cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2014)" : 11 Documents clear
Pengembangan, Evaluasi, dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Akut Sediaan Nanoemulsi Spontan Minyak Jintan Hitam Olii, Audia Triani; Pamudji, Jessie Sofia; Mudhakir, Diky; Iwo, Maria Immaculata
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nigela sativa is the plant in which the seeds have a strong anti inflammatory effect. The compound that responsible to perform anti inflammation effect is thimoquinon, that contained in volatile constituents of Nigella sativa oil. Later it was found that even the fixed oil of Nigella sativa has greater anti inflammation ef-fect than thimoquinon. Limited usage of oil or powder have a problems in bioavailability. To overcome this problem, the self nanoemulsion formula development is done to enhance the bioavailability. Nanoemulsion contain 200μL Nigella sativa oil per 1 g mixture of oil phase made by VCO, Cremophor RH40,  polietilen glikol 400 rasio 1:7:2. Disper sibility test showed that SNEDDS is rapidly form a transparent mixture within 9,17 ± 0,015 minutes in HCl 0,1 N, the rate of stirage at 50 rpm, mean globules diameter of 57,6 ± 13.04 nm, polydispersity index of 0,288 ± 0,033, and zeta potential of 0,243 ± 0,136 mV. Stability test of centrifuge test showed that SNEDDS is stable, although at the third cycle of freeze thaw cycle showing a significant difference in polydispersity index and zeta potensial with the previous cycle. Result of anti inflammation acute activity test of Nigella sativa oil which is incorporate in SNEDDS of VCO has no antiinflammation. Keywords:  Nigella sativa oil, Self Nanoemulsion, anti inϔlammation   Nigella sativa, tanaman dengan biji yang memiliki efek antiinflamsi yang cukup kuat. Senyawa yang bertanggung jawab memberikan  efek antiinflamasi adalah thimokuinon, senyawa yang terkandung dalam minyak  menguap dari minyak jintan hitam. Namun ditemukan bahwa  bahkan minyak lemak jintan hitam memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih besar dari thimokuinon. Penggunaan yang terbatas pada minyak atau serbuk jintan hitam mempunyai  masalah dalam bioavailabilitas. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengembangan formula sediaan nanoemulsi  spontan (SNES) dalam usaha meningkatkan bioavailabilitas minyak jintan hitam. Nanoemulsi yang mengandung 200 μL minyak jintan hitam per 1 g fase minyak dibuat dengan menggunakan VCO, Cremophor RH 40 dan polietilen glikol 400 dengan perbandingan 1:7:2. Hasil uji dispersibilitas menunjukkan sediaan teremulsi dengan cepat membentuk campuran transparan dalam waktu 9,17 ± 0,015 menit dalam medium HCl 0,1 N dengan kecepatan pengadukan 50 rpm, dengan ukuran diameter globul 57,6 ± 13.04 nm, indeks polidispersitas  0,288 ± 0,033,  dan zeta potensial 0,243 ± 0,136 mV. Hasil uji stabilitas pada uji sentrifugasi menunjukkan SNES minyak jintan hitam stabil secara fisik, walaupun pada siklus ketiga freeze thaw menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan siklus sebelumnya pada indeks polidispersi dan zeta potensial. Hasil uji aktivitas antiinflamasi akut minyak jintan hitam yang diinkorporasikan dalam SNES VCO tidak memberikan efek antiinflamasi.Kata kunci: minyak jintan hitam, nanoemulsi spontan, antiinϐlamasi akut  
Pengembangan, Evaluasi, dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Akut Sediaan Nanoemulsi Spontan Minyak Jintan Hitam Olii, Audia Triani; Pamudji, Jessie Sofia; Mudhakir, Diky; Iwo, Maria Immaculata
