cover
Contact Name
Ivan Taslim
Contact Email
ivantaslim@umgo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@umgo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI
ISSN : -     EISSN : 26141671     DOI : -
Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan November (2 Nomor dalam 1 Volume) yang pada setiap terbitan berisi maksimal 6 artikel/paper. Publikasi dalam jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia meski juga diperbolehkan dengan menggunakan Bahasa Inggris (english).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei" : 6 Documents clear
IDENTIFIKASI PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN TALUMOLO KECAMATAN DUMBO RAYA KOTA GORONTALO (Identification of Slum Settlement in Kelurahan Talumolo Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo) Syukri, Muhammad Rijal; Arifin, Sri Sutarni
JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.551 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i1.144

Abstract

Abstract - The high number of urban residents due to a large number of migrants caused the reduction of land for settlements. This triggered the emergence of slums in various areas of the city. Dumbo Raya sub-district is a coastal area that is geographically flanked by the sea and hills. This condition causes the region to be very vulnerable to the disaster so that the growth of irregular or well-structured settlements will increase the chances of a disaster occurring. This study aims to determine the slums in Talumolo Subdistrict, Dumbo Raya District based on several indicators that have been determined and obtain data in the form of the area of slum identified. This study also aims to determine the level of a slum in the selected area. The method used in this research is through the application of Geographic Information System (GIS) and data analysis of questionnaires through mathematical calculations. Through this study obtained results in the form of: 1) Determination of locations included in the slum area based on 6 (six) variables namely non-economic vitality, economic vitality, land status, condition of infrastructure facilities, commitment of local governments and priority handling; 2) The results of identification and delineation of slum areas in Talumolo Village indicate that there is a slum area of 32,235 hectares with MEDIUM classification. Keywords: region, settlement, slum, Gorontalo, urban Abstrak – Tingginya jumlah penduduk kota akibat banyaknya pendatang menyebabkan berkurangnya lahan untuk permukiman. Hal ini memicu munculnya permukiman kumuh pada berbagai wilayah kota. Kecamatan Dumbo Raya merupakan wilayah pesisir yang secara geografis wilayahnya diapit oleh laut dan perbukitan. Kondisi ini mengakibatkan wilayah ini sangat rawan dengan bencana sehingga pertumbuhan permukiman yang tidak teratur atau tertata dengan baik akan memperbesar peluang terjadinya bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kawasan kumuh yang ada di Kelurahan Talumolo Kecamatan Dumbo Raya berdasarkan beberapa indikator yang telah ditetapkan dan memperoleh data berupa luas kawasan kumuh yang diidentifikasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan tingkat kekumuhannya kawasan yang terpilih. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis data hasil kuisioner melalui hitungan matematis. Melalui penelitian ini diperoleh hasil berupa : 1) Penentuan lokasi yang termasuk ke dalam kawasan kumuh disusun berdasarkan 6 (enam) variabel yaitu vitalitas non ekonomi, vitalitas ekonomi, status tanah, kondisi prasarana sarana, komitmen pemerintah daerah dan prioritas penanganan; 2) Hasil identifikasi dan deliniasi kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Talumolo menunjukkan bahwa terdapat kawasan kumuh seluas 32,235 hektar dengan tingkat kekumuhan SEDANG. Kata kunci: kawasan, permukiman, kumuh, Gorontalo, perkotaan
PENGEMBANGAN SECARA SPASIAL BENTENG OTANAHA DI KAWASAN CAGAR BUDAYA GORONTALO Butulipu, Dwi Randayani; Taslim, Ivan; Rijal, Ahmad Syamsu
JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.119 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i1.87

Abstract

Abstract – This study aims to analyze the development of tourist areas of Benteng Otanaha spatially by using SWOT and GIS analysis. Data obtained in the form of primary data include field observation, interviews, questionnaires, field documentation and secondary data in the form of data collection through document studies and literature study. The results of this study indicate that tourism in Benteng Otanaha in the cultural heritage area has good potential to be developed because it includes cultural preservation based on diversity, uniqueness and distinctiveness of culture and nature as well as human needs for a vacation. The development of Otanaha Fortress in the cultural heritage area requires follow up of local government and community, so it can be one of the tourist destinations in Gorontalo. Keywords: spatial development, swot analysis, gis, otanaha castle, cultural heritage, gorontalo Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kawasan wisata Benteng Otanaha secara spasial dengan menggunakan analisis SWOT dan SIG. Data yang diperoleh berupa data primer meliputi observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dokumentasi lapangan dan data sekunder berupa pengambilan data melalui studi dokumen dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pariwisata di Benteng Otanaha di kawasan cagar budaya memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan karena meliputi pelestarian budaya berdasarkan keragaman, keunikan dan kekhasan budaya dan alam juga kebutuhan manusia untuk berlibur. Pengembangan Benteng Otanaha di kawasan cagar budaya memerlukan tindak lanjut dari pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga dapat menjadi salah satu tujuan wisata di Gorontalo. Kata Kunci: pengembangan spasial, analisis swot, sig, benteng otanaha, cagar budaya, gorontalo
ANALISIS SPASIO-TEMPORAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN GORONTALO (Spatio-Temporal Analysis of Dengue Health Fever (DBD) In Gorontalo District) Melangi, Masrin; Koto, Arthur Gani; Taslim, Ivan
JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1823.67 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i1.89

