cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 3 (2011)" : 8 Documents clear
PERBANDINGAN RESPON IMUNOLOGI EMPAT KOMBINASI ANTIRETROVIRAL BERDASARKAN KENAIKAN JUMLAH CD4 Mariam, Siti; Radji, Maksum; Budi, Erwanto
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to determine the differencies in immunological response of the four first-line antiretroviral combination, that is lamivudin-Zidovudin-Nevirapin, lamivudin-Zidovudin-Evapirenz, lamivudin-Stavudin-Nevirapin and lamivudin Stavudin-Evapirenz, which were based on increase in CD4 of patients and the factors influencing it in patients HIV / AIDS in Dr. H. Mahdi Marzoeki Bogor. The study was conducted retrospectively using data from Medical Record (MR) patients from March 2006 until March 2010 on patients who had CD4 examination every 3-4 months for using antiretroviral. Provided for descriptive analysis and statistical analysis were 335 patients and 73 patients resfectively . The results showed that the increase in the average patient's CD4 count were different for their four combinations of antiretroviral drugs, but on the basis of statistical tests using ANOVA showed that differences in CD4 cell increase were not significant. Factors patient's age, number of opportunistic infections, CD4 early and drugs used to treat opportunistic infections did not affect the increase in CD4 of patients.   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan respon imunologi dari empat kombinasi antiretroviral lini pertama yaitu Lamivudin-Zidovudin-Nevirapin, Lamivudin-Zidovudin-Evapirenz, Lamivudin-Stavudin-Nevirapin dan Lamivudin-Stavudin-Evapirenz berdasarkan peningkatan  CD4 pasien dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada pasien HIV/ AIDS di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.  Penelitian dilakukan secara retrospektif menggunakan data dari Catatan Medik (MR) pasien dari bulan Maret 2006 sampai Maret 2010 pada pasien yang mempunyai hasil pemeriksaan CD4 setiap 3-4 bulan selama menggunakan antiretroviral. Diperoleh 335 pasien untuk analisis deskriptif dan 73 pasien untuk analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan CD4 rata-rata pasien berbeda dari keempat kombinasi ARV, tetapi berdasarkan uji statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan kenaikan CD4 tidak bermakna. Faktor-faktor umur pasien, jumlah infeksi oportunistik, CD4 awal dan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi oportunistik tidak mempengaruhi kenaikan CD4 pasien.
HUBUNGAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA TERAPI EMPIRIS DENGAN KEPEKAAN BAKTERI DI ICU RSUP FATMAWATI JAKARTA Fauziyah, Siti; Radji, Maksum; A., Nurgani
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was motivated by the high use of antibiotics in empirical therapy in intensive care unit (ICU), without having to wait for the results of bacterial sensitivity. This study use cross-sectional study design, retrospective data collection of medical records and data were analyzed with logistic regression. Results showed a significant correlation between the intensity of the use of antibiotics in empirical therapy with a sensitivity of bacteria with P = 0.000 (P less than α = 0.05), with the results of antibiotic ceftriaxone is the greatest give the relationship of bacterial resistance. From this results it is suggested that the rotation of antibiotics (antibiotic cycling) should be done based on usage and antibiotic sensitivity patterns of bacteria.  ABSTRAK Penelitian tentang penggunaan antibiotika pada terapi empiris dengan kepekaan bakteri di ruang ICU RSUP Fatmawati Jakarta, dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan antibiotika dalam terapi empiris di ruang perawatan intensive care unit (ICU), tanpa harus menunggu hasil kepekaan bakteri. Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional), pengambilan data secara retrospektif terhadap rekam medik dan data dianalisis dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan antibiotika pada terapi empiris dengan kepekaan bakteri dengan nilai P=0,000 (P lebih kecil dari α=0,05), dengan hasil seftriakson merupakan antibiotika yang paling besar memberikan hubungan terhadap resistensi bakteri. Dari hasil penelitian ini dosarankan agar dilakukan perputaran penggunaan antibiotika (antibiotic cycling) berdasarkan pola penggunaan antibiotika dan pola kepekaan bakteri.
