Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
ISSN : 19790716     EISSN : 26158124
Theories, methods, and implementations of new media technology. Topics include, but not limited to: 1. Digital technology for a creative industry 2. Development of Art and Design in Industry 3. Innovation and Creative Visual Experiment for Art and Design 4. Fine arts and performing arts
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual" : 10 Documents clear
“PANAWA” Animation Movement Design: Rat Character With Human Personality Aulia, Eva; Aditya, Christian
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.804 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.767

Abstract

Good animation movie needs to be communicative and deliver its meaning to the audience. One of the most important aspects is to design an effective movement for the animation. In movement, the thoughts and characteristics of a character are shown. Expression of a characters can be seen through their movement and body gestures. Body gestures show us an expression, emotions, traits, thoughts, and each different characters. Characters don’t move effectively if the movement doesn’t correspond to its characteristics. To understand the characteristics we need to understand each characters physiology, sociology, and psychology. In this research, the author explains and analyze the process of designing a rat movement with a human personality. Keywords: animation, movement, body language, expression
Betawi Cultural Village, The Last Asylum Firzandy, Hendrico
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.192 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.766

Abstract

SB Betawi Cultural Village is a region defined by the Jakarta administration as cultural preservation area. This research will discuss the link between this village with politics, history of Betawi ethnic origin, as well as field visits. This research will conduct a view from two perspectives, one is the perspective of an architect and the other is of a commoner. This research tries to understand the meaning of the presence of this cultural village and how it was presented as a preservation and reservation area, not only the nature but also the Betawi culture and ethnic. In addition, this research also describes an understanding of the participation of politic, architecture and space in building the image of the region and at the same time creating a development boundary. Because of the sensitive topic of this research then the subject has to be abbreviated into ‘SB’. Keywords: Betawi people, cultural village, heritage, power
BSD City: Menuju World Class City Firzandy, Hendrico
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.65 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.765

Abstract

BSD City adalah suatu kota mandiri yang merupakan kota satelit Jakarta. Melaju pesat dengan dukungan penuh dari salah satu pengembang terbesar di Indonesia. Riset ini akan membahas bagaimana kota mandiri ini berkembang untuk menjawab tantangan globalisasi demi mencapai taraf internasional. Riset ini juga akan menelaah bagaimana usaha-usaha yang dilakukannya dan apa saja pencapaian yang berhasil atau belum dilakukannya sekaligus melihat bagaimana kawasan ini harus berhadapan dengan kondisi dan kenyataan yang mungkin akan menghambat misi dan visi dari kota ini. Melalui riset ini saya berargumen bahwa pemahaman yang mendalam akan masyarakat urban sangat diperlukan disamping perencanaan kota dan wilayah yang matang. Hal ini yang menyebabkan BSD City belum sepenuhnya siap untuk masuk ke dalam jajaran kota berkelas dunia. Kata kunci: BSD City, globalisasi, urban
Pengaruh Pendidikan Montessori Terhadap Konsep Bermain Anak Pinasthika, Lalitya Talitha
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.224 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.764

Abstract

Studi tentang permainan ini menitikberatkan permasalahan berkembangnya permainan bagi anak usia pra-sekolah dari dua media permainan, digital dan analog. Perkembangan teknologi telah membawa manusia ke era digital. Era ini memasuki semua bidang kehidupan, di antaranya dalam permainan anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang diujikan kepada tiga belas responden dengan kisaran usia 3–5 tahun yang bersekolah di Temasek International Montessori Pre-School. Objek penelitian yang digunakan adalah permainan tetris digital dengan media iPad dan tetris analog. Berlandaskan konsep flow oleh Cziksentmihalyi, penulis menganalisis pola bermain anak. Pola interaksi dengan kedua jenis media permainan, serta lama yang dibutuhkan dari masing-masing jenis permainan hingga anak menyatakan menyerah. Dari penelitian ini kemudian dinilai kefasihan bermain anak serta lama permainan pada kedua jenis permainan yang berlangsung. Hasil penelitian menemukan adanya kecenderungan anak usia pra-sekolah untuk lebih menikmati permainan analog disebabkan kemampuan mereka untuk memanipulasi objek secara langsung. Selain itu permainan digital dinilai belum bisa mengakomodasi kebutuhan anak untuk memberikan pernyataan ‘selesai’, dikarenakan platform yang diciptakan memiliki system naik level yang belum dipahami oleh anak usia pra-sekolah. Kata kunci: anak pra-sekolah, permainan digital, permainan analog
Pengaruh Ilustrasi Dalam Novel Genre Fantasi Terhadap Nilai Jual Megawati, Shienny
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.763

Abstract

Penggunaan elemen visual berupa ilustrasi novel bukanlah hal yang baru. Namunakhir-akhir ini makin banyak ditemui novel khususnya yang bergenre fantasi yang menyertakanilustrasi di dalamnya demi meningkatkan dan nilai jual novel. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui pengaruh Ilustrasi dalam novel terhadap nilai jual
Peta Urban Illustrator di Jakarta Rahardjo, Fransisca Retno Setyowati; Cennywati, Cennywati
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.516 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.761

