Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 20854609     EISSN : -
Jurnal Ilmu Komunikasi diterbitkan dua kali setahun sebagai media informasi karya ilmiah untuk bidang kajian Ilmu Komunikasi dan jurnalistik di Indonesia.
Articles 81 Documents
Di antara Pusaran Gelombang Korea

Wuryanta, Eka Wenats

ULTIMA Comm Vol 3 No 2 (2011): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.238 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v3i2.197

Abstract

Globalization is a special phenomenon in human civilization that moves on the global community and is part of the global human processes. The presence of information and communication technologies to accelerate the globalization of this. Globalization touches all the important aspects of life. Globalization creates new challenges and problems that must be answered, solved in an effort to harness globalization for the benefit of life. In general, globalization means the increasing linkages between the people and places as a result of advances in transportation technology, communications, and information that led to the convergence of political, economic, and cultural. The discourse of globalization as a process characterized by the rapid development of science and technology so that it can fundamentally change the world. International transport and communications have removed the boundaries of each nation’s culture. Marshall McLuhan’s global village pioneer idea in his book Understanding Media, 1964 said: “Today, after more than a century of electrictechnology, we have extended our central nervous system itself in a global embrace, abolishing both space and time as far as our planet is concerned. “ Key word: Globalisasi, Gelombang Korea, Media Televisi, K-Pop, informasi dan Komunikasi

Communication Behavior of Students in Homogeneous Schools

Faustina, Evelyn

ULTIMA Comm Vol 8 No 1 (2016): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.529 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v8i1.933

Abstract

Human communicate to fulfill their basic needs as social being. This communication ethnography research aims to see communication behavior between female students in Santa Ursula, a homogenous high school in Jakarta. The study also seeks to find the values and norms which can be seen through the students interaction. The data is analyzed using S-P-E-A-K-I-N-G model of Dell Hymes, an anthropologist who introduced the method of communication ethnography. The research shows that students in homogenous school create a social group with their own distinctive communication behavior and speech codes which were developed through frequent interactions between students. It can be concluded that the communication behavior of students in homogenous school is formed based on the characteristic of students who are accustomed to similar gender treatment and are tied by common norms. This communal group communicates any time, even outside formal or informal events.   Keywords: communication behavior, homogenous school, communication ethnography

The Required Competencies of Indonesian Cub Reporter in Digital Era

Mardjianto, F.X. Lilik Dwi

ULTIMA Comm Vol 10 No 1 (2018): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5394.683 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v10i1.889

Abstract

Journalism is growing rapidly in this era of multimedia. Along with the development of digital and multimedia technology, competencies of journalists are also shifting. This research implements FGD method to identify emerging journalism competencies that have to be mastered by multimedia journalists. The participants of the FGD were chosen to fulfill specific consideration: they should be journalists working in different areas (journalists, freelance journalists, and entrepreneur journalists). This is so important that this study could comprehensively elaborate new competencies that have to be mastered by journalists. Despite the need to master basic journalism skills, this study reveals that multimedia journalists are also required to have content distribution and media entrepreneurship skills.   Keywords: competencies, journalism, journalists, digital

Motivasi dan Perilaku Penggunaan Media Sosial Generasi Z dalam Melakukan Perjalanan Wisata

Liliani, Helga

ULTIMA Comm Vol 10 No 1 (2018): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2981.03 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v10i1.886

Abstract

Generasi Z di Indonesia kini berjumlah 68 juta orang, atau 47,5% dari jumlah pengguna internet di Indonesia. Mereka dinilai merupakan kelompok konsumen potensial bagi berbagai industri bisnis, termasuk pariwisata. Survei yang dilakukan oleh Tirto.id menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki pengaruh yang penting dalam pembentukan keputusan berlibur, baik bagi diri sendiri maupun keluarganya. Oleh karena itu, penting bagi pelaku industri pariwisata untuk dapat mengetahui motivasi mereka dalam melakukan perjalanan wisata. Selain itu, Generasi Z yang telah terhubung dengan internet juga memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi mengenai destinasi wisata. Maka perilaku Generasi Z dalam memanfaatkan media sosial juga harus diketahui dengan baik. Penelitian ini bersifat kuantitatif-deskriptif, dengan menggunakan metode survei secara purposive-insidental untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki motivasi eksternal yang berupa atribut-atribut yang dimiliki oleh wilayah destinasi, serta Instagram dan Kaskus merupakan media sosial yang memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses pembentukan keputusan berlibur. Kata Kunci: Generation Z, motivasi wisata, perilaku wisata, aktivitas wisata    