KARAKTERISASI EKSTRAK DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC) DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Rivai, Harrizul; Nurdin, Hazli; Suyani, Hamzar; Bakhtiar, Amri
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extract of god leaves [Gynura pseudochina (L.) DC] has been characterized by using the high performance liquid chromatography method (HPLC). Dried god leaves were extracted by 70% ethanol and followed by fractionation successively with hexane, ethyl acetate, butanol and water. Fractions of ethyl acetate, butanol and water were dissolved in methanol respectively and injected into HPLC system which is optimized previously. Profiles of respective fractions showed a number of specific peaks that can be used to identify and control the quality of god leaves extract.   ABSTRAK Karakterisasi ekstrak daun dewa [Gynura pseudochina (L.) DC] telah dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Daun dewa kering diekstraksi dengan etanol 70% dan kemudian difraksinasi berturut-turut dengan heksana, etil asetat, butanol dan air. Fraksi-fraksi etil asetat, butanol dan air dilarutkan dalam metanol dan diinjeksikan ke sistem KCKT yang telah dioptimasi sebelumnya. Pola KCKT masing-masing fraksi menunjukkan puncak-puncak khas yang dapat dipakai untuk identifikasi dan pengendalian mutu ekstrak daun dewa.
HUBUNGAN STRUKTUR TURUNAN N-KLOROBENZOILAMOKSISILIN DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian; Siswandono, .; Rudyanto, Marcellino
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determine structure-activity relationship N-chlorobenzoylamoxicillin derivatives against Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Antibacterial activities of the N-benzoylamoxicillin­ derivatives against Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 were tested using dilution method. The result showed that there was significance MIC of amoxycillin with N-benzoylamoxycillin, N-2-chlorobenzoylamoxycillin, and N-3-chlorobenzoylamoxycillin. Non linier regression between log MIC and lypophilic parameter N-chlorobenzoylamoxycillin derivatives showed -log KHM = 3,963 p2 - 3,001 p - 2,477, r = 0,906. To see more clearly quantitative strucuture-activity relationship of N-benzoylamoxicillin derivatives, further similar studies need to be done by increasing numbers of another N-benzoylamoxicillin derivative compounds.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan struktur-aktivitas antibakteri senyawa-senyawa turunan N-kolorobenzoilamoksisilin terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Uji aktivitas antibakteri turunan senyawa N-klorobenzoilamoksisilin terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dilakukan dengan metode dilusi. Nilai KHM menunjukkan adanya perbedaan aktivitas yang bermakna antara amoksisilin dengan N-benzoilamoksisilin, N-2-klorobenzoilamoksisilin, dan N-3-klorobenzoilamoksisilin. Persamaan non linier log KHM dengan sifat lipofilik senyawa turunan N-klorobenzoilamoksisilin diperoleh -log KHM = 3,963 p2 - 3,001 p - 2,477, dengan harga r = 0,906.
PERBANDINGAN DAYA SITOTOKSIK EKSTRAK RIMPANG 3 JENIS TUMBUHAN ZINGIBERACEAE TERHADAP SEL KANKER MCF-7 Sinaga, Ernawati; Suprihatin, .; Wiryanti, Ida
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We investigated and compared the cytotoxic activity of ethanolic extract of the rhizome of 3 species of Zingiberaceae plants that grow abundantly in Indonesia, i.e. Zingiber ottensii, Zingiber zerumbet, and Nicolaia speciosa in an in vitro tetrazolium salt assay using human breast cancer cell line MCF-7. The results showed that 2 out 3 extracts showed significant cytotoxic activity. i.e. Zingiber ottensii and Zingiber zerumbet with IC50 value respectively 60 and 50 ug/mL, while the ethanolic extract of Nicolaia speciosa showed considerable larger IC50, i.e. 625 ug/mL. From the results it can be concluded that the rhizome of Zingiber ottensii and Zingiber zerumbet have a good prospect to be further investigated and developed as raw materials for new cancer drug. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan daya sitotoksik ekstrak etanol rimpang 3 jenis tumbuhan suku Zingiberaceae yang banyak tumbuh di Indonesia, yaitu bengle hantu (Zingiber ottensii L.), lempuyang gajah (Zingiber zerumbet L.), dan kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) menggunakan galur sel kanker payudara MCF-7. Pertumbuhan sel dievaluasi menggunakan metode garam tetrazolium (MTT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 di antara 3 ekstrak rimpang yang diuji menunjukkan daya sitotoksik yang kuat, yaitu ekstrak etanol bengle hantu dan lempuyang gajah dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 60 dan 50 ug/ml, sedangkan ekstrak etanol rimpang kecombrang memiliki IC50 yang jauh lebih besar, yaitu 625 ug/mL. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang bengle hantu dan lempuyang gajah memiliki potensi besar untuk diteliti dan dikembangkan lebih lanjut menjadi sumber bahan baku obat anti kanker baru.
