cover
Contact Name
Andi Ruhban, S.ST.,M.Kes
Contact Email
ruhbansaja@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ruhbansaja@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SULOLIPU
ISSN : 0854624X     EISSN : 26226960     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Tulisan yang diterima melingkupi rumpun Ilmu Kesehatan Lingkungan dengan diberi kode 359 oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi, yang dapat berupa Artikel Hasil Riset, Book Review, Literatur Review, Komentari/Opini, Berita Ilmiah (Scientific News), dan Letter to Editor. Tulisan tersebut menyangkut Sanitasi Dasar (penyehatan air, pengelolaan limbah cair, pembuangan tinja, penanganan sampah, penyehatan makanan minuman, pengendalian vektor), penyehatan udara, pengamanan pestisida, rumah sehat dan tata graha, perilaku hidup bersih dan sehat, higiene perorangan, sanitasi tempat umum-wisata-matra, sanitasi transportasi, sanitasi industri dan keselamatan kerja, sanitasi rumah sakit, sanitasi kawasan pesisir pantai dan laut, penyakit berbasis lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, manajemen risiko lingkungan, epidemiologi kesehatan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
ANALISIS KEMANPUAN IKAN HIAS MAANVIS ( Pterophylium Altum ) DAN IKAN HIAS CUPPANG ( Bettasplandens Crow Tail ) SEBAGAI PREDATOR JENTIK NYAMUK Hamsir, Hamsir; Nurbaeti, Nurbaeti
SULOLIPU Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.582 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i1.725

Abstract

Vektor penyakit adalah serangga penyebar penyakit atau antropoda yang dapat memindahkan,menularkan agen infeksi dari sumber infeksi kepada host yang rentan.Pengendalian vektor adalah suatu kegiatan untuk menurunkan kepadatan populasi vektor pada tingkat yang tidak lagi membahayakan kesehatan manusia. Upaya pengendalian vektor berupa nyamuk  dengan cara biologi control dengan menggunakan predator pemakan jentik nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan ikan manvis (Pterphylium Altum) dan ikan hias cupang ( Betta Splendens Crown Tail) dalam memakan jentik nyamuk.  Jenis penelitian ini bersifat eksperimen. Hasil Ikan hias manvis (Pterphylium Altum) pada hari I memakan jentik sebanyak 20 ekor jentik, hari ke-II yaitu 9 ekor dan hari ke-III yaitu 7 ekor sedangkan untuk ikan hias cupang  ( Betta Splendens Crown Tail)  pada hari I, II,dan III masing-masing  memakan sebanyak 20 ekor. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu ikan manvis (Pterphylium Altum) dan ikan hias cupang( Betta Splendens Crown Tail) mampu mengendalikan larva Aedes Aegypti.Kata Kunci : Vektor, Jentik, Ikan Manvis (Pterphylium Altum) dan ikan cupang ( Betta Splendens Crown Tail)
KANDUNGAN ZAT PEWARNA METANIL YELLOW PADA TEPUNG PANIR YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA MAKASSAR sahani, wahyuni; Juliani, Yuni
SULOLIPU Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.811 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i1.684

