JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa
ISSN : 25491857     EISSN : 25494279
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa is published 2 (two) times a year in February and August with peer-reviewed and open access process. Has p-ISSN: 2549-1857 and e-ISSN: 2549-4279, , published by Study Program Guidance and Counseling STKIP Andi Mattappa Pangkep. JURKAM publishes writings / articles of thought and research results written by experts, educators, scientists, practitioners and reviewers in the disciplines of counseling and counseling, counseling techniques, and educational psychology
Articles
41
Articles
Keefektifan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Mengatasi Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa

Kurniawan, Drajat Edy, Suminar, Yulian Agus

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.535 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji Keefektifan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Mengatasi Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa BK Universitas PGRI Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa BK Semester IV Angkatan Tahun 2016 Universitas PGRI Yogyakarta dengan sampel sebanyak 20 Mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan analisis independent sampel test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest dan postest masing-masing adalah sebesar 112,75 dan 71,35 sedangkan nilai signifikansinya sebesar 0,000. Mengacu pada kriteria uji maka 0,000 < 0,05 sehingga dapat dikatakan ada perbedaan rata-rata tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa antara sebelum dan sesudah treatment. Dengan melihat perbandingan rata-rata skor postest lebih rendah daripada pretest yaitu 71,35 < 112,75 maka terdapat penurunan tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa. Oleh karena Hipotesis Alternatif (Ha) diterima maka kesimpulannya yaitu Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Efektif Untuk Mengatasi Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa BK Universitas PGRI Yogyakarta. Kata kunci: Bimbingan Kelompok, Teknik Sosiodrama, Prokrastinasi akademik

Implementasi Metode Experiential Learning Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah

Safitri, Nindiya Eka

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.075 KB)

Abstract

Availability of qualified human resources and character in an era of MEA become an essential factor because it determines the progress and survival of the nation. HR quality and character can only be established through quality education. Quality education not only includes cognitive but also affective aspects that required a psycho-educational services in the form of guidance and counseling services. Implementation of guidance and counseling services should be oriented towards the development of skills and character for the students. Classical methods of guidance and counseling is usually a lecture which resulted in prolonged verbal symptoms. To overcome these gelaja, the need for full involvement of students in activities / experiences directly in order to achieve the purpose of effective guidance and counseling. Direct experience can be provided by implementing experience-based learning (experiential learning). Knowledge, attitudes and skills are the result of transformation of experience, so the experience is a source of guidance. The success in the implementation of experiential learning method in teaching character through guidance and counseling services is supported by proactive human resources, supportive institutions and facilities and pre means representative.

Fakta Negatif Budaya Banjar Dalam Pembentukan Perilaku Bullying Siswa SMA

Setiawan, Muhammad Andri, Rachman, Ali

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.349 KB)

Abstract

The establishment of bullying behavior of high school students is basically not only influenced by social interaction factor but also influenced by the environment. This study aims to conduct a thorough review of the negative facts of Banjar culture in the establishment of bullying behavior of high school students by taking a study on the students of SMA Negeri 12 Banjarmasin. The research method used is to conduct a literature review on the formation of bullying behavior. The result of research shows that the negative facts of Banjar culture have an impact on the behavior of 'bullying'. In an empathetic perspective, it occurs because of the overwhelming feeling, in an assertive perspective because of the habit of silencing the problem and lastly in the perspective of confirmation because of the attitude that tends to simplify life and ignore the feelings of others.

Kefektifan Konseling Rasional Emotif Perilaku Untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa

Prasetyo, Muhammad Hafizd Hari

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.013 KB)

Abstract

This study aim to test the effectiveness of counseling Rational Emotive Behavior to improve self-concept of student's vocational high school students. The study design was experimental with pretest-posttest control group design design. The data analysis techniques used Two Independent Sample Test Mann Whitney U and Welcoxon Menched signed Test in this study. The result analysis of data used Welcoxon Signed is known to experiment group of probabilitical value 0.009 <0.05 and control group has the same level of significance 0.009 <0.05, which mean either experimental group or control group are equally effective in improving self-concept of student's vocational high school. Furthermore, the result of the analysis used Two Independent Sample Test Mann Whitney U seen from the mean value of Posttest in experimental group 5.00 is greater than the control group of 5.00, it can be deduced that Rational Counseling Emotive Behavior is more effective to improve self-concept of high school students.