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nigela sativa is the plant in which the seeds have a strong anti inflammatory effect. The compound that responsible to perform anti inflammation effect is thimoquinon, that contained in volatile constituents of Nigella sativa oil. Later it was found that even the fixed oil of Nigella sativa has greater anti inflammation ef-fect than thimoquinon. Limited usage of oil or powder have a problems in bioavailability. To overcome this problem, the self nanoemulsion formula development is done to enhance the bioavailability. Nanoemulsion contain 200μL Nigella sativa oil per 1 g mixture of oil phase made by VCO, Cremophor RH40,  polietilen glikol 400 rasio 1:7:2. Disper sibility test showed that SNEDDS is rapidly form a transparent mixture within 9,17 ± 0,015 minutes in HCl 0,1 N, the rate of stirage at 50 rpm, mean globules diameter of 57,6 ± 13.04 nm, polydispersity index of 0,288 ± 0,033, and zeta potential of 0,243 ± 0,136 mV. Stability test of centrifuge test showed that SNEDDS is stable, although at the third cycle of freeze thaw cycle showing a significant difference in polydispersity index and zeta potensial with the previous cycle. Result of anti inflammation acute activity test of Nigella sativa oil which is incorporate in SNEDDS of VCO has no antiinflammation. Keywords:  Nigella sativa oil, Self Nanoemulsion, anti inϔlammation   Nigella sativa, tanaman dengan biji yang memiliki efek antiinflamsi yang cukup kuat. Senyawa yang bertanggung jawab memberikan  efek antiinflamasi adalah thimokuinon, senyawa yang terkandung dalam minyak  menguap dari minyak jintan hitam. Namun ditemukan bahwa  bahkan minyak lemak jintan hitam memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih besar dari thimokuinon. Penggunaan yang terbatas pada minyak atau serbuk jintan hitam mempunyai  masalah dalam bioavailabilitas. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengembangan formula sediaan nanoemulsi  spontan (SNES) dalam usaha meningkatkan bioavailabilitas minyak jintan hitam. Nanoemulsi yang mengandung 200 μL minyak jintan hitam per 1 g fase minyak dibuat dengan menggunakan VCO, Cremophor RH 40 dan polietilen glikol 400 dengan perbandingan 1:7:2. Hasil uji dispersibilitas menunjukkan sediaan teremulsi dengan cepat membentuk campuran transparan dalam waktu 9,17 ± 0,015 menit dalam medium HCl 0,1 N dengan kecepatan pengadukan 50 rpm, dengan ukuran diameter globul 57,6 ± 13.04 nm, indeks polidispersitas  0,288 ± 0,033,  dan zeta potensial 0,243 ± 0,136 mV. Hasil uji stabilitas pada uji sentrifugasi menunjukkan SNES minyak jintan hitam stabil secara fisik, walaupun pada siklus ketiga freeze thaw menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan siklus sebelumnya pada indeks polidispersi dan zeta potensial. Hasil uji aktivitas antiinflamasi akut minyak jintan hitam yang diinkorporasikan dalam SNES VCO tidak memberikan efek antiinflamasi.Kata kunci: minyak jintan hitam, nanoemulsi spontan, antiinϐlamasi akut  
Efek Antimikroba dari Kapang Endofit Ranting Tanaman Biduri Kumala, Shirly
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT:Didymella bryniae strain MA71 endophytic fungus was isolatedfrom twigs of Biduri plant (Calotropis gigantea L.Dryand). It has anti yeastactivity and anti bacterial activity against gram positive and negative bacteria.Secondary metabolites were isolated via fermentation process using PDYmedia for 12 hr. Anti microbial activity of these fermentation product was assessedvia agar diffusion method using disk paper. Test result demonstratedthat extracellular secondary metabolites which was extracted using EtOAcwere active towards Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coliATCC 25922 and Bacillus subtilis ATCC 6633. On the other hand, these EtOACextracted metabolites were also active against Candida albicans ATCC 10231.Its inhibitory zone were 17.3 mm, 17.2 mm, 17.41 mm and 11.6 mm respectively.Chloramphenicol was used as positive control for bacteria and nystatinfor yeast. Overall, the se condary metabolites produced by fermentation of endophyticfungi Didymella bryniae strain MA71 have broad spectrum of antibacterial and yeast activity.Keywords: endophytic Fungus, shaked fermentation, secondary metabolites,antimicrobials, and Calotropis gigantea L. Dryand  
Enkapsulasi Ekstrak Daun Murbei untuk Peningkatan Absorpsi In-vitro Kandungan Rutin Aminah, Siti
