Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No.2 (1999)" : 5 Documents clear
Wacana Sejarah dalam Ungkapan Teater Betawi Klden-Probonegoro, Ninuk
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.484 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.738

Abstract

The assumption which underlies this paper is that theater in general can document empirical events which take place in a society as the surroundings of the theater, and that such a documentation is put down and undergoes as sort of fixation in the narrative of that theater. Based on such an assumption the author tries to look into the narratives of the Betawi theaters, lenong,topen. In fact certain sorts of narrative deserve, according to the author, a special attention, since they migh document certain since they might document certain ideas whiche, though not manifaest in the performance, migh to be of great importance and significance.
Monica Wilson’s Model of Social Change: A Critical Discussion Ahimsa-Putra, Heddy Shri
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.07 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.737

Abstract

Tulisan ini memuat sebuah telaah kritis atas model dan metode penelitian yang ditawarkan oleh Monica Wilson (seorang ahli antropologi Inggris, Murid B. Malinowski) dalam bukunya Analysis of Social Change, yang juga telah diterapkannya dalam penelitian di kalangan orang Nyakyusa, di Afrika. Ada beberapa ketidakonsistenan yang ditemukan oleh penelaah dalam model masyarakat yang dikemukakan oleh M. Wison, terutama dalam pendefinisian beberapa konsep analitis yang penting. Akibatnya, menurut penelaah, model tersebut lantas kurang mampu menjelaskan beberapa fenomena perubahan social yang ada di kalangan orang Nyakyusa. Untuk mengatasi kelemahan ini penelaah mengusulkan pendefinisian kembali konsep-konsep analitis tersebut, serta penerapan yang lebih konsisiten dalam penelitian
Wayang Purwa dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Bikuwata, Bikuwata
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.739 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.741

Abstract

The Media of Wayang Purwa and Macapat had been used by the Walls when they socialized the religion of Islam in Java. After the establishment of Javanese culture, although its function as medium still has been existing till now.
Optimizing the Use of Local Potential to Create Sustainable Rural Community Development Syahra, Rusydi
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.637 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.740

Abstract

Pembangunan ekonomi nasional yang terlalu mengandalkan sumberdaya dan bantuan luar negeri tanpa disertai upaya yang sungguh-sungguh untuk mengembangkan kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki sendiri telah mengalami kegagalan total begitu krisis moneter yang melanda sejak pertengahan tahun 1997 yang lalu. Strategi dan kebijakan pembangunan yang mengutamakan laju pertumbuhan yang tinggi melalui pemerian konsesi terlalu berlebihan pada usaha-usaha berskala beesar (konglomerasi) itu belakangan disadari sebagai suatu kekeliruan, karena telah menganaktirikan usaha-usaha kecil berbasis pertanian yang ternyata mampu bertahap menghadapi krisis. Pergesran penekanan strategi pembangunan dari produksi untuk pertumbuhan yang tinggi (production-centered development) kea rah people centered development atau yang popular dengan sebutan “ekonomi kerakyatan”, yangdianggap sebagai sebuah langkah penting untuk mengoreksi kekliruan tersebut, tidaklah dengan sendirinya akan dapat berhasil. Keterbatasan kemampuan wirausaha dan kebiasaan yang sudah mengakar dalam masyarakat yang menganggap setiap bantuan sebagai hadiah merupakan dua faktor utama yang potensial dapat menyebabkan terjadinya kegagalan. Tulisan ini yang didahului dengan pembahasan tentang pentingnya penggunaan pendekatan pengembangan komunitas atau community development, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya untuk mengatasi terulangnya kegagalan serupa. Didasarkan pada kaji tindak dengan intervensi terbatas di sebuah desa di Kabupaten Lebak, Jawa Barat, tulisan ini menyarankan perlunya ditumbuhkan melalui pendekatan dari bawah (bottom-up approach) suatu bentuk kelembagaan pada tingkat desa yang berfungsi dan bertanggungjawab mengelola setiap dana bantuan dari manapun sumbernya yang dimaksudkan untuk pengembangan usaha ekonomi rakyat. Untuk menegaskan statusnya sebagai milik bersama dan fungsinya guna melayani kepentingan seluruh warga, dalam akte pendiriannya, lembaga semacam itu, apakah berbentuk yayasan, koperasi, lembaga pengkreditan (credit union) perlu mencantumkan pembangunan komunitas desa secara terpadu dan berkelanjutan sebagai tujuan pokoknya.
Prospek Masa Depan Timor Timur Wuryandari, Ganewati
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.739

Abstract

Timor Timur (East Timor) has been a longtime problem for Indonesia and for its people. This caused by the process of become Indonesia part was not so simple. The Indonesia government is not aware about this situation. In developing effort of this new province, the government of Indonesia has not been paying attention to the social and cultural aspects of the local people. It seems that those people have been exploited and their right as humans was also been violated

Page 1 of 1 | Total Record : 5