cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 4 (2009)" : 8 Documents clear
FORMULASI GEL TOPIKAL DARI EKSTRAK NERII FOLIUM DALAM SEDIAAN ANTI JERAWAT Djajadisastra, Joshita; Mun’im, Abdul; NP, Dessy
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The leaf of Nerium oleander has an antibacterial activity toward some microorganisms and empirically had been used to solve the acne problem. The anti acne formulation should not make the acne worse because of mistaken to choose the dosage form. In this study the gel formulation (has no oil content makes the acne worse) was chosen containing the dried leaf extract of Nerium oleander in 97% alcohol and varying respectively carbomer, sodium carboxy methyl cellulose and sodium alginate as a gelling agent. The efficacy test was confirmed by the extract antibacterial activity test upon Propionibacterium acnes bacterium causing acne, and the gel formula evaluation test was done by physical stability test including organoleptical test (color and odor), pH, viscosity stored in low temperature of 40C, room temperature of 280C, and high temperature of 400C, cycling test and mechanical test. The results showed that carbomer gel has better physical stability than sodium CMC or sodium alginate gel. ABSTRAK Daun Nerium oleander mempunyai aktifitas antibakteri terhadap beberapa mikroba dan secara empiris telah digunakan untuk mengatasi masalah jerawat. Formula yang layak untuk dibuat menjadi sediaan anti jerawat seyogyanya tidak memperburuk gangguan jerawat itu sendiri karena pemilihan bentuk sediaan yang tidak tepat. Bentuk sediaan gel dipilih karena tidak mengandung bahan minyak yang akan memperburuk jerawat. Formulasi sediaan gel untuk mengatasi jerawat ini mengandung ekstrak Nerium oleander dalam etanol 97% yang telah dikeringkan, sedangkan untuk basis gelnya dicoba bahan karbomer, Natrium CMC, dan Na alginate. Penilaian keberhasilan untuk pemastian manfaat dilakukan dengan uji aktifitas ekstrak terhadap bakteri Propionibacterium acnes penyebab jerawat, sedang terhadap keberhasilan formula dilakukan uji kestabilan fisik sediaan gel yang meliputi uji organoleptik (warna, bau), pH, dan viskositas selama masa penyimpanan dalam suhu rendah (4oC), suhu kamar (28oC) dan suhu tinggi (40oC). Dilakukan juga cycling test dan uji mekanik terhadap sediaan gel tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa gel berbasis karbomer memiliki kestabilan fisik yang lebih baik daripada gel berbasis Natrium CMC maupun Natrium alginat.
FORMULASI EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) DENGAN BASIS GEL SEBAGAI ANTIINFLAMASI Abdassah, Marline; Sumiwi, Sri Adi; Hendrayana, Jemmy
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formulation anti-inflammatory gel  from sukun leaves extract (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) by various sukun leaves extract concentrate 4%, 8%, 12%, and 16% has been carried out. The purpose is  to find a stable formula of extract, efective and safe as gel anti-inflammatory. The evaluation included  stability,  organoleptic, pH , viscosity, consistency, safety test after 56 days storage, and anti-inflammatory activity has been investigated on male white rats of Wistar strain. The activity test using the carrageenan inducement method of the right paw of the rats and the  materials test were given topically. The result showed after  physical and chemical stability observation  , no changes occurred. In  safety test, every forms has been guaranteedly safety since no skin irritation occur. Effectivity test showed that every formula can produces anti-inflammatory activity. The best formula  was given anti-inflamatory, is gel with concentrate sukun leaves extract (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg)of  16%, inflammation inhibition of 6.96%. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi gel antiinflamasi dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak 4%, 8%, 12%, dan 16%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula gel yang stabil, efektif dan aman dalam penggunaannya  sebagai  sediaan gel antiinflamasi. Pengujian meliputi uji stabilitas, yaitu pemeriksaan secara organoleptis, perubahan pH, viskositas, konsistensi, uji keamanan selama 56 hari penyimpanan, dan uji aktivitas antiinflamasi terhadap tikus putih jantan galur Wistar. Pengujian aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan menggunakan metode penginduksian karagenan pada telapak kaki kanan tikus dan bahan uji diberikan secara topikal. Hasil pengamatan stabilitas fisik dan kimia sediaan meliputi konsistensi, warna, dan bau menunjukkan bahwa selama 56 hari penyimpanan tidak terjadi perubahan. Sedangkan untuk nilai viskositas dan pH mengalami penurunan. Berdasarkan uji keamanan, setiap formula dinyatakan aman untuk digunakan karena tidak mengiritasi kulit. Hasil pengujian efektivitas menunjukkan bahwa semua formula dapat memberikan aktivitas antiinflamasi.  Formula yang memberikan aktivitas antiinflamasi paling baik adalah formula dengan konsentrasi ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) 16%,  dengan memberikan efek inhibisi radang 6,96%.