Abstract

Abstract - This research was conducted in Kabupaten Gorontalo. The purpose of this research is to analyze data and information of DHF incidence in Kabupaten Gorontalo spasiotemporal. An ArcGIS 10.1 software was applied in this research to look at descriptive epidemiology which will be presented in the form of maps, and the tables will then be described in an overlap with DHF incidence data through geographic information systems (GIS). The results of this study indicate that in the last six years, from 2010 to 2016 Gorontalo District has DHF outbreaks in Limboto sub-district, then in 2013-2016 there are 9 sub-districts that have DHF outbreak of Telaga District, Telaga Jaya, Telaga Biru, West Limboto , Tilango, Tibawa, Bilato and Tabongo marked by an increase in cases every year in the Eastern Region of Gorontalo Regency precisely located in the area of Lake Limboto Area. if it is verified using Rainfall data, DHF incidence in Gorontalo District in 2011 until 2015 is not affected by rainfall but will be different from dengue fever case in 2016 which is influenced by high rainfall amount. Keywords: spatio-temporal, gis, dengue health fever, gorontalo Abstrak – Data dan informasi secara spasial dan temporal sangat berguna dalam upaya mengurangi jumlah kejadain DBD di setiap Daerah, dan Kabupaten Gorontalo belum memiliki informasi secara spasial dan temporal mengenai kejadian DBD, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis data dan informasi kejadian DBD di Kabupaten Gorontalo secara spasiotemporal. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gorontalo.Sebuah perangkat lunak ArcGIS 10.1 diaplikasikan dalam penelitian ini untuk melihat secara epidemiologi deskriptif yang disajikan dalam bentuk peta, dan tabel yang kemudian digambarkan secara tumpang susun dengan data kejadian DBD melalui sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam enam tahun terakhir, sejak Tahun 2010 hingga Tahun 2016 Kabupaten Gorontalo mengalami KLB DBD di Kecamatan Limboto, kemudian pada tahun 2013-2016 terdapat 9 Kecamatan yang mengalami KLB DBD yakni Kecamatan Telaga, Telaga Jaya, Telaga Biru, Limboto Barat, Tilango, Tibawa, Bilato dan Tabongo yang ditandai oleh peningkatan kasus pada setiap tahun di Wilayah bagian Timur Kabupaten Gorontalo tepatnya berada di area Kawasan Danau Limboto. jika diverivikasi menggunakan data Curah Hujan, Kejadian DBD di Kabupaten Gorontalo pada tahun 2011 hingga tahun 2015 tidak dipengaruhi oleh jumlah Curah Hujan akan tetapi berbeda dengan kejadian DBD pada tahun 2016 yang justru dipengaruhi oleh jumlah Curah Hujan yang tinggi. Kata kunci: spasio-temporal, sig, demam berdarah dengue, gorontalo
INTERPRETASI LAHAN SAWAH DI KECAMATAN LIMBOTO BARAT MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 OLI (Interpretation of Paddy Fields in West Limboto Subdistrict Using Landsat 8 OLI) A. Moonti, Egrilianti; Arifin, Sri Sutarni; Koto, Arthur Gani
JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.582 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i1.100

Abstract

Abstract - One of the issues of national food security is the availability of staple food in the form of rice in a sustainability. The availability of paddy fields in West Limboto subdistrict, which is one of the rice producing areas in Gorontalo Regency needs to be interpreted to be known if there is land conversion in the future. Calculation of rice fields can be interpreted using remote sensing data. The purpose of this research is to interpreationt the extent of paddy field located in West Limboto subdistrict. Landsat 8 OLI (Operational Land Imager) acquired November 20, 2015 is the data used in this study. GPS measuring instrument is used as a tool for checking the coordinates of sample points that will be in the fiel d check. The method by digital image processing landsat 8 OLI using supervised classification algorithm maximum likelihood. Landsat 8 layer stacking process then do corrected geometric. Unsupervised classification is performed as an initial interpretation stage to classify land cover and also as sample point extraction. Total 18 sample points were taken that were used for ground data. Reclassified using supervised method processing after finished ground data. The results show that the paddy fields about 886,66 ha spread in 8 villages. Keywords: paddy fields, supervised, mapping, west limboto, gorontalo Abstrak – Salah satu isu ketahanan pangan nasional adalah ketersediaan bahan makanan pokok berupa beras secara berkelanjutan. Ketersediaan lahan sawah di Kecamatan Limboto Barat yang merupakan salah satu wilayah penghasil beras di Kabupaten Gorontalo perlu diinterpretasi agar dapat diketahui bila terjadi alih fungsi lahan pada masa mendatang. Penghitungan luas lahan sawah dapat diinterpretasi menggunakan data penginderaan jauh yaitu citra landsat 8. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginterpretasi luasan lahan sawah yang terdapat di Kecamatan Limboto Barat. Citra landsat 8 OLI (Operational Land Imager) perekaman 20 November 2015 merupakan data yang digunakan dalam penelitian ini. Alat ukur berupa GPS digunakan sebagai alat bantu untuk pengecekan koordinat titik sampel yang akan di cek lapangan. Metode penelitian dilakukan dengan teknik pengolahan citra digital landsat 8 OLI menggunakan klasifikasi supervised algoritma maximum likelihood. Citra landsat 8 dilakukan proses layer stacking kemudian dikoreksi geometrik. Klasifikasi tak terbimbing (unsupervised) dilakukan sebagai tahap interpretasi awal untuk mengklasifikasi tutupan lahan dan juga sebagai pengambilan titik sampel. Sebanyak 18 titik sampel diambil yang digunakan untuk cek lapangan. Reklasifikasi metode terbimbing (supervised) dilakukan dari hasil data lapangan. Hasil yang diperoleh menunjukkan luas lahan sawah sekitar 886,66 ha yang tersebar di 8 desa. Kata kunci: sawah, landsat, supervised, pemetaan, limboto barat, gorontalo
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN ARAHAN FUNGSI KAWASAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) ALO KABUPATEN GORONTALO (Analysis of The Suitability of Land Use Based on The Direction of The Function of The Area in Alo Basin in Gorontalo District) Ake, Ulfan R.; Koto, Arthur Gani; Taslim, Ivan
JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.078 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i1.118

Abstract

Abstract - Determination of the function of the area is very important in order to preserve and prevent environmental damage, so as to improve the safety, prosperity, and comfort of life. The occurrence of landslide in Gorontalo regency partly from alo watershed area in pulubala subdistrict and tibawa sub-district has destroyed 221 houses, 31 houses were badly damaged and 628 people were injured. In addition, the factors causing avalanches in the alo watershed are slope, soil type, high rainfall and community land use. This study aims to: (1) map the main function of the area in alo watershed based on the decree of the minister of agriculture no. 837 / kpts / um / 11/1980 (2) analyze the suitability of land use in the alo watershed based on the main function of the region and present it in the form map. Method and analysis used in this research is scoring, overlay, and field survey. Based on the result of alo river basin analysis, there are 4 directives of the area function. The function of protected area covers 93.09 ha (0.40%), buffer area 4970.74 ha (21.13), annual cultivation area 3614.56 ha (15.37%), while the cultivation area annual crops and settlements have an area of 14,843.3 ha (63.10%). Most of the land use in the alo basin is said to be appropriate to the direction of the function of the area, where the land has an area of 18,566.6 hectares or 79.05% while the unsuitable land is 4,920.7 ha or 20.95% of the entire alo watershed. Keywords: land suitability, directed land functions, alo watershed, gorontalo Abstrak - Penetapan fungsi kawasan sangat penting guna menjaga kelestarian dan mencegah kerusakan lingkungan, sehingga dapat meningkatan keselamatan, kesejahteraan serta kenyamanan hidup. Kejadian longsor di Kabupaten Gorontalo sebagian dari wilayah DAS Alo yaitu berada di Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Tibawa telah menghancurkan 221 buah rumah, 31 buah rumah di antaranya rusak parah, dan korban luka-luka sejumlah 628 orang. Selain itu yang menjadi faktor penyebab longsoran di DAS Alo diantaranya adalah faktor lereng, jenis tanah, curah hujan yang tinggi dan pemanfaatan lahan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memetakan arahan fungsi utama kawasan di DAS Alo berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 837/Kpts/Um/11/1980 (2) Menganalisis kesesuaian penggunaan lahan di DAS Alo berdasarkan arahan fungsi utama kawasan dan menyajikannya dalam bentuk peta. Metode dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring, overlay, dan survey lapangan. Berdasarkan hasil analisis DAS Alo memiliki 4 arahan fungsi kawasan yaitu Arahan fungsi kawasan lindung memilki luas 93.09 ha (0.40%), kawasan penyangga 4970.74 ha (21.13), kawasan budidaya tanaman tahunan 3614,56 ha (15,37%), sedangkan kawasan budidaya tanaman semusim dan pemukiman memilki luas sebasar 14.843,3 ha (63,10%). Sebagian besar pemanfaatan lahan di DAS Alo dikatakan sudah sesuai terhadap arahan fungsi kawasan, dimana lahan sesuai memilki luas 18.566,6 ha atau 79,05 % sedangkan lahan yang tidak sesuai 4.920,7 ha atau 20,95 % dari seluruh wilayah DAS Alo. Kata kunci: kesesuaian lahan, arahan fungsi lahan, daerah aliran sungai alo, gorontalo
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA PANTAI BILATO DI KABUPATEN GORONTALO (Geographic Information System Application for Strategic Tourism Development Areas of Bilato Beach in Gorontalo District) Ibrahim, Elpin; Taslim, Ivan; Rijal, Ahmad Syamsu
JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.52 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i1.91

Abstract

Abstract - This study aims to create a concept or strategy for the development of Strategic Tourism Area of Bilato Beach located in Gorontalo Regency Gorontalo Province. The planning strategy for the development of Bilato Beach Strategic Area in this research is based on the questionnaire and interview method with the field survey. The results of the interview will be processed using SWOT analysis which further utilizes Geographic Information System (GIS) application with ArcGIS 10.1 device for mapping of tourism development of Bilato Beach. In the result of observation at research location and interview (questionnaire) processed with SWOT approach obtained information about research location, such as white sand along the coastal landscape with the calm sea (Strengths). It's just that as a tourist attraction Bilato Beach has lack of adequate facilities, lack of government attention to the manager both in terms of financial aid and tourism publication (Weaknesses). In terms of Opportunities, Bilato Beach can be a source of income and business community, it is also supported by the terms of affordability/accessibility is quite easy. However, Bilato Beach as a tourist spot also has threats such as community activities and visitors that can be damage the natural habitat at the research location and also the many tourist attractions that make the competition in attracting the tourists. The conclusion of this SWOT analysis result is that Bilato Beach which has been designated as Tourism Strategic Area in Gorontalo Regency according to Province Regulation of Gorontalo Regency No. 4, 2011 still has many shortcomings in terms of tourism facilities and government attention in terms of publication. Keywords: tourism, strategic development, gis, swot analysis, bilato beach, gorontalo Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk membuat konsep atau strategi pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Pantai Bilato yang berada di Kabupaten Gorontalo. Strategi yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan metode wawancara dan survai lapangan. Hasil dari wawancara akan diolah menggunakan analisis SWOT yang selanjutnya memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan perangkat ArcGIS 10.1 untuk pemetaan pengembangan wisata Pantai Bilato. Pada hasil observasi di lokasi penelitian dan wawancara (kuisioner) yang diolah dengan pendekatan SWOT diperoleh informasi tentang lokasi penelitian, diantaranya adalah pasir putih sepanjang bentang alam pantai dengan laut yang tenang (Kekuatan). Hanya saja sebagai tempat wisata Pantai Bilato memiliki kekurangan dari segi fasilitas yang memadai, tidak adanya perhatian pemerintah terhadap pengelola baik dari segi bantuan dana maupun publikasi wisata (Kelemahan). Dari segi Peluang, Pantai Bilato bisa menjadi sumber pendapatan dan usaha masyarakat, hal ini juga didukung oleh segi keterjangkauan yang cukup mudah. Meski demikian Pantai Bilato sebagai tempat wisata juga mempunyai Ancaman seperti aktifitas masyarakat dan pengunjung yang dapat merusak habitat alami di lokasi penelitian dan juga banyaknya tempat wisata yang menjadikan persaingan dalam menarik minat para wisatawan. Kesimpulan dari hasil analisis SWOT ini adalah bahwa Pantai Bilato yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata di Kabupaten Gorontalo menurut PERDA Provinsi Gorontalo No. 4 Tahun 2011 masih memiliki banyak kekurangan dari segi fasilitas wisata dan perhatian pemerintah dalam hal publikasi. Kata kunci: pariwisata, strategi pengembangan, sig, analisis swot, pantai bilato, gorontalo

Page 1 of 1 | Total Record : 6