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The extract is a preparation that widely used of  medicinal purposed plants. Rutin is an  ingredient contained in the extract of mulberry leaves (Morus alba L.)   and has very low solubility in water. Drugs with a low solubili ty will have dif????iculty in the process of absorption.  In this study, chitosan is used for encapsulation formation of mulberry extract; furthermore, the encapsulated extract was then   investigated the in- vitro absorption of the rutin.  The extract was made using 95% ethanol by remaceration method. The encapsulation formulas consist of 0.25 % w/v mulberry extract, chitosan TPP mass ratio of 0.5:1 and of 1:1.  The content of rutin in the extract was determined by using HPLC.   Characterization was done on the particle size, zeta potential, encapsu-lation ef????iciency and FTIR. In-vitro absorptions of rutin in the  mulberry leaves extract and of rutin in the encapsulated extract were carried out by Everted Small Intestine Sac Technique. The results showed that mulberry extract contains rutin as much as 0.879 ± 0.138 mg/g.  Formulation with chitosan-TPP mass ratio of  0.5:1 and 1:1 formed par-ticles with sizes of  99.23±16.74 nm and 420.13± 30.52 nm, zeta potentials of 47.94±6.28 mV and -8.78± -1.36 mV, encapsulation ef????iciency of  76.14 ± 2.29 %  and 59.06 ± 12.24 % respectively. Rutin  absorption of the formulation with chitosan-TPP increased sig-ni????icantly (p< 0.05) as shown by increased their permeabilities. The absorption rate of rutin in the extract increased by encapsulation (p< 0.05).
Uji Stabilitas Tablet Floating Ranitidin HCl: Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik Dan Profil Disolusi Dalam Medium SGF Tanpa Pepsin Saifullah, Teuku Nanda
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ranitidin HCl memiliki stabilitas yang rendah karena sifat ranitidin yang higroskopis. Uji stabilitas ranitidin HCl perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan terhadap stabilitas sifat fisik dan profil disolusi. Uji stabilitas dilakukan berdasarkan prosedur uji stabilitas dipercepat. Uji ini dilakukan dengan menempatkan empat formula floating tablet dalam climatic chamber pada suhu 400C dengan RH 75% selama 6 bulan. Stabilitas tablet ranitidin HCl diamati dari beberapa parameter, yaitu: penampilan fisik, keseragaman bobot, kekerasan, floating lag time, kerapuhan, waktu hancur, kandungan obat dan uji disolusi. Hasil uji diekspresikan dalam mean + SD. Similarity factor (f2) digunakan untuk mengkuantifikasi kesamaan dua profil disolusi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: penyimpanan selama 6 bulan pada stress condition tidak mempengaruhi kerapuhan, waktu hancur dan kandungan obat dalam tablet, akan tetapi mempengaruhi keseragaman bobot, kekerasan, dan floating lag time. Hasil uji disolusi pada penyimpanan stress condition selama 6 bulan tidak mempengaruhi profil disolusi.  
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIFITAS SENYAWA TURUNAN AGLIKON CURCULIGOSIDA A SEBAGAI ANTIKANKER Nursamsiar, Nursamsiar; Ibrahim, Slamet; H.Tjahjono, Daryono
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curculigosida A adalah senyawa bioaktif utama dari congkok (Curculigo orchioides) yang diketahui mempunyai aktivitas biologi. Studi Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas (HKSA) telah dilakukan untuk mengetahui variabel atomik dan molekuler (deskriptor) yang berpengaruh terhadap aktifitas antikanker turunan aglikon curculigosida A. Pemilihan deskriptor dilakukan dengan metoda Hansch, perhitungan deskriptor dilakukan dengan program Molecular Operating Environment (MOE 2009.10), dan pemodelan molekul serta optimasi geometri dilakukan dengan metoda semi empirik AM1 Hyperchem 8.01. Derivat senyawa baru hasil perancangan didoking pada reseptor hER-α untuk melihat afinitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model persamaan HKSA antikanker