasi secara tidak langsung yang memiliki tahapan proses penulisannya dan menjadikan seseorang mendapat kesuksesan dalam membuat tulisan, proses melukiskan lambang-lambang yang dapat dipahami dan melahirkan pikiran atau gagasan dengan penggunaan bahasa secara ekspresif berdasarkan kreativitas (seperti mengarang, membuat surat). Argumentasi berarti mengemukakan masalah dengan mengambil sikap yang pasti untuk mengungkapkan segala kesungguhan intelektualnya, bukan sekedar mana suka atau perdebatan emosional. Experiential learning adalah proses belajar, proses perubahan yang menggunakan pengalaman sebagai media belajar atau pembelajaran bukan hanya materi yang bersumber dari buku dan pendidik. Suatu pendekatan yang dipusatkan pada peserta didik yang dimulai dengan landasan pemikiran bahwa orang-orang belajar terbaik itu dari pengalaman. Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah menggunakan metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) melalui media gambar terhadap kemampuan menulis paragraf argumentasi siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat diketahui dari skor rata-rata saat pretest dan postest menulis paragraf argumentasi kelas eksperimen. Skor rata-rata kelas eksperimen saat pretest sebesar 73,10 dan skor rata-rata saat postest 81,26. Artinya, terjadi peningkatan skor rata-rata kemampuan menulis paragraf argumentasi kelas eksperimen 8,16%. Keefektifan penerapan metode tersebut ditunjukkan oleh hasil uji-t untuk sampel berhubungan. Hasil penghitungan bahwa t-hitung (th) adalah sebesar 10,106 dengan df 29. Kemudian, skot t-hitung dikonsultasikan dengan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% dan df 29. Hal ini menunjukkan bahwa skor t-hitung lebih besar daripada t-tabel (th=10,106 > tt= 2,045).
Proses Pembiasaan dan Peran Orang Terdekat Anak Sebagai Upaya Penanaman Nilai Agama dan Moral Pada Anak Usia Dini Dewi, Mutiara Sari
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.318 KB)

Abstract

Abstract: Early childhood is a child in the age range 0-6 years who have a million potential and divided on some aspects of child development. One of the aspects of development should be developed as early as possible is an aspect of the development of religious and moral values. In providing stimulus as early build of religious and moral values in early childhood must also comply with the stages of child development, as well as the necessary role of those closest to children. One of the effects that is not appropriate stimulus which is the number of criminal acts involving children, either as victims or perpetrators.The approach used in these proceedings is a qualitative approach. Data such as the fact the impact of moral build is not appropriate, the nature of early childhood, stages of child development, the nature of the process of habituation, as well as the role of those closest to children. The data is retrieved literature study of several references were analyzed and the results are presented descriptively.The conclusions as follows. 1) The process of habituation and the role of those closest to children as to build religious values and morals in early childhood, is realized through: a) pay attention to psychological development of children, particularly adapted to the stages of child development and begins with the introduction of good and bad or moral behavior and immoral in child; b) a process of habituation as soon as in children; and c) the good cooperation between those closest to children is manifested by their mutual support habituation process applied and should have the same goals for the build of religious values and morals in children. 2) The person closest to children have an important role in the survival and success of the process of habituation, in order to achieve good results and the appropriate stages of child development.
Korelasi Efektivitas Komunikasi dan Latar Belakang Etnis/Suku Orangtua Terhadap Perkembangan Bahasa Anak di Raudlatul Athfal Kabupaten Pasuruan Setyo Dewi, Yuli Ani
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1759.376 KB)

Abstract

Abstrak: Pendidikan untuk anak usia dini (PAUD) berbentuk formal dan non formal. Pemberian rangsangan pendidikan yang dilakukan di PAUD berupa kegiatan-kegiatan yang mengacu pada enam aspek pengembangan, yaitu aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta  seni dan kteatifitas Keenamnyanya adalah modal dasar anak untuk menunjang perkembangannya di kehidupannya di masa mendatang. Aspek bahasa dapat dikembangkan karena di dalam kegiatan bermain peran terjadi interaksi baik verbal maupun non verbal antara anak satu dengan lainnya Kemampuan bahasa berhubungan dengan mengolah kata atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun secara tertulis. Kemampuan mengungkapkan bahasa ditandai dengan anak mampu menjawab pertanyaan yang lebih kompleks, menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama, berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, menyusun kalimat sederhana, memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekspresikan ide pada orang lain, melanjutkan sebagian cerita yang telah diperdengarkan, dan menunjukkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita.
Pengaruh Pembelajaran Tari Tradisional Rampak Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Di Taman Kanak Kanak Kabupaten Nganjuk. Dwiyanti, Linda; Wulansari, Widi; Raharjo, Itot Bian
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.087 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Tari Tradisional Rampak terhadap kemampuan motorik kasar anak di Taman Kanak-kanak Kabupaten Nganjuk . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak didik Taman Kanak-kanak kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Nganjuk dan TKIT Baitul’Izzah Nganjuk. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan ditentukan 2 kelas B1, B2 pada TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Nganjuk dan TKIT Baitul’Izzah Nganjuk sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi untuk mengukur perkembangan kemampuan Motorik Kasar. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji statistik parametrik Paired t-test. Hasil uji normalitas dan uji homogenitas menunjukkan bahwa data kedua sampel yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan mempunyai varians antar kelompok sama (homogen). Menurut hasil perhitungan diperoleh nilai t = 7,551 dengan nilai sig. = 0,0001. Perbedaan nilai mean antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebesar 2,350. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Tari Tradisional Rampak  mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan motorik kasar anak di Taman Kanak-kanak Kabupaten Nganjuk.

Page 1 of 1 | Total Record : 8