ISOLASI SENYAWA SITOTOKSIK TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA DARI KULIT BATANG Garcinia griffithii T. Anders Wahyuni, Fatma Sri; Lusianti, Mittha; Almahdy, .; Dachriyanus, .
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A cytotoxic compound was isolated from n-hexane the stem bark of Garcinia griffithii T. Anders. (Guttiferae) as colourless needles from which melted at 242-243oC. Based on spectroscopies data of this compound was identified as isoxanthocymol. Cytotoxic assay using Microculture Tetrazolium (MTT) assay showed that isoxanthocymol was active against breast cancer cell line MCF-7, with IC50 value 35,46 μg/ml.   ABSTRAK Telah diisolasi senyawa sitotoksik dari kulit batang Garcinia griffithii T. Anders. (Guttiferae). Senyawa diisolasi dari fraksi n-heksana berupa amorf tidak berwarna dengan jarak leleh 242-2430C. Dari data spektroskopi massa, 1H-RMI, 13C-RMI, diketahui bahwa senyawa tersebut adalah isoxanthocymol. Pengujian aktifitas sitotoksik isoxanthocymol dilakukan dengan metode Microculture Tetrazolium (MTT) terhadap sel kanker payudara MCF-7, dan memperlihatkan aktifitas dengan nilai IC50 sebesar 35,46 μg/ml.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) TERHADAP MENCIT YANG DIINFEKSI BAKTERI Escherichia coli Kumala, Shirly; Yuliani, .; Tulus, Didik
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research has done using two methods.Method A treatment was conduct 2 hours after infecting the mice with the Escherichia coli,  while in the B method, the tratment was given to the mice after 24 hours. In every method, there were six groups (K1 was normal control using  healthy mouce, K2 was negative control, infecting with bacteria without treatment with antibiotic,. and K3 was positive control using chloramphenicol) K4-K6 were the test group in this group were treated with different concentrations of “kayu secang”. After 3 days  of treatment, the peritonium fluid of the mice was taken followed by quantitative analysis using plate count and qualitative with bacteria reidentification. Quantitative analysis via method A demonstrated that a decreased of K4 39.65 %, K5 45.64 % and K6 44.74 %. in bacterial colony number was observed in the samples collected from K4. K5 and K6 respectively. Method B showed decreased K4 37.26 %, K5 43.13 % and K6 42.93 % in the colony number counted. The qualitative analysis using differential medium demonstrated metallic light that showed the isolated bacterial strain was Escherichia coli. ABSTRAK Penelitian dilakukan menggunakan 2 metode. Metode A pengobatan dilakukan 2 jam setelah bakteri diinfeksi ke mencit, sedangkan pada metode B pengobatan dilakukan setelah 24 jam infeksi. Setiap metode terdiri dari 6 kelompok, kelompok 1 (normal), kelompok 2 (kontrol negatif) hanya diinfeksi bakteri tanpa diobati, kelompok 3 (positif) diinfeksi bakteri dan diobati dengan antibiotika kloramfenikol, kelompok 4, 5, 6 diinfeksi bakteri dan diobati dengan  rebusan kayu secang dengan 3 konsentrasi yang berbeda. Pengobatan diberikan satu kali sehari selama 3 hari, setelah itu dilakukan pengambilan cairan intraperitonium dan diuji secara kuantitatif menggunakan metode plate count serta uji secara kualitatif dengan melakukan reidentifikasi bakteri. Hasil penelitian menunjukan rebusan kayu secang dengan konsentrasi 10 %, 20 % dan 50 % pada metode A secara uji kuantitatif dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, dengan prosentase penurunan koloni bakteri pada K4 37,26 %, K5 43,13 % dan K6 42,93 %. Pada metode B, K4 37.26 %, K5 43.13 % dan K6 42.93 % Pengamatan metode A dan B secara kualitatif  pada  media diferensial Eosin Methylen Blue agar, menunjukkan kilap logam metal.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT DARI DAUN DAN RIMPANG Zingiber ottensii Val. Noverita, .; Fitria, Dinah; Sinaga, Ernawati
