JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 16931831     EISSN : 26146495
Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia memuat tulisan ilmiah baik berupa naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Kefarmasian. Diterbitkan setiap 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Articles 378 Documents
Konsentrasi Kreatinin dan Urea dalam Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Akibat Pemberian Natrium Nitrit

Widyastuti, Dyah Ayu, Ristianti, Maria Asih, Sari, Ika Maya

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 17 No 1 (2019): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Natrium nitrit adalah bahan pengawet yang sering digunakan untuk olahan daging. Penggunaannya diatur oleh pemerintah melalui Permenkes No. 722/Menkes/Per/IX/88 dengan dosis minimal karena adanya efek karsinogenik. Natrium nitrit seringkali menyerang ginjal sebagai organ target karena organ ini sensitif terhadap senyawa kimia yang bersifat nefrotoksin. Ketika ginjal mengalami kerusakan, sekresi eritropoietin untuk pembentukan eritrosit pun terganggu. Kerusakan fisiologis pada ginjal dapat diidentifikasi melalui kosentrasi kreatinin dan urea pada darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari konsentrasi kreatinin dan urea pada darah tikus putih galur Wistar yang diberi perlakuan natrium nitrit. Dua kelompok tikus putih galur Wistar diberi perlakuan masing-masing 11.25 dan 22.50 mg/kgBB/hari natrium nitrit, dengan satu kelompok kontrol. Serum darah dari ketiga kelompok tersebut dianalisis konsentrasi kreatinin dan urea nya setiap minggu selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kreatinin cenderung fluktuatif antara hari pertama hingga ke-sembilan puluh. Rata-rata konsentrasi kreatinin pada dua kelompok perlakuan tidak signifikan lebih rendah dari kelompok kontrol. Secara umum, konsentrasi urea meningkat pada hari ke-empat belas hingga tujuh puluh tujuh, kemudian menurun di hari ke-delapan puluh empat hingga sembilan puluh. Tetapi, konsentrasi kreatinin dan urea pada ketiga kelompok tidak menunjukkan beda nyata.

Pengaruh Plasticizer Gliserol dan Sorbitol terhadap Karakteristik Film Penutup Luka Kitosan-Tripolifosfat yang Mengandung Asiatikosida

ANGGRAENI, YUNI, SULISTIAWATI, FARIDA, ASTRIA, DWI NUR

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.419 KB)

Abstract

Plasticizers are often added to formula of a film to improve its mechanical properties. Chitosan-tripolyphosphate films dressing containing asiaticoside have been prepared using glycerol and sorbitol as a plasticizer. The purpose of this research was to study the affect of composition and concentration of glycerol and sorbitol as a plasticizer on the characteristics of the films. The films were made in fifteen formulas with variations in composition and concentration of plasticizers. Plasticizers composed of glycerol and sorbitol with ratio 100:0 (formula A), 75:25 (formula B), 50:50 (formula C), 25:75 (formula D) and 0:100 (formula E). The concentrations of plasticizers in formula were 40%, 60% and 80% v/w of chitosan weight. The films were evaluated for physical stability, thickness, water vapor transmission rate, moisture absorption, water retention capacity, folding test, tensile strength and elongation at break. The results showed that the composition and consentration of plasticizer glycerol and sorbitol significantly affect on thickness, tensile strength and elongation at break of the film (p<0.05), and no significantly affect on rate of water vapor transmission and water retention capacity of the film (p>0.05). Formula C with 60% and 80% of plasticizer concentration can be continued for producing chitosan-tripolyphosphate film dressing containing asiaticoside.

