cover
Contact Name
Jaharudin
Contact Email
jaharudin2008@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jaharudin2008@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Biolearning
ISSN : 24068233     EISSN : 24068241     DOI : -
Jurnal ini memuat intisari dari hasil-hasil penelitian tentang permasalahan seputar bidang ilmu pendidikan sains, ilmu sains dan terapannya. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
AKTIVITAS LARUTAN Areca catechu TERHADAP PERKEMBANGAN BAKTERI PADA IKAN AIR LAUT Susilowati, Eni
Jurnal Biolearning Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.161 KB)

Abstract

Pembusukan ikan terjadi akibat mikroba. Mikroba dapat dihambat dengan pemberian larutan buah pinang. Penelitian ini dilaksanakan di STKIP Muhammadiyah Sorong dan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Sorong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiefektifitas buah pinang terhadap perkembangan bakteri penyebab pembusukan dengan menggunakan 4 perlakuan kosentrasi larutan buah pinang yaitu 25%, 50% dan 75%. Parameter yang diamati adalah perkembangan bakteri. Instrumen yang digunakan yakni dokumentasi dan mikroskop. Hasil data dihitung dengan menggunakan uji normalitas dan uji mann-whitney. Hasil penelitian diperoleh yakni sampel daging ikan bewarna merah dan berbau ikan segar. Berdasarkan hasil perhitungan semua data berdistribusi tidak normal. Hasil uji mann-whitney kelompok tanpa perlakuan terhadap konsentrasi 25% yakni probabilitas =0.00< α = 0.05, kelompok tanpa perlakuan terhadap konsentrasi 50% yakni probabilitas = 0.000 < α = 0.05, kelompok tanpa perlakuan terhadap konsentrasi 75% yakni probabilitas = 0.000 < α = 0.05, sehingga ada perbedaan perkembangan bakteri antara sampel yang diberi perlakuan dengan sampel tanpa perlakuan. Hasilkenampakan warna daging pada sampel tanpa perlakuan semakin bertambahnya jam maka terlihat jelas perubahan warna semakin merah dan tesktur daging menjadi keras. Pada sampel yang diberi perlakuan semakin bertambahnya jam warna sampel daging menjadi makin putih dan tekstur daging menjadi sangatlunak. Aroma pada sampel tanpa perlakuan semakin bertambahnya jam maka aroma makin tercium bau busuk ikan yang sangat menyengat, pada sampel yang diberi perlakuan laruan pinang aroma yang tercium adalah aroma pinang dan bau busuk ikan.
EFEKTIVITAS PRATIKUM HERBARIUM PTERIDOPHYTA (TUMUHAN PAKU ) PADA PEMBELAJARAN KLASIFIKASI TUMBUHAN DI SMP KOTA SORONG MATATULA, NELCE
Jurnal Biolearning Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.831 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Pembelajaran biologi dengan menggunakan metode pratikum herbarium Pteridophyta SMP di Kabupaten Sorong yang mengikuti pembelajaran klasifikasi tumbuhan dan mengetahui perbandingan antar sampel. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sorong dan SMP Muhammadiyah Al-Amin dengan mengunakan populasi siswa masing-masing sebanyak 530 siswa dan 365 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII pada kedua sekolah dengan jumlah 116 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis komperatif. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis, angket dan observasi, yang sebelumnya diuji reliabilitas dan uji validitas. Hasil uji validitas berdasarkan hasil uji pakar, instrumen yang digunakan valid. Data tes tertulis berdistribusi homogen dan tidak semua normal. Hasil uji wilcoxon SMP Muhammadiyah Al-Amin Sorong yakni probabilitas = α = , hasil uji wilcoxon SMP Negeri 1 Sorong yakni probabilitas = α = dan hasil uji Mann-Whitney antara SMP Negeri 1 Sorong terhadap SMP Muhammadiyah Al-Amin Sorong yakni probabilitas = α = , sehingga tidak ada perbedaan prestasi siswa sebelum dan sesudah diadakannyan praktikum dan tidak ada perbedaan prestasi siswa antar sekolah. Namun, fakta dari grafik manual, dan hasil observasi menunjukkan bahwa praktikum dapat merubah ke arah positif terhadap prestasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran biologi.
