JURNAL ABDAU
ISSN : 26223902     EISSN : -
Jurnal Abdau ini adalah jurnal pendidikan dasar Islam yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta. Jurnal ini sebagai sarana mempublikasikan hasil penelitian dan pemikiran pendidikan dasar Islam/madrasah ibtidaiyah oleh para pakar pendidikan, dosen, guru, dan mahasiswa. Selain itu, jurnal ini dirancang sebagai salah satu alternatif untuk mengembangkan ide/gagasan yang progresif guna kemajuan pendidikan dasar Islam/madrasah ibtidaiyah di Indonesia.
Articles 22 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III SDIT DARUL HASAN PADANGSIDIMPUAN

Harahap, Asriana

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.891 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilainilai karakter dalam pembelajaran tematik, nilai-nilai karakter yangdikembangkan serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambatimplementasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran tematik kelas IIISDIT Darul Hasan Padangsidimpuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenisdeskriptif. Subjek penelitian siswa-siswi kelas III dan wali kelas sertakepala sekolah guna mendukung data. Penelitian ini dilaksanakan di SDITDarul Hasan Padangsidimpuan pada semester ganjil tahun ajaran2017/2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Data analisis yang dilakukan dengan carapengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Teknik keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi nilai-nilai karaktermeliputi perencanaan dan pelaksanaan. Dalam perencanaan pembelajaranterdiri atas silabus dari dinas/pemerintah dan RPP yang dibuat sendiri olehguru. Sedangkan dalam pelaksanaannya, guru dalammengimplementasikan nilai-nilai karakter melalui kegiatan pembelajarandan metode pembelajaran, penilaian, penanaman kedisiplinan, pembiasaandan keteladanan. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan guru dalampembelajaran tematik diperoleh nilai-nilai karakter yang sering munculnilai-nilai karakter lain yang jarang muncul. Fakor pendukung dalamimplementasi nilai-nilai karakter adalah sekolah melalui kegiatan danfasilitas, guru melalui keteladanan, strategi pembelajaran, media dansumber belajar. Faktor penghambat adalah lingkungan, peserta didik danwaktu.

KEBIJAKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH (Konsep dan Implementasi)

Fath, Zaina Al, Sholina, Ayu, Isma, Fitratul, Rahmawan, Deby Indriani

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.821 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan literasi sekolah (GLS) sebagai suatu kebijakan pendidikan yang mengupayakan kemampuan literasi matematika, sains, membaca dan menulis peserta didik. Gerakan literasi sekolah (GLS) merupakan hasil salah satu inovasi pendidikan pada bidang strategi. Gerakan literasi sekolah menekankan pada kegiatan literasi yang mencakup keterampilan berfikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Artikel ini ini menggunakan metode penelitian riset pustaka (library research) dengan kepustakaan dan internet. Implementasi GLS di jenjang MI/SD diterapkan sebagaimana peraturan menteri Pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti memperkuat upaya pembentukan budaya literasi tersebut.

MENINGKATKAN KARAKTERMELALUI PEMBELAJARAN OLAHRAGA PADA MI UNGGULAN MUHAMMADIYAH LEMAHDADI BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA

Muallifin, Muhammad Fatkhan

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.244 KB)

Abstract

Kurangnya pendidikan karakter, membuat siswa kurang bertanggungjawab.Siswa hanya ingin memperoleh nilai yang baik tanpa harus belajardengan jalan mencontek.Hal ini perlunya meningkatkan pendidikankaraktersiswa agar dapat memiliki perilaku yang baik tanpa harus melakukantindakan yang keluar dari nilai-nilai sosial.Bukan hanya dalam segi belajarnamun juga bertingkah laku di rumah maupun di madrasah.MIUMuhammadiyah merupakan madrasah yang memiliki outcome yang baik. Olehkarena itu, peneliti mengangkat permasalahan yaituBagaimana caraMIUMuhammadiyah Lemahdadi Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakartadalammeningkatkan karakter melalui pembelajaran olahraga pada siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenispenelitian yang bersifat lapangan (field research).Teknik pengumpulan datayang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumberdata yang dipilih yaitu Kepala Madrasah, Guru dan Siswa diperkuat dengandokumen yang relevan guna menghasilkan data yang lebih valid.Hasil analisis menunjukkan upaya dalam meningkatkan karakter siswaMIU Lemahdadidapat diwujudkan dalam beberapa bentuk metode yaitupemberian reward (hadiah), memberikan pujian, memberikan nilai tambah,sanksi atau hukuman, menciptakan persaingan sehat, menanamkan rasatanggung jawab akan suatu kewajiban sesuai dengan kebutuhan siswa.

