cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 1 (2019)" : 9 Documents clear
SIKEREI DALAM CERITA: PENELUSURAN IDENTITAS BUDAYA MENTAWAI SIKEREI IN THE STORY: TRACING MENTAWAI CULTURAL IDENTITY Nur, Mahmudah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.374 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.535

Abstract

Tulisan ini menyajikan nilai-nilai pendidikan agama dalam cerita rakyat daerah Mentawai, yakni mengenai Sikerei sebuah mitos yang dianggap menjadi salah satu ikon dari suku Mentawai. Dengan menggunakan pendekatan folklore (folk: kebudayaan dan masyarakat; lore: cerita), maka kajian ini menyajikan terlebih dahulu deskripsi tentang kebudayaan Mentawai dan cerita rakyatnya sebagai latar belakang, lalu menganalisis cerita yang menjadi fokus pembahasan dengan tetap menghubungkannya dengan latar belakang kebudayaannya. Kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pendidikan agama yang terkandung di dalam cerita rakyat tersebut merupakan sebuah gambaran ketaatan orang Mentawai terhadap kepercayaannya. Punen menjadi salah satu media untuk memberikan persembahan kepada roh dan jiwa agar setiap segala sesuatu yang mereka perbuat mendapatkan kebaikan nantinya. Sedangkan ?sikerei? (dukun/perantara) yang menjadi pemimpin upacara dan perantara yang menghubungkan antara dunia nyata dan dunia gaib. Selain itu, Konsep harmonis dan rukun menurut mereka juga tergambarkan dalam kedua cerita tersebut. Ketika mereka sudah berdamai dengan dunia lain yang diisi oleh roh dan jiwa, maka mereka juga akan berdamai dengan orang-orang di sekelilingnya. Uma menjadi tempat benteng yang kuat bagi mereka untuk menjaga batasan-batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Secara garis besar ?arat Sabulungan? menjadi sebuah kitab tak tertulis bagi orang Mentawai untuk menjaga keberlangsungan kehidupan mereka dengan lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan kebudayaan.
BETAWI PUNYE DISTRO: STRATEGI PERLAWANAN TERHADAP STEREOTIP INFERIOR BETAWI PUNYE DISTRO: A STATEGY OF RESISTANCE TO INFERIOR STEREOTYPES diah, Halimatusa'
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.082 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.814

Abstract

Betawi adalah kelompok etnik lokal di Jakarta yang lekat dengan stereotip inferior. Di tengah modernisasi Jakarta, Orang Betawi semakin termarginalkan akibat pembangunan dan tidak menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri. Namun, di tengah-tengah potret buram tentang Betawi tersebut, kini bermunculan distribution outlet (distro) yang mengusung simbol-simbol Budaya Betawi. Di tangan mereka, simbol-simbol budaya Betawi diekspresikan melalui cara-cara yang kreatif sebagai mode ekspresi identitas budaya di ruang sosial yang multietnik. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, untuk kepentingan apa Distro Betawi didirikan? Melalui pendekatan kualitatif, Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena kemunculan industri kreatif Betawi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi sebagai metode pengumpulan data untuk mendapatkan deskripsi yang mendalam mengenai fenomena yang dikaji. Penelitian ini menemukan bahwa hadirnya industri kreatif Betawi saat ini adalah sebagai bentuk perlawanan terselubung terhadap stereotip inferior yang dilekatkan pada mereka. Hal ini juga merupakan upaya mereka untuk membangun sense of collectivisme dan wujud eksistensi Budaya Betawi di tengah masyarakat Jakarta yang multicultural.
PRAKTIK-PRAKTIK KEBENARAN AGAMA ANALISIS KONTESTASI KOMUNITAS MUSLIM DI HADAPAN KATOLIK DI PONOROGO THE PRACTICES OF RELIGIOUS TRUTH CONTESTATION ANALYSIS OF MUSLIM COMMUNITY BEFORE CATHOLICS IN PONOROGO Lutfi, Ahmad
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.069 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.641

