cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum" : 13 Documents clear
KAJIAN KEAMANAN ANTIHIPERTENSI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK LANJUT USIA DI UNIT HEMODIALISA RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Pinzon, Rizaldy Taslim; Renita Sanyasi, Rosa De Lima
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : The growth of elderly population increase fastest among the other age group. The elderly population been related to decrease renal function and other comorbidity as consequence of aging. The aim of this study is to know how about adverse drug reaction (ADR) and potential interaction of antihypertension drug in chronic kidney disease patient. This is a descriptive study about elderly patient with chronic kidney disease on period October 22th 2012 – January 22th 2013. This study use Naranjo scale to evaluate ADR and Tatro Drug Interactions Fact to evaluate potential drug interaction. There were 38 subjects analized, age < 70 years old (24 patients) and ≥ 70 years old (14 patients); gender men (26 patients) and women (12 patients); duration hemodialysis < 8 months (8 patients) and ≥ 8 months (30 patients); comorbidity DM (23 patients) and non DM (15 patients). There were probable ADR 4 events (10,8%) consist of nifedipine (2 events), lisinoprile (1 event) and captoprile (1 event). There were 14 events (37,8%) potential drug interactions consist of minor interaction (12 events) 32,4% and major interaction (2 events) 5,4%. This study show that there were actual probable ADR 10,8% and potential drug interaction 37,8%.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGAMBILAN OBAT PESERTA PROGRAM RUJUK BALIK DI BANDAR LAMPUNG Setyaningrum, Ndaru; Pramantara, I Dewa Putu
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : Program (Program Rujuk Balik = PRB) through a health care program for the participants of the National Health Insurance with chronic diseases. Barriers to success of therapeutic treatment for patients with chronic diseases is non-adherence  related to the patient's treatment regimen. Taking medication adherence for patients with chronic illness is the first adherence can be assessed on how a person decides to get medicines for themselves. Analyzing factors affecting medication adherence taking participants PRB is important, cause non-adherence adverse effects appear in the treatment.  Participants adherence taking the drug on a PRB can be obtained from the data prescription claims to calculate the medication possession ratio (MPR), which MPR ≥ 80% declared adherence. Data obtained from  prescription claim by participants PRB for  September 2015 until December 2015 in Bandar Lampung. Sample case study 82 people with diabetes. The calculation result MPR explains that 62.2% of respondents declared adherence taking medication, while 37.8% of respondents declared non-adherence. The results of the  logistic regression analysis, stating that there are influences together of factors respondents' knowledge, respondents belief, attitudes of personnel pharmacy services, pharmacy facilities, cost, availability of medication PRB, family support, and accessibility affect to respondent adherence of  taking medication. However, factors that significantly influence medication adherence refer the decision back is knowledge of respondents with sig = 0,028 (sig <0.05), belief of respondents with sig = 0,003 (sig <0.05), and accessibility sig = 0,044 (sig < 0.05) significantly affect to adherence  of taking medication.
Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 Oleh Apoteker Wahyuningrum, Retno; Wahyono, Djoko; Mustofa, Mustofa; Prabandari, Yayi Suryo
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Diabetes Melitus (DM) tipe 2 tergolongdalam penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup, perlu kerja sama antara dokter, perawat, ahli gizi, farmasis/apoteker, psikolog dengan pasien dan keluarganya dalam upaya pengelolaan penyakit tersebut. Peran praktisi kesehatan dalam pengelolaan penyakit DM tipe 2 adalah memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien menurut pedoman tatalaksana pengelolaan penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2014 nomor 30, 35, dan 58 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas, apotek, dan rumah sakit menuntut apoteker untuk meningkatkan kompetensinya dalam implementasi asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Peran yang harus ditingkatkan tidak hanya terbatas pada pengelolaan obat, tetapi juga pada pemberian layanan farmasi klinik, salah satunya adalah konseling. Konseling yang dilakukan apoteker pada pasien bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan sehingga terjadi perubahan perilaku dalam penggunaan obat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien.