INTEGRASI LITERASI SAINS DAN NILAI-NILAI AKHLAK DI ERA GLOBALISASI

Mukti, Fajar Dwi

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.212 KB)

Abstract

Era globalisasi memberikan dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pada penyelenggaraan pendidikan, maka literasi sains siswa yang meliputi pengetahuan tentang sains, proses sains, pengembangan sikap ilmiah, dan pemahaman peserta didik terhadap sains dapat di integrasikan dengan nilai-nilai akhlak. Metode pada kajian ini adalah kajian literatur yang membahasa tentang pentingnya integrasi literasi sains dan nilai-nilai akhlak di era globalisasi. Solusi untuk bisa mengatasi berbagai persoalan era globalisasi yang terjadi baik persoalan politik, ekonomi, sosial, dan budaya serta masalah dekadensi moral dan intelektual khususnya dikalangan para siswa, maka dibutuhkan penguatan nilai-nilai akhlak dan literasi sains.

PENDIDIKAN KARAKTER MANDIRI SISWA MI BAIQUNIYYAH DAN ANAK BINAAN RSB DIPONEGORO

Safi’ah, Ranti, Marhumah, Marhumah

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.677 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter serta persamaan dan perbedaan kemandirian siswa MI Baiquniyyah Bantul dan anak binaan Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro (RSB Diponegoro). Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian: Pertama pendidikan karakter mandiri: (1) Siswa MI Baiquniyyah melalui: Pembiasaan mengelola pembagian snack dan makan siang, mengurus keperluan sholat; Pendidikan kemandirian dalam proses pembelajaran; Reward punishment; Sabtu ceria; Rutinitas santri PPA Baiquniyyah. (2) Anak Binaan RSBD melalui: Pelatihan/Penyuluhan kemandirian; Konseling; Melakukan aktifitas alam; Mengikis stigma masyarakat terhadap anjal; Mengembalikan fungsi keluarga; Mengembalikan rutinitas harian anjal; RSBD menginspirasi melalui usaha songkok dan sablon. Kedua persamaan dan perbedaan kemandirian siswa MI Baiquniyyah dan anak binaan RSBD (1) Kemandirian emosi kelas rendah non pondok dan anjal children on the street masih tergantung orang tua, sementara siswa kelas atas dan anjal children of the street kemandirian emosinya baik; (2) Kemandirian intelektual siswa pondok kelas 1 dan 2 dan anjal children of the street masih rendah, sementara siswa kelas 1 dan 2 non pondok, siswa kelas 3-5 serta anjal children on the street terbilang baik; (3) Siswa MI Baiquniyyah belum memiliki kemandirian ekonomi, sementara anjal children on the street beraktifitas ekonomi untuk membantu keluarga sedang tipe children of the street untuk kebutuhan sendiri; (4) Kemandirian sosial siswa MI Baiquniyyah dan anjal children on the street menunjukkan interaksi yang baik, sedangkan anjal children of the street setelah mendapat pendampingan di RSBD menunjukkan perubahan yang positif.

PEMBIASAAN IBADAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS 1 DI MI WAKHID HASYIM)

