cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
Kesiapan Masyarakat Menerapkan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air Minum (Studi Kasus : Pulau Palu’e, Nusa Tenggara Timur) Nugraha, Dimas Hastama; Mahida, Masmian
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.689 KB)

Abstract

Palu’e island region has no sources of fresh water for their daily consumption. In addressing such a need, the local community has used structural and cultural adaptation. They use these methods because of the quality of ground water is below the standard of quality as it is brackish, and is occasionally yellow. In practice, a lot of brackish water in the wells around people’s houses are only used for sanitary purposes. During the dry season the clean water is difficult to obtain especially the use of structural adaptation. In responding to such a problem the Center for Research and Development of Settlement has introduced processing technology for brackish/sea water into clean/fresh water which can can be readily consumed by the people of the island of Palu’e. Moreover, to ensure the sustainability of the operation of the technology, in terms of non-technical, Social Economic and Environment Research and Development Center implement community readiness mapping that includes individuals, community, and governance. In this paper, the author will be mapping of Palu’e community readiness in the applied technology of drinking water treatment. This study used descriptive qualitative-quantitative approach by analyzing the variables related to community readiness.The result from the mapping of community readiness indicate that the local community is ready in terms of individual, community and governance to implement technology of water processing. However the local people need to improve governance readiness because it shows the the lowest score compared with the individual and community readiness variables.
SISTEM PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN AGROINDUSTRI PADI SKALA KECIL DAN MENENGAH rosadi, rosadi; Purwanto, M.Yanuar J; Sutjahyo, Surjono H; Pramudya, Bambang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.114 KB)

Abstract

Pengembangan agroindustri adalah pilihan yang sangat strategis dalam mengoptimalkan sektor pertanian. Agroindustri dapat menciptakan nilai tambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun struktur pengembangan agroindustri padi skala kecil dan menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem dan metoda analisis data dalam penelitian ini menggunakan interpretative structural modeling (ISM). Keberhasilan pengembangan agroindustri padi skala kecil dan menengah ditunjukkan dengan meningkatnya pendapatan petani dan lapangan kerja petani meningkat serta dapat mempertahankan lahan subur sawah yang merupakan tempat bercocok tanam.  Oleh karena itu perlu dibutuhkan upaya-upaya untuk menguatkan kelembagaan usaha bersama dan pengelolaan agroindustri sesuai dengan keterampilan petani masing-masing.
ALTERNATIF KELEMBAGAAN DI KAMPUNG TEKNOLOGI JEPARA Febrianty, Dessy
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.39 KB)

Abstract

Kampung Teknologi Jepara adalah suatu kawasan yang berfungsi untuk pengembangan sektor ekonomistrategis Jepara berbasis teknologi yang menyajikan, memperagakan, dan menginformasikan teknologiterkini dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang ditujukan untuk produksi,penelitian, pendidikan dan pelatihan sebagai bentuk alih teknologi kepada masyarakat. Kajian ini bertujuanuntuk mencari dan merumuskan bentuk kelembagaan yang tepat dan sesuai dengan rencana pengembanganKampung Teknologi jepara. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah Pendekatan Kualitatif yangdapat menjelaskan secara mendalam kelebihan dan kekurangan masing-masing kelembagaan yang akandipilih untuk mengelola Kampung Teknologi Jepara. Untuk menentukan lembaga yang terpilih digunakanskoring (pembobotan). Hasil dari penelitian Perusahaan Daerah merupakan lembaga yang sesuai yangdigunakan untk mengelola Kampung Teknologi Jepara.
INDEKS KESENJANGAN: SEBUAH JALAN UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS ADAPTASI SEKTOR AIR MINUM TERKAIT PERUBAHAN IKLIM Heston, Yudha Pracastino
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.555 KB)

Abstract

Climate change can affect the quality and quantity of water resources. Communities in settlements both in metropolitan and rural areas need to take adaptation action from planning, operation, development and evaluation. Integration of adaptation strategies needed to ensure public resources wisely invested. Research has done to find the measures of contextual adaptation capacity gap areas, which need to be improved. Community adaptation theory approach is used to identify the factors related to housing conditions in adapting to climate change. The research method is comparing the indicators ideal and reality in the study area.Object of the study group was divided into two levels, namely the individual and institution. Research sites in two locations: Kupang and Palembang in Indonesia. From discussion there are 3 (three) indicator that have high gap and 3 (three) in medium gap both in Palembang and Kupang. Both Palembang and Kupang have to face, problem in water management at territorial or community level. Palembang should pay attention to local wisdom development, community involvement, netwwork, organization availability, and program benefit development. Kupang should pay attention to job opportunity, effort to increased knowledge, information availibility, channel development, and program agreement.
Kemauan Membayar dan Surplus Konsumen untuk Kemudahan Layanan Air Bersih pada Masyarakat Kembangbahu Menggunakan Contingent Valuation Method (Studi Kasus Dampak Kekeringan Pada Ketersediaan Air Bersih) Marpaung, Ridwan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 3 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.026 KB)