Abstract

Ilustrator adalah salah satu profesi yang cukup diminati di dunia kreatif spesifik senirupa dan desain saat ini. Hal tersebut tidak lepas dari bagaimana para pelaku usaha ilustrasi terdahulu berjuang mengupayakan situasi pasar industri kreatif yang lebih mapan dan berkesinambungan di tengah tantangan zaman pada saat itu. Tulisan ini menjelajah mengenai latar belakang, perjuangan dan bangkitnya para urban illustrator muda di Jakarta. Bagaimana para ilustrator berbakat Indonesia di wilayah urban pada awal tahun 2000 berinisiatif mandiri mengembangkan diri mereka sehingga menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter. Secara alami situasi ini kemudian berbanding lurus dengan lahir dan berkembangnya variasi pasar industri kreatif baik mainstream maupun non-mainstream yang kemudian kemudahan tersebut dapat dinikmati oleh ilustrator muda zaman sekarang atau yang sering disebut generasi milenial. Kata kunci: sejarah, urban ilustrator, inisiatif mandiri, industri kreatif
Jalan Sebagai Koridor Kota Atau Jalan Sebagai Arena Balapan Liar? Studi Intervensi Jalan Kota Oleh Remaja Di Bintaro Desiyana, Irma
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.181 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.760

Abstract

Balapan liar mengintervensi fungsi jalan kota sebagai koridor penghubung kegiatan ekonomi dan sosial. Pembangunan jalan sebagai koridor kota selama ini mengutamakan faktor ekonomi dengan spesifikasi jalan kota di Bintaro adalah lebar, mulus, dan cenderung lurus. Jalan berperan penting sebagai pembentuk wajah kota; namun balapan liar tidak dapat dihentikan oleh masyarakat dan pihak berwenang. Usaha menghentikan dengan rancangan tambahan berupa pembatas kecepatan tidak berhasil menghalangi balapan liar. Perencanaan kota sebaiknya mempertimbangkan berbagai kelompok usia, maka studi intervensi jalan kota penting sebagai bahan bagi perencana kota mempertimbangan kelompok usia remaja. Penelitian ini ingin menjawab, “apa hubungan persepsi ruang dan perilaku remaja pada jalan perkotaan dengan balapan liar di Bintaro?” Dan, fokus penelitian ini adalah pada jalan – jalan utama di Bintaro dengan melakukan observasi selama satu tahun di waktu berbeda dan mendekati dan berbicara dengan para remaja yang melakukan balapan liar di Bintaro. Kajian intervensi jalan perkotaan membutuhkan beberapa pendekatan literature berupa arsitektur, ruang kota, persepsi ruang dan tingkah laku remaja. Hasil studi ini mampu mengisi pemahaman persepsi ruang dan tingkah laku remaja pada koridor kota dan belum mencakup kelompok usia lain. Kata kunci: balapan liar, jalan kota, koridor kota, remaja
Is Rotoscope True Animation? Lukmanto, Christine Mersiana
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.5 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.758

Abstract

Throughout the years, technologies have developed varied techniques for animators to create films. One of the oldest and interesting techniques of animating is Rotoscope by tracing every single frame from live action footages and enhancing it with animator’s style. In terms of anthropomorphism, it creates an uncanny realistic effect because it mimics the reality of the structure, the proportion and the movement. Due to its easy process in animating, there are some critiques and debates about how far rotoscoping can be considered as the “true” animation. This research would cover the identity of rotoscoping, professionals and animator’s perspective as well as the aesthetic of this technique. Keywords: rotoscope, realism, true animation, perspective and aesthetic
A Report on The Acoustic Conditions of IEQ Laboratory Using ISO 3382-3 Obadiah, Jason
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.426 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.759

Abstract

Recently, many facilities have completed new laboratories that may be used to assess various measures of Indoor Environment Quality (IEQ) in office spaces. Also recently, a new standard, ISO 3382-3, was released for assessing the effects of speech on IEQ in open plan offices. The aim of this report is to assess one room of the IEQ lab using the ISO 3382-3 standard. It is expected that the data gained will be of help to researchers using the facility in the future. Keywords: ISO 3382-3, Indoor Environment Quality, Acoustics
“Intimasi Gradasi”: Tutur Visual Masyarakat Ciptagelar Banten Akyuwen, Ardiles; Tanrere, Rezki
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 1 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.228 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v10i1.757

Abstract

Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar dapat mempertahankan budaya leluhur yang dihasilkan dari cipta, rasa, dan karsa individu-individu di dalamnya. Budaya tersebut tetap lestari, terlihat dari perilaku manusianya yang masih berpegang teguh pada ajaran Karuhun (Leluhur). Meski begitu, tidak berarti masyarakat Kasepuhan Ciptagelar menutup diri sepenuhnya terhadap pengaruh dari luar. Mereka justru telah mengekspresikan diri dan menunjukkan terjadinya keintiman antara dua hal, yaitu tradisi yang beriringan dengan modernitas dalam bentuk sebuah kompromi. Di satu sisi, mereka memelihara warisan budayanya, namun terbuka untuk masuknya integrasi dari keseluruhan masyarakat dunia yang akhirnya memberi nuansa baru dan membangun budaya popular. Perekaman budaya visual masyarakat Kasepuhan Ciptagelar lewat media fotografi dapat didasarkan sebagai suatu medium ‘penyampaian pesan’ (message carrier) untuk menuturkan Ciptagelar dalam kisah terkini. Dirancang dengan konsep foto yang ekspresif dan dihadirkan sebagai luapan ekspresi untuk memberi interpretasi baru. Untuk menceritakan cara hidup yang ekspresif, mengekspresikan unsur tradisi berpadu dengan modernitas. Kata kunci: Kasepuhan, Ciptagelar, keintiman, budaya visual, fotograf

Page 1 of 1 | Total Record : 10