Free Radical Scavenging and α-Glucosidase Inhibitor Activity of Ethanolic Extract of Mucuna pruriens L. Widowati, Wahyu; Ratnawati, Hana; Retnaningsih, Ch.; Lindayani, .; Rusdi, Udju D.; Winarno, Wahyu
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kacang “koro benguk” atau velvet bean sudah sangat dikenal tetapi dasar ilmiah penggunaannya sebagai obat tradisional terutama sebagai antioksidan dan antidiabetik masih belum diketahui. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan percobaan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antidiabetik dari ekstrak biji koro benguk, serta fraksi heksana, etil asetat, butanol dan air menggunakan uji in vitro menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikril-hidrazil) dengan pembanding positif kuersetin dan BHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IC50 DPPH untuk ekstrak biji koro benguk, fraksi heksana, etil asetat, butanol dan air berturut-turut sebesar 22,17; 152,60; 113,03; 4,93; dan 9,14 μg/mL, sedangkan untuk kuersetin dan BHA masing masing sebesar  4,28 dan 22,587 μg/mL. Aktivitas antidiabetik ditentukan menggunakan metode penghambatan α-glukosidase dengan glucobay sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IC50 antidiabetik untuk ekstrak biji koro benguk, fraksi heksana, etil asetat, butanol, air, dan glucobay berturut-turut sebesar 24,44; 19,55; 8,40; 80,98; 48.97; dan 16,23 μg/mL. ABSTRACT Velvet bean seeds are ubiquitous but the scientific basis for its medicinal use especially as antioxidant and antidiabetic remains unknown. Therefore, a study was designed to evaluate  antioxidant and antidiabetic activities of the  extract, hexane, ethyl acetate, butanol and water fractions of velvet bean seeds. In order to evaluate antioxidant activity of extract and fractions  using  quercetin,  butylated hydroxyanisole (BHA) as positive control and 1,1-diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) free radical scavenging activity was determined. The results showed that IC50 of DPPH were 22.17; 152.60; 113.03; 4.93; 9.14 μg/mL respectevily;  quercetin 4.28 and BHA 22.587 μg/mL.  Antidiabetic activity was determined by using  of α-glucosidase inhibition assay of  extract, four fractions and glucobay as positive control. The results showed that antidiabetic IC50 were24.44; 19.55; 8.40; 80.98; 48.97μg/mL respectively and glucobay as positive control  16.23 μg/mL.
