Jurnal Farmasi Indonesia
Published by Universitas Setia Budi
ISSN : 16938615     EISSN : 23024291
Jurnal Farmasi Indonesia (e-ISSN : 2302-4291 dan ISSN : 1693-8615) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi yang terbit sejak Februari 2004 dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu periode bulan Maret dan November. Jurnal Farmasi Indonesia menerima naskah tentang hasil penelitian laboratorium, lapangan, studi kasus, telaah pustaka yang erat kaitannya dengan bidang kefarmasian, kesehatan dan lingkungan hidup.
Articles 140 Documents
Toksisitas Akut Ekstrak Sembukan (Paederia scandens (Lour.) Merr. pada Mencit (Mus musculus L.) Galur Swiss

Fitriana, Ida, Wijayanti, Agustina Dwi, Sari, Puspa Wikan

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13 No 1 (2016): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.444 KB)

Abstract

Sembukan (Paederia scandens (Lour.) Merr. termasuk familia Rubiaceae yang tumbuh liar, dapat dikonsumsi sebagai pakan ternak dan obat herbal tradisional. Oleh karena itu perlu diketahui keamanan penggunaan sembukan. Uji ini bertujuan untuk mengetahui potensi ketoksikan akut dari ekstrak sembukan dengan  menggunakan metode Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) 423, gejala klinis yang ditimbulkan, serta gambaran histopatologis organ hati, ginjal, dan jantung akibat pemberian oral. Lima belas ekor mencit betina galur swiss dengan berat 25-35 gram digunakan dalam penelitian ini. Prosedur penelitian mengikuti metode OECD 423 dengan menggunakan dosis awal 300 mg/kg BB ekstrak sembukan. Pemeriksaan histopatologi dilakukan dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil pengamatan histopatologi dan gejala ketoksikan klinis dianalisa secara deskriptif, sedangkan data perubahan BB hewan uji, bobot organ, dan jumlah asupan pakan dianalisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak sembukan aman digunakan. Menurut Globally Harmonized Classification System(GHS),potensi ketoksikan akut oral ekstrak sembukan termasuk dalam kategori 5 (tidak terklarifikasi) dengan LD50 cut off > 2000 – 5000 mg/kg BB. Pemberian sediaan uji tidak mempengaruhi berat badan, asupan pakan, gejala ketoksikan klinis, dan tidak ada perubahan patologi pada organ jantung.

Induksi Sintesa Kurkuminoid Dalam Kalus Temulawak (Curcuma Xanthorriza, Roxb) Akibat Pengaruh Hormon 2,4-D Dan Fenilalanin Pada Media Kultur

Rinanto, Yudi

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.385 KB)

Abstract

Penambahan prekursor ke dalam media Murashige Skoog (MS) secara in vitro diharapkan dapat meningkatkan sintesa kurkuminoid dalam kalus. Fenilalanin merupakan prekursor dalam sintesa kurkuminoid. Hormon 2,4-D juga ditambahkan kedalam media tumbuh untuk menginduksi pembentukan kalus. Konsentrasi hormon 2,4-D dan Fenilalanin masing-masing sebanyak 0 ppm, 2 ppm dan 4 ppm. Uji kualitatif kurkuminoid dilakukan dengan reaksi warna dan KLT (khromatografi lapis tipis), dilanjutkan uji kuantitatif menggunakan silika GF254 sebagai fase diam, dan kloroform : etanil 965 : asam acetat glasial (94:5:1) sebagai fase gerak. Bercak dianalisa dengan KLT densitometer dan luas area bercak dimasukkan dalam persamaan kurva baku kurkuminoid. Hasil pengamatan menunjukkan waktu induksi kalus tercepat dihasilkan oleh pemberian hormon 2,4-D sebanyak 4 ppm. Kadar kurkuminoid rimpang lebih besar dari pada kadar kurkuminoid dalam kalus. Kombinasi hormon 2,4-D dan Fenilalanin menghasilkan kadar kurkumin lebih banyak dibanding kadar desmetoksi-kurkumin untuk setiap kombinasi perlakuan yang sama. Kadar kurkumin terbanyak dihasilkan oleh kombinasi hormon 2,4-D dan Fenilalanin dengan konsentrasi masing-masing 4 ppm sebesar 0,39%. Sedangkan kadar desmetoksi-kurkumin terbanyak dihasilkan oleh kombinasi hormon 2,4-D dan Fenilalanin berturut-turut dengan konsentrasi 4 ppm dan 2 ppm sebesar 0,1865 %. Pemberian hormon 2,4-D bersama-sama dengan fenilalanin kedalam media tumbuh lebih banyak berpengaruh terhadap sintesa kurkumin dibanding desmetoksi-kurkumin.

Pengaruh Magnesium Stearat, Talk atau Kombinasinya Terhadap Waktu Hancur dan Disolusi Tablet Prednison Pada Campuran Interaktifnya

Kuncahyo, Ilham

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.098 KB)

Abstract

Campuran interaktif memberikan keuntungan untuk campuran yang mengandung obat berdosis rendah seperti prednison, karena dapat menjamin homogenitas, stabilitas serta mempercepat disolusi obatnya. Sifat alir dan kompaktibilitas campuran relatif baik, sehingga dapat dibuat tablet secara kempa langsung. Penambahan bahan pelicin magnesium stearat, talk atau campurannya sebagai material kohesif pada campuran interaktif prednison-granul akan menghasilkan campuran interaktif prednison-granul-pelicin, akan berpengaruh pada sifatsifat tablet seperti waktu hancur serta pelepasan obat yang dikandungnya. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh magnesium stearat, talk atau campurannya terhadap waktu hancur dan disolusi tablet campuran interaktif prednison. Untuk mengetahui pengaruh tersebut dilakukan percobaan dengan pendekatan optimasi berdasarkan simplex lattice design dengan variabel bebasnya magnesium stearat dan talk. Data percobaan diimplementasikan ke dalam persamaan terkait simplex lattice design yaitu Y = a (A) + b (B) + ab (A) (B). Berdasarkan nilai koefisien dalam persamaan untuk waktu hancur tablet dan disolusi prednison kemudian dibuat profilnya, dapat dianalisa pengaruh masing-masing bahan pelicin terhadap waktu hancur tablet dan disolusi obatnya. Magnesium stearat menyebabkan waktu hancur tablet campuran interaktif prednison lebih lama daripada talk, sedangkan pengaruh interaksinya relatif kecil. Magnesium stearat dibandingkan dengan talk memberikan nilai C30, dan DE-60 yang lebih besar, sedangkan interaksinya memberikan pengaruh yang relatif kecil.

OPTIMASI CAMPURAN AVICEL PH 101 DAN PATI JAGUNG DALAM PEMBUATAN TABLET EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) SECARA Simplex Lattice Design

Kuncahyo, Ilham

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.098 KB)

Abstract

Avicel PH 101 merupakan eksipien dalam pembuatan tablet yang dapat digunakan sebagai bahan pengisi, pengikat, pelicin dan penghancur. Avicel kurang menguntungkan dalam segi ekonomis sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan yang lebih murah. Kombinasi Avicel PH 101 dengan pati jagung diharapkan dapat mempercepat waktu hancur tablet. Daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) merupakan tanaman obat tradisional yang diantaranya digunakan sebagai anti inflamasi. Penelitian ini untuk mengetahui proporsi optimum campuran Avicel PH 101 dan pati jagung dalam formulasi tablet ekstrak daun mimba dengan metode simplex lattice design. Ekstrak daun mimba diperoleh dengan maserasi serbuk daun mimba menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh diuapkan sehingga diperoleh ekstrak kental. Formula tablet berdasarkan metode SLD dengan eksipien Avicel PH 101 (A) dan Pati jagung (B) yaitu : F1(100%A), F2(100%B), F3 (50%A:50%B). Tablet ekstrak daun mimba dibuat secara granulasi basah. Granul diuji kecepatan alir, kompaktibilitas dan waktu hancur untuk mendapatkan persamaan SLD. Persamaan tersebut digunakan untuk membuat tablet dengan respon total sifat fisik granul yang paling optimum. Data sifat fisik granul formula optimum hasil perhitungan berdasarkan persamaan SLD dengan hasil pengujian sesungguhnya dianalisis menggunakan uji t. Tablet formula optimum diuji sifat fisiknya yang meliputi : keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukkan campuran 90% Avicel PH 101 - 10%pati jagung memberikan hasil yang optimal pada sifat fisik granul dan tablet ekstrak daun mimba yang dihasilkan memenuhi uji sifat fisik tablet.

ANALISIS FERRO SULFAT DARI LIMBAH BESI

Soebiyanto, Soebiyanto

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.558 KB)

Abstract

Anemia Gizi Besi(AGB) merupakan salah satu masalah gizi utama yang terjadi di Indonesia. AGB diderita penduduk Indonesia sekitar 100 juta jiwa. Salah satu upaya penanganan AGB adalah suplementasi dengan ferro sulfat. Untuk dapat digunakan sebagai bahan sediaanfarmasi harus memenuhi syarat mutu yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia Edisi IV. Penelitian ini bertujuan untuk membuat, memurnikan dan mengkarakterisasi ferro sulfat dari limbah besi. Pembuatan dilakukan dengan mereaksikan limbah besi dengan Asam sulfat 25% selama 2 hari. Kristal dipisahkan dan dimurnikan dengan rekristalisasi, kemudian dikarakterisasi dengan analisis SEM. Hasil penelitian menunjukkan ferro sulfat mengandung Fe sebesar 54,46%, O sebesar 33,55% dan S sebesar 11,99%. Hasil ini menunjukkan bahwa ferro sulfat dari limbah besi bengkel bubut memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia.

UJI DAYA ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOLIK DAUN MONDOKAKI (Tabernaemontana divaricata, R.Br.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN

Peranginangin, Jason Merari

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.962 KB)

Abstract

Tanaman Mondokaki (Tabernaemontana divaricata, R.Br.) merupakan obat tradisional yang digunakan untuk tekanan darah tinggi, radang tenggorakan, radang mata, batu berdahak, radang payudara, digigit anjing gila, antiinflamasi dan terkilir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanolik daun mondokaki terhadap tikus putih jantan. Daun mondokaki dimaserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak tersebut diujikan pada masing-masing kelompok hewan uji dengan dosis 3,75 mg/200 g bb, 7,5 mg/200 g bb, 15 mg/200 g bb, kelompok kontrol negatif diberikan larutan CMC 0,5% dan kelompok kontrol positif diberikan natrium diklofenak. Semua senyawa tersebut diberikan secara peroral satu jam sebelum kaki tikus dibuat radang dengan karagenin 1% 0,1 ml. Efek antiinflamasi dilihat dari kemampuan menurunkan volume udem tiap selang waktu satu jam selama lima jam. Untuk mengetahui perbedaan pada setiap perlakuan dilakukan analisis varian satu arah dengan taraf kepercayaan 95 % dan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan dilakukan uji LSD. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanolik dengan dosis 15 mg/200 g bb, tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kontrol positif. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik dengan dosis 15 mg/200 g bb memberikan efek antiinflamasi dengan menurunkan volume udem pada kaki tikus jantan sebanding dengan kontrol positif.

Analisa Pengaruh Adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah terhadap Kadar Chrom pada Limbah Batik Pabrik di Kabupaten Pekalongan

Minarsih, Tri

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 3 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2737.926 KB)

Abstract

Air limbah yang berasal dari produksi batik merupakan salah satu sumber pencemaran air yang potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah produksi batik mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, mengandung senyawa-senyawa kimia yang berbahaya serta mengandung mikroorganisme pathogen yang dapat menyebabkan penyakit. Chrom merupakan Limbah logam berat Cr(VI), yang merupakan salah satu jenis limbah berbahaya, dapat berasal dari industri batik, pelapisan logam (electroplating), dan penyamakan kulit (leather tanning). analisa konsentrasi chrom dilakukan pada limbah batik sebelum dan sesudah mengalami pengolahan pada IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah) suatu industri serta setelah melewati aliran sungai sekitar pabrik. Penetapan kadar Chrom dengan metode Spektrofotometer Visibel menggunakan Difenilkarbazida pada panjang gelombang maksimal hasil scanning yaitu 541 nm. Dari kurva standar larutan chrome pada konsentrasi 2-6 mg/L versus serapan larutan standart Chrome diperoleh persamaan regressi Y = 0,112 x – 0,009 dengan koefisien korelasi (r) = 0,9949. Persamaan ini digunakan pada penetapan kadar Chrome pada air limbah. Pada pemeriksaan pendahuluan diperoleh kadar Chrome pada air limbah sebelum diolah 16,6747 mg/L dan pH nya 14. Setelah diolah pH dari air limbah adalah 5, dan kadar Chrom yang masih melebihi Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2004 baku mutu air limbah industri tekstil dan batik yaitu 10,1181 mg/L dan setelah melewati 2 km aliran sungai juga masih tinggi yaitu 7,6277 mg/L.

Natrium Kromolin, Obat Penghambat Degranulasi Sel Mast, Lebih Efektif terhadap Sel Mast Jaringan Ikat Dibanding Sel Mast Mukosa

Nugroho, Agung Endro

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 3 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2800.66 KB)

Abstract

Natrium kromolin merupakan obat antialergi yang bekerja melalui penghambatan degranulasi sel mast dalam melepaskan histamin sebagai mediator pada penyakit alergi. Bahkan pada terapi penyakit asma, obat tersebut digunakan sebagai obat lini pertama. Namun demikian, pada beberapa model alergi natrium kromolin tidak semua menunjukkan efek penghambatan pelepasan histamin dari sel mast. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan konfirmasi pengaruh natrium kromolin terhadap pelepasan histamin dari sel RBL-2H3 yang diinduksi oleh DNP24-BSA, untuk kemudian dibandingkan dengan pengaruh positifnya pada model alergi reaksi anafilaksis kutaneus aktif diinduksi ovalbumin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa natrium kromolin tidak menunjukkan efek penghambatan secara bermakna terhadap pelepasan histamin dari sel RBL-2H3 diinduksi DNP24-BSA, namun mampu menghambat secara bermakna reaksi anafilaksis kutaneus yg diperantarai pelepasan histamin, yang diinduksi ovalbumin.

Aktivitas Antidiabetes Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) pada Tikus Putih Jantan

Ningsih, Dwi, Rejeki, Endang Sri, Ekowati, Dewi

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 3 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3579.645 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, karena angka kejadian penderita terus meningkat dari tahun ke tahun. Jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) merupakan tanaman obat tradisional yang salah satu manfaatnya dapat mengobati diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mencari dosis yang paling efektif dari ekstrak jamur lingzhi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar. Jamur lingzhi diekstraksi dengan cara maserasi dengan etanol 96% dan infus dengan air. Ekstrak etanol diujikan pada masing-masing kelompok hewan uji dengan dosis 1.18 mg/200 g BB; 2.36 mg/200 g BB dan 4.71 mg/200 g BB. Kelompok kontrol negatif diberi CMC 1% dan kelompok kontrol positif diberi Glibenklamid (90 mg/200gBB). Ekstrak air diujikan setelah didapatkan dosis optimal dari ekstrak etanol. Efek antidiabetes diperoleh dengan mengukur kadar glukosa darah selama 2 minggu dengan interval pegukuran tiap minggu, kemudian dilakukan uji statistik dengan analisis varian dua jalan dengan taraf kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan uji Dunnett. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur lingzhi mempenyai aktivitas antidiabetes pada tikus putih jantan. Ekstrak etanol 96% jamur lingzhi dosis 1.18 mg/200 g BB paling efektif menurunkan glukosa darah. Ekstrak air pada dosis setara dengan 1.18 mg/200gBB mempunyai efek sama kuat dengan ekstrak etanol.

Aktivitas Antibakteri Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat, dan Etanol 70% Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steen) terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853

Susilowati, Dyah, Mitha, Putri Manggara

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6 No 3 (2009): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4177.71 KB)

Abstract

Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steen) merupakan jenis tanaman yang berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit. Daun Binahong mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol 70 % dari daun Binahong yang paling efektif terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Serbuk daun Binahong disoxhlet bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70 %. Ekstrak kental n-heksan, etil asetat dan ekstrak etanol 70 % yang diperoleh diuji aktivitas antibakteri dengan 2 metode dan dibuat dengan konsentrasi 100 % (b/v); 50 % (b/v); 25 % (b/v); 12,5 % (b/v); 6, 25 % (b/v); 3,125 % (b/v); 1,56 % (b/v); 0,78 % (b/v); 0,39 % (b/v); dan 0,195 % (b/v) untuk uji aktivitas antibakteri dengan metode dilusi. Metode difusi dilakukan dengan cara dibuat sumuran berdiameter 9 mm, kemudian ditetesi dengan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan ekstrak etanol 70 % dengan konsentrasi 25 %; 50 %; 75 %; 100 %; dan blanko masing-masing sebanyak 40 µl, kemudian di ukur diameter hambatannya.Hasil percobaan uji aktivitas antibakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, ekstrak etil asetat dan etanol 70 % memiliki KBM 50 % (b/v) dan 25 % (b/v), sedangkan ekstrak n-heksan tidak memberikan KBM. Hasil penelitian metode difusi memberikan daerah hambatan dengan rata-rata pada ekstrak etil asetat 8,33 mm (75 %); 11,67 mm (100 %) dan untuk ekstrak etanol 70 % 9,67 mm (50 %); 12,67 mm (75 %); 15,33 mm (100 %) sedangkan untuk ekstrak n-heksan tidak memberikan daerah hambatan. Sehingga dapat disimpulkan hasil ekstrak etanol 70 % lebih efektif sebagai antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dibandingkan ekstrak n-heksan dan ekstrak etil asetat.

Page 1 of 14 | Total Record : 140