Antagonisme Marmin terhadap Reseptor 5-Hidroksi Triptamin dan Reseptor Histamin pada Otot Polos Ileum Marmut

NUGROHO, AGUNG ENDRO, ARSITO, PUGU NOVI, ANAS, YANCE, WIBOWO, JOKO TRI, RIYANTO, SUGENG, SUKARI, MOHAMAD ASPOLLAH

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 9 No 2 (2011): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.981 KB)

Abstract

Eksplorasi senyawa aktif tanaman obat Aegle marmelos Correa (Rutaceae) menghasilkan marmin dengan aktivitas yang paling kuat dalam menghambat pelepasan histamin dari kultur sel mast. Pada penelitian ini dipelajari antagonisme marmin pada reseptor 5-hidroksi triptamin dan reseptor histamin pada organ ileum marmut terisolasi. Penelitian ini dikerjakan dengan menggunakan teknik organ terisolasi dalam media dapar Tyrode. Agonis reseptor spesifik yang digunakan adalah histamin dan 5-HT (serotonin). Tipe antagonisme ditetapkan berdasarkan perubahan harga pD2 dan efek maksimum (Emaks) agonis akibat pemberian senyawa uji, dan dengan menggunakan metode Schild Regression. Hasil penelitan menunjukkan bahwa marmin konsentrasi 10 dan 100 mM menurunkan efek kontraksi maksimum dari 5-HT sebesar masing-masing 40% dan 60%, namun cenderung tidak mempengaruhi harga pD2-nya. Di lain pihak, marmin tidak mempengaruhi efek kontraksi maksimum dari histamin pada ileum terisolasi, namun sangat kuat dalam menurunkan harga pD2 histamin. Dalam hal ini, harga pD2 merupakan parameter afinitas, sedangkan harga Emaks merupakan parameter aktivitas intrinsik suatu agonis terhadap reseptornya. Dari perhitungan Schild Regression, harga slop kurva sebesar 0.8016 atau harga tersebut mendekati nilai 1. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa marmin mengantagonis reseptor 5-HT 4 secara non-kompetitif, dan mengantagonis reseptor histamin H-1 pada otot polos ileum secara kompetitif.

Iodisasi Bakso dan Nilai Kesukaan

Hendritomo, Henky Isnawan

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 2 No 1 (2004): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1513.642 KB)

Abstract

The investigation of Iodized bakso and favorable value was carried out. The lodized bakso used iodine salts as follow KI, KIO,, and NaI each was added 200 ppm, and each treatment with three replicate. Sampling was difference as knead, raw bakso and cooked bakso. The result shows that are processing step very influential to decrease of iodine contain in bakso. The stability of KIO, during processing better than KI or Nal. Generally iodized bakso does not appear side effect to consumer, although in the texture of bakso. The consumer prefers iodized bakso. The iodized bakso with Nal most favorable than iodized bakso with KIOZ.

Khasiat dan Profil Kromatogram Fraksi Aktif dari Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) yang Diiradiasi

Katrin, Ermin, Jacobs, Setiananda, Winarno, Hendig

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 15 No 2 (2017): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.144 KB)

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) selain sebagai antiinflamasi, antihistamin,pengobatan penyakit jantung, antibakteri, antijamur, juga digunakan untuk pengobatan atau terapi kanker karena memiliki aktivitas sitotoksik pada sel kanker. Sebagian masyarakat Indonesia telah menggunakan kulit buah manggis dan membuat bubuk kulit manggis atau industri obat herbal telah memproduksinya sebagai ekstrak dalam kapsul. Usaha untuk mengawetkan kulit buah manggis kering dilakukan dengan pemanasan maupun dengan teknik iradiasi gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh iradiasi gamma pada aktivitas sitotoksisitas ekstrak dan fraksi aktif kulit buah manggis terhadap sel leukemia L1210 dan profi l kromatogram ekstrak dan fraksi aktif dari kulit buah manggis. Serbuk kering kulit buah manggis diiradiasi gamma dengan dosis iradiasi 5; 7,5; 10; dan 15 kGy. Kemudian masing-masing sampel dimaserasi secara bertingkat dengan n-heksan, etil asetat, dan etanol. Setiap ekstrak diuji sitotoksisitasnya terhadap sel leukemia L1210. Ekstrak etil asetat merupakan ekstrak paling aktif (IC50 = 4,17 μg/mL) dibandingkan dengan ekstrak n-heksan (IC50 = 8,29 μg/mL) dan ekstrak etanol (IC50 = 7,52 μg/mL). Fraksinasi ekstrak etil asetat melalui kromatografi kolom diperoleh 6 fraksi. Hasil uji sitotoksisitas ke-6 fraksi tersebut menunjukkan bahwa fraksi 1 paling aktif (IC50 = 3,66 μg/mL), masih dalam batas aktif berpotensi antikanker (IC50 ≤ 20 μg/mL). Profil kromatogram fraksi 1 dengan KLT-densitometri menunjukkan pemudaran bercak pada dosis iradiasi 10 dan 15 kGy. Hasil analisis fraksi 1 dengan KCKT menunjukkan penurunan luar area puncak pada dosis 10 kGy yang berbeda nyata dengan kontrol. Berdasarkan profi l kromatogram dan hasil pengujiansitotoksisitas terhadap sel leukemia L1210, maka dosis maksimum  iradiasi gamma 7,5 kGy dapatditerapkan pada iradiasi kulit buah manggis tanpa mengubah khasiatnya.