Abstract

ABSTRAK Makanan merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk melangsungkan hidupnya. Namun, makanan dapat menjadi sumber penyakit jika tidak memenuhi kriteria sebagai makanan yang sehat.Dalam pengolahan makanan dan minuman, banyak cara yang dilakukan produsen untuk mendapatkan produk akhir yang menarik misalnya penggunaan zat pewarna yang tidak diperbolehkan pada pangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui  jenis zat pewarna yang digunakan pada tepung panir yang dijual di pasar tradisional kota Makassar.Jenis penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yang akan memberikan gambaran mengenai keberadaan Metanil yellow pada tepung panir yang ada di lokasi penelitian. Untuk mengetahui apakah tepung panir yang diteliti mengandung Metanil yellow maka dilakukan uji laboratorium. Sampel untuk pemeriksaan zat pewarna Metanil yellow pada tepung panir  yaitu sebanyak 14 sampel, dari 14 sampel tersebut ada 5 yang positif mengandung zat pewarna Metanil yellow. 5 Sampel yang positif dinyatakan tidak memenuhi syarat menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penulis dapat menarik kesimpulan yaitu terdapat 5 sampel tepung panir yang mengandung Metanil yellow, sehingga dapat disarankan kepada instansi terkait khususnya BPOM untuk tetap melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala kepada produsen tepung panir mengenai penggunaan zat pewarna yang digunakan. Kata Kunci                   : Metanil Yellow  dan Tepung Panir
ANALISIS KONSENTRASI KARBON MONOKSIDA (CO) DAN SULFUR DIOKSIDA (SO2) UDARA PADA SUMBER BERGERAK DI JALAN A.P PETTARANI DAN RAPOCCINI RAYA KOTA MAKASSAR Ruhban, Andi; Rahmadana, Indah
SULOLIPU Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.809 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i1.723

Abstract

Karbon monoksida adalah gas yang tak berwarna,  tidak berbau dan juga tidak berasa. Sulfur dioksida adalah salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur (SO2). Gas ini sangat mudah terlarut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengatahui Konsentrasi Karbon Monoksida dan Sulfur Dioksida di udara pada sumber bergerak di jalan A. P. Pettarani dan Rapoccini Raya kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan melakukan pengukuran secara langsung di lapangan. Hasil penelitian CO diperoleh di jalan A.P. Pettarani (Persimpangan jalan Urip Sumoharjo pada pagi dan sore yaitu 5.725 µg/m3 dan 18.580 µg/m3) dan (Persimpangan jalan Sultan Alauddin pada pagi dan sore yaitu 5.325 µg/m3 dan 11.623 µg/m3) sedangkan hasil yang diperoleh di jalan Rapoccini Raya (Persimpangan jalan Veteran Selatan pada pagi dan sore yaitu 6.184 µg/m3 dan 5.640 µg/m3) dan (Persimpangan jalan A.P.Pettarani pada pagi dan sore yaitu 6.527 µg/m3 dan 5.239 µg/m3). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Karbon Monoksida tertinggi terdapat pada jalan A.P. Pettarani Persimpangan jalan Urip Sumoharjo pada sore. Hasil penelitian SO2 disemua lokasi diperoleh nihil (memenuhi syarat). Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) pada pagi dan sore hari dijalan A.P. Pettarani dan jalan Rapoccini Raya Kota Makassar, hasil tertinggi pada sore hari dijalan A.P. Pettarani (persimpangan jalan urip sumoharjo) sebesar 18.580 μg/Nm3, sedangkan hasil terendah pada sore hari dijalan Rapoccini Raya (persimpangan jalan pettarani) sebesar 5.239 μg/Nm3. masih memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomer 69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Udara Dan Kriteria Kerusakan Lingkungan Hidup, untuk Karbon Monoksida dengan standar 30.000 μg/Nm3. Kata kunci : Karbon Monoksida dan Sulfur Dioksida
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA BAWANG MERAH (Allium Cepa) DI DESA PEKALOBEAN KABUPATEN ENREKANG rasman, Rasman; Hasmayani, Hasmayani
SULOLIPU Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.705 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i1.730