lestari, weny, Shomiatun, Shomiatun

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Urgensi pembiasaan ibadah pada anak usia sekolah dasar yaituuntuk melatih anak agar terbiasa menjalankan kegiatan ibadah sehinggadapat membentengi anak dari hal- hal yang negatif, hal ini tidak terlepasdari bimbingan guru dan orang tua dalam membiasakan anak untukberibadah. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosespembiasaan ibadah pada anak usia sekolah dasar di MI Wakhid Hasyim.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenispenelitian lapangan (field research). Subyek penelitian adalah anak kelas1 di MI Wakhid Hasyim sebanyak 23 anak. Pengumpulan datamenggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembiasaanibadah pada anak di MI Wakhid Hasyim dilakukan dengan praktek secaralangsung, menggunakan media asli, guru berperan sebagai demonstratordan menjadi teladan bagi anak- anak. Pembiasaan ibadah ini dilakukansetiap hari secara terus menerus dan guru akan memberikan pujian atauhadiah pada anak yang mau melaksanakan pembiasaan ibadah. Hasil daripembiasaan ibadah yang telah dipraktekkan adalah mampu melatih anakuntuk terbiasa menjalankan ibadah baik di sekolah maupun di rumah.Faktor pendukung yaitu guru yang mempunyai tekhnik dan metode yangtepat dalam pembiasaan ibadah, anak yang memiliki kemampuan cukupbaik dan saling memberikan motivasi, sarana dan prasarana yangmemadai dan orang tua yang mendukung pembiasaan ibadah di rumah.Faktor penghambat yaitu latar belakang pendidik dari luar jurusanpendidikan yang kurang memahami karakteristik anak, anak yang masihlabil dan mudah bosan dan latar belakang keluarga yang berbedasehingga kemampuan anak dalam memahami materi dan penerapanpembiasaan ibadah di rumah berbeda-beda.

PENANAMAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DI SEKOLAH DASAR BANYUKUNING

Fatmawati, Kurnia

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.097 KB)

Abstract

Kesenjangan antara praktik pendidikan dengan karakter peserta didik yangterjadi memerlukan perhatian serius, khusus dan konsisten dari berbagai pihak.Hal inidikarenakan dunia pendidikan di Indonesia kini bisa dikatakan memasuki masa-masayang pelik.Kucuran anggaran pendidikan yang besar disertai berbagai programterobosan seperti belum mampu memecahkan persoalan mendasar dalam duniapendidikan, yaitu bagaimana mencetak alumni pendidikan yang unggul, yangberiman, bertakwa, propfesional, dan berkarakter.Tujuan penelitian ini untukmengkaji kegiatan-kegiatan kepramukaan yang bernilaikan karakter religius, perananpendidikan kepramukan dalam menanamkan karakter religius di sekolah dasar, danfakor-faktor apa saja yang berperan dalam penanaman karakter religius melaluipendidikan kepramukaan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tehnikwawancara, dokumentasi, dan observasi.Dari penelitian ini ditemukan bahwaPendidikan kepramukaan dapat kita jadikan sebagai media atau tempatpengembangan dan penanaman karakter pada diri peserta didik khususnya dalambidang keagamaan atau religius.

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PERILAKU BERAGAMA SISWA MI (STUDI LITERASI)

Muallifin, Muhammad Fatkhan

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.886 KB)

Abstract

Muhammad Fatkhan Muallifin. Meningkatkan Motivasi Dan Perilaku Beragama Siswa MI (Studi Literasi).Kurangnya motivasi beragama, membuat siswa kurang bertanggung jawab. Siswa hanya ingin mendapatkan nilai yang baik tanpa harus belajar dengan jalan mencontek. Hal ini perlunya meningkatkan motivasi dan perilaku beragama siswa agar dapat memiliki akhlaq yang baik tanpa harus melakukan perilaku yang keluar dari nilai-nilai agama. Bukan hanya dalam segi belajar namun juga beribadah di rumah maupun di madrasah. Oleh karena itu, peneliti mengangkat permasalahan yaitu: 1) Bagainama upaya MI untuk meningkatkan motivasi beragama pada siswa 2) Bagaimana cara MI dalam meningkatkan perilaku beragama pada siswa dan 3) Apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi MI dalam meningkatkan motivasi dan perilaku beragama pada siswa.Penelitian ini menggunakan penelitian studi literatur dengan menelaah  teori terkait meningkatkan motivasi dan perilaku beragama siswa MI.   Hasil   dari   berbagai   telaah literatur ini akan digunakan untuk mengidentifikas meningkatkan motivasi dan perilaku beragama siswa MI..Hasil analisis menunjukkan upaya dalam meningkatkan motivasi beragama siswa MI dapat diwujudkan dalam beberapa bentuk metode yaitu pemberian reward (hadiah), memberikan pujian, memberikan nilai tambah, sanksi atau hukuman, menciptakan persaingan sehat, menanamkan rasa tanggung jawab akan suatu kewajiban serta pendidikan karakter. Cara dalam meningkatkan perilaku beragama pada dimensi praktik agama diwujudkan dalam usaha utama yaitu pertama memasukkan ke dalam intrakulikuler, yang kedua pada program pendukung. Program pendukung dapat diklasifikasikan mejadi harian dan tahunan. Untuk kegiatan harian meliputi zikir setelah shalat wajib, do’a, shalat Dhuha, shalat Zhuhur dan Ashar, kelas baris (murajaah), qiraati, serta menutup aurat. Sedangkan kegiatan tahunan meliputi pesantren ramadhan, qurban, dan puasa. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi upaya sekolah dalam meningkatkan perilaku beragama yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Untuk yang pertama faktor pendukung dapat diklasifikasikan menjadi dua faktor yaitu faktor sekolah dan faktor kerjasama dengan wali murid.  Untuk faktor sekolah meliputi peran serta warga sekolah, lingkungan madrasah, fasilitas dan sarana prasarana sekolah. Untuk faktor kerjasama dengan wali murid meliputi pertemuan wali murid, Buku Pemantauan Ramadhan serta tujuan yang sama semua pihak sekolah dan wali murid. Faktor kedua yaitu faktor penghambat dari upaya sekolah dalam meningkatkan perilaku beragama yang berasal dari kurangnya perhatian keluarga dan pergaulan negatif di lingkungan masyarakat.