Pemanfaatan Kitosan Tersambung Silang dengan Tripolifosfat sebagai Eksipien Gel Ikan Haruan (Channa Striatus)

RAHMAWANTY, DINA, ANWAR, EFFIONORA, BAHTIAR, ANTON

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 1 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.179 KB)

Abstract

Daging ikan haruan (Channa striatus) dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan luka karena mengandung protein, asam amino esensial, lemak dan asam lemak yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini ialah membuat gel yang mengandung serbuk daging ikan haruan sebagai penyembuh luka. Pada penelitian ini digunakan serbuk daging ikan haruan sebagai at aktif sebanyak 1 g pada formula 1 dan 2 g pada formula 2. Serbuk daging ikan haruan dibuat suspensi dengan ukuran partikel nanometer dengan metode gelasi ionik menggunakan kitosan dan natrium tripolifosfat, kemudian dibuat menjadi bentuk sedian gel dengan menggunakan  gelling agent HPMC. Terhadap suspensi yang dihasilkan, dilakukan karakterisasi fisika dan kimia. Hasil karakterisasi suspensi formula 1 dan formula 2 adalah sebagai berikut: ukuran partikel berturut-turut 491,8-665,5 nm, dan 41,2,1 nm indeks polidispersitas 0,512 dan 0,456 nilai potensial eta ()2,15 m dan ()2,35 m kedua formula mempunyai partikel berbentuk sferis

Analisis Urea-Kreatinin Tikus Putih pasca Pemberian Ekstrak Buah Mahkota Dewa dan Herba Pegagan

SUMARYONO, WAHONO, WIBOWO, AGUNG ERU, NINGSIH, SRI, AGUSTINI, KURNIA, SUMARNY, ROS, AMRI, FITRIANIAR, WINARNO, HENDIG

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 6 No 1 (2008): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.686 KB)

Abstract

The evaluation of toxicity of a mixed herbal extract containing mahkota dewa fruits (Phaleria macrocarpa Scheff. Boerl) and pegagan leaves (Centella asiatica L. Urban) on Wistar-strain rats had been carried out by the determination of the urea and creatinine content in urine and plasma after feeding. Oral doses of 100 mg, 500 mg, and 2500 mg of the mixed extract/kg body Weight were administered for 16 consecutive weeks to three groups of rats. Each treated group consisted of 15 males and 15 females, and the control group was represented by 10 males and 10 females. Samples of urine and plasma of the treated groups were taken at the time right before treatment (Week zero) and at Sm, 16th, 18th Week, while those of the control were taken at zero Week, 8th, and 16th Week, respectively. The result showed that theurea and creatinine contents among the treated and control groups were not signihcantly different. It could be concluded that oral administration ofthe mixed extract by a dose up to 2500 mg/kg body weight for 16 Weeks did not influence the urea and creatinine contents both in urine and plasma of the treated animals. Based on this result, it could be assumed that the use of the mixed extract is safe.