IDENTIFIKASI ANATOMI TUMBUHAN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L) malak, Bogar iknatius
Jurnal Biolearning Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.805 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui anatomi tumbuhan sirih hutan. Instrumen yang digunakan yakni dokumentasi dan mikroskop. Penelitian yang menggunakan metode observasional. Populasi dalam penelitian adalah tumbuhan sirih hutan (Piper aduncum L). Sampel dalam penelitian adalah anatomi tumbuhan sirih hutan di Aimas Kabupaten Sorong. Variabel dependent/tetap adalah anatomi tumbuhan.Variabel independent/bebas adalah Anatomi tumbuhan sirih hutan. Hasil penelitin diporeh masa jenis yakni, akar 22.73 m/v, batang 14.10m/v, daun 13.11 m/v, buah, 9.3mv . Dan anatomi terdapat jaringan, epidermis, vascular silinder, parenkim, floem, xylem, jaringan dasar korteks dan tentunya memiliki fungsih yang berbeda. Dalam penelitian ini yang dikaji karakteristik anatomi akar diteliti ialah struktur epidermis, korteks, endodermis, floem, xylem, perisikel. Karakteristik anatomi batang yang diteliti ialah struktur epidermis, berkas pembuluh, parengkim. Karakteristik anatomi daun yang diteliti ialah epidermis, kolenkim, stomata, xylem floem. Karakteristik anatomi buah tumbuhan yang di teliti ialah, epidermis, korteks, floem, xylem, vascular bundlc, parenchyma. Dari penelitian antomi tumbuhan sirih hutan yang di amati maka, dapat di simpulkan bahwa tumbuhan sirih hutan merupkan tumbuhan monokotil.
PEMBELAJARAN BIOLOGI DI-SMP KABUPATEN SORONG; KAJIAN RESPON SISWA TERHADAP EFEK PEMBENTUKAN KOMUNITAS BELAJAR MANDIRI Sutami, Dewi
Jurnal Biolearning Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.354 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pembentukan komunitas belajar mandiri untuk olimpiade sains biologi terhadap respon siswa yang mengikuti komunitas belajar mandiri dan mengetahui perbandingan antar sampel. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sorong dan SMP IT Nurul Yaqin Sorong pada tanggal 24 April sampai 30 Mei tahun 2014, dengan mengunakan populasi siswa masing-masing sebanyak 257 siswa dan sebanyak 167 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII-VIII pada kedua sekolah tersebut dengan jumlah 45 siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis komperatif. Instrumen yang digunakan adalah angket, yang diuji validitas dan uji reabilitas. Hasil uji validitas berdasarkan hasil uji para pakar,instrument yang digunakan valid. Data angket berdistribusi homogen dan tidak semua normal. Hasil uji Mann-Whitney SMP Negeri 4 Sorong yakni probabilitas = 0.869 > α = 0.05, hasil uji t two sampel independen SMP IT Nurul Yaqin Sorong yakni thitung = 0.761 < ttabel = 2.06, dan hasil uji t two sampel independen antara SMP Negeri 4 Sorong terhadap SMP IT Nurul Yaqin Sorong yakni thitung = 1.263 < ttabel = 2.09, sehingga tidak ada perbedaan respon siswa sebelum dan sesudah pembentukan komunitas belajar mandiri dan tidak ada perbedaan respon siswa antar sekolah. Namun, berdasarkan fakta grafik manual, hasil wawancara dan angket guru menunjukkan bahwa, pembentukan komunitas belajar mandiri dapat memotivasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran biologi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X-2 SMA NEGERI 2 KABUPATEN SORONG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KORWAM, YOHANA ADRIANA