Abstract

Bawang merah (Allium Cepa) merupakan komoditi holtikultural yang dikembangkan dan memiliki prospek yang bagus yang tergolong  sayuran rempah. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  kandungan timbal (Pb)  pada bawang merah (Allium Cepa) di Desa Pekalobean Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Lahan perkebunan di Desa Pekalobean Kabupaten Enrekang kandungan timbal (Pb) pada bawang merah (Allium Cepa) dengan rata-rata 0,1046 ppm. Pestisida yang digunakan oleh petani di Desa Pekalobean Kabupaten Enrekang mengandung timbal (Pb) yaitu Antracol WP sebesar 12,4800 ppm, Dithane M 45 80 WP 19,3710 ppm dan Buldok 25 EC 2,0420 ppm. Dan pupuk mengandung timbal (Pb) yaitu Urea sebanyak 4,4511 ppm dan Nitro Ponska 2,1620 ppm. Dengan dosis penggunaan pestisida 500-900 liter/ha dan pupuk 15-25 kg/ha sedangkan frekuensi penyemprotan 1-2 hari dan pemupukan selama 4 kali dalam 2 bulan. Kandungan timbal (Pb) pada bawang merah (Allium Cepa) di Desa Pekalobean Kabupaten Enrekang mengandung timbal (Pb) karena, tercemar oleh residu pestisida dan pupuk dengan dosis tinggi dan frekuensi penyemptotan dan pemupukan yang hampir dilakukan setiap hari. Sehingga petani bawang merah (Allium Cepa) sebaiknya mengganti dengan pestisida nabati atau senyawa bioaktif alamiah yang berasal dari tumbuhan serta mengurangi dosis pemakaian pestisida dan pupuk. Keyword : Bawang merah (Allium Cepa), Timbal (Pb), Pestisida dan Pupuk
KONDISI SANITASI KAPAL PENUMPANG FERRY DI WILAYAH KERJA PELABUHAN BIRA KEC.BONTO BAHARI KAB. BULUKUMBA rappe, erlani; Nardilla, Tenni
SULOLIPU Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.165 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i1.738

Abstract

Kapal penumpang merupakan alat angkutan umum baik yang bersifat nasional maupun internasional, dimana bila keadaan sanitasinya kurang memenuhi syarat kesehatn, maka dapat menjadi sumber penularan penyakit sehingga perlu mendapat pengawasan dalam hal sanitasinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sanitasi kapal penumpang  Ferry di Pelabuhan Bira Kec.Bonto Bahari Kab.Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Kondisi sanitai dek pada ketiga kapal tersebut yaitu KMP.Bontoharu, KMP.Balibo, dan KMP.Sangke palangga, dimana satu  kapal yg tidak memenuhi syarat dilihat dari kebersihan. Dan kondisi dapur dari ketiga kapal tersebut sudah memenuhi syarat tetapi pada ketiga kapal tersebut tidak menggunakan air panas untuk mencuci peralatan sebelum digunakan, kondisi kamar mandi pada semua kapal yang diperiksa masing-masing lima kamar mandi yang diperiksa dan diantaranya masing-masing ada satu kamar mandi yang tidak memenuhi syarat pada setiap kapal. dan pada penananganan sampah belum optimal karna tidak dipisahkan sampah basah dan sampah kering dan pada ketiga kapal tersebut tidak terdapat adanya perindukan tikus. Kondisi sanitasi kebersihan Dek Dapur , Kamar mandi, Penanganan sampah KMP.Bontoharu, KMP.Balibo dan KMP.Sangke di kapal penumpang ferry dipelabuhan penyebrangan Bira Kecamatan Bonto bahari Kabupaten Bulukumba sudah memenuhi syarat dan tidak terdapat adanya perindukan tikus. Namun pada Dek Dapur pada KMP.Sangke tidak memenuhi syarat sanitasi. Kata Kunci: Kondisi sanitasi, Kapal penumpang
TINGKAT KUANTITATIF PENCEMARAN LOGAM BERAT TIMBEL (Pb) DALAM UDARA AMBIEN DI TERMINAL MALENGKERI KOTA MAKASSAR Ruhban, Andi; wahidah, Nurwahidah
SULOLIPU Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.053 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i1.683