turunan aglikon curculigosida A yang terbaik dengan program SPSS 19.0 mengikuti persamaan: logIC50 = – 4.805(±1.246) + 1.486(±0.593)AM1_LUMO + 0.726(±0.132)logs – 4.10-5(±23.10-5)AM1_E + 23.10-5(±5.797.10-6)AM1_Eele + 2.2323(±0.327)mr, dengan AM1_LUMO = energi LUMO; logS = logaritma kelarutan; AM1_E = energi total; AM1_Eele = energi elektronik, dan mr = refraktivitas molar. Modifikasi aglikon curculigosida A berdasarkan analisis farmakofor dan skema topless, menyarankan sejumlah senyawa baru untuk disintesis, dan senyawa 3,5-dihydroxybenzyl-3,5-dihydroxybenzoate (senyawa 3) dan 2,5-dihydroxy-4-nitrobenzyl-2,6-dimethoxy-4-nitro-3-(trifluoromethyl) benzoate (senyawa 25) diprediksi mempunyai aktivitas antikanker lebih baik dibanding aglikon curculigosida A dengan IC50 (teoritis) masing- masing sebesar 0,35 dan 2,45.10–11µM  
Laporan Kasus Tentang Aspirin Dosis Rendah Memicu Anemia Aplastik Widyati, Widyati
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspirin has been reported could trigger aplastic anemia in an elderly patient who used aspirin as antiplatelet therapy for secondary prevention of coronary heart diseases. Assessment methods used are time series data collection followed by causality analysis using Naranjo Scale. The results of analysis reveals a Naranjo scale of 11 which was then interpreted as definite. This report concluded that low-dose aspirin triggered acquired aplastic anemia. The mechanism of the AA presumably through destruction of immunemediated bone marrow or through direct destruction of blood cells. Keywords: Aspirin, antiplatelet, aplastic anemia, Naranjo scale  Aspirin dilaporkan telah memicu anemia aplastik (AA) pada seorang pasien manula yang menggunakan aspirin sebagai antiplatelet untuk prevensi sekunder penyakit jantung koroner. Metode asesmen yang digunakan adalah pengumpulan data secara time series dilanjutkan dengan analisis kausalitas menggunakan Skala Naranjo. Hasil telaah kasus menunjukkan skala Naranjo 11 (definite) yang diinterpretasikan bahwa insiden anemia aplastik tersebut pasti dipicu oleh aspirin. Disimpulkan bahwa aspirin dosis rendah memicu anemia aplastik dengan tipe acquired Aplastic Anemia. Mekanisme terjadinya AA tersebut diduga melalui pengrusakan sumsum tulang yang diperantarai immun atau melalui pengrusakan langsung sel-sel darah Kata kunci: Aspirin, antiplatelet, anemia aplastik, skala Naranjo 
Pengembangan, Evaluasi, dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Akut Sediaan Nanoemulsi Spontan Minyak Jintan Hitam Olii, Audia Triani; Pamudji, Jessie Sofia; Mudhakir, Diky; Iwo, Maria Immaculata
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nigela sativa is the plant in which the seeds have a strong anti inflammatory effect. The compound that responsible to perform anti inflammation effect is thimoquinon, that contained in volatile constituents of Nigella sativa oil. Later it was found that even the fixed oil of Nigella sativa has greater anti inflammation effect than thimoquinon. Limited usage of oil or powder have a problems in bioavailability. To overcome this problem, the self nanoemulsion formula development is done to enhance the bioavailability. Nanoemulsion contain 200μL Nigella sativa oil per 1 g mixture of oil phase made by VCO, Cremophor RH40,  polietilen glikol 400 rasio 1:7:2. Disper sibility test showed that SNEDDS is rapidly form a transparent mixture within 9,17 ± 0,015 minutes in HCl 0,1 N, the rate of stirage at 50 rpm, mean globules diameter of 57,6 ± 13.04 nm, polydispersity index of 0,288 ± 0,033, and zeta potential of 0,243 ± 0,136 mV. Stability test of centrifuge test showed that SNEDDS is stable, although at the third cycle of freeze thaw cycle showing a significant difference in polydispersity index and zeta potensial with the previous cycle. Result of anti inflammation acute activity test of Nigella sativa oil which is incorporate in SNEDDS of VCO has no antiinflammation. Keywords: Nigella sativa oil, Self Nanoemulsion, anti inflammation   Nigella sativa, tanaman dengan biji yang memiliki efek antiinflamasi yang cukup kuat. Senyawa yang bertanggung jawab memberikan  efek antiinflamasi adalah thimokuinon, senyawa yang terkandung dalam minyak  menguap dari minyak jintan hitam. Namun ditemukan bahwa  bahkan minyak lemak jintan hitam memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih besar dari thimokuinon. Penggunaan yang terbatas pada minyak atau serbuk jintan hitam mempunyai  masalah dalam bioavailabilitas. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengembangan formula sediaan nanoemulsi  spontan (SNES) dalam usaha meningkatkan bioavailabilitas minyak jintan hitam. Nanoemulsi yang mengandung 200 μL minyak jintan hitam per 1 g fase minyak dibuat dengan menggunakan VCO, Cremophor RH 40 dan polietilen glikol 400 dengan perbandingan 1:7:2. Hasil uji dispersibilitas menunjukkan sediaan teremulsi dengan cepat membentuk campuran transparan dalam waktu 9,17 ± 0,015 menit dalam medium HCl 0,1 N dengan kecepatan pengadukan 50 rpm, dengan ukuran diameter globul 57,6 ± 13.04 nm, indeks polidispersitas  0,288 ± 0,033,  dan zeta potensial 0,243 ± 0,136 mV. Hasil uji stabilitas pada uji sentrifugasi menunjukkan SNES minyak jintan hitam stabil secara fisik, walaupun pada siklus ketiga freeze thawmenunjukkan perbedaan yang signifikan dengan siklus sebelumnya pada indeks polidispersi dan zeta potensial. Hasil uji aktivitas antiinflamasi akut minyak jintan hitam yang diinkorporasikan dalam SNES VCO tidak memberikan efek antiinflamasi. Kata kunci: minyak jintan hitam, nanoemulsi spontan, antiinflamasi akut   
Identifikasi Mutasi Gen rpob Isolat MDR Mycobacterium tuberculosis di Bali dengan Metode Nested PCR*) Identification Of rpob Gene Mutation of MDR Mycobacterium tuberculosis Isolate in Bali Using Nested PCR Yowani, Sagung Chandra; Yowani, Sagung Chandra; Wirajana, I Nengah
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi perhatian untuk ditangani pada program Millenium Development Goals (MDGs), terutama oleh meningkatnya kejadian Multi Drug Resistance (MDR_TB). Menurut WHO, resistensi terhadap rifampisin dan isoniazid telah dikategorikan sebagai MDR-TB. Dari beberapa penelitian, ditemukan bahwa hampir 90 % isolat yang resisten rifampisin, juga resisten terhadap isoniazid. Oleh karena itu,resistensi terhadap rifampisin dianggap sebagai marka penentu (surrogate marker) kejadian MDR-TB. Resistensi terhadap rifampisin dimediasi oleh adanya mutasi pada suatu region 81 bp (RRDR : Rifampicin Resistance Determinant Region) dari gen rpoB. Penelitian ini bertujuan utamanya untuk mengeksplorasi mutasi pada gen rpoB dari MDR-TB yang terjadi pada penderita Tuberkulosis di Bali. Isolat MDR-TB yang digunakan pada penelitian ini merupakanj koleksi Laboratorium Mikrobiologi RS Sanglah, Denpasar. Amplifikasi dilakukan dengan metode Nested Polymerase Chain Reaction menggunakan sepasang outer primer dan sepasang inner primer Hasil penelitian menunjukkan selain mutasi pada daerah RRDR, 5 dari 6 isolat yang dikerjakan memiliki titik mutasi yang sama yaitu pada kodon 418, dengan perubahan asam amino dari asam glutamat menjadi asam aspartat.Oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa terdapat missense mutation   Kata Kunci : Nested PCR, MDR-TB, Mutasi gen rpoB ABSTRACT Tuberculosis is one of the  infectious diseases that is important to be treated in Millenium Development Goals (MDGs) programme, mainly due to the increasing of Multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) cases. According to WHO, MDR-TB was defined as tuberculosis caused by strains of Mycobacterium tuberculosis that are resistant to at least isoniazid and rifampicin. Several studies found that nearly 90% of rifampin-resistant isolates, were also resistant to isoniazid. Therefore, resistance to rifampicin is a surrogate marker of MDR. Resistance to rifampicin is mediated by  mutation in a region of 81 bp (RRDR: Rifampicin Resistance Determinant Region) of the rpoB gene. The aim of this research mainly was to explore mutation of MDR-TB’ rpoB gene of tuberculosis patient in Bali. All MDR-TB isolates used for this research were the collection of Clinical Microbiology Laboratory Of Sanglah Hospital, Denpasar. Amplification were conducted by Nested Polymerase Chain Reaction methods using two pair of  inner and outer primers. The result of this study showed that except at RRDR, five of six isolates had one similar mutation at codon 418 from glutamic acid to aspartic acid. Therefore, it could be concluded that there has been a missense mutation in all isolates. Key words: Nested PCR, MDR-TB, r.poB gene mutation
Pengaruh Penggunaan Fenilpropanolamin (PPA) terhadap Preeklampsia Virginia, Dita Maria; Dasuki, Djaswadi; Wibowo, Tunjung
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia causes high morbidity and morta lity among maternal in a worldwide. The condition such as influenza make them to consume decongestant to relief their  flu. Phenylpropanolamine (PPA) is decongestant which widely used in Indonesia and include over the counter (OTC) medicine. PPA is a sympathomitetic agent. Somehow, it can constricts uterine blood vessels and makes hipoxia in placental areas then it’s possible to get preeclampsia. To examine the association between the PPA used during pregnancy and preeclampsia. a matched case-control study of 68 maternal with an equal number of preeclampsia and non-preeclampsia was conducted among women who delivered infants between November 2012 and February 2013. Data were obtained from medical report and questionnaire and analized using McNemar, and conditional logistic regression to calculate odds ratio (OR) and 95% confidence intervals (CI) of potential risk factors associated with preeclampsia. Maternal who used PPA > 25 mg a day get preeclampsia/eclampsia 5,28 greater than maternal who consume PPA <12,5 mg a day (p=0,05). Bivariat analysis then multivariat result showed no correlation between frequency, duration, and trimester of PPA used with preeclampsia. The used of phenylpropanolamine (PPA) during pregnancy is greater on maternals who get preeclampsia than maternals who do not get preeclampsia.Keywords:  Preeclampsia, phenylpropanolamine, risk factors Preeklampsia merupakan salah satu penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu di dunia. Kondisi seperti influenza menyebabkan ibu hamil mengkonsumsi dekongestan untuk mengurangi gejala flu. Fenilpropanolamin (PPA) merupakan dekongestan yang banyak digunakan di Indonesia dan termasuk obat over the counter (OTC) yang dapat menimbulkan vasokonstriksi. Hal itu dapat menimbulkan konstriksi pada vaskuler uterus dan hipoksia plasenta sehingga memungkinkan timbulnya preeklampsia. Untuk mengetahui hubungan penggunaan PPA selama masa kehamilan terhadap terjadinya preeklampsia digunakan rancangan matched case-control dengan jumlah maternal pada kelompok kasus dan kontrol sebesar 68 maternal yang melahirkan antara bulan November 2012 sampai Februari 2013. Data diperoleh dari rekam medis, catatan kepe rawatan, dan kuesioner lalu dianalisis menggunakan McNemar, dan regresi logistik kondisional untuk menghitung odds ratio (OR) dan 95% confidence intervals (CI) dari faktor risiko yang berpotensi terkait dengan preeklampsia. Maternal yang menggunakan fenilpropanolamin (PPA) >25 mg sehari memiliki risiko 5,28 kali lebih besar (p=0,05) mengalami preeklampsia dari pada maternal yang mengkonsumsi dosis <12,5 mg per hari. Hasil analisis bivariat dilanjutkan dengan mulitivariat menunjukkan frekuensi, durasi, dan trimester penggunaan PPA tidak menunjukkan hubungan dengan preeklampsia. Fenilpropanolamin (PPA) lebih banyak digunakan selama kehamilan pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia daripada ibu hamil yang tidak mengalami preeklampsia.Kata kunci: Preeklampsia, fenilpropanolamin, faktor risiko 

Page 1 of 2 | Total Record : 11