Abstract

Dryness occurred every year in Kembangbahu district brings impacts to water scarcity because Kembangbahu communities rely to rainfall to satisfy their water demand. To overcome this condition , they build some small lakes or reservoirs to attempt to collect rain water during dry season, but either way making water and also the water does not met health requirements. Therefore Kembangbahu societies need convenience clean water service. This study aims to analysis the Willingness to Pay and its consumers surplus for convinience of clean water service. Sample collected using simple random method of 49 respondents by interview and questioners. Analysis using Contingent Valuation Method (CVM) showed that, the predictor variabels like Bidding, and Income are influence significantly to Willingness to Pay for convinience of clean water service, with α=0,05, otherwise Education, Distance to Water Resource, Age, Water Consumption are not significantly influence to Willingness to Pay. By using regresion logistic to a household respondents showed that the mean Willingness to Pay is Rp.9.123 per jerigen (35 litre),and consumer surplus is Rp 7.123. Consumer surplus for all Kembangbahu communities with 2.617 population is Rp. 7.241.292. By known the variabels that influence to Willingness to Pay, and amount of consumer surplus, the expectation is that decision makers may improve for convinience of clean water service in Kembangbahu communities.
ALTERNATIF DASAR PERHITUNGAN PEMBERIAN TUNJANGAN KEHILANGAN PENDAPATAN WARGA TERKENA DAMPAK PEMBANGUNAN WADUK Hakim, M. Andri; Suriadi, Andi
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1977.575 KB)

Abstract

Terbitnya berbagai peraturan yang terkait dengan penanganan masalah sosial warga yang terkena dampak pembangunaninfrastruktur membawa implikasi terhadap perlunya pemberian uang santunan, khususnya tunjangan kehilanganpendapatan. Permasalahannya adalah dasar apa yang digunakan dan bagaimana cara menghitung jumlah tunjangankehilangan pendapatan agar warga tetap dapat hidup layak di lokasi yang baru. Untuk itu, tulisan ini menawarkan dasarperhitungan berupa biaya kebutuhan hidup terhadap warga terkena dampak di lokasi pembangunan Waduk Jatigede(Jawa Barat) dan analisis usaha tani di lokasi pembangunan Jabung Ring Dike (Jawa Timur). Untuk mendapatkan hasilperhitungan, dilakukan survei multistratified random sampling secara proporsional. Data dianalisis menggunakanstatistik deskriptif dengan bantuan SPPS. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan hidup per kepala keluargaRp 1.382.483,00 – Rp 2.202.614,00 per bulan serta analisis usaha tani Rp 4.487.892,00 - Rp 16.006.790,00 per ha sekalipanen. Oleh karena itu, dibutuhkan kecermatan dan kearifan dalam menentukan jumlah santunan yang mengacu padakebutuhan dan kondisi usaha tani secara empiris dengan metode yang objektif. Dengan demikian, diharapkan di satusisi warga yang terkena dampak tingkat kehidupannya tidak semakin terpuruk, tetapi di sisi lain penggunaan keuangannegara juga menjadi lebih efektif.Kata Kunci : santunan, kebutuhan hidup, usaha tani, Waduk Jatigede, Jabung Ring Dike, warga terkena dampak
KESIAPAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI IRIGASI SPRINGKLER DI SULAWESI UTARA Kristiawan, Andreas; Sunardi, Sunardi
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 3 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.103 KB)

Abstract

Petumbuhan penduduk yang pesat membawa konsekuensi pada peningkatan kebutuhan pangan. Keadaan inimemaksa pemerintah untuk melakukan ekstensifikasi lahan pertanian ke luar Jawa untuk menjaga ketahananpangan namun, kendala yang dihadapi antara lain kualitas lahan dan keterbatasan jaringan irigasi. Salahsatu upaya untuk mengatasi keterbatasan jaringan irigasi adalah dengan menerapkan irigasi springkler.Irigasi springkler ini relatif baru. Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapan masyarakat dalam pengoperasianspringkler dilihat dari aspek sosial dan ekonomi. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian iniadalah untuk meneliti kesiapan masyarakat dalam pengoperasian springkler dilihat dari modal sosial danperekonomian masyarakat. Untuk tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Modoinding siap untuk melakukan OP irigasi springkler. Secaraekonomi, Willingness To Pay (WTP) petani sebesar Rp 27.000,-/bulan menunjukkan bahwa masyarakatmampu membiayai OP Irigasi springkler. Disamping itu, secara sosial, tingkat kegotongroyongan yang tinggi,keaktifan masyarakat dalam kegiatan sosial (organisasi) merupakan modal sosial yang baik.
ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA WILAYAH SUNGAI DENGAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA Hatmoko, Waluyo
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1995.16 KB)