Tingkat kesepahaman masalah terkait obat antara dokter dan apoteker di apotik Herawati, Fauna; Astrini, Ni Nyoman Yuni; Wirasuta, I Made Agus Gelgel
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kolaborasi antar tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien. Kolaborasi antar tenaga kesehatan didefinisikan sebagai profesional tenaga kesehatan dengan peran yang saling melengkapi dan kooperatif bekerja sama, berbagi tanggung jawab untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan untuk merumuskan dan melaksanakan rencana perawatan pasien; demikian pula dalam kolaborasi dokter dan apoteker, diperlukan kesepahaman tentang masalah terkait obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesepahaman dokter-apoteker di klinik pada periode September-Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dan dilakukan di salah satu apotek di Bali yang bekerja sama dengan dokter spesialis penyakit dalam. Sampel penelitian adalah resep dokter spesialis penyakit dalam dan pengambilan resep dilakukan secara consecutive sampling. Jumlah sampel yang berhasil diperoleh berjumlah 102 lembar resep pasien diabetes melitus rawat jalan yang akan di analisis melalui 3 tahap dengan menggunakan elemen MTM, PCNE versi 6.2, dan kappa agreement. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesepahaman (κ) sebesar  0,84. Kesepahaman antara dokter dan apoteker tentang masalah terkait obat cukup tinggi (95% sepaham); ketidaksepahaman terutama terkait aspek farmasetik, oleh karena itu apoteker perlu meningkatkan pengetahuan agar dapat berkontribusi dalam kolaborasi tersebut. Apoteker dalam kolaborasi interprofesional dapat berperan dalam pengaturan dosis, identifikasi efek samping, rekonsialiasi pengobatan, dan memberikan rekomendasi terapi berbasis bukti.
Tinjauan Implementasi Penilaian Risiko Terintegrasi Terhadap Manajemen Rantai Pasok pada Industri Farmasi Dermawan, Doni; Bahtiar, Rio
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Akses akan obat sebagai salah satu hak manusia merupakan salah satu tujuan utama diselenggarakannya sistem pelayanan kesehatan. Rantai pasok (supply chain) produk farmasi harus dapat menyediakan obat dengan kuantitas yang memadai dan kualitas yang memenuhi pesyaratan. Manajemen risiko rantai pasok merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari manajemen rantai pasok untuk mencapai tujuan implementasinya. Tinjauan literatur ini sebagai langkah pertama dari manajemen risiko pada rantai pasok produk farmasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi semua risiko yang dapat mengancam akses terhadap obat akibat aspek-aspek yang berperan sebagai tinjauan. Penilaian berfokuspada risiko kualifikasi pemasok dan rantai pasok, risiko finansial, risiko organisasi perusahaan, risiko logistik, isu pasar, dan regulasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwakualifikasi pemasok adalah masalah paling penting yakni sebesar 45 % dari keseluruhan risiko. Oleh karena itu, perlu adanya pula implementasi yang sifatnya integratif dan komprehensif terhadap penilain risiko-risiko pada rantai pasok produk farmasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Daun Kopi Arabika (Coffea arabica) dan Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) dengan Metode DPPH Retnaningtyas, Yuni; Hamzah, Muhammad Hafidi; Kristiningrum, Nia
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : Antioxidants are nutrient that can prevent the oxidative damage in the body. Arabica coffee and pandan is most common species of plant found in Indonesia. Arabica coffee and pandan known as plants with antioxidant activity. This study aimed to determine and compare antioxidant activity of water and ether fraction from methanolic extract of Arabica coffee leaves, pandan leaves and both combination by DPPH method. Vitamin C was used as positive control. The result show that Arabica coffee leaves have antioxidant activity better than pandan leaves and also gives big donation of antioxidant activity in their combinations. Statistical analysis showed that antioxidant activity from all sample were significanly different (p<0,05).  
KAJIAN KEAMANAN ANTIHIPERTENSI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK LANJUT USIA DI UNIT HEMODIALISA RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Setyaningrum, Ndaru; Pramantara, I Dewa Putu
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : The growth of elderly population increase fastest among the other age group. The elderly population been related to decrease renal function and other comorbidity as consequence of aging. The aim of this study is to know how about adverse drug reaction (ADR) and potential interaction of antihypertension drug in chronic kidney disease patient. This is a descriptive study about elderly patient with chronic kidney disease on period October 22th 2012 – January 22th 2013. This study use Naranjo scale to evaluate ADR and Tatro Drug Interactions Fact to evaluate potential drug interaction. There were 38 subjects analized, age < 70 years old (24 patients) and ≥ 70 years old (14 patients); gender men (26 patients) and women (12 patients); duration hemodialysis < 8 months (8 patients) and ≥ 8 months (30 patients); comorbidity DM (23 patients) and non DM (15 patients). There were probable ADR 4 events (10,8%) consist of nifedipine (2 events), lisinoprile (1 event) and captoprile (1 event). There were 14 events (37,8%) potential drug interactions consist of minor interaction (12 events) 32,4% and major interaction (2 events) 5,4%. This study show that there were actual probable ADR 10,8% and potential drug interaction 37,8%.  
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGAMBILAN OBAT PESERTA PROGRAM RUJUK BALIK DI BANDAR LAMPUNG Efayanti, Dwi
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : Program (Program Rujuk Balik = PRB) through a health care program for the participants of the National Health Insurance with chronic diseases. Barriers to success of therapeutic treatment for patients with chronic diseases is non-adherence  related to the patient's treatment regimen. Taking medication adherence for patients with chronic illness is the first adherence can be assessed on how a person decides to get medicines for themselves. Analyzing factors affecting medication adherence taking participants PRB is important, cause non-adherence adverse effects appear in the treatment.  Participants adherence taking the drug on a PRB can be obtained from the data prescription claims to calculate the medication possession ratio (MPR), which MPR ≥ 80% declared adherence. Data obtained from  prescription claim by participants PRB for  September 2015 until December 2015 in Bandar Lampung. Sample case study 82 people with diabetes. The calculation result MPR explains that 62.2% of respondents declared adherence taking medication, while 37.8% of respondents declared non-adherence. The results of the  logistic regression analysis, stating that there are influences together of factors respondents' knowledge, respondents belief, attitudes of personnel pharmacy services, pharmacy facilities, cost, availability of medication PRB, family support, and accessibility affect to respondent adherence of  taking medication. However, factors that significantly influence medication adherence refer the decision back is knowledge of respondents with sig = 0,028 (sig <0.05), belief of respondents with sig = 0,003 (sig <0.05), and accessibility sig = 0,044 (sig < 0.05) significantly affect to adherence  of taking medication.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS MASKER GEL PEEL OFF SEBAGAI ANTIAGING Khaeri, Nur; Nursamsiar, Nursamsiar
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Antiaging merupakan proses untuk mencegah, memperlambat atau mengembalikan efek penuaan. Faloak telah banyak digunakan masyarakat secara empiris untuk mengobati penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat masker gel peel off ekstrak batang faloak yang stabil secara fisik dan mengetahui efektifitas antioksidan sebagai antiagingnya.  Pada penelitian ini batang faloak dibuat ekstrak etanol dengan metode maserasi. Selanjutnya ekstrak faloak diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off dengan menggunakan variasi basis film polivinil alkohol (PVA). Masker gel peel off diuji kestabilan fisiknya yang meliputi pengamatan oganoleptis, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan kecepatan pengeringan menggunakan metode accelerate. Pengukuran efektivitas antioksidan masker gel peel off ekstrak batang faloak dilakukan pada formula yang stabil menggunakan metode peredaman DPPH.
PRODUKSI ASAM GALAT DARI LIMBAH BUAH LOKAL DI PULAU LOMBOK SECARA ENZIMATIS JUNAIDI, EKA; ANWAR, YUNITA ARIAN SANI
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Asam galat merupakan salah satu bahan obat yang belum dapat diproduksi dalam jumlah besar di dalam negeri. Senyawa ini berperan sebagai bahan sintetis antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan asam galat menggunakan limbah buah lokal di Pulau Lombok secara enzimatis. Terdapat 3 jenis limbah buah lokal yang digunakan yaitu kulit buah juwet, kulit buah kepundung dan kulit buah manggis. Hasil penelitian menunjukkan enzim yang digunakan adalah tanase dengan aktivitas sebesar 57,827 U/mg. Asam galat tertinggi diperoleh pada konsentrasi enzim tanase sebesar 1% dan waktu reaksi sebesar 60 menit untuk kulit buah kepundung sedangkan kulit buah manggis dan kulit buah juwet menghasilkan asam galat tertinggi pada konsentrasi enzim tanase sebesar 1,2% dengan waktu reaksi yang sama. Jenis kulit buah lokal yang paling baik sebagai penghasil asam galat adalah kulit buah kepundung.

Page 1 of 2 | Total Record : 13