cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 3 (2007)" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN FORMULASI TABLET PREDNISON SECARA KEMPA LANGSUNG DENGAN TEKNIK DISPERSI PADAT Syukri, Yandi; Mulyanti, Eka
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prednison adalah obat yang digunakan untuk menekan sistem imun dan inflamasi yang sukar larut dalam air. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menaikkan kelarutan prednison pada proses formulasi melalui pembentukan dispersi padat menggunakan polivinilpirolidon (PVP). Formulasi tablet prednison secara kempa langsung dengan teknik dispersi padat dibuat dengan 5 variasi konsentrasi PVP 1, 2, 3, 4, dan 5%. Sebagai  pembanding digunakan kontrol negatif yaitu yang mengandung 0% PVP. Serbuk dispersi padat yang diperoleh diuji sifat alirnya meliputi waktu alir dan sudut diam untuk optimasi metode kempa langsung. Tablet yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta sifat kimianya (uji disolusi). Hasil evaluasi sifat fisik tablet menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Farmakope Indonesia edisi IV dan kepustakaan lainnya. Data yang diperoleh dari uji disolusi dianalisis menggunakan ANAVA dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan laju disolusi prednison dibanding dengan kontrol negatif yaitu formula I 0,35%; formula II 0,64% ; formula III 0,12% ; formula IV 15,9% dan formula V 27,37%. Hasil perhitungan DE30 dari seluruh  formula yaitu 65,98% untuk formula I; formula II 66,16%; formula III 74,55%; formula IV 80,37%; formula V 91,02%, sedangkan pada kontrol negatif memiliki DE30 63,47% dan kontrol positif 83,94%. ABSTRACT Prednisone is a drug, used to provide relief for inflamed areas of the body which insoluble in water. The aim of this research was to increased the solubility of prednisone to formulation process by solid dispersion system using polyvinnilpyrrolidon(PVP). Direct compression prednisone tablet formulation by solid dispersions teknique was made with 1, 2, 3, 4 and 5 % PVP variation concentration and a compatitor used the formula with 0% PVP (negative control). The mass powder of solid dispersion that have got, tested about the fisical and the chemistry point include  the flowing time and angle of repose to optimate direct compresiion method. Tablet yields was tested its physical characteristics include uniform weigh, hardness, friability, disintegration and dissolution. Dissolution data was analized statistically used ANAVA. The result showed that there were an increased percentage of prdnisone disolution compared with negative control ( 0% PVP), e.a : 0,35% for 1st formula; 0,64% for 2nd formula ; 3rd formula 0,12% ;  4th formula 15,9% dan 5th formula  27,37%. The disolution efficiency from all of the formula are 65,98% for formula I; formula II 66,16%; formula III 74,55%; formula IV 80,37%; formula V 91,02%. DE30 of  negative control 63,47% and for positive control 83,94%.
PENGARUH SUHU STERILISASI TERHADAP PENYERAPAN LARUTAN D-MANITOL SEDIAAN PARENTERAL DENGAN PENGEMAS PLASTIK LOW DENSITY POLYETHILENE Lukitaningsih, Endang; Mufrod, .; Bustomi, Tomy
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastic can cause some problems, especially in parenteral product. Main disadvantage of using plastic container is  plastic has capability to absorp many compounds which in solution. Furthermore, it can cause decreasing of drug concentration which having an effect on efficacious of drug. This research aims to know the influence of autoclave sterilitation process and Low Density Polyethilene (LDPE) plastic container to decreasing of D-Manitol concentration in parenteral dosage form. Beside that, the other purpose is searching sterilization temperature which have high safety and effectivity. The research includes making D-Manitol 20% solution and then determination of its concentration. After that, the D-Manitol solution is divided into two groups. One group is as control solution (without plastic LDPE) and another group is as sample (with plastic LDPE). Then, both of solutions are strerilized at three temperature programs (100°C, 102°C, 105°C). The results show that sterilization by autoclave and plastic presence in D-Manitol solution can cause concentration D-Manitol decreasing. The decreasing of D-Manitol concentration is not more than 5%, so that it is accepted in accordance with rule of Indonesian Pharmacope 4th edition. The best condition of sterilization is 100°C temperature during 45 minutes. ABSTRAK Plastik dapat menimbulkan masalah, terutama dalam sediaan parenteral. Kerugian utama penggunaan pengemas plastik adalah plastik mempunyai kemampuan untuk menyerap banyak komponen dalam larutan sediaan. Selanjutnya dapat mengakibatkan berkurangnya kadar obat yang berpengaruh pada kemanjuran obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu sterilisasi autoklaf dan bahan pengemas plastik Low Density Polyethilene (LDPE) terhadap penurunan kadar larutan D-Manitol sediaan parenteral (Injeksi D-Manitol). Di samping itu bertujuan untuk mencari suhu sterilisasi yang paling aman dan efektif. Penelitian meliputi pembuatan larutan D-Manitol 20% kemudian dilakukan penetapan kadar awal. Larutan dibagi menjadi dua kelompok untuk kontrol (tanpa plastik LDPE) dan sampel (dengan penambahan plastik LDPE), kemudian disterilisasi pada tiga paket suhu (100°C, 102°C, 105°C). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan sterilisasi dengan autoklaf menggunakan variasi suhu pada larutan D-manitol tanpa penambahan plastik dan dengan penambahan plastik menyebabkan terjadinya penurunan kadar D-Manitol. Besarnya penurunan kadar D-Manitol tidak lebih dari 5%, sehingga masih dapat diterima berdasarkan Farmakope Indonesia IV. Suhu sterilisasi 100°C selama 45 menit merupakan kondisi sterilisasi yang paling efektif dan aman.