OPTIMASI SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH NATRIUM DIKLOFENAK TIPE MATRIKS Hendradi, Esti; Isnaeni, .; Fridayanti, Aditya; Pujianti, Efrin
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was designed to investigate the optimation of preparation of transdermal patch sodium diclofenac matrix type. In this study, matrix-type base containing diclofenac sodium were prepared using polymeric combination of EC N-20  and PVP K-30 in different ratios ( 9:1 (Formula I); 8:2 (Formula II); 7:3 (Formula III)) and 6:4 (Formula IV). The moisture content was calculated as a difference between initial and final weight with respect to final weight. The homogeneity of patch surface was determined using Scanning Electron Microscope (SEM) Released test using dissolution tester were carried out in 500 mL of  phosphate buffer salin pH 7.4 ± 0.05 at temperature 37 ± 0.5°C with speed of swirl 50 rpm. The concentration of sodium diclofenac released was determined using spectrophotometric method at l 276 nm. Data was analyzed by statistic programmed of SPSS using one way analysis of variance with degree of believed 95% (α = 0.05).  It is concluded that the polymeric combination EC N-20 and PVP K-30 in composition 7:3 (Formula III) was the best formulation. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang optimasi sediaan transdermal patch natrium diklofenak tipe matriks. Pada penelitian ini, basis matriks mengandung natrium  diklofenak dibuat dengan kombinasi polimer  etilselulose (EC) N-20  dan polivinilpirolidon (PVP) K-30 dengan berbagai perbandingan yaitu 9:1 (Formula I); 8:2 (Formula II); 7:3 (Formula III)) dan 6:4 (Formula IV). Moisture content (MC) ditentukan dengan cara berat awal dikurangi berat akhir dan dibagi dengan berat akhir. Homogenitas permukaan patch ditentukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Uji pelepasan natrium diklofenak dilakukan dengan alat disolusi dan menggunakan dapar fosfat salin  pH 7,4 ± 0.05 sebanyak 500,0 mL, kecepatan pengadukan 50 rpm dan percobaan dilakukan pada suhu 37 ± 0,5°C. Kadar natrium diklofenak yang terlepas ditentukan dengan metoda spektrofotometer pada panjang gelombang (l) 276 nm. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan program SPSS dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05).  Kesimpulan yang didapatkan adalah komposisi polimer EC N-20 dan PVP K-30 dengan perbandingan  7:3 (Formula III) adalah formula yang terbaik.
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Tahun baru, mudah-mudahan memberi semangat dan kegairahan baru bagi kita dalam menggali dan menyebar-luaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang kefarmasian, baik kepada sesama Teman Sejawat maupun kepada masyarakat luas. Di tahun baru 2011 ini kami kembali mengunjungi Teman Sejawat dengan berbagai artikel yang merupakan hasil penelitian para peneliti kefarmasian di seluruh Indonesia. Optimasi sediaan merupakan topik yang menarik dalam bidang kefarmasian karena merupakan penelitian yang cukup dekat ke ‘hilir”, ke arah produk, berupa sediaan farmasi. Dalam edisi ini kami menyajikan hasil penelitian tentang optimasi sediaan transdermal patch tipe matriks yang diisi dengan natrium diklofenak. Ini merupakan upaya mencari alternatif bentuk sediaan yang lebih aman dan lebih efektif untuk natrium diklofenak yang umumnya diberikan per oral, namun seringkali menimbulkan banyak kerugian, antara lain terjadinya first pass metabolism yang cepat dan efek samping obat seperti masalah pada gastrointestinal dan reaksi idiosynchratic. Dengan pemberian transdermal, tentu saja diharapkan efek-efek merugikan tersebut akan dapat dihindarkan. Penelitian tentang bahan alam juga merupakan topik yang banyak dilakukan, mengingat sumber daya alam Indonesia yang berlimpah dan tak akan pernah selesai diteliti. Kali ini kami menyajikan tiga penelitian bahan alam, yaitu tentang aktivitas peredaman radikal bebas yang dihubungkan dengan aktivitas antidiabetik dari kacang koro benguk atau velvet bean (Mucuna pruriens L.), aktivitas sitotoksik 3 jenis tumbuhan Zingiberaceae atau jahe-jahean, dan karakterisasi ekstrak daun dewa (Gynura pseudochina L.) dengan kromatografi cair kinerja tinggi. Karakterisasi ekstrak berbagai jenis tumbuhan obat memang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan performa obat bahan alam. Karakterisasi ekstrak dengan menggunakan KCKT merupakan cara yang saat ini dianggap cukup mudah dilakukan. Dari hasil penelitian yang dilaporkan dalam jurnal edisi ini, pola KCKT ekstrak daun dewa yang ditemukan ternyata dapat dipakai sebagai salah satu parameter untuk standardisasi ekstrak daun dewa. Dalam edisi ini juga disajikan beberapa penelitan lain, antara lain tentang hubungan struktur dan aktivitas antibiotika, suatu bidang bahasan menarik yang lebih dikenal dengan istilah SAR (Structure-Activity Relationship) dan ketepatan penggunaan antibiotika di rumah sakit. Kami mengharapkan semua artikel yang kami sajikan dapat menambah wawasan kita bersama, sehingga semakin bersemangat dan semakin berkualitas dalam menjalankan profesi kita masing-masing. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi

Page 1 of 1 | Total Record : 8