Analisis Glikoprotein dalam Daging Mytilus viridis, Anadara granosa, dan Anadara maculosa

Aziz, Zuhelmi, Wikanta, Thamrin, Subagio, Tirta

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 5 No 1 (2007): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.4 KB)

Abstract

Mussels is known to have ability living in clean or polluted waters environment due to it has a specific immunity system. The immunity mechanism is carried out by a glycoprotein that play role as an immunomodulator with high activity. Extraction of glycoprotein from fresh green mussel (Mytilus viridis), blood mussel (Anadara granosa) and bulu mussel (Anadara maculosa) have been carried out, by boiling the mussels for 30 minutes and 60 minutes, precipitation of glycoprotein with ethanol, then purification of glycoprotein through the Sephadex G-100 column. The amino acids composition of the glycoprotein was analyzed by high performance liquid chromatography (HPLC) with normal phase pico tag column, using 1 ml/min isocratic elution with sodium acetate buffer-acetonitril mixture, and detection with UV detector. Result showed that the yield of glycoprotein from 60 minutes boiling was higher than from 30 minutes boiling. The glycoprotein content of green mussel, blood mussel and bulu mussel were 11,97%, 8,36%, and 18,93% from 60 minutes boiling, and 10,32%, 7,93%, and 9,07 from 30 minutes boiling, respectively. It can be concluded that the amino acids composition in the glycoprotein from both treatment were not proportional , but the 60 minutes boiling was given higher result.

Sintesis Fenil Sinamat dan 4-Fenilkroman-2-on dan Uji Sitotoksisitas Terhadap Sel Kanker Serviks HeLa

ERNAWATI, TENI, FAIRUSI, DILA

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 11 No 2 (2013): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.433 KB)

Abstract

Asam sinamat merupakan turunan dari metil sinamat, yang termasuk dalam jalur turunan asam shikimat. Asam sinamat dan analog alaminya dikenal dalam pengobatan kanker selama beberapa abad. Sintesis fenil sinamat dan 4-fenilkroman-2-on telah dilakukan dari metil sinamat dengan menggunakan katalis asam. Senyawa metil sinamat terlebih dahulu dikonversi menjadi asam sinamat melalui reaksi hidrolisis dengan basa. Selanjutnya asam sinamat diklorinasi menggunakan tionil klorida dan fenol dan menghasilkan fenil sinamat. Reaksi esterifikasi dengan fenol menggunakan katalis asam p-toluen sulfonat menghasilkan senyawa 4-fenilkroman-2-on. Dari peneitian ini diperoleh rendemen hasil sintesis asam sinamat, fenil sinamat dan 4-fenilkroman-2-on masing-masing adalah 83,6%, 14,71% dan 16,18%. Uji sitotoksisitas senyawa fenil sinamat dan 4-fenilkroman-2-on menggunakan metode brine shrimp lethality test (BSLT) diperoleh nilai LC50 masing-masing sebesar 223,87 dan 112,72 ppm. Hasil uji fenil sinamat dan 4-fenilkroman-2-on terhadap sel kanker serviks HeLa (ATCC CCL2) dengan metode MTT didapatkan persentase inhibisi masing-masing adalah di atas 50%.

Pemodelan Farmakokinetika Tablet Floating Aspirin pada Kelinci dengan PKSolver

SISWANTO, AGUS, FUDHOLI, ACHMAD, NUGROHO, AKHMAD KHARIS, MARTONO, SUDIBYO

JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.613 KB)

Abstract

Aspirin is an effective analgesic which is also used as an antiplatelet therapy for stroke prophylaxis. Aspirin is rapidly absorbed in the upper gastrointestinal tract, especially in the first of the small intestine. Formulation of floating drug delivery system are designed to improve the bioavailability of aspirin. The aim of this study was to determine pharmacokinetic model of floating tablets of aspirin in rabbits with PKSolver. PKSolver was used to evaluate the models based on the parameters: 1) visual goodness of fit (GOF), and 2) statistical criteria including the Akaike Information Criterion (AIC) and the Schwarz criterion (SC). Both the GOF and statistical criteria evaluations indicated multiple absorption site model as the best model describing pharmacokinetic of aspirin floating tablet. The release and absorption of aspirin floating tablet occurs through two phases resulting pharmacokinetic profile with a double peak due to absorption occur in parallel in the stomach.

Page 1 of 38 | Total Record : 378