cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Irigasi
ISSN : 19075545     EISSN : 26154277     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Irigasi merupakan publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, pengembangan, kajian dan studi kasus terkait irigasi dan drainase. Ruang lingkup Jurnal Irigasi meliputi survei, investigasi, desain, akuisisi lahan, konstruksi, operasi, pemeliharaan di sistem irigasi yang ditinjau baik dari sisi teknis, ekonomi dan kelembagaan.
Arjuna Subject : -
Articles 130 Documents
Potensi Pemanasan Global dari Padi Sawah System of Rice Intensification (SRI) dengan Berbagai Ketinggian Muka Air Tanah Arif, Chusnul; Setiawan, Budi Indra; Munarso, Deka Trisnadi; Nugraha, Muhammad Didik; Sinarmata, Pradha Wihandi; Ardiansyah, Ardiansyah; Mizoguchi, Masaru
Jurnal Irigasi Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31028/ji.v11.i2.81-90

Abstract

System of Rice Intensification (SRI) merupakan budidaya alternatif padi sawah untuk mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK). Dua jenis GRK utama yang diemisikan dari padi sawah adalah gas metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O). Gas tersebut memiliki respon berbeda terhadap keragaman ketersediaan air di lahan yang direpresentasikan dengan tinggi muka air tanah. Global Warming Potential (GWP) atau potensi pemanasan global digunakan untuk membandingkan potensi GRK dalam memanaskan bumi pada periode tertentu, dan disetarakan dengan nilai potensi gas CO2. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi pemanasan global pada berbagai rezim air dengan ketinggian muka air yang berbeda di lahan sawah yang menerapkan SRI. Penelitian dilakukan pada budidaya padi sawah dengan tiga perlakuan rezim air selama satu musim tanam (14 April  hingga 5 Agustus 2016) di plot percobaan laboratorium lapang Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB, Bogor, Jawa Barat. Ketiga perlakuan rezim air tersebut adalah rezim tergenang, moderate dan kering . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rezim air kering menghasilkan potensi pemanasan global terendah dibandingkan kedua rezim yang lain. Nilai potensi pemanasan global yang dihasilkan adalah 34% dan 41% lebih rendah dibandingkan rezim air tergenang dan moderate. Rezim kering mampu meningkatkan produktivitas tanaman 21% lebih besar dibandingkan rezim air tergenang. Untuk memperkuat hasil yang diperoleh ini, maka penelitian lanjutan diperlukan dengan kondisi cuaca yang berbeda dan lokasi yang beragam.
Perhitungan Kebutuhan Kapasitas Tampung bagi Rencana Pengembangan Areal Layanan Irigasi dari Bendung Perjaya – Sumatera Selatan dengan Metode Numerik dan “Sequent Peak” Bagiawan, Agung
Jurnal Irigasi Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31028/ji.v8.i1.1-14

Abstract

Pengembangan suatu areal irigasi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air, besarnya kebutuhan air serta ketersediaan sarana infrastruktur. Keseimbangan tata air merupakan kunci apakah dalam rencana pengembangan areal irigasi tersebut dapat direalisasikan dengan kondisi yang ada saat ini karena masih terdapat surplus air, tanpa diperlukannya peningkatan efisiensi dan efektifitas dari bendung yang ada atau terjadi defisit air sehinga masih diperlukan suatu besaran volume air melalui pembuatan waduk dihulunya. Dalam mendukung rencana pengembangan tersebut diperlukan suatu simulasi antara besarnya rencana pengembangan areal irigasi dan air yang tersedia, sehingga untuk setiap alternatif pengembangan areal irigasi dapat diketahui besarnya volume / kapasitas tampungan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan tersebut. Beberapa metode dan perhitungan yang sederhana dapat digunakan untuk dapat mensimulasikan besaran kapasitas tampung suatu waduk di hulu yang diperlukan.
Appendix Irigasi, Jurnal
Jurnal Irigasi Vol 9, No 2 (2014): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Penutup Irigasi, Balai
Jurnal Irigasi Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Proporsionalitas Debit Bangunan Bagi Tipe Numbak Hidayah, Susi; Suhardjono, -; Dermawan, Very
Jurnal Irigasi Vol 10, No 2 (2015): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31028/ji.v10.i2.69-82