Abstract

Pasca tragedi yang muncul dari kubu Dewan Dakwah Islam pada tahun 2008 muncul fenomena baru dalam sejarah agama di desa Klepu, yakni terbentuknya forum masjid. Forum ini menandai babak baru munculnya agama publik di Umat Islam. Namun justru di sini letak persoalannya, yakni agama yang awalnya bersifat privat berubah menjadi bersifat publik. Tulisan ini akan mendekati persoalan terbentuknya agama publik tersebut dengan pendekatan sosiologi. Teori yang akan digunakan adalah teori kontestasinya Pierre Bourdieu. Fokus yang akan dianalisis adalah masalah kontestasi muslim dihadapan Katolik. Ada dua persoalan yang akan dibahas, pertama bagaimana habitus forum masjid yang telah mengubah agama dari privat menjadi publik. Kedua, bagaimana forum masjid memainkan kapital hingga menjadikan agama berubah menjadi ruang publik. Kesimpulan, perubahan itu diawali dari bersatunya antara ?yang agama? dan ?yang politik?. Kedua kapital ekonomi dan simbol. Habitus dan capital ini merupakan modus bagi beralihnya agama privat menjadi publik.
Everyday Racism and Racialized Experiences Among Indonesian Migrant Muslims in New York City: Perception, Resistance, and Self-Empowerment Irawaty, Diah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.313 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.827

Abstract

The election of Donald Trump as the 45th President of the United States of America increased public conversations about the situations of immigrants living in the country. Trump employed the issue of immigrants as a powerful weapon to win the presidential race. In my view, the way the American people excitedly responded to and accepted Trump?s ideas indicates how racism against immigrants still plays a pivotal role in the US political and social realms. My reflection on this hot issue on immigration led me to wonder about some of my colleagues and friends from Indonesia who migrated to the US. How are they? Are they in a good situation?
Hutan Pesisir: Harapan dan Tantangan Rachmawan, Dicky
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.731 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.785

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang dihiasi hutan mangrove terluas di dunia, seluas 3.489.140,68 ha (KLHK, 2015; Hartiani, 2017). Luasnya hutan mangrove di Indonesia sebanding dengan 23% hutan mangrove di dunia yang di dalamnya terdapat 43 spesies mangrove (Long dan Giri, 2011). Hal ini merupakan kesempatan dan tantangan bagi Indonesia. Melalui buku ini Robert Siburian dan John Haba menggambarkan tentang hutan mangrove di Indonesia studi kasus di Kepualaun Bangka Belitung dengan pendekatan holistik pada partisipatori dan kegiatan action research. Membaca buku ini dapat membuka dan memperluas wawasan kita tentang hutan mangrove dan masyarakat khususnya di Kepulauan Bangka Belitung.
Fragmentasi Umat dan Penciptaan Otoritas Keagamaan: Tanggapan terhadap ‘Islam Lokal’ dan ‘Islam Asing’ di Indonesia Pribadi, Yanwar
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.332 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.828

Abstract

Today, Islamist groups in Indonesia are apprehensive with Islam Nusantara, a catch-all term to refer to various expressions of localised Islam and socio-political thoughts and attitudes propagated by the country?s largest Muslim organisation, the Nahdlatul Ulama (NU). In response, the proponents of Islam Nusantara call for the unity of Indonesian Muslims to restrain what they perceive as an orchestrated effort to Arabize Indonesian Islam and eradicate local cultures and traditions. By looking at Banten and Madura through ethnographic fieldworks in between 2009-2018, this paper investigates the contestation between supporters of ?local? and ?foreign? Islam in defining their own Islam and making religious authority. While both supporters share the global viewpoints of Sunni Islam, the former is strongly characterised by local cultures and traditions that have been well preserved for centuries. The latter is well-known to display foreign-influenced, mostly Salafism from Gulf countries, expressions of Islam that include communal piety, religious commodification, Islamic populism, and popular Islamism. I argue that in both contemporary Banten and Madura, the defining of Islam and the making of religious authority have been frequently marked by conflicting responses in complex and fluctuated relationships. The relationships involve the phenomena of contestation between variants of Indonesian Islam and the fragmentation of the ummah.
KRITIK SOSIAL DALAM SURAT KOPI KARYA JOKO PINURBO SURAT KOPI BY JOKO PINURBO: A SOCIAL CRITICISM Anindita, Kun Andyan; Satoto, Soediro; Sumarlam, Sumarlam
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.446 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.756

