Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
ISSN : 19790716     EISSN : 26158124
Theories, methods, and implementations of new media technology. Topics include, but not limited to: 1. Digital technology for a creative industry 2. Development of Art and Design in Industry 3. Innovation and Creative Visual Experiment for Art and Design 4. Fine arts and performing arts
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual" : 7 Documents clear
Kajian Visual Karakter Dalam Buku Cerita Rakyat Kawulur, Joni Nur Budi
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.721 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v6i1.366

Abstract

Visual Karakter merupakan cerminan awal dari pengenalan suatu karakter yang meliputi komponen warna, gaya visual, dan meliputi penampilan fisik dari suatu karakter secara keseluruhan. Dewasa ini karakter menjadi salah satu komponen yang penting dalam menceritakan sebuah cerita rakyat, karena dorongan ketertarikan inilah penulis untuk mengkaji visual karakter dalam buku cerita rakyat Timun Emas. Key words : Visual Karakter, Cerita Rakyat, Timun Emas, Warna, Gaya Visual
Perancangan Tokoh Pada Film 3D Animasi Pendek Storiette D’UN Diamant Widiastomo, Yohanes Merci
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.316 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v6i1.369

Abstract

Dalam sebuah film animasi, desain tokoh merupakan salah satu yang penting.Desain tokoh dapat menjembatani antara imajinasi penonton dengan keinginan seorang pembuat film. Pada Tugas Akhir yang berjudul “Perancangan Tokoh pada Film Animasi 3D Storiette d’un Diamant” akan menjabarkan proses bagaimana menemukan tokoh yang sesuai untuk sebuah film animasi 3D. Desain tokoh yang akan dibahas pada laporan ini adalah mengenai tahapan dalam mendesain sebuah tokoh dari awal hingga menjadi sebuah model 3D serta kendala yang dihadapi dan solusinya. Key words :3D, Animasi, tokoh, penokohan,
Posisi Karya Rupa Pada Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas Dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia Rahardjo, Fransisca Retno Setyowati
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1679.224 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v6i1.365

Abstract

Sejak tahun 2003 surat kabar KOMPAS telah berinisiatif untuk merangsang dunia kreatif melalui karya-karya rupa yang menyertai dan tampil bersama dengan cerita pendek di setiap edisi mingguannya. Karya-karya rupa tersebut diberi label “Ilustrasi Cerpen KOMPAS” walaupun terdapat karya yang justru tidak mengilustrasikan atau memberi gambaran yang sesuai dengan cerpen yang didampinginya. Sudah ratusan perupa dari berbagai daerah diundang supaya turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Banyak dari perupa perupa tersebut adalah seniman kontemporer Indonesia, oleh karena itu tak dinyana lagi bila karya yang muncul bukannya menjangkarkan makna si cerita pendek, justru sang seniman sepertinya sengaja membenturkan konsep ide cerita tersebut menjadi karya rupa yang benar-benar berbeda intepretasinya. Namun tak hanya „membenturkan, adapula yang „memadukan, „mendialogkan, „me-intepretasikan ulang, dan semua hal itu sah-sah saja dilakukan dalam parade perayaan karya seni rupa ini. Para seniman kontemporer yang diundang oleh sebagian adalah seniman kenamaan yang cukup dikenal oleh medan seni rupa lokal bahkan dunia. Sebut saja pada karya ilustrasi cerpen Kompas tahun 2011, muncul nama-nama seperti Ade Darmawan, Bob „Sick Yudhita Agung, Eko Nugroho, Hanafi, Indra ameng, Jeihan Sukmantoro, dan masih banyak lagi. Mereka semua umumnya adalah seniman muda yang identik dengan sebutan seniman kontemporer sampai seniman senior yang berangkat dan mulai di kenal pada masa perkembangan seni rupa modern Indonesia. Sehingga jelas dan tidak diragukan lagi mengenai kedalaman pemahaman, konsistensi dan perhatian mereka pada dunia seni rupa Indonesia dan medan seninya. Key words : ilustrasi, intepretasi, kontemporer
Penggunaan Software “Native Instrument Kontakt” Pada Scoring Film Indrayuana, Adhitya
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.144 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v6i1.363

