Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
ISSN : 19790716     EISSN : 26158124
Theories, methods, and implementations of new media technology. Topics include, but not limited to: 1. Digital technology for a creative industry 2. Development of Art and Design in Industry 3. Innovation and Creative Visual Experiment for Art and Design 4. Fine arts and performing arts
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual" : 8 Documents clear
Analisa Penanda Cangkir Pada Brandmarks Coffeeshop di Jakarta Almakki, Zamzami
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2321.724 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.741

Abstract

Identitas visual memiliki peranan penting dalam sebuah usaha dan institusi. Perusahaan daninstitusi yang tidak memiliki identitas visual memiliki kecenderungan tidak dikenali dan dibedakan. Maraknya industri kopi dan lebih spesifiknya pada coffeeshop, marak pula kebutuhan akan identitas visual, untuk dikenali sebagai coffeeshop dan dibedakan dari coffeeshop lainnya. Akan tetapi, kehadiran beberapa identitas visual coffeeshop ternyatasangat mudah dikenali dengan penggunaan cangkir pada logonya. Hal tersebut yang menjadi pembahasan utama dalam penelitian yang akan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika visual yang merupakan perpaduan antara tipologi brandmarks yang dikemukakan Wheeler (2009) dan struktur logo yang dikemukakan Floch (2000) serta tipe obyek tanda yang dikemukakan Pierce terhadap tanda pada brandmarks. Analisa ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman atas penggunaan penanda cangkir pada brandmarks coffeeshop dan pengetahuan dalam menganalisa identitas visual. Kata kunci: visual, coffeeshop, logo
Bali Dalam Persepsi: “Surga” Yang Diidealkan, Pencarian Identitas Spiritual Seniman Eropa Awal Abad 20 Purnomo, Setianingsih
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.101 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.740

Abstract

Penelitian ini mencoba mengeksplorasi bagaimana Bali sebagai lokus khusus dan Timur sebagai konteksnya secara umum, dieksplorasi oleh seniman Walter Spies dan dikemasnya sebagai sebuah “objek penemuan” yang eksotis, yang asri dan yang alami. Penelitian ini berpendapat bawa Bali yang diejawantahkan oleh Spies adalah Bali yang diidealisasi sedemikian rupa sesuai dengan imajinasi Barat sebagai subjek aktif mengenai Timur sebagai objek pasif. Kata kunci: Walter Spies, idealisasi, spiritualisme, Bali, barat, timur
Designing The World Of 3D CG Animation “BALLOON” Through Low Poly Visual Style Aditya, Christian
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.641 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.739

Abstract

This research focus on the process of creating the world of “Balloon” through low poly visual style in 3D CG animation using an alternative non-photorealistic rendering method that is both efficient and visually astonishing. Low poly are chosen as a visual style because it represent the spirit of courage to explore the world outside the film’s story. By using low poly visual style in most of the environment, it creates a unique contrast between the environment and the character. The character is made using a traditional high poly modeling for 3D character. Through variety of experiments with various pipeline, the chosen method is considered the best to accommodate the filmmaker needs in both production time and the visual result. In order to determine the best technique, the research is conducted by testing the render results of some environment scenes within the film. The writer also experimented using procedural materials in the design of the world to help speed up rendering of the compositing process, in order to achieve good visual quality in a shorter production time. Keywords : low poly, non-photorealistic rendering, 3D CG animation
Censorship and Adult Film Stars in Contemporary Indonesian Horror Cinema Mubarak, Makbul
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.4 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.735

Abstract

There were uproars when film producer Ody Mulya Hidayat initiated to cast adult film stars in his film. It was Sora Aoi, a Japanese porn screen star. These uproars indicated multiple things. Some people are afraid that Aoi will nakedly act in front of Indonesian audiences. However, some others couldn’t wait the release date t0 be announced and buy tickets. All sights are suddenly upon the Indonesian Film Censorship Board, who is responsible to institutionally neutralize all the uproars. The formerly questionable institution is now at a big stake. Keywords : film, porn star, censorship
Kajian Desain Logo IBM Tahun 1972 Sebagai Brand Global Rustan, Surianto
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2252.637 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.734