PROGRAM SEKOLAH LITERASI GRATIS (SLG) DI STKIP PGRI PONOROGO

Mukharomah, Nafi’

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.156 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendalami pelaksanaan program Sekolah Literasi Gratis (SLG) di STKIP PGRI Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di STKIP PGRI Ponorogo yang beralamat di Jalan Ukel nomor 39 Kertosari Babadan Ponorogo provinsi Jawa Timur. Subjek penelitian adalah para peserta yang pernah mengikuti Sekolah Literasi Gratis (SLG). Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Sekolah Literasi Gratis (SLG) ini mendapatkan respon yang luar biasa dari peserta yang tinggal di Ponorogo dan sekitarnya. Upaya-upaya yang dilakukan panitia dalam melaksanakan program Sekolah Literasi Gratis (SLG) adalah: (1) menghadirkan sejumlah praktisi dan akademisi dari berbagai daerah yang sudah ahli dengan bidangnya masing-masing, (2) berlakunya syarat kehadiran peserta yang mengikuti Sekolah Literasi Gratis (SLG), (3) menyusun topik materi-materi literasi, dan (4) memberikan sertifikat penghargaan kepada peserta yang memenuhi kriteria. Dengan demikian, implementasi program Sekolah Literasi agratis (SLG) ini perlu dilanjutkan lagi untuk tahun-tahun berikutnya yang tentunya akan berkembang di lembaga maupun wilayah lainnya. Mengingat tujuan mulia dari Sekolah Literasi Gratis ini adalah untuk menjadikan generasi muda yang melek literasi dan berbudaya baca-tulis.

LITERASI SAINS DAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA GLOBALISASI

Mukti, Fajar Dwi

Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.901 KB)

Abstract

Era globalisasi memberikan dampak yang cukup luas dalam berbagai aspekkehidupan, terutama pada penyelenggaraan pendidikan, dimana sumber dayamanusia yang bermutu merupakan faktor penting dalam pembangunan di eraglobalisasi saat ini. Metode pada kajian ini adalah kajian literatur yang membahastentang pentingnya literasi sains dan pendidikan karakter di eraglobalisasi.Sehingga cara untuk bisa mengatasi berbagai persoalan yang terjadibaik persoalan politik, ekonomi, dan sosial, budaya serta masalah dekadensimoral dan intelektual khususnya dikalangan para pelajar, maka dibutuhkanpenguatan karakter SDM dan literasi sains siswa yang kuat berdasarkan padakarakter bangsa indonesia melalui berbagai jenis pendidikan (formal, informaldan non formal) serta pada berbagai jenjang pendidikan (mulai dari pendidikandasar, menengah, dan perpendidikan tinggi).

Page 1 of 3 | Total Record : 22