Abstract

Native Instrument Kontakt adalah software simulasi instrument atau sound effect yang biasa digunakan dalam menciptakan bunyi-bunyian , music dan scoring film . Suara pada software ini relative real seperti suara aslinya karena proses capturing-nya menggunakan instrument asli (analog) yang sudah ada . Target penggunanya adalah Composer & Sound Designer yang ingin bekerja cepat dan mendapat- kan hasil yang maksimal. Selain itu software ini sangat membantu ketika film yang akan di garap musiknya merupakan film low budget. Key words : simulasi , capturing instrument , software , composing , real audio , sequencer , midi.
Kajian Elemen-Elemen Visual Dalam Penceritaan Kisah Penciptaan Dunia Menurut Agama Katolik Yang Menarik Untuk Anak Usia 6-11 Tahun Tjandra, Agatha Maisie
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.062 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v6i1.364

Abstract

In Catholic Religion, Bible is the most important element to convey people about Jesus teachings. But, there problem is, Bible can’t be easily read by children. This problem happens because Bible is presented by words only. In the other hand, most of kids love to see picture than words because it is more inter-esting. The purpose of this paper is to know what kind of book elements that at-tract kids, so they feel interested to read Bible. The metodology used on this re-search is descriptive quantitative research. Key words : Element, Bible, Pop-Up
Desain Visual Effect Pada Film Animasi Little Kites Story Kristanto, Desi Dwi; Angelina, Krizia
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.614 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v6i1.475

Abstract

Visual effect adalah bagian yang penting dalam pembuatan film ataupun animasi sebagai salah satu faktor pendukung dalam membangun emosi cerita. Visual effect yang baik dapat diciptakan dengan berbagai cara yang sederhana hingga cara yang rumit dengan melibatkan berbagai teknik gabungan software atau plugin dan juga menggunakan komputer dengan kemampuan tinggi. Dalam pengaplikasiannya di animasi pendek 3D tanpa dialog berjudul Little Kites Story, visual effect digunakan sebagai sarana penyampaian emosi dan memperkuat penggambaran sebuah suasana yang tenang dan damai. Visual effect yang diaplikasikan akan dibuat dengan memaksimalkan kemampuan komputer pada industri kecil atau industri rumahan. Keywords : visual effect, industri rumahan, penyampaian emosi, penggambaran suasana, efisiensi
Muslim Sosial Dalam Dua Film Nurman Hakim Mubarak, Makbul
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimart.v6i1.368

Abstract

Sejak dirilisnya film Al-Kautsar (1975), film bercorak Islam mulai tumbuh subur di Indonesia dengan dipuncaki oleh kejayaan film-film Rhoma Irama yang menggabungkan dakwah Islam dan musik dangdut . Setelah Reformasi 1998 dan pasca bangun kembalinya Industri film Indonesia, film Islam kembali tumbuh dengan dipelopori oleh suksesnya Ayat-Ayat Cinta (2005) di pasaran. Beberapa penelitian terdahulu seperti Terdapat perbedaan corak antara film-film Islam sebelum 1998 dan setelah 1998. Sebelum 1998, film-film dakwah senantiasa menggunakan Islam sebagai alat mencapai kemaslahatan sosial, sementara setelahnya, film-film Islam cenderung individualis. Makalah ini memeriksa kembali dikotomi yang sudah diba- ngun ini dengan mendeteksi jejak-jejak konseptualisasi muslim sosial dalam film-film Islam masa kini Key words : film Islam, film dakwah, pemberdayaan sosial, individualisme, Orde Baru, pasca-Orde Baru/pasca-reformasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7