Abstract

IBM adalah perusahaan Amerika Serikat yang memproduksi perangkat keras dan ringan. Usia IBM telah mencapai satu abad lebih, namun selama lebih dari satu dekade, masuk dalam jajaran tiga besar perusahaan multinasional dengan nilai brand tertinggi di dunia. Melihat keistimewaan perusahaan ini, mendorong peneliti untuk mengungkap rahasia apa yang ada di balik identitas IBM, terutama logonya; bagaimana aspek formalistiknya, dan bagaimana aspek pemaknaannya. Metode penelitian kualitatif dilakukan dengan menganalisa jejak sejarah, yang lalu dibedah menggunakan teori-teori desain grafis, persepsi visual, semiotik, dan social attitude. Hasilnya, logo IBM terbukti secara formalistik memenuhi prinsip-prinsip desain grafis, dan persepsi visual, serta menghasilkan konotasi dan mitos yang positif di benak pengamat. Catatan bagi logo IBM yaitu perlu dilakukan langkah refreshment terhadap logonya, agar brand image di masyarakat terhadap perusahaan ini tetap positif. Kata kunci: logo, IBM, formalistik, pemaknaan
Identitas Dan Budaya Pada Masa Kini: Keuntungan Globalisasi Dan Ancaman Homogenisasi Putri, Ratna Cahaya Rina Wirawan
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.501 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.733

Abstract

Gonzales mengembangkan konsep Cultural Fronts, yang menjelaskan bahwa keseharian masyarakat dengan berbagai pengaruh informasi, sejarah, situasi dan simbolis membentuk makna hidup tersendiri dan budaya-budaya selalu bertempur memperebutkan kekuasaan di benak masyarakat, sehingga membentuk identitas yang tidak tunggal (2001). Gonzales mencontohkan seseorang dapat merasa memiliki identitas budaya sekaligus sebagai orang Meksiko, Latin, dan Meksiko-Amerika sebagai akibat dari persentuhannya dengan berbagai budaya (2001, hlm.110). Persentuhan berbagai budaya ini bukan hal baru, namun telah terjadi sejak awal peradaban manusia, terbawa bersama sejarah penyebaran manusia di dunia. Perkembangan teknologi transportasi tidak dipungkiri membawa pengaruh signifikan dalam percampuran budaya, karena memungkinkan orang berpindah dari satu titik ke titik yang lebih jauh membawa budaya yang sangat berbeda. Terlebih, globalisasi dalam masa era digital seperti saat ini meniadakan batasan waktu dan lokasi, sehingga budaya-budaya di seluruh dunia memungkinkan saling silang budaya. Hal ini memunculkan dua sisi kondisi, perkembangan budaya semakin cepat dengan adanya interaksi manusia yang tidak lagi dibatasi waktu dan lokasi. Pada sisi lain, muncul ancaman homogenisasi karena identitas dan budaya saling baur dalam tempo yang cepat dan menipiskan perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Artikel ini akan membahas tentang bagaimana memahami identitas dan budaya pada masa globalisasi saat ini. Pembahasan dibagi dalam beberapa bagian, diawali dengan memahami terlebih dahulu mengenai globalisasi, mempertimbangkan dampak positif globalisasi, menimbang ancaman homogenisasi, diskusi, dan diakhiri dengan kesimpulan. Kata kunci: globalisasi, homogenitas, identitas budaya, kontemporer
Menuju Paradigma Alternatif Dalam Persoalan Rumah di Indonesia Hakim, Wendy
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.984 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.731

Abstract

Paparan ini bertujuan untuk menyajikan paradigma alternatif dalam memandang persoalan rumah di Indonesia. Secara keseluruhan, paparan ini terdiri dari 3 bagian, yaitu penjelasan tentang rumah sebagai persoalan Arsitektur Permukiman, paparan mengenai rumah beberapa kajian terdahulu dan paradigma yang melingkupinya dan juga paradigma alternatif dalam persoalan rumah di Indonesia. Kajian literatur ini diharapkan dapat berkontribusi dalam diskusi seputar masalah perumahan di Indonesia dan juga mampu merentangkan paradigma dalam memandang rumah tidak hanya sebatas sebagai benda, melainkan sebagai permasalahan yang terkait erat dengan kompleksitas dan dinamika kehidupan manusia sebagai penghuninya. Kata kunci: rumah permukiman
Style Perancang Dalam Kajian Arsitektur Berdasarkan Teori Kepribadian Firzandy, Hendrico
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.751 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.742

Abstract

Style berarti suatu sikap perancang dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah yang mereka hadapi, termasuk dalam hal ini adalah style seorang arsitek dalam menghasilkan karya-karya arsitekturalnya.Penelitian ini menjelaskan style perancang melalui pendekatan analisis kepribadian pada proses merancang yang dilakukan para arsitek. Data yang dikumpulkan merupakan hasil wawancara terhadap responden (arsitek) dan pengamatan terhadap buku sketsanya yang keduanya akan dibandingkan dengan teori kepribadian yang diungkapkan oleh C. G. Jung. Pada akhir tulisan, peneliti memberikan usulan mengenai suatu proses pencarian dan penemuan style dalam dunia pendidikan arsitektur. Kata kunci : style perancang, teori kepribadian, pendidikan arsitektur

Page 1 of 1 | Total Record : 8