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endophytic fungi is cluster of fungi lives in the plant tissues for a few time or entire of its life. This kind of fungi usually produces secondary metabolites which have significant bioactivity, such as anti cancer, anti virus, or antibacterial agents. Endophytic fungi can be isolated from many kinds of plants, especially medicinal plant such as Zingiber ottensii Val. (Ghost Bangle), which is abundant in Indonesia. The objective of this research is to isolate endophytic fungi from leaves and rhizomes of Zingiber ottensii Val. and investigate its antibacterial activity towards Escherichia coli and Staphylococcus aureus. From the experiments we could obtain 10 endophytic fungi isolates from leaves and rhizomes of Zingiber ottensii Val., and experiments showed that all of the endophitic fungi have significant antibacterial activity towards Escherichia coli and Staphylococcus aureus.   ABSTRAK Jamur endofit merupakan  sekelompok jamur  yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan pada inangnya. Jamur-jamur endofit umumnya memproduksi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis yang bermanfaat seperti misalnya senyawa-senyawa anti kanker, anti virus, atau antibakteri. Jamur endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan, terutama pada tumbuhan obat, seperti misalnya Zingiber ottensii Val. (Bangle hantu), salah satu tumbuhan obat yang banyak terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat jamur endofit dari daun dan rimpang Zingiber ottensii Val., serta menguji aktivitas antibakteri dari isolat jamur yang diperoleh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh 10 isolat jamur endofit dari daun dan rimpang Zingiber ottensi Val. Kesepuluh  isolat jamur endofit tersebut  memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan kedua jenis bakteri uji, dengan kekuatan yang berbeda-beda.
DAYA ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT YANG DIISOLASI DARI DAUN DAN RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga Sw.) Sinaga, Ernawati; Noverita, .; Fitria, Dinah
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endophytic fungi has becoming a potensial source of bioactive compounds. In this work we had isolated 10 endophytic fungi isolates from leaves and rhizomes of Alpinia galanga Sw., and investigated its antibacterial properties. Results of the experiments showed that 7 out 10 of endophytic fungi isolates from leaves and rhizomes of Alpinia galanga Sw. had significant antibacterial properties toward Escherichia coli and Staphylococcus aureus. This result suggest that endophytic fungi isolates from leaves and rhizomes of Alpinia galanga Sw. can be further explored as new sources of antibacterial compounds. ABSTRAK Sumber baru bahan bioaktif yang akhir-akhir ini banyak dieksplorasi adalah jamur endofit. Hal ini disebablan karena kemampuan jamur-jamur endofit memproduksi bahan-bahan bioaktif yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat. Dalam penelitian ini dilakukan percobaan untuk mengisolasi jamur endofit dari daun dan rimpang lengkuas (Alpinia galanga Sw.) dan kemudian menguji daya antibakterinya. Dari percobaan yang dilakukan diperoleh 10 isolat jamur endofit, 7 isolat dari daun lengkuas dan 3 isolat dari rimpangnya. Dari 10 isolat jamur endofit ini, 7 isolat di antaranya menunjukkan daya antibakteri yang cukup tinggi terhadap 2 bakteri uji yang digunakan yaitu Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamur endofit di dalam daun dan rimpang lengkuas memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi sumber baru bahan baku obat-obat antibakteri.