PENGARUH KADAR BAHAN PENGIKAT MUSILAGO GUMMI ARABICI DAN UKURAN GRANUL BASAH TERHADAP MIGRASI OBAT SELAMA PROSES PENGERINGAN Endarti, Dwi; Fudholi, Achmad
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wet granulation is one of compressed tablet method that used widely. This experiment purposed to study the effect of gummi arabici mucilage binder concentration and wet granul size on drug migration during drying process which used vitamin B6 as a model of drug. Three formulation of granul was prepared using gummi arabici mucilage binder which concentration 10%, 15%,20%. Each formula was sieved used sieving number 8, 12, 16 mesh. Granul was dried in oven at temperature 60°C for 3,5 hours used drying cell. Drug migration was known by calculating the coefficient of migration value. The result was analyzed used statistic method ANOVA two way at 95% level of significant and student-t test if there’s a significant of difference. The result of experiment showed a significant of difference on coefficient of migration that influenced by gummi arabici mucilage concentration, but the wet granul size didn’t give a significant of difference. The coefficient of migration value which resulted at granul size 8, 12, 16 mesh at each formula are FI 0,230, 0,215, 0,209; FII 0,161, 0,151, 0,138; FIII 0,087, 0,071, 0,063. ABSTRAK Granulasi basah merupakan salah satu metode pembuatan tablet yang digunakan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar bahan pengikat musilago gummi arabici dan ukuran granul basah terhadap migrasi obat selama proses pengeringan dengan menggunakan vitamin B6 sebagai model obat. Untuk mencapai tujuan tersebut dibuat 3 macam formula granul dengan bahan pengikat musilago gummi arabici dengan kadar 10%, 15%, 20%. Masing-masing formula tersebut diayak dengan ayakan no 8, 12, 16 mesh. Granul dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 60°C selama 3,5 jam dengan menggunakan sel pengering. Besarnya migrasi obat diketahui dengan menghitung harga koefisien migrasi. Selanjutnya hasil yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA dua jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji t (student) jika terdapat perbedaan yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada koefisien migrasi obat karena pengaruh kadar bahan pengikat musilago gummi arabici yang digunakan, sedangkan ukuran granul basah tidak memberikan perbedaan yang bermakna. Harga koefisien migrasi yang diperoleh pada granul dengan ukuran 8, 12, 16 mesh pada masing-masing formula adalah FI 0,230, 0,215, 0,209; FII 0,161, 0,151, 0,138; FIII 0,087, 0,071, 0,063.