Jurnal Biolearning Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.986 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa yang meliputi 5 aspek yaitu: kemampuan berpikir lancar (fluency), kemampuan berpikir luwes (flexibility), kemampuan berpikir orisinil (originality), kemampuan memperinci (elaborasi), kemampuan menilai (evaluasi) siswa kelas X-2 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong tahun pelajaran 2015/2016 melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 3 siklus yang meliputi 4 tahapan (perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi). Subyek penelitian adalah siswa kelas X-2 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Data diperoleh dengan teknik tes dan non tes (observasi, wawancara dan angket). Data analisis secara deskriptif kualitatif. Validasi data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan persentase tiap aspek kemampuan berpikir kreatif berdasarkan tes pada siklus I belum memenuhi target, ketercapaian aspek fluency sebesar 69,70%, kemampuan berpikir luwes (flexibility) sebesar 63,64%, kemampuan berpikir orisinil (originality) sebesar 47,73%, kemampuan memperinci (elaborasi) 56,82%, kemampuan menilai (evaluasi) 49,24%. Hasil siklus II meningkat, namun ada aspek yang belum mencapai target. Ketercapaian aspek pada siklus II yaitufluency 79,55%, flexibility sebesar 73,11%, originality sebesar 54,55%, elaborasi 60,23%, evaluasi 57,58%. Belum seluruhnya aspek memnuhi target, sehingga tindakan dilanjutkan ke siklus III. Hasil yang dicapai pada siklus III, aspek fluency 85,86%, flexibility sebesar 78,03%, originality sebesar 63,64%, elaborasi 60,23%,evaluasi 62,12%. Seluruh aspek kemampuan berpikir kreatif sudah memenuhi target, sehingga tindakan dihentikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X-2 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong tahun pelajaran 2015/2016.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS I SD INPRES 31 KABUPATEN SORONG SESA, ANACE
Jurnal Biolearning Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.949 KB)

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini, yang terkait dengan perbaikan pembelajaran IPA di kelas I SD Inpres 31 Kabupaten Sorong adalah sebagai berikut : 1). Meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan alat peraga, 2). Meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode demonstrasi 3). Mendeskripsikan cara mengaktifkan siswa melalui Tanya jawabPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Penelitian tindakan kelas yang penulis laksanakan di kelas I di SD Inpres 31 Kabupaten Sorong , untuk mata pelajaran IPA dilakukan pada tanggal 24 Februari, 03 Maret 2014 dan 17 maret 2014. Sedangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan pada tanggal 23 Februari, 02 Maret 2014 dan 16 Maret 2014. Penelitian dilakukan pada kelas I dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian diperoleh yakni penelitian tersebut, dan kesimpulannya sebagai berikut : 1). Penelitian Tindakan Kelas yang penulis lakukan merupakan penelitian yang terencana melalui tindakan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan guru di kelasnya sendiri. 2). Penelitian Tindakan Kelas yang penulis lakukan bertujuan untuk memperbaiki kinerja guru sebagai pengajar, agar kualitas pembelajaran yang guru lakukan menjadi lebih baik lagi. 3). Langkah – langkah Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari identifikasi masalah, analisis masalah, perumusan masalah, perencanaan perbaikan,pelaksanaan perbaikan, analisis data, dan refleksi. 4). Pada mata pelajaran IPA mulai dari RP ke RPP untuk niali rata – rata siswa dari 67,5 menjadi 76, ada kenaikan sementara dari RPP I ke RPP II nilai rata –rata memperoleh kenaikan dari 76 menjadi 81. Jadi, ada kenaikan yang significant. 5). Penggunaan alat peraga yang konkrit dalam kegiatan pembelajaran dapat mempercepat proses penyampaian dan penyerapan materi pembelajaran, sehingga siswa lebih memahami materi pembelajaran. 6). untuk lebih mengaktifkan siswa dalam pembelajaran, siswa dilibatkan langsung dalam proses pembelajaran. 7). Motivasi yang dilakukan harus lebih diaktifkan dengan cara menyampaikan pentingnya pembelajaran kepada siswa. 