Perkembangan Peran Media Sosial sebagai Sumber Berita: Peluang dan Ancaman

Bangun, Cendera Rizky

ULTIMA Comm Vol 9 No 1 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3255.783 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i1.885

Abstract

As new media emerge and replace the popularity of conventional media, people use social media not only as medium to socialize, but also increase its role as news source or news outlet. A generational divide has always existed within news. The older people tend to choose TV and newspaper as their primary news source meanwhile research conducted by Reuters in 2015 showed that younger audiences that grown up in digital era, exhibiting very different behaviors and increasingly expect the news to come to them through online channels and in new formats. This makes social media become the opportunities and also threats to some news companies. What should the media do in order to survive? Does the generation gap influence the media to use both traditional and digital or social media? Some online media even put their headlines and link in Facebook and Twitter as news outlet, so people can just click the link and go to their websites. Methodology used in this research is qualitative with data gathered from focus group discussion and interview. The result of the study expected to show how the generation gap creates different media consumption and the need for news corporation to change their pattern in order to survive.   Keywords: Social media, news outlet, new media

Kebijakan Redasional Majalah Gadis dalam Membuat Konten Digital

Novel, Past

ULTIMA Comm Vol 8 No 1 (2016): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.58 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v8i1.884

Abstract

Perkembangan media massa turut mengikuti perkembangan teknologi di mana kini internet mempermudah segala akses informasi, baik penerimaan maupun penyebarannya. Majalah adalah salah satu media massa yang kini juga memanfaatkan perkembangan teknologi dan internet dalam bentuk digital atau daring. Kelebihan penggunaan internet dalam mengakses media massa adalah kemudahan, interaktivitas, dan mengurangi biaya produksi dan distribusi. Di samping kelebihannya, terdapat juga beberapa risiko dan efek samping dari popularitas media massa dalam bentuk digital atau daring. Majalah GADIS, salah satu majalah remaja Indonesia yang telah terbit sejak 35 tahun lalu, turut meramaikan dunia daring dengan menerbitkan versi online majalahnya. Peneliti mewawancara pihak redaksi Majalah Gadis dan menganalisis konten digital Majalah Gadis. Mengambil fokus sudut pandang redaksional, penelitian ini menganalisis langkah-langkah dan pertimbangan apa yang direncanakan oleh media ini. Temuan ini diharapkan dapat menguak sudut pandang redaksi Majalah GADIS dalam mengantisipasi dan menyikapi risiko penggunaan teknologi, terutama majalah digital dan daring. Kata kunci: media massa, majalah, online, media digital

Komodifikasi Budaya Pria Jawa di Iklan Djarum 76 Versi “Om Jin Buat Zaskia Gotik Jatuh Cinta”

Fernando, Joshua, Marta, Rustono Farady

ULTIMA Comm Vol 10 No 1 (2018): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4508.198 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v10i1.883

Abstract

Djarum 76 merupakan salah satu brand rokok ternama di Indonesia dan selalu aktif menggunakan iklan sebagai sarana promosi produk kepada khalayak. Konten iklan yang sering digunakan oleh Djarum 76 adalah sosok Jin lampu yang bernama “Om Jin” yang berciri khas menggunakan pakaian adat Jawa. Peneliti dalam hal ini bertujuan untuk mengetahui komodifikasi dalam sosok  pria Jawa dalam keluarga Jawa yang terdapat dalam sosok “Om Jin” dalam iklan Djarum 76  versi “Om Jin Buat Zaskia Gotik Jatuh Cinta - Kilau Raya MNCTV 25”. Penelitian ini akan melihat bagaimana konstruksi makna yang terjadi dengan menggunakan metode analisis Semiotika Roland Barthes dan Teori Dimensi Kultural Prof.  Geert Hofstede. Penelitian ini juga menggunakan paradigma komunikasi lintas kultural yaitu dialektika di mana ada integrasi antara paradigma interpretif dan kritis dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya komodifikasi budaya di mana karakter pria Jawa dalam iklan mengalami pergeseran makna.  Kata Kunci: Iklan, budaya, semiotika, pria Jawa, komodifikasi  