PROFIL PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DARI TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN PENAMBAHAN METHOCEL K15M SEBAGAI MATRIKS INTRAGRANULAR S, T. N. Saifullah; Indriyani, Mike
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The slow release of drug from tablets dosage form obtained by adding cellulose derivative as matrix which could gel form. The aims of the study were to investigate the profile and the rate of diclofenac sodium release from sustained released tablets using Methocel K15M as matrix intragranular in medium with intestine pH. Diclofenac sodium sustained release were made with wet granulation method in five formulas based on the different concentration of Methocel K15M that added of 0mg (F Control), 25mg (F I), 50mg (F II), 75 mg (F III) dan 100mg (F IV). Dissolution testing used paddle stirrer with 100 rpm in a buffer phosphate medium of pH 7,6 at 37±0,5oC for 5 hours. Sampel analyzed by spectrophotometer at 274 nm. The result showed that the Methocel K15M matrix decreased the diclofenac sodium release from the tablets and it had a linear relationship with time. The more Methocel K15M added in the matrix the slower the rate of diclofenak sodium released from it. Drug release from the matrix followed zero order kinetics and mechanisms was a combination of erosion and diffusion, the diffusion mechanism was the dominant one. The results of t test with 95% confidence level the significant differences between four formulas. ABSTRAK Pelepasan obat secara perlahan dari sediaan lepas lambat dapat diperoleh dengan penambahan turunan selulosa sebagai matriks yang dapat membentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pelepasan natrium diklofenak dari tablet lepas lambat dengan penambahan Methocel K15M sebagai matriks intragranular dalam medium pH usus. Sediaan lepas lambat natrium diklofenak dibuat dengan cara granulasi basah dalam 5 formula yang didasarkan pada perbedaan kadar Methocel K15M yang ditambahkan, yaitu 0 mg (F Kontrol), 25mg (F I), 50mg (F II), 75 mg (F III) dan 100mg (F IV). Uji disolusi menggunakan pengaduk dayung dengan kecepatan pengadukan 100 rpm dalam medium dapar fosfat pH 7,6 pada suhu 37±0,5oC selama 5 jam. Sampel dianalisa secara spektrofotometri UV pada panjang gelombang 274 nm. Hasil uji disolusi menunjukkan kecepatan pelepasan obat dari matriks Methocel K15M berlangsung secara perlahan dan mempunyai hubungan yang linear dengan waktu. Semakin banyak Methocel K15M yang ditambahkan dalam matriks semakin lambat natrium diklofenak dilepaskan. Pelepasan natrium diklofenak dari matriks mengikuti kinetika orde nol dengan mekanisme kombinasi difusi dan erosi, mekanisme difusi lebih dominan.
PENGARUH PENAMBAHAN PENINGKAT PENETRASI TERHADAP DIFUSI TIMOLOL MALEAT DARI SEDIAAN GEL HIDROKSIPROPILMETIL SELULOSA Darijanto, Sasanti .T.; Asyarie, Sukmadjaya; Rivani, Irvan
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timolol maleat is one of the active substances of the non selective beta blocker, which is widely used for therapy or profilaxsis  aims of angina tectoris, hypertension and myocardial infarc. Transdermal drug delivery system of timolol maleat is to avoid first pass effect metabolism in the liver, that is will compose non active metabolits  as much as 50 %. The influence of addition of ethanol, propylen glycol, and polysorbates 20 as an penetrance enhancer towards timolol maleat diffusion from hydroxypropylmethyl cellulosa gel preparation had been studied in vitro . Spangler membran and diffusion cell are used for diffusion test  with distilled water at pH 7,0 as reseptor medium and at 37 ±1oC for 180 minutes. Quantitative analysis of timolol maleat was determined by spectrophotometry at 295 nm. The result showed that the diffusion significantly increased, i.e. after the addition of 30 % w/w of ethanol was 353,8 ±11,9 μg/cm2, of  30 %w/w of propylene glycol was 203,9 ±1,9 μg/cm2 , and of 5 % w/w of polysorbates 20 was 311,5 ±8,0 μg/cm2 . ABSTRAK Timolol maleat sebagai salah satu zat aktif golongan beta bloker non selektif telah banyak digunakan sebagai obat untuk terapi ataupun untuk tujuan profilaksis penyakit angina pektoris, hoeprtensi dan infark miokardial. Penghantaran obat timolol maleat secara transdermal untuk menghindari metabolisme lintas pertama dihati, yang akan terbentuk metabolit tidak aktif sebesar 50 %. Telah diteliti pengaruh penambahan etanol, propilenglikol dan polisorbat 20 sebagai peningkat penetrasi terhadap difusi timolol maleat dari sediaan gel hidroksipropilmetil selulosa secara in vitro. Digunakan membran Spangler dan sel difusi untuk uji difusi selama 180 menit dengan medium penerima air suling pH 7,0,  pada suhu 37 ±1oC.  Analisis  kuantitatif timolol maleat dilakukan dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 295 nm. Terjadi peningkatan difusi timolol maleat secara bermakna pada formula dengan penambahan etanol 30 % b/b, propilenglikol 30 % b/b, dan polisorbat 20 5 % b/b dengan jumlah timolol maleat yang terdifusi dari masing-masing formula sebesar 353,8 ±11,9 μg/cm2, 203,9 ±1,9 μg/cm2, 311,5 ±8,0 μg/cm2 .