PENGGUNAAN MODUL FISIKA SCIENTIFIC APPROACH MATERI FLUIDA STATIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KOMUNIKASI ILMIAH SISWA KELAS X MIA 5 SMAN 2 KABUPATEN SORONG Kadang, ST. AMINAH
Jurnal Biolearning Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.659 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan kemampuan komunikasi ilmiah siswa kelas X MIA 5 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong tahun pelajaran 2014/2015 dengan menggunakan Modul Fisika Scientific Approach materi Fluida Statis. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali tahap persiapan dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X MIA 5 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong tahun pelajaran  2014/2015 sebanyak 32 siswa. Data diperoleh melalui pengamatan (observasi), angket, wawancara dengan guru dan siswa, dan kajian dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatifdan didukung data kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa: (1) penggunaan modul fisika scientific approach dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa materi Fluida Statis kelas X MIA 5 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong tahun pelajaran 2014/2015. Persentase ketercapaian kemampuan kognitif siswa meningkat dari pra siklus sebesar 41%, siklus I sebesar 72% dan siklus II sebesar 81%. (2) penggunaan modul fisika scientific approach dapat meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah siswa materi Fluida Statis kelas X MIA 5 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong tahun pelajaran 2014/2015. Dari indikator komunikasi ilmiah yang ditentukan diperoleh hasil sebagai berikut: (a) menyusundan menyampaikan laporan secara sistematik dan jelas diperoleh hasil pra siklus sebesar64,30%, siklus I sebesar 79,04%, siklus II sebesar 89,84%, (b) menjelaskan hasil percobaan diperoleh hasil pra siklus sebesar 66,02%, siklus I sebesar 71,88%, siklus II sebesar 89,06%, (c) mendiskusikan hasil percobaan diperoleh hasil pra siklus sebesar 52,74%, siklus I sebesar 66,93%, siklus II 83,33%, (d) mengklasifikasikan data dan menyusun data diperoleh hasil pra siklus sebesar 56,64%, siklus Isebesar 71,48%, siklus II sebesar 95,71%, (e) menggambarkan data dalam bentuk tabel, diagram, atau grafik diperoleh hasil pra siklus sebesar39,06%, siklus I sebesar84,38%, siklus II sebesar 85,94%. Keterbatasan penelitian ini adalah sebaran soal tes kognitif pada siklus I dan siklus II tidak sama.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI GELOMBANG SISWA KELAS XII IPA SMA NEGERI 2 KABUPATEN SORONG Kadang, St. Aminah
Jurnal Biolearning Vol 7 No 12 (2016): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.15 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa belajar fisika materi gelombang siswa kelas XII IPA semester 1 SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong. Desain yang digunakan dalam penelitian iniadalah quasi eksprimen dengan desain Non equivalent kontrol group pretest – pottest design. Populasi yang digunakan yakni seluruh siswa kelas XII IPA SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong yang terdiri dari XII IPA 1, XII IPA 2, XII IPA 3 dan XII IPA 4 berjumlah 143 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XII IPA 3berjumlah 36 siswa dan kelas XII IPA 1 sebanyak 36 siswa Teknik pengambilan sampel adalah sampling purposive. Data yang diperoleh dari penelitian dilakukan uji normalitas data, homogenitas dan liniearitas. Data selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengn uji t dan uji regresi sederhana. Hasil penelitian diperoleh yakni hasil belajar siswa yang diberlakukan pembelajaran dengan model klasik diperoleh perbedaan sebelum dan sesudah pembelajaran.Hasil belajar siswa yang diberlakukan pembelajaran dengan model STAD diperoleh perbedaan sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil belajar siswa kelompok kontrol dan eksperimen berbeda. Keaktifan belajar siswa kelompok kontrol terhadap kelompok eksperimen berbeda. Penerapan Model Pembelajaran STAD mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan belajar siswa sebesar 41,1%. dan juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan nilai pengruh yakni sebesar 37,2%
AKTIVITAS LARUTAN Piper betle TERHADAP PERKEMBANGAN BAKTERI P ADA MEDIA IKAN AIR LAUT AUNG SUMBONO, HINDUN UYITA NINGSI
Jurnal Biolearning Vol 7 No 12 (2016): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.822 KB)

Abstract

Pembusukan ikan terjadi akibat mikroba. Mikroba dapat dihambat dengan pemberian larutan daun sirih. Penelitian ini dilaