cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2006)" : 7 Documents clear
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DEWANDARU DAN DAUN KELADI TIKUS TERHADAP PEMOTONGAN DNA SUPERKOIL UNTAI GANDA Indrayudha, Peni; Wijaya, Abdul Rosyid Thoyib; Iravati, Susi
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keladi tikus (Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) is used traditionally as anti cancer and anti virus. Dewandaru (Eugenia uniflora Linn) have known to have antibacterial activity. This experiment was aim to examine whether the extract of Eugenia uniflora Linn and Typhonium flagelliforme (lodd) BL leaves contain protein which had activity to cut double helix supercoiled DNA. The experiment was conduct by incubating DNA plasmid (pUC18) with protein isolated from Eugenia uniflora Linn and Typhonium flagelliforme (lodd) BL leaves extract at room temperature for 1 hour. Crude extracts were made by extraction in 0.14 M NaCl-5 mM sodium phosphate buffer pH 7,2. Extract were considered to have RIPs activity when it was able to cut double helix supercoiled DNA to linear nick circular form. Electrophoretogram was observed under ultraviolet light. Result showed that Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) leaves extract contain protein which had activity to cut double helix supercoiled DNA to linear nick circular form. While Eugenia uniflora Linn leaves extract gave negative result.   ABSTRAK Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) digunakan sebagai antikanker dan antivirus. Tanaman dewandaru (Eugenia uniflora Linn) telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstak gubal daun dewandaru (Eugenia uniflora Linn) dan daun keladi tikus (Typhonium flagelliforme (lodd) BL) mengandung protein yang mampu memotong DNA superkoil untai ganda. Penelitian ini dilakukan dengan cara menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak gubal daun Eugenia uniflora Linn dan daun Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) pada suhu kamar selama 1 jam. Ekstrak gubal daun dibuat dengan ektraksi daun dalam buffer natrium fosfat 5Mm yang mengandung NaCl 0,14 M Ph 7,2. Ekstrak akan memiliki aktivitas RIPs jika mampu memotong DNA superkoil untai ganda menjadi bentuk nick circular dan linier. Hasil elektroforesis dilihat di bawah sinar UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gubal daun keladi tikus (Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) mengandung protein yang mampu memotong DNA superkoil untai ganda menjadi bentuk nick circular dan linier seperti pada RIPs. Sedangkan ekstrak gubal daun dewandaru (Eugenia uniflora Linn) tidak menunjukkan kemampuan memotong DNA superkoil untai ganda menjadi bentuk nick circular dan linier.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA METABOLIT BIOAKTIF MIKROBA ENDOFITIK TANAMAN TRENGGULI (Cassia fistula L.) Kumala, Shirly; Shanny, Fransisca; Wahyudi, Priyo
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endophytic microbes are microorganisms that live symptomatically within the living tissue of host plants. Microbe as fungi, yeast and bacteria can associate with the plant; they can help the metabolism of the host plant and produce the potential secondary metabolite. The aims of this experiment were to investigate endophytic microbes that live in the Cassia fistula L (Trengguli) plant and their ability to produce bioactive metabolite as anti microbial agents. Direct seed inoculating technique was used by putting the plant sample on the surface of Nutrient Agar. The agar diffusion method using paper disc was applied to assay the anti microbial activity of bioactive metabolite. The results showed 7 isolate of bacteria had the anti microbial activity toward Staphylococcus aureus, Bacillus subtillis, Escherichia coli, Salmonella typhi and Candida albicans. Endophytic bacteria can be found in Cassia fistula L plant, which can produce potential bioactive metabolite as anti microbial agent. ABSTRAK Mikroba endofit adalah mikroorganisme yang hidup secara simptomatis di dalam jaringan hidup tanaman inangnya. Mikroba tertentu, misalnya jamur, ragi dan bakteri dapat berasosiasi dengan tanaman tersebut; mikroba-mikroba ini dapat membantu metabolisme tanaman inangnya dan memproduksi metabolit sekunder yang potensial. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki mikroba endofit yang tumbuh di dalam jaringan Trengguli (Cassia fistula L), dan kemampuannya untuk memproduksi  metabolit bioaktif  yang memiliki aktivitas antimikrobial. Dalam penelitian ini digunakan teknik inokulasi langsung dengan jalan meletakkan sampel tanaman langsung di atas permukaan Nutrient Agar. Metoda difusi agar menggunakan cakram kertas digunakan untuk menetapkan aktivitas antimicrobial dari metabolit aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 isolat bakteri memiliki aktivitas antimikrobial terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus subtillis, Escherichia coli, Salmonella typhi dan Candida albicans. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa di dalam jaringan tanaman Cassia fistula L dapat ditemukan bakteri endofit yang dapat memproduksi metabolit bioaktif sebagai senyawa antimicrobial.
IDENTIFIKASI SENYAWA ANTI MIKROBA RIMPANG TEMU GIRING (CURCUMA HEYNEANA VAL & VAN ZIJP) SECARA BIOAUTOGRAFI Wonohadi, Elisawati; P, Diah Ayu; B, Diana Agustin; Liasthirani, Sri; Melani, .
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethanol extract of Curcuma heyneana Val & Van Zijp tuber had been proved to have antimicrobial activity against Sarcina lutea, Staphylococcus aureus and Candida albicans when examined by diffused agar method using cylinder cup. To trace the active compound we had conducted extract fractionation base on polarity, and then examined its antimicrobial activity and furthermore identification its active compound by bioautography. The active compound of Curcuma heyneana Val & Van Zijp tuber was extracted using 80% ethanol by refluxing for 3 hours with 4 repeatation. Fractionation of the extract was done consecutively with n-hexane and chloroform. Each fraction, i.e.       n-hexane, chloroform, and ethanol fraction,  were examined by diffused agar method using cylinder cup. All fraction showed positive results against all test bacteria. Bioautography test revealed that the active compound against Sarcina lutea were volatile oil, free terpenoid compound, and flavonoid compound, where the active compound against Staphylococcus aureus and Candida albicans were not detected by bioautography method. ABSTRAK Ekstrak etanol rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val & Van Zijp) berdasarkan uji daya anti mikroba dengan metode difusi agar menggunakan cylinder cup menunjukkan hasil positif menghambat pertumbuhan Sarcina lutea, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Untuk menelusuri senyawa aktif rimpang temu giring tersebut, telah dilakukan fraksinasi terhadap senyawa kandungan rimpang berdasarkan kepolarannya untuk dilakukan uji daya antimikroba dan dilanjutkan dengan identifikasi senyawa aktif secara bioautografi. Kandungan senyawa serbuk rimpang temu giring diekstraksi menggunakan pelarut etanol 80% dengan cara reflux selama tiga jam dengan pengulangan sebanyak empat kali. Fraksinasi ekstrak dilakukan berturut-turut dengan n-heksan dan kloroform sehingga didapat fraksi heksan, fraksi kloroform dan fraksi etanol. Hasil uji masing-masing fraksi dengan metode difusi agar menggunakan cylinder cup, semua fraksi memberikan hasil positif menghambat pertumbuhan semua mikroba uji. Hasil uji secara bioautografi didapatkan minyak atsiri, senyawa terpenoid bebas dan senyawa flavonoid memiliki daya anti mikroba terhadap Sarcina lutea. Senyawa aktif terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans tidak terdeteksi secara bioautografi.
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI MINYAK ATSIRI DAUN BELUNTAS TERHADAP Candida albicans DAN PEMBUATAN SEDIAAN YANG SESUAI Arini, Sri; Nurmawan, Dani; Alfiani, Fina; Mulyani, Sri
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leucorrhea is one disease commonly found in women live in tropical area such as Indonesia. Candida albicans is one of the main cause of this disease. Beside leucorrhea,  Candida albicans can also cause infection in mouth, skin, and lung. The leaves of  Pluchea indica Less is traditionally used to overcome leucorrhea. This experiment was conducted to examine the activity of volatile oil in Pluchea indica Less in inhibiting the growth of Candida albicans. The experiment was done using liquid diffusion method. Result showed that volatile oil of Pluchea indica Less can inhibit the growth of Candida albicans with minimum inhibition concentration 12.5%. To observe the efficacy in application, the volatile oil was combined with other ingredients to make a ready to use product. 2 parts of  volatile oil of Pluchea indica Less, was combined with 1 part parfum and 7 parts technical ethanol 95%. This product was then spray over outer part of vagina with leucorrhea. Examination showed that this product was more effective compare to  povidon iodium (positive control). Analytical examination using GC-MS revealed that the volatile oil of Pluchea indica Less contain caryophyllene,  isocaryophyllene, azulene derivate-compound, and naphthalene. ABSTRAK Keputihan merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita sebagian besar wanita didaerah tropis seperti Indonesia. Candida albicans merupakan salah satu penyebab keputihan yang sering dijumpai. Selain menyebabkan keputihan, Candida albicans juga dapat menyebabkan infeksi mulut, kuku, kulit dan paru-paru. Daun beluntas merupakan salah satu tanaman yang secara tradisional sering digunakan dalam pengobatan keputihan. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas anti Candida albicans dari minyak atsiri daun beluntas dengan metode dilusi cair. Hasil uji aktivitas antifungi terhadap Candida albicans, minyak atsiri daun beluntas memiliki KBM pada konsentrasi 12,5%. Minyak atsiri kemudian dibuat sediaan dengan komposisi 2 bagian minyak atsiri daun beluntas, 1 bagian pewangi dan 7 bagian etanol tehnis 95%. Sediaan ini digunakan dengan cara menyemprotkannya pada daerah kewanitaan. Hasil uji aktivitas anti Candida albicans terhadap sediaan yang dibuat dengan metode difusi padat menunjukkan potensi sedian yang dibuat lebih besar daripada povidon iodium (kontrol positif). Hasil analisis kromatografi gas-spektroskopi menunjukkan bahwa minyak atsiri daun beluntas mengandung caryophyllene dan isocaryophyllene serta senyawa derivat azulene, dan naphthalene.
UJI AKTIVITAS ANTI-BAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KEMBANG PUKUL EMPAT (Mirabilis jalapa L.) DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI Kumala, Shirly; Tambunan, Risma Marisi; Mochtar, Dede
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assay for anti-bacterial activity  of ethyl acetate extract from kembang pukul empat ( Mirabilis jalapa L) using bioautographic method has been investigated. Bioautographic methods was carried by put the chromatogram of the extract on the media that had been inoculated with bacteria. The bacteria used in this experiment were Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The results shown anti-bacteria activity  toward Staphylococcus aureus has value of Rf 21, 24, 35, 45, 53, 65 and  68. While for Escherichia  coli has value of  Rf 24, 33, 35, 45 and 65. ABSTRAK Aktivitas antibakteri dari ekstrak etil asetat kembang pukul empat ( Mirabilis jalapa L) telah diteliti menggunakan metoda bioautografi. Metoda ini dilakukan dengan jalan meletakkan kromatogram ekstrak di atas media yang telah diinokulasi dengan bakteri uji Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas anti bakteri ekstrak terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus mempunyai nilai Rf 21, 24, 35, 45, 53, 65 dan  68. Sedangkan terhadap Escherichia  coli nilai Rf adalah 24, 33, 35, 45 dan 65.
UJI SITOTOKSISITAS IN VITRO SEDIAAN JADI BRM (BIOLOGICAL RESPONSE MODIFIER) TERHADAP SEL KANKER SERVIKS Harahap, Yahdiana; Reksodiputro, Harryanto; Heffen, Wan Lelly; Krismartina, Mirna
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer was the third big death-caused disease in the developed countries. To overcome the disease, cancer patient can use combinaton of conventional and alternative therapy, such as using herbal   medicine. Nowadays there are many anti cancer herbal medicines in the market, one of which was BRM (Biological Response Modifier), that contain tansinon, polisaccharide, Lycium barbarum, Codonopsis pilosulae Radix extract, and marine algae extract. To investigate the cytotoxic effect of BRM, we  conducted cytotoxicity test in vitro using cancer cell culture. The test examined the activity of ethanol and aquoeus extract of BRM  on Ca Ski cells (cervix cancer cells), using Neutral Red Intake Cytotoxicity Test Method.  Results of the experiment revealed the LC50 of ethanol and aquoeus extract were 274.16 and 55.21mg/ml consecutively, after 24 hour incubation and 118.58 and 35.17 mg/ml after 48 hours incubation. It was concluded that ethanol and aquoeus extract of BRM had low cytotoxicity due to LC50 value greater than 20 mg/ml. ABSTRAK Kanker merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di negara berkembang. Untuk mengatasi penyakit tersebut, penderita kanker dapat mengkombinasikan terapi konvensional dengan terapi alternatif, yaitu dengan menggunakan sediaan herbal. Saat ini banyak sekali sediaan herbal antikanker yang beredar di pasaran, diantaranya sediaan jadi BRM, yang mengandung tansinon, polisakarida, Lycium barbarum, ekstrak Codonopsis pilosulae Radix, dan ekstrak marinealgae. Untuk mengetahui efek sitotoksik sediaan tersebut maka dilakukan uji sitotoksisitas secara in vitro menggunakan biakan sel kanker. Pengujian sitotoksisitas ekstrak etanol dan air sediaan jadi BRM dilakukan terhadap sel Ca Ski (sel kanker serviks) meggunakan metode Uji Sitotoksisitas Ambilan Merah Netral. Dari penelitian ini diperoleh nilai LC50 ekstrak etanol dan air setelah inkubasi 24 jam masing-masing sebesar 274, 16 dan 55,21mg/ml, sedangkan setelah inkubasi 48 jam sebesar 118,58 dan 35,17 mg/ml. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan air sediaan jadi BRM mempunyai efek sitotoksik rendah karena memiliki nilai LC50 lebih besar dari 20 mg/ml.
PENGARUH EKSTRAK RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria Rosc.) TERHADAP KARSINOGENESIS PARU YANG DIINDUKSI OLEH BENZO[]PIREN Murwanti, Retno; Meiyanto, Edy; Nurrochmad, Arief; Alexxander, .
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This experiment was aimed to investigate the influence of Curcuma zedoaria Rosc. ethanol extract on the growth of benzo[a]pyrene-induced lung tumor in male Balb/c mice. New born miced were induced with 0,2 mmol, 0,4 mmol, and 0,8 mmol benzo[a]pyrene intraperitoneally at day 1, 8, and 15 after born. On day 25 after born, the male mice were distributed into 5 groups. Group 1, 2 and 3 were treated with Curcuma zedoaria Rosc. ethanol extract consecutively 250 mg/kgBW, 500 mg/kgBW and 750 mg/kgBW. Group 4 was treated with DMSO (solvent) and group 5 was B[a]P induced tumor positive control.  Mice were sacrificed at 4 month age, and lung were collected for examination of tumor nodules macroscopic and microscopically. Intensity of carcinogenicity was expressed as number of  tumor bearing mice in each group, and number of of tumor nodules per mouse lung. From the result it was concluded that  Curcuma zedoaria Rosc. ethanol extract dose 250-750 mg/kgBW can inhibit the growth of lung tumor in male mice up to 18,75%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol rimpang temu putih terhadap pertumbuhan  tumor paru pada mencit jantan galur Balb/c yang diinduksi benzo[a]piren. Anak mencit yang baru lahir diinduksi secara intraperitoneal dengan benzo[a]piren pada hari ke-1, ke-8, dan ke-15 setelah kelahiran dengan dosis masing-masing sebesar 0,2 mmol, o,4 mmol, dan 0,8 mmol. Pada hari ke-25 setelah kelahiran, mencit jantan dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok pertama sampai ke-3 diberi ekstrak etanol rimpang temu putih dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB, kelompok  ke-4 diberi pelarut DMSO dan kelompok ke-5 sebagai kelompok kontrol positif kanker B[a]P. Mencit dikorbanan pada umur 4 bulan dan diambil organ paru, untuk diamati adanya nodul tumor secara makroskopis dan mokroskopis. Intensitas karsinogenesitas dinyatakan sebagai jumlah mencit yang terkena tumor paru dalam setiap kelompok, dan jumlah tumor per mencit dalam setiap organ paru. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis Non parametrik Test (Kruskal-Wallis Test) dan diteruskan dengan Mann-Whitney Test. Dari penelitian ini diambil kesimpulan bahwa ekstrak etanol rimpang temu putih dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan dosis 750 mg/kgBB mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit jantan pada fase post inisiasi dengan prosentase penghambatan berturut-turut 28,5%, 83,5%, dan 18,75%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7