STUDI PENGARUH KOMPLEK SIKLODEKSTRIN TERHADAP PENETRASI PERKUTAN PIROKSIKAM Agustin, Rini; Agoes, Goeswin; T, Sasanti
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyclodextrin was cyclic oligosakarida that can be able to form inclusion complex with drug, used for the optimasi of transdermal delivery. Based on some research that had been done, probably that cyclodextrin can improve percutan penetration of drug by modifying the nature of phsycochemistry of drug especially drug solubility in bases, distribution and partition of drug and modify permeability of stratum corneum. Based on this reason, percutan penetration of inclusion complex of piroxicam with cyclodextrin in carbopol 940 gel had been studied. The Inclusion complex was prepared by copresipitation method with b-cyclodextrin as inclusion agent. The amount of piroxicam included by -cyclodextrin was 85.28% with stability constant of inclusion complex, K1:1 = 75.86 M-1. Percutan penetration test of inclusion complex in carbopol 940 gel using modified Franz diffusion cell with abdominal skin rat as membrane diffusion, shown that the inclusion complex with -cyclodextrin gave a higher diffusion rate than piroxicam gel without cyclodextrin and gel with physical mixtures of piroxicam-cyclodextrin. ABSTRAK Siklodekstrin merupakan oligosakarida siklik berbentuk torus yang dapat membentuk komplek dengan obat yang dapat digunakan untuk optimasi penghantaran transdermal. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, diduga bahwa siklodekstrin dapat meningkatkan penetrasi perkutan dengan memodifikasi sifat fisiko-kimia obat terutama kelarutan dalam basis, partisi dan distribusi obat pada kulit serta merubah permeabilitas stratum corneum. Berdasarkan hal tersebut telah diteliti penetrasi perkutan kompleks inklusi piroksikam dengan siklodekstrin dalam sediaan gel karbopol 940. Kompleks inklusi dibuat menurut metode kopresipitasi menggunakan b-siklodekstrin sebagai pengompleks. Jumlah piroksikam yang terinklusi oleh b-siklodekstrin adalah 85,28% dengan konstanta stabilitas komplek K1:1 = 75.86 M-1. Pengujian penetrasi perkutan menggunakan sel difusi Franz yang dimodifikasi dengan membran difusi kulit abdomen tikus menunjukkan bahwa kompleks inklusi piroksikam dengan b-siklodekstrin dalam sediaan gel karbopol 940 mempunyai kecepatan difusi yang lebih tinggi dibanding sediaan gel piroksikam tanpa siklodekstrin dan sediaan dengan campuran fisik piroksikam siklodekstrin.
UJI PERMEABILITAS INTRINSIK DAN TERMODINAMIKA DIFUSI PIROKSIKAM SECARA IN VITRO Aryani, Ni Luh Dewi; Martodihardjo, Suwaldi
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effectivity of a topical drug therapy was influenced by its ability to penetrate into skin. Stratum corneum which is a barrier of skin layer caused most drugs experience difficulties in penetrating skin layer in a appropriate speed to reach its therapeutic level, even though it is a potent drug. Research on drug permeability through skin layer is a must in order to develop transdermal formulation. In this work we had conducted intrinsic permeability and diffusion thermodynamic test of piroxicam in phosphate buffer pH 3,5 in vitro, using side by side diffusion cell complemented with rabit skin membrane. Data gained in this experiment were flux, permeability coefficient, diffusion coefficient, and latent time for piroxicam consecutively 2.78x10-4 mg/cm2/second, 6.68x10-6 cm/second, 1,08x10-9 cm2/second and 33.77 minutes. Piroxicam diffusion process was an endothermic and unconstant process. DF, DH, and DS value for piroxicam diffusion process at 32ºC were consecutively 7.22 kcal/mol, 4.73 kcal/mol, and 8.16 cal /degr/mol. ABSTRAK Efektivitas terapi obat yang digunakan secara topikal tergantung dari kemampuannya untuk berpenetrasi ke dalam kulit. Stratum korneum yang merupakan lapisan penghalang kulit menyebabkan sebagian besar obat sulit untuk melewati kulit dengan kecepatan yang cukup untuk mencapai level terapetiknya walaupun merupakan obat yang poten. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian terhadap permeabiltas obat melalui kulit untuk pengembangan formulasi sediaan transdermal.  Pada penelitian ini dilakukan uji permeabilitas intrinsik dan termodinamika difusi piroksikam dalam dapar fosfat pH 3,5 secara in vitro menggunakan alat uji sel difusi model side by side yang dilengkapi dengan membran kulit kelinci. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yang meliputi fluks, tetapan permeabilitas, koefisien difusi dan waktu laten difusi piroksikam masing-masing adalah 2,78x10-4 mg/cm2/detik, 6,68x10-6 cm/menit, 1,08x10-9 cm2/menit dan 33,77 menit. Proses difusi piroksikam merupakan suatu proses yang berlangsung tidak spontan dan merupakan suatu proses endotermik. Nilai DF, DH, dan DS proses difusi piroksikam pada suhu 32ºC  masing-masing adalah 7,22 kkal/mol, 4,73 kkal/mol, dan 8,16 kal /der/mol.

Page 1 of 1 | Total Record : 7