Pengaruh Advertorial mengenai CSR dalam Pembentukan Citra Merek

Primadini, Intan

ULTIMA Comm Vol 8 No 2 (2016): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.908 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v8i2.882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kredibilitas advertorial terhadap persepsi khalayak mengenai isi advertorial tentang corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan oleh Lifebuoy dan untuk mengetahui pengaruh persepsi khalayak mengenai CSR tersebut terhadap brand image (citra) Lifebuoy, serta untuk mengetahui adakah perbedaan persepsi mengenai CSR yang dilakukan Lifebuoy dan citra merek Lifebuoy antara pemakai dan bukan pemakai. Paradigma yang digunakan adalah positivis dan bersifat eksplanatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei melalui kuesioner. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Ekstensi FISIP UI. Sampelnya berjumlah 60 orang yang diambil secara acak. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah tingkat kredibilitas advertorial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi mengenai CSR, sementara persepsi mengenai CSR juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap citra merek Lifebuoy, serta tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan antara pemakai maupun non-pemakai Lifebuoy mengenai CSR dan citra merek. Kata Kunci: Advertorial, citra merek, Lifebuoy, marketing public relations, tanggung jawab sosial

Peran Departemen Corporate Communication dalam Melakukan Sosialisasi Nilai Perusahaan melalui Media Internal

Bangun, Cendera Rizky

ULTIMA Comm Vol 8 No 2 (2016): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.819 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v8i2.881

Abstract

Sistem komunikasi internal yang kuat dapat mendorong loyalitas dan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Sistem ini memegang peranan penting dalam mempertahankan karyawan dalam sebuah perusahaan sehingga mereka merasa terhubung dengan visi perusahaan. Penelitian ini mengangkat peran dari divisi Corporate Communication PT Darya Varia Tbk dalam mengkomunikasikan corporate culture BERSATU pada karyawan melalui program komunikasi internalnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma post-positivist. Hasilnya adalah nilai perusahaan yang dimiliki oleh PT Darya-Varia Laboratoria Tbk semenjak pertengahan tahun 2011 ini adalah BERSATU. BERSATU merupakan nilai yang coba ditanamkan di dalam setiap aktivitas para karyawannya yang melibatkan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kesimpulannya adalah posisi Departemen Corporate Communication di dalam PT Darya-Varia Laboratoria Tbk yang merupakan pintu keluar masuk arus informasi dari berbagai departemen. Departemen Corporate Communication harus bisa melakukan filtrasi sendiri atas informasi apa yang patut didistribusikan maupun tidak, dan bagaimana sebuah pesan bisa diterima dengan baik Kata kunci: Corporate communication, komunikasi internal, nilai perusahaan, sosialisasi

Strategi Komunikasi Band Indie Elephant Kind dalam Perkembangan Subsektor Musik Indonesia

Prakoso, Kevin Septanto K., Putri, Dhita Widya

ULTIMA Comm Vol 10 No 1 (2018): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5397.235 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v10i1.880

Abstract

Musik merupakan produk komunikasi massa yang tumbuh di bawah naungan industri rekaman. Saat ini, industri musik semakin tumbuh seiring dengan berkembangnya teknologi dan komunikasi yang semakin pesat. Di Indonesia, musik termasuk ke dalam subsektor yang dibina oleh lembaga non-kementerian Badan Ekonomi Kreatif dan dianggap sebagai salah satu industri yang menjanjikan, karena di dalamnya terdapat aktivitas kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, dan promosi. Dari fenomena inilah tren industri musik indie muncul, yang melakukan segala aktivitasnya secara independen, seperti Band Elephant Kind. Penelitian ini menilik bagaimana Elephant Kind berkontribusi dalam kancah permusikan indie di Indonesia dengan pendekatan strategi komunikasi yang digunakannya. Dengan metode kualitatif, wawancara mendalam, dan pengamatan, terlihat bahwa Elephant Kind sudah membangun strategi untuk mencapai tujuan sesuai tujuan sentral berdasarkan Pace, Peterson, dan Burnett yaitu to secure understanding, to establish acceptance, dan to motivate action. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengukur dampak dari strategi melalui persepsi pendengarnya. Kata Kunci: strategi komunikasi, musik, band indie, komunikasi massa