Efektivitas Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling (Studi Evaluasi Proses dan Evaluasi Produk di SMP Negeri 2 Salatiga)

Wahidin, Wahidin

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.144 KB)

Abstract

Process evaluation and product evaluation are like two sides of the coin in the program of guidance and counseling services, both of which will have an impact on the performance of guidance and counseling teachers. This study aims to capture the effectiveness of the implementation of guidance and counseling programs in schools, especially through process evaluation and product evaluation. The research method used is a quantitative method, with data collection techniques in the form of questionnaires, while the analysis using descriptive statistics. The results show that product evaluation will be related to the implementation of guidance and counseling programs.

Mental Membangun Pada Pelajar : Suatu Konsep Pembaharuan

Latifah, Syarifah Nur, Nuqul, Fathul Lubabin

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.148 KB)

Abstract

Mental membangun merupakan suatu dorongan dari dalam diri individu yang berkaitan dengan akal, pikiran, ingatan. Asosiasi dari ketiganya yang kemudian mempengaruhi perilaku individu sehingga memiliki keinginan untuk membangun daerahnya. Mental membangun terdiri atas 3 dimensi yaitu; confidence (keyakinan akan kemampuannya untuk membangun daerah dan mengatasi segala rintangan yang ada dalam proses pembangunan), pride (rasa bangga individu karena identitasnya sebagai bagian dari daerah dan kebanggaan pada potensi daerah), dan yang terakhir adalah care (kepedulian individu terhadapdaerahnya sehingga ia mau untuk berkomitmen menjadi bagian dari pembangunan).Individu yang memiliki mental membangun tinggi maka akan terdapat tiga dimensi tersebut dalam dirinya. Subjek dalam penelitian ini adalah pelajar tingkat menengah ke atas dalam jenjang pendidikan SMA/SMK/MA sebanyak 620 orang dengan rincian subjek yang mengaku berasal dari Kutai Timur berjumlah 250 orang dan pendatang sebanyak 370. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah subjek laki-laki sebanyak 388 orang dan perempuan berjumlah 232 orang. Mental membangun diukur menggunakan General Self Efficacy Scale dan Life Orientation Test Revised untuk dimensi confidence, Skala General National Pride untuk mengukur dimensi pride, dan terakhir dimensi care diukur menggunakan skala Group Belongingness Scale, Global Social Responsibility Scale dan Organizational Commitmen Scale.Analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif. Analisis deskriptif bertujuan untuk mendekipsikan data secara sistematik sehingga dapat mudah difahami. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mental membangun yang dimiliki oleh para pelajar di Kabupaten Kutai Timur tergolong tinggi dengan nilai mean empirik sebesar 61,49 dan mean hipotetik sebesar 43,5.

Model Hidden Curicculum Untuk Mengembangkan Karakter Disiplin Pada Peserta Didik

Nurajizah, Nuni, Rahayu, Beti

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 3, No 1 (2019): Februari (Artikel in Press)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pendidikan karakter merupakan sebuah proses yang dilaksanan tahap demi tahap. Kunci dari pendidikan karakter adalah disiplin. Kedisiplinan sangatlah penting bagi peserta didik, disiplin bukan hanya untuk menjalankan segala aturan sesuai dengan waktunya melainkan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan yang tinggi. Disiplin tidak hanya dapat di implementasikan dengan pembelajaran saja tetapi karakter disiplin dapat di bentuk melalui kebiasaan yang dapat di lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pendidikan karakter disiplin diharpkan peserta didik dapat mengimplementasikannya melalui hidden curiculum. Hidden Curicculum merupakan kurikulum tersembunyi dalam sebuah proses pembelajaran. Kurikulum tersembunyi merupakan kurikulum yang tidak tampak, bisa terjadi sec6 Y’ara spontanitas, tanpa terencana dan bisa muncul dari pengalaman belajar dalam sekolah. Meskipun kurikulum tersembunyi tidak mempunyai sistematika yang formal namun sangat berperan dalam mewujudkan sebuah tujuan pembelajaran, khususnya pengembangan karakter. Tujuan belajar dan pengembangan karakter akan dapat dicapai secara maksimal dengan dukungan kurikulum tersembunyi melalui aktifitas siswa, baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Adapun strategi Hidden curicculum yang bisa diimplementasikan pada pengembangan karakter disiplin diantaranya: (1) senyum, salam, sapa, sopan, santun (5S). (2) Adanya relasi antara Guru BK dengan orang tua atau wali siswa dengan dibentuknya group media sosial whatsapp yang beranggotakan seluruh orang tua atau wali siswa untuk memonitoring kegiatan belajar siswa.(3) Diwajibkannya mengikuti  ekstrakulikuler atau organisasi kepanduan (Pramuka) yang ada di sekolah (4) Peserta didik yang terlambat ditugaskan untuk membuat essay dengan judul tertentu sebelum memasuki kelas. Hal ini dapat membuat peserta didik mendapatkan  pengalaman secara lahiriyah dan bathiniyah

Konseling Kelompok Untuk Kenakalan Remaja

Ralasari, Tri Mega

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 3, No 1 (2019): Februari (Artikel in Press)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Juvenile delinquency is one of the activities of individuals aged between 12 / 13-20 / 21 years who tend to negative things. Ordinary behavior becomes destructive behavior or disturbing other individuals, as a manifestation of superior or inferior feelings it has in order to gain recognition from others. Juvenile delinquency often arises in a variety of situations and conditions, the range of norms prevailing in society so that these social problems cause social problems there is no strict supervision of various related parties such as family, environment, government and school. Referring to that, it is necessary to do group counseling departing on group care as a solution to the problem concerned while maintaining the privacy of individuals juvenile delinquents who have similar forum characteristics. Groups become the preferred alternative in conflict resolution because, the influence of groups in adolescents has greater power to be able to give effect to peer (group attachment).

Pengaruh Perhatian Orangtua Dan Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Aqidah Akhlak

Rosada, Ulfa Danni

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 3, No 1 (2019): Februari (Artikel in Press)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this study were (1) To determine the effect of parents' attention on learning achievement Aqeedah Morals grade students at SMA Muhammadiyah Piyungan, (2) To determine the influence of social environment on learning achievement Aqeedah Morals grade students at SMA Muhammadiyah Piyungan (3) to determine the influence of parental and social environment on learning achievement Aqeedah Morals grade students at SMA Muhammadiyah Piyungan. The research method uses a quantitative approach. Data analysis technique uses multiple linear regression analysis. The results and conclusions obtained (1) There is the influence of parents' attention on learning achievement Aqeedah Morals grade students at SMA Muhammadiyah Piyungan, (2) There is the influence of social environment on learning achievement Aqeedah Morals grade students at SMA Muhammadiyah Piyungan, (3) There is the influence of parental and social environment on learning achievement Aqeedah Morals grade students at SMA Muhammadiyah Piyungan. 

Peran Konselor dalam Meningkatkan Disiplin Siswa: Tinjauan Berdasarkan Persepsi Siswa

Hariko, Rezki

JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 3, No 1 (2019): Februari (Artikel in Press)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Disiplin didefinisikan sebagai sikap mental yang menggambarkan ketaatan, kerelaan, kesadaran dan tanggung jawab individu maupun kelompok untuk melakukan tugas dan kewajiban berdasarkan aturan-aturan yang telah disepakati. Sebagai aspek penting yang mesti dimiliki oleh setiap siswa, peran konselor sangat diperlukan bagi pengembangan dan/atau peningkatan disiplin siswa. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa tentang peran konselor dalam meningkatkan disiplin siswa. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh setelah 246 siswa SMAN 1 Lintau, Sumatera Barat, menyelesaikan skala pengukuran persepsi siswa tentang peran konselor untuk meningkatkan disiplin siswa yang disusun berdasarkan model skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Kesimpulan dari penelitian adalah siswa berpersepsi bahwa konselor belum berperan secara optimal dalam meningkatkan disiplin siswa.