cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Implementasi Program Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung Sebagai Bentuk Edukasi Formal Dalam Mengurangi Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Pelajar Novitasari, Erika
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.185 KB) | DOI: 10.29100/jr.v4i2.1003

Abstract

One This study aims to determine the implementation of the program Prevention and Eradication Abuse and Illicit Circulation of Drugs (P4GN) by the National Narcotics Agency (BNN) Tulungagung District as a form of formal education in reducing drug abuse among students. Location in this research is at office of National Narcotics Agency (BNN) of Tulungagung Regency. In this research the researcher use descriptive qualitative method. Respondents in this research are Kagab prevention field, Head of rehabilitation field, teacher Bimbingsn Counseling and students enrolled in drug rehabilitation participant in National Narcotics Agency (BNN) of Tulungagung Regency. Tekin data collection is by obserasi, interview and study documentation. In the data analysis the researcher uses 3 stages of data reduction, data presentation and mengabil conclusion and verification. The results of this study found that in the implementation of the program Prevention and Eradication Abuse and Illicit Circulation of Drugs (P4GN) by the National Narcotics Agency (BNN) Tulungagung District as a form of formal education in reducing drug abuse among students, that is in the implementation at school is already running, though not fully done with the maximum. So that there needs to be a regular evaluation and regular, in order to fully suppress the number of drug abuse among students
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PPKn Melalui Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Pada Kompetensi Dasar Menganalisis Dinamika Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia Di Kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Boyolangu Santoso, Endro
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.781 KB) | DOI: 10.29100/jr.v4i1.993

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil/prestasi belajar siswa. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SMA Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung di kelas XI MIPA-1 Tahun Pelajaran 2017-2018. Dilaksanakan dalam kurun waktu lebih kurang 3 (tiga) bulan mulai Januari 2018 sampai dengan pertengahan Maret 2018.  Subyek penelitianya adalah guru dan  siswa sejumlah 44 siswa terdiri  dari 17 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Selama proses pembelajaran berlangsung aktivitas siswa cukup baik/tinggi.  Peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran tersebut diikuti dengan peningkatan hasil/prestasi belajar siswa. Dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) = 70 data awal sebelum  dilaksanakan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran snowball throwing  menunjukkan bahwa prestasi rata-rata siswa 74,17. Dari 44 siswa kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Boyolangu sebanyak 32 (72,73%) siswa tuntas dan  12 (27,27%)  harus mengikuti remidi. Prestasi yang dicapai siswa pada evaluasi siklus I diperoleh data  sebanyak 36 siswa = 81,82 % siswa tuntas dan  8 siswa = 18,18 % belum tuntas (remidi) dengan rata-rata nilai siswa 78,27.  Pada siklus II sebanyak 41 siswa = 93,18 % tuntas , dan yang belum tuntas (remidi)  sebanyak 3 orang = 6,81 %,dengan rata-rata nilai siswa 80,57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing dalam pembelajaran Pendidikan  Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Boyolangu Tahun pelajaran 2017-2018 dapat meningkatkan aktivitas  dan  hasil/prestasi belajar siswa pada kompetensi dasar menganalisis dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia
Makna Pendidikan Bagi Remaja Keluarga Broken Home Dalam Membentuk Konsep Diri (Studi Kasus Pada Siswa Dari Keluarga Broken Home Di UPTD SMP Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2017) Nurmaisaroh, Siti
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.781 KB) | DOI: 10.29100/jr.v4i1.998

Abstract

Konsep diri bukan bawaan sejak lahir, konsep diri terbentuk melalui proses belajar yang berlangsung sejak masa pertumbuhan hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman, dan pola asuh orang tua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri seseorang. Lingkungan yang kurang mendukung atau anak-anak broken home yang kurang perhatian, arahan serta kontrol dari keluargacenderung mempunyai konsep diri negatif,  anak cenderung menilai dirinya berdasarkan  apa yang ia alami dan dapatkan dari lingkungannya. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak akan merasa dirinya berharga, sehingga perkembangan konsep dirinya pun positif. Konsep diri bertujuan agar diri kita tidak terjerumus pada hal-hal yang dinilai kurang baik atau negatif.Pembentukan konsep diri tersebut melibatkan pendidikan keluarga dan pendidikan formal atau sekolah, bagaimana lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah tersebut dalam mendidik para remaja, agar bisa mengonsep diri mereka agar dapat berperilaku baik
Efektifitas Metode Pendekatan Sosiologi Personal Dalam Meminimalisasi Terhadap Kenakalan Remaja (Studi Di SMP Negeri 1 Boyolangu) Tamayao, Ivan
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.097 KB) | DOI: 10.29100/jr.v3i2.988

Abstract

Paradigma kenakalan remaja lebih luas cakupannya dan lebih dalam bobot isinya, kenakalan remaja meliputi perbuatan-perbuatan yang sering menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat. Hal ini tidak terjadi di lingkungan masyarakat saja melainkan juga di lingkungan sekolah, contoh sederhana dalam hal ini antara lain perkelahian di kalangan antar perserta didik (siswa) yang kerap berkembang menjadi perkelahian antar sekolah. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan bentuk-bentuk penerapan metode pendekatan personal sosiologi di SMPN 1 BOYOLANGU dan Menjelaskan efektifitas metode pendekatan personal sosiologi dalam meminimalisasi tingkat kenakalan remaja di SMPN 1 BOYOLANGU. Metode yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif yang terdiri dari rancangan penelitian, kehadiran peneliti . Lokasi penelitian. Tahapan penelitian : pra penelitian, tahap penelitian, penulisan laporan. Data dan sumber data : primer yaitu guru-guru,  sekunder yaitu dokumentasi, serta arsip-arsip. Teknik pengumpulan data : observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data. Pemeriksaan keabsahan temuan, pemeriksaan teman sejawat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan : metode berupa pendekatan sosiologi personal dapat memberikan pengaruh besar kepada siswa yang sering melakukan pelanggaran untuk membantu guru lebih dekat kepada siswa, sehingga siswa mudah di berikan nasehat.
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Revolusi Mental berbasis Nilai Kearifan Lokal Pesantren pada Siswa SMAI Sunan Gunung Jati Kabupaten Tulungagung Rahayu, Dwi Agustina
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.39 KB) | DOI: 10.29100/jr.v3i1.978

Abstract

Adanya pengaruh globalisasi yang telah menimbulkan dampak yang cukup pelik bagi generasi bangsa, degradasi moral yang kian tak terbendung dikalangan remaja. Perbaikan sikap sangat dibutuhkan, paling utama dunia pendidikan yang menjadi garda terdepan. Dengan gerakan revolusi mental yang dijalankan sekarang menjadi perbaikan karakter bangsa. Berdasarkan analisa observasi yang telah di lakuakn pada dunia pendidikan yang berbasis pesantren ternyata sudah menerapkan nilai revolusi mental; nilai integritas, etos keja  dan gotong royong. Didukung dengan nilai kearifan lokal pesantren yang dikenal dengan panca jiwa pondok yaitu ; nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah, dan kebebasan. Selain itu peran guru disekolah sangat penting, dengan memiliki konsep dan strategi yang diimplementasikan guru yang nantinya akan ditiru oleh siswa. Sehingga bisa dikatakan dunia pendidikan berbasis pesantren ini telah menerapkan nilai revolusi mental sejak dulu.
Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pemilukada Kabupaten Trenggalek Tahun 2015 Di Desa Kendalrejo Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek Yanuar, Depi Hikmah
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.734 KB) | DOI: 10.29100/jr.v3i1.983

Abstract

Pemilihan umum sebagai sarana demokrasi telah digunakan disebagian besar negara di dunia termasuk di Indonesia, yang memiliki masyarakat heterogen.melalui pemilihan umum memungkinkan semua pihak bisa terakomodasi apa yang diinginkan dan dan dicita-citakan sehingga terwujud kehidupan yang lebih baik. Masyarakat adalah komponen penentu dalam menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan pemilihan umum . karena pada dasarnya hanya kekuatan rakyat lah yang bisa menentukan nasib bangsa kedepan.Kesadaran politik warga negara menjadi faktor yang penting dalam partisipasi politik masyarakat, artinya sebagai hal yang berhubungan dengan pengetahuan serta kesadaran akan hak dan kewajiban yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat dan kegiatan politik menjadi ukuran dan kadar seseorang terlibat dalam proses partisipasi politik
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PKn MATERI POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA YANG BEBAS DAN AKTIF MENGGUNAKAN METODE BRAIN STORMING BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VI SEMESTER II SD NEGERI 07 NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Ngatin, Sri
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.139 KB) | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.340

Abstract

Perolehan nilai beberapa materi pelajaran masih ada yang belum memenuhi standar, khususnya untuk mata pelajaran PKn. Berdasarkan pengalaman peneliti hal ini disebabkan oleh, teknik mengajar yang masih relatif monoton. Sejauh ini pembelajaran PKn di kelas mayoritas masih dilaksanakan dengan metode ceramah. Hal ini tidak menutup kemungkinan menyebabkan interaksi belajar mengajar yang  lebih melemahkan motivasi belajar siswa. Hal yang sama juga terjadi pada siswa kelas VI Semester II SD Negeri 07 Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/ 2015 dimana ketika dilakukan evaluasi terhadap pembelajaran PKn, sebagian besar siswanya mendapat nilai dibawah KKM. Apabila keadaan ini terus dibiarkan memungkinkan hasil belajar siswa akan semakin buruk. Oleh sebab itu perlu adanya inovasi terhadap metode pembelajaran yang dilakukan guna meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah menggunakan metode pembelajaran kontekstual brain storming. Berdasarkan pembahasan dan analisis terhadap hasil penelitian tindakan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kontekstual brain storming dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI Semester II SD Negeri 07 Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/ 2015. Peningkatan ini dapat dilihat dari terus meningkatnya hasil belajar yang diperoleh siswa baik nilai rata- rata dan tingkat ketuntasan belajar siswa. Bertumpu pada kesimpulan tersebut, peneliti menyampaikan saran agar Guru dalam pembelajaran hendaknya lebih banyak menggunakan strategi pembelajaran sehingga siswa tidak akan mudah jenuh dan bosan selama mengikuti proses belajar mengajar yang dilakukan dan pada akhirnya hasil belajar siswa dapat ditingkatkan secara optimal.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKTUAL MODEL BASED LEARNING DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN PKn PERAN AKTIF INDONESIA DI ASEAN BAGI SISWA KELAS VI SEMESTER II SDN 2 DOROAMPEL SUMBERGEMPOL TAHUN 2014/2015 Sudarwati, Sudarwati
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.988 KB) | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.332

Abstract

Dalam rangka memahami sesuatu dengan baik kita perlu mndengar, melihat, mengajukan pertanyaan sesuatu tersebut dengan membahasnya dengan orang lain. Bukan hanya itu, tapi perlu mengerjakannya yakni penggambaran sesuatu dngan cara mreka sendiri, menunjukkan contohnya, mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas mnuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pembelajaran kontekstual model problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi PKn pada siswa Kelas VI SD Negeri 2 Doroampel Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2014/2015. (2) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kontekstual model problem Based Learning dalam meningkatkan motivasi, minat, perhatian dan partisipasi belajar PKn pada siswa Kelas VI SD Negeri 2 Doroampel Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2014/2015. Hipotesis penelitian ini adalah jika metode pembelajaran kontekstual model problem Based Learning diterapkan dalam proses pembelajaran maka hasil belajar PKn Kerja Sama Negara Asia Tenggara siswa Kelas V SDN 2 Doroampel Kec. Sumbergempol Kab. Tulungagung akan meningkat. Penelitian ini menggunakan tindakan sebaanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan, pengamatan, refleksi dan refisi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VI SDN 2 Doroampel Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Tahun 2014/2015. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, angket dan tes. Dari hasil tersebut diperoleh nilai ketuntasan tes awal 63,83 %, tes siklus I 78,72 %, dan tes Siklus II 93,62 %. Terjadinya peningkatan nilai dari tes awal, Siklus I dan Siklus II karena penerapan pendekatan kontekstual model based learning dalam pembelajaran. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan dengan model pembelajaran based learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn peran aktif Indonesia di ASEAN bagi siswa Kelas VI SDN 2 Doroampel Sumbergempol Tulungagung.
Penggunaan Tunjangan Profesi Pendidik Dalam Peningkatan Kinerja Guru di SMK Negeri 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun Akademik 2014/2015 Syamsudin, Agus
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1036

Abstract

Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Maka program sertifikasi guru dapat berfungsi ganda, yakni sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru.Kata kunci: Tunjangan profesi Pendidik, Kinerja, Guru
Penguatan Kecerdasan Moral Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Anak (Studi kasus Pada Penguatan Kecerdasan Moral Anak Oleh Orang Tua di Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Tahun 2015 Arifin, Mohamad
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1039

Abstract

Arifin, Mohamad. 2015. Penguatan Kecerdasan Moral Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Anak (Studi kasus Pada Penguatan Kecerdasan Moral Anak Oleh Orang Tua di Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Tahun 2015).Kata Kunci: Kecerdasan Moral, Preventif, Kenakalan AnakAkhir-akhir ini, telah muncul gejala-gejala kurang baik yang menimbulkan masalah dalam kehidupan keluarga, salah satunya adalah kenakalan anak. Banyak ditemui masalah-masalah anak yang melenceng dari nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bahkan mendekati tindakan kriminal, antara lain berupa pergaulan  bebas, maraknya kekerasan anak-anak, kejahatan terhadap teman, pencurian, tawuran, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pornografi, dan perusakan milik orang lain. Kemrosotan moral yang menerpa anak tersebut merupakan gejala umum yang berlaku dimana-mana, termasuk di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Banyak anak yang mengalami krisis moral dan etika, maka sebagai orang tua kita harus mencari dan mengetahui sejauhmana mereka jatuh kedalam dunia kenakalan anak. Orang tua bertanggung jawab sepenuhnya terhadap diri anak. Perilaku anak merupakan implementasi dari moral yang dimiliki orang tua, baik-buruknya prilaku atau etika tersebut dipengaruhi faktor pemahaman moral juga karena faktor pengetahuan moral orang tua.Fokus dalam penelitian ini adalah Bagaimana penguatan kecerdasan moral yang dilakukan orang tua sebagai upaya preventif kenakalan anak usia sekolah di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui presepsi dan upaya yang dilakukan orang tua terhadap penguatan kecerdasan moral anak usia sekolah di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis model interaktif yang menggunakan tiga komponen utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperoleh data dengan tingkat validitas yang tinggi digunakan metode triangulasi data dengan sumber. Sedangkan informan kunci dalam penelitian ini adalah orang tua di desa Mojoagung kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung.Secara ringkas hasil penelitian ini dapat disimpulkan persepsi orang tua berkaitan dengan penguatan kecerdasan moral anak usia sekolah sebagai berikut: bahwa penguatan kecerdasan moral sangat penting dan perlu dilakukan sejak usia dini. Karena moral merupakan fundasi awal dalam kehidupan sosial anak. Dengan penguatan kecerdasan moral, orang tua menganggap seorang anak akan memiliki keyakinan etika, budi pekerti, sopan santun, dan mampu memahami hal yang benar dan yang salah. Upaya yang dilakukan orang tua dalam menguatkan kecerdasan moral dalam mencegah kenakalan anak usia sekolah yaitu, melalui perhatian, melalui motivasi, dan melalui pembiasaan.Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa keluarga terutama orang tua sangat penting dalam proses pendidikan dan perkembangan moral anak. Melalui didikan yang diterapkan orang tua dirumah maka akan sangat mempengaruhi kecerdasan moral anaknya kelak.