Abstract

Pengelolaan sumber daya air di Indonesia dilaksanakan berdasarkan wilayah sungai. Kondisi wilayah sungai sangat beragam, antara lain dalam hal jumlah penduduk, aktivitas sosial ekonomi, kondisi iklim dan hidrologi, pengguna air, tingkat pemanfaatan air, serta kelembagaan pengelolaan wilayah sungai. Dengan beragamnya kondisi wilayah sungai, maka penanganan suatu wilayah sungai tidak dapat disamakan dengan wilayah sungai lainnya. Untuk itu diperlukan informasi mengenai pengelompokan wilayah sungai, dan bagaimana urutan prioritas pengelolaannya; wilayah sungai mana yang perlu lebih mengutamakan pengembangan, atau pengelolaan dan konservasi. Analisis Komponen Utama merupakan metode matematis untuk mengungkap informasi yang tersembunyi dari data multi-variabel. Dengan analisis komponen utama akan diperoleh variabel baru, yaitu Komponen Utama dengan kandungan informasi yang maksimal, sehingga seluruh data dapat disajikan dalam bidang yang dibentuk dari Komponen Utama, dan dapat diamati kedekatan atau kemiripan satu wilayah sungai dengan lainnya. Penelitian ini mengkaji data kondisi wilayah sungai dengan menggunakan Analisis Komponen Utama untuk masukan kebijakan pengelolaan wilayah sungai. Disimpulkan bahwa Komponen Utama Pertama menunjukkan tingkat perkembangan sosial-ekonomi wilayah sungai, Komponen Utama Kedua terkait dengan kondisi ketersediaan air dan infrastrukturnya. Berdasarkan kedua Komponen Utama tersebut, wilayah sungai dibagi ke dalam empat kelompok, dan diurutkan  prioritas pengelolaannya, sebagai masukan untuk meningkatkan kebijakan pengelolaan wilayah sungai di Indonesia.Kata Kunci: pengelolaan sumber daya air, wilayah sungai, analisis komponen utama, kebijakan, perkembangan sosial-ekonomi 
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS SISTEM OPERASIONAL PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) Kurniawan, V Reza Bayu; Heston, Yudha Pracastino; Widyasani, Chitra
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 3 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.405 KB)

Abstract

Evaluasi kinerja penting bagi perusahaan, seperti halnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), evaluasi kinerja merupakan tugas Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM). Evaluasi kinerja dikategorikan menjadiempat aspek yaitu keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisa sistem operasional PDAM, melalui pengukuran produktivitas yang lebih komprehensif dan memberikan rekomendasi perbaikan kinerja. Objek penelitian adalah enam PDAM di Indonesia: Kabupaten Badung, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sintang, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Lombok Utara. Pengukuran produktivitas menggunakan konsep model matematis Overal Equipment Effectiveness (OEE) yang terdiri dari indikator operation availability, performance efficiency, dan production rate. Hasil pengukuran produktivitas adalah PDAM Kota Balikpapan memiliki nilai produktivitas tertinggi,66.98% availability 95.83%, performance efficiency 96.40%, dan quality rate 72.50%. Sedangkan nilai produktivitas terendah adalah PDAM Kabupaten Sintang 10.18% availability 37.50%, performance efficiency 41.30%, dan quality rate 65.70%. Rekomendasi pengukuran produktivitas PDAM dapat menjadi pertimbangan untuk digunakan oleh BPPSPAM.
TINJAUAN ASPEK EKONOMI PADA KEBIJAKAN BERWAWASAN GENDER ( Studi kasus di lingkungan kementrian pekerjaan umum ) Lumongga, Retta Ida
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.705 KB)

Abstract

Isu gender merupakan bagian dari isu global. Dan sebagai bagian dari komunitas global, Kementerian PekerjaanUmum, sebagai suatu lembaga pemerintah, perlu memasukkan gender ke dalam strategi perencanannya. Isugender secara global terkait dengan permasalahan ekonmi, untuk melihat bagaimana kebijakan berperansertaterhadap pemecahan permasasalahan yang ada. Seluruh kebijakan yang responsif gender dan data yangdiimplementasi dikumpulkan dari lingkup pekerjaan umum. Permasalahan umumnya yang ditemui dalam isugender global, adalah diskriminasi gaji, bidang kerja yang terbatas dan produktivitas kerja yang rendah yangdisebabkan kondisi kerja yang tidak didukung. Hasilnya menunjukkan beberapa kebijakan berjalan denganbaik untuk memecahkan permasalahan, tetapi beberapa hal lain butuh untuk diperbaiki. Informasi ini dapatberguna sebagai masukan untuk pengembangan kebijakan responsif gender lebih jauh.

Page 1 of 14 | Total Record : 133