Abstract

Social criticism has a very big role in creating balanced, safe and peaceful civil society harmonious life. This study described social criticism in poem anthology by Joko Pinurbo, Surat Kopi, using a qualitative descriptive research method with hermeneutics and stylistics method. The research instruments were the researchers assisted by informants. To examine the poems, the researcher interpreted the poems that contained social criticism then they were described. The results showed that social criticism in the ten poems with the theme of the letter was very effective and elegant, with four types of diction used: denotation, connotation, concrete, and abstract diction. Joko Pinurbo's poems were able to reflect the social conditions of the community while capturing various problems around them. Denotation and concrete dictions were widely used in the ten poems. This avoided confusion to the reader because they utilized minimum figurative language. The message of poems could be captured clearly and explicitly; there were not many interpretations arose but still promised a depth of meaning.
Dari Fanatisme Ke Ekstremisme: Ilusi, Kecemasan, Dan Tindakan Kekerasan Nurish, Amanah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.552 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.829

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil observasi tentang bagaimana menjamurnya sekaligus suburnya gerakan radikalisme di Indonesia yang berujung pada tindakan kekerasan, baik kekerasan simbolik maupun kekerasan fisik. Sulit dipungkiri bahwasanya eskalasi tindakan ekstremisme bermula dari fenomena keagamaan yang berkembang dalam masyarakat melalui doktrin-doktrin keagamaan yang berimplikasi pada watak fanatisme. Bagaimana sikap fanatisme itu bermula? Setidaknya ada dua gerbang sebagai arena yang sangat memungkinkan individu atau kelompok masyarakat sangat mungkin terjangkit ?penyakit fanatisme keagamaan?. Pertama, gerbang pendidikan yang di mana peran guru termasuk penceramah agama sekaligus kurikulum keagamaan turut memainkan peran signifikan di dalamnya. Kedua, melalui gerbang media di mana teks-teks berbau ?demagog? atau hasutan termasuk ujaran kebencian antar umat beragama yang saling bergulir kemudian menjadi konsumsi sehari-hari. Maka dari itu intisari dari tulisan ini ingin menjelaskan bagaimana sikap fanatisme keagamaan masyarakat di Indonesia memiliki dampak cukup serius yang berujung pada menjamurnya gerakan-gerakan ekstremisme dan hal ini mengakibatkan tindakan kekerasan atas nama agama, termasuk aksi bom bunuh diri.   
Hiou, Soja dan Tolugbalanga: Narasi Foto Penampilan Elitis pada Busana Tradisional Simalungun Damanik, Erond Litno
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.306 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.800

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami narasi foto penampilan elitis yang melekat pada busana tradisional Simalungun. Masalah kajian difokuskan pada asal usul dan dinamika busana yang diadaptasi sebagai busana tradisional. Acuan teoritis diadaptasi dari Kees van Dijk dan Jean Gelman Taylor bahwa busana menjadi penampilan yang menyuguhkan perbedaan. Kajian dilakukan secara kualitatif  dengan pendekatan interpretatif terhadap 11 foto arsip kolonial yang dipilih dari 36 foto penampilan elitis. State of the arts ditentukan berdasar perspektif antropologi yakni busana sebagai kulit sosial dan kebudayaan.Temuan kajian ini adalah bahwa arsip foto kolonial menjadi referensi perumusan busana tradisional yang mencerminkan penampilan elitis. Busana tradisional Simalungun adalah produk adaptasi  dan komodifikasi  dari unsur modernitas dan lokalitas. Novelty kajian ini menyebutkan bahwa  busana tradisional merupakan atribut multikulturalisme untuk menjamin kebhinekaan bangsa. Kontribusi kajian ini mengukuhkan paradigma teoritis yang dipergunakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9