MOLECULAR IDENTIFICATION OF ENDOPHYTIC FUNGI ISOLATED FROM Garcinia porrecta AND Garcinia forbesii Radji, Maksum; Nugraheni, Femi Arifah; Sumiati, Atiek
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi isolat-isolat kapang endofit yang telah diisolasi dari tanaman Garcinia porrecta dan Garcinia forbesii yang dikoleksi di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Departemen Farmasi Universitas Indonesia. Lima galur isolat yang telah terbukti menunjukkan bioaktivitasnya sebagai antimikroba dan antioksidan diidentifikasi secara molekuler menggunakan profil sekuen DNA yang berasal dari gen penyandi ribosomal RNA. Identifikasi isolat kapang endofit dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer NS1 dan NS4. Hasil amplifikasi dengan PCR selanjutnya dianalisis dengan sekuensing DNA yang kemudian dibandingkan dengan data pada GenBank dengan program BLAST (Basic Local Alignment Search Tools). Berdasarkan hasil analisis sekuens DNA, 5 isolat berhasil diidentifikasi. Empat isolat kapang endofit teridentifikasi sampai tingkat spesies yaitu: Penicillium purpurogenum, Zasmidium cellare, Colletothricum gloeosporioides, dan Nectria curta. Sedangkan satu isolat lain teridentifikasi sampai tingkat genus yaitu Pestalotiopsis sp. ABSTRACT The objective of this study was to identify the endophytic fungi isolated from Garcinia porrecta and Garcinia forbesii deposited in Laboratory of Microbiology and Biotechnology, Department of Pharmacy, University of Indonesia by using molecular tools. Five isolates of endophytic strains which were displayed the strongest antibacterial and antioxidant activities were identified based on ribosomal RNA (rRNA) gene sequence analysis. The Polymerase Chain Reaction (PCR) was used to identify these endophytic fungi by using primer NS1 and NS4. Amplicon or PCR product was analyzed by sequencing method to determine the DNA sequence. The result of sequencing DNA then compared with GenBank’s database using Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). The results revealed that five isolates of endophytic strains had been successfully identified by this method. Four of them were identified up to the level of species as Penicillium purpurogenum, Zasmidium cellare, Colletothricum gloeosporioides, and Nectria curta, while the other one was identified up to the level of genus namely Pestaloptiosis sp.
Editorial Redaksi, Tim
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Penemuan dan pengembangan obat dari kekayaan bahan alam masih merupakan salah satu cara yang banyak digunakan di tengah-tengah kemajuan ilmu pengetahuan yang seakan berlari kencang mengejar waktu. Eksplorasi bahan alam hayati yang nota bene merupakan sumber daya tak terhabiskan memang merupakan bidang penelitian yang sangat menarik dan menantang. Apa lagi kita semua menyadari bahwa tanah air kita merupakan gudang bahan alam hayati terkaya di dunia. Sumber baru bahan bioaktif yang akhir-akhir ini banyak dieksplorasi adalah mikroba endofit, terutama jamur endofit. Jamur endofit adalah jamur yang hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa menimbulkan kerugian pada inangnya. Istimewanya, jamur-jamur endofit ini ternyata dapat menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang banyak diantaranya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi senyawa obat, antara lain sebagai anti kanker, anti virus, anti bakteri, antioksidan, immunomodulator, dan lain sebagainya. Dari berbagai hasil penelitian terungkap pula bahwa senyawa-senyawa bioaktif yang diproduksi oleh jamur-jamur endofit tersebut ternyata memiliki bioaktivitas yang sama atau mirip dengan senyawa bioaktif yang diproduksi inangnya, bahkan ada jamur endofit yang memproduksi senyawa bioaktif persis sama dengan inangnya. Tentu ini merupakan informasi ilmiah yang sangat menggairahkan untuk dieksplorasi lebih jauh. Dalam edisi ini kami menyajikan 3 laporan penelitian tentang jamur endofit, yaitu isolasi dan uji daya antibakteri jamur-jamur endofit dari lengkuas (Alpinia galanga) dan bengle hantu (Zingiber ottensii) yang keduanya merupakan tumbuhan suku Zingiberaceae, dan satu makalah tentang identifikasi molekuler jamur endofit yang diisolasi dari tumbuhan Garcinia. Di samping itu kami juga menyajikan laporan penelitian tentang uji aktivitas antibakteri secara in vivo dari rebusan kayu secang (Caesalpinia sappan), dan formulasi obat-obat dengan bahan aktif berasal dari ekstrak tumbuhan, yaitu dari daun sukun (Artocarpus altilis) dan daun Nerium oleander. Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan kabar gembira kepada Teman sejawat sekalian, bahwa Jurnal Farmasi Indonesia yang kita cintai ini telah mendapat akreditasi B dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Mudah-mudahan kabar ini akan menambah semangat dan kegairahan kita semua untuk mengisi jurnal ini dengan laporan-laporan penelitian yang berbobot. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi

Page 1 of 1 | Total Record : 8