Abstract

Bangunan bagi merupakan sarana pendistribusian air yang utama dan menjadi bagian penting pada sistem operasi jaringan irigasi. Bentuk bangunan bagi tipe numbak meletakkan bangunan bagi sekunder, sadap tersier dan bangunan pengatur pada posisi sejajar arah aliran. Penggunaan bangunan bagi tipe numbak ini telah direkomendasikan oleh Direktorat Irigasi dan Rawa dalam Kriteria Perencanaan Irigasi 04 (revisi 2013), namun informasi untuk perencanaannya masih belum memadai. Penempatan ambang pada bangunan bagi proporsional telah diuji oleh Balai Irigasi, Pusat litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penempatan ambang sebelum pilar pembagi menghasilkan aliran yang terbagi sudah tidak berada pada kondisi kritis sehingga diduga aliran yang terbagi juga tidak menjadi proporsional. Rangkaian pengujian dengan mengkaji variasi penempatan ambang terhadap posisi pilar pembagi dilakukan pada model fisik yang sudah dibuat yaitu pada tipe proporsi 1:2:1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rerata proporsi pembagian debit pada semua skenario untuk saluran kanan, tengah, dan kiri masing-masing adalah 0,82:2,4:0,78. Rekomendasi penggunaan dan penempatan ambang terhadap pilar pembagi sebagai bahan masukan perencanaan bangunan bagi tipe ini juga didapatkan pada penelitian ini.
Sampul Belakang Irigasi, Jurnal
Jurnal Irigasi Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Genangan Air Dangkal untuk Meningkatkan Hasil Padi dengan Kerangka Kerja System of Rice Intensification (SRI) Maftukhah, Rizki; Erni R, -; Purwanto, Benito Heru; Sri R, -; Arif, Sigit Supadmo
Jurnal Irigasi Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31028/ji.v10.i1.41-48

Abstract

Sekarang ini, isu kelangkaan air, harga pupuk yang tinggi, dan dampak negatif dari penggunaan bahan kimia yang tinggi pada bidang pertanian sedang berkembang, sehingga memerlukan peningkatkan efisiensi pada budidaya padi. Berdasarkan beberapa penelitian, SRI merupakan pendekatan yang menjanjikan. Pot percobaan dilakukan dengan kerangka kerja SRI dengan variasi irigasi tergenang (CF), sedikit air (SWD), dan kapasitas lapang (FC); diinteraksikan dengan empat dosis pemupukan organik yang berbeda (F 100, F 50, F 0, dan LF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengelolaan air dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan perkembangan padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eh tanah berbeda nyata di antara tiga pengelolaan air (p
Pendugaan Kebutuhan Air Tanaman Nanas (Ananas Comosus l. Merr) Menggunakan Model Cropwat Tusi, Ahmad; Rosadi, Bustomi; Triana, Maruli
Jurnal Irigasi Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31028/ji.v7.i1.43-51

Abstract

Nanas merupakan salah satu industri tanaman potensial di Provinsi Lampung. Namun kendala yang sering dihadapi dalam pemberian air irigasi adalah bagaimana cara atau metode pemberian air irigasi yang baik dalam usaha memenuhi kebutuhan air tanaman agar produksi tanaman nanas yang dihasilkan tinggi dan berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan evaluasi tingkat ketelitian perhitungan jumlah kebutuhan air tanaman nanas dengan menggunakan Model CROPWAT. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2006 sampai dengan Januari 2007 bertempat di Perkebunan Nanas, Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga metode pemberian air irigasi dan enam ulangan, yaitu: pemberian air irigasi berdasarkan Model CROPWAT, pemberian air irigasi berdasarkan metode perkebunan nanas (Kontrol), dan pemberian air irigasi dengan Metode Panci Evaporasi. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragamnya dengan menggunakan uji F dan dilanjutan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air harian (ETc) tanaman nanas pada bulan Oktober sampai dengan Desember, frekeunsi pemberian air 10 hari sekali untuk Model CROPWAT sebesar 1,25, 1,16, dan 1,07 mm/hari secara berurutan. Sedangkan kebutuhan air dengan Metode PT. GGP sebesar 1,20 mm/hari, dan Metode Panci Evaporasi sebesar 1,13, 1,02, dan 0,9 mm/hari. Kebutuhan air bagi tanaman tercukupi dan tidak dalam kondisi tercekam. Perbandian kebutuhan air irigasi dari ketiga metode menunjukkan bahwa perhitungan kebutuhan air irigasi dengan Model CROPWAT lebih rendah 4,3% dan Metode Panci 16,4% dari kontrol. Trend rata-rata selisih pertumbuhan tanaman pada masing parameter pertumbuhan nanas untuk metode dengan Model CROPWAT cenderung lebih baik.
Halaman Penutup Irigasi, Jurnal
Jurnal Irigasi Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampul Depan Irigasi, Jurnal
Jurnal Irigasi Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 13 | Total Record : 130