Abstract

ABSTRAK Pencemaran udara yaitu masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel kecil/aerosol) ke dalam udara seperti timbel (Pb).Timbel (Pb) yang mencemari udara terdapat dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk gas dan partikel-partikel.Aerosol Timbel (Pb) sebagian besar dihasilkan dari asap kendaraan bermotor dan industry yang menggunakan bensin. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang pencemaran logam berat timbel (Pb) pada udara ambien di sekitar Terminal Malengkeri Kota Makassar.Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dengan pengambilan sampel pada tiga lokasi masing-masing satu titik. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil kandungan logam berat timbel (Pb) di pintu masuk yaitu 0,022 µg/Nm3, di bagian tengah yaitu 0,009 dan di pintu keluar Terminal Malengkeri µg/Nm3,Kota Makassar yaitu 0,027µg/Nm3. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan Lampiran Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu & Kriteria Kerusakan Lingkungan setelah pengujian satu jam pengukuran yaitu 2 µg/Nm3. Meskipun demikian disarankan adanya penghijauan dan penanaman pohon di kawasan Terminal Malengkeri Kota Makassar, karena pohon dapat menyerappenyebaran timbel (Pb) di udara. Kata Kunci                   : Timbel (Pb), Udara Ambien, dan Terminal.
PENERAPAN ERGONOMI PADA PEKERJA PT. MAKASSAR BETON PERKASA DI KOTA MAKASSAR Ikbal, Muhammad; Firstyliano, Harold Geraldy
SULOLIPU Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.867 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i1.737

Abstract

Ergonomi merupakan salah satu faktor yang sangat dibutuhkan dalam perusahaan. Ergonomi memberikan keyakinan bahwa kesesuaian produk dengan manusia pengguna produk, akan meningkatkan hasil kerja. Maka untuk peningkatan hasil tersebut perlu adanya upaya-upaya yang ergonomi dalam perusahaan sehingga apa yang diharapkan tercapai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap kerja, keluhan kerja, suhu dan kelembaban di bagian kantor, dan penggunaan alat pelindung diri di bagian pabrik PT. Makassar Beton Perkasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode observasional yaitu data terkumpul dari hasil survey, observasi, dan kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan hasil atau informasi tentang sikap kerja ergonomi pada pekerja. Dengan teknik menggunakan total sampling sebanyak 40 pekerja di bagian kantor dan pabrikdi PT. Makassar Beton Perkasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri PT. Makassar Beton Perkasa hanya pada bagian kantor saja yang sesuai dengan sikap kerja ergonomi, serta memenuhi syarat suhu dan kelembaban ruangan. sedangkan pada bagian pabrik sangat tidak sesuai dengan sikap kerja ergonomi dan alat Pelindung diri (APD) bagi pekerja terbatas, karena tidak adanya upaya  Industri untuk memfasilitasi bagi semua pekerja.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa tenaga kerja di PT, Makassar beton Perkasa masih banyak yang bekerja tidak ergonomis, sehingga menimbulkan keluhan terhadap pekerja dan  masih kurangnya APD yang disediakan bagi pekerja, maka disarankan industri PT. Makassar Beton Perkasa sebaiknya memperhatikan kenyamanan bagi para pekerjanya dan penggunaan APD hendaknya menjadi kewajiban bagi pekerja, sehingga seluruh pekerja dapat terhindar dari akibat fatal kecelakaan bekerja.Kata Kunci :  Ergonomi, K3, ketersediaan APD
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) DALAM MEMBUNUH JENTIK AEDES AEGYPTI Khaer, Ain; Ekawardana, Ekawardana
SULOLIPU Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.174 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i1.673

Abstract

ABSTRAK DBD adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini mendapat virus dengue pada waktu menghisap darah penderita DBD atau orang tanpa gejala sakit yang membawa virus dengue dalam darahnya (carrier). Salah satu upaya pemutusan rantai penularan penyakit ini dilakukan dengan pengendalian terhadap stadium larva melalui abatesasi dengan menggunakan arganofosfattemefos.Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirsak (Annona muricata) dalam membunuh jentik Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Makassar dengan jumlah sampel jentik Aedes aegypti 20 ekor.Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa ekstrak daun sirsak (Annona muricata) dengan konsentrasi 25% mampu mematikan 71,67% jentik, 20% mampu mematikan 50%, 15% mampu mematikan 21,6% jentik selama 24 jam pengamatan.Kesimpulan, ekstrak daun sirsak yang efektif mematikan jentik Aedes aegypti adalah konsentrasi 20% dan 25%, saran sebagai insektisida nabati untuk pengendalian vektor khususnya terhadap jentik Aedes aegypti yang aman terhadap manusia dan lingkungan.Kata kunci: Ekstrak Daun Sirsak, Aedes aegypti, DBD
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENGELOLA KANTIN DENGAN PENERAPAN PROGRAM ADIWIYATA KANTIN SEHAT SD DI KOTA MAKASSAR sahani, wahyuni; Lestari, Ghita Dwi
SULOLIPU Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.198 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i1.727

Abstract

Makanan jajanan merupakan salah satu makanan yang sangat diminati dikalangan masyarakat yang disajikan sebagai makanan siap  santap. Penggunaan bahan tambahan pangan pada makanan menentukan sehat dan amannya makanan yang dikonsumsi. Rhodamin-B adalah satu zat pewarna sintetik yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas, akan tetapi ditemukan pada makanan dan minuman.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik yaitu dengan mengumpulkan data dari hasil wawancara dan pemeriksaan laboratorium. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan pengelola kantin sehat, mengetahui keberadaan pewarna Rhodamin-B pada makanan jajanan di kantin sehat, mengetahui makanan yang tercemar / terkontaminasi dan kadaluarsa, serta mengetahui makanan yang dikemas tidak ramah lingkungan. Jumlah sampel yaitu ada 22 sampel makanan jajanan.Hasil penelitian ini adalah masih kurangnya pengetahuan pengelola kantin tentang bahan tambahan pangan dan bahaya penggunaan pewarna yang dilarang sehingga dari 22 sampel makanan terdapat 6 sampel makanan yang positif mengandung zat pewarna rhodamin-B dan hanya 16 sampel yang negatif mengandung zat pewarna Rhodamin-B, masih ada kemungkinan terjadinya kontaminasi makanan pada saat pengolahan, penyimpanan dan penyajian makanan dan tidak ada terdapat makanan yang kadaluarsa, dan masih ada beberapa sekolah yang masih menggunakan kemasan yang tidak ramah lingkungan.Kesimpulan pada penelitian ini adalah pelaksanaan program adiwiyata di beberapa sekolah baik yang telah mendapat predikat sebagai adiwiyata nasional dan adiwiyata mandiri masih belum terlaksana secara maksimal. Kata Kunci: Program adiwiyata, Rhodamin-B. Makanan
KEMAMPUAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) DALAM MENGUSIR KECOAK La taha, la taha; Nurawalia, Nurawalia
SULOLIPU Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.736 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i1.681

Abstract

ABSTRAK Kecoak merupakan serangga yang banyak menimbulkan kerugian bagi manusia selain menimbulkan bau tidak sedap, kecoak juga merupakan vektor beberapa penyakit, kecoak amerika adalah kecoak yang paling sering di temukan di pemukiman Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan daun pandan wangi dengan dosis, 3 gr, 6 gr, dan 9 gr, dalam mengusir kecoak priplaneta americana. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen untuk menguji  kemampuan daun pandan wangi sebagai pengusir kecoak, penelitian ini dilakukan dengan 3 dosis yaitu 3 gr, 6 gr, dan 9 gr kemudian dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali, setiap percobaan dilakukan pengamatan selama 12 jam, hasil diolah secara manual dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis 3 gr, 6 gr, dan 9 gr,  sudah mampu mengusir kecoak karena tidak ada kecoak yang mendekat pada botol uji bagian A2 yang terdapat umpan dan daun pandan wangi, dengan dosis 3 gr sudah mampu mengusir kecoak, dan semakin tinggi dosis yang digunakan maka semakin efektif mengusir kecoak, hal ini karena daun pandan wangi memiliki kandungan kimia seperti flavanoid, polifenol, tanin, alkaloid, dan saponin yang menyebabkan kecoak tidak mendekat pada daun pandan wangi. Kesimpulan bahwa daun pandan wangi mampu mengusir kecoak,dan disarankan kepada masyarakat untuk menggunakan daun pandan wangi sebagai media dalam mengusir kecoak, sebagai insektisida nabati karena aman bagi lingkungan dan manusia.   kata kunci           : Daun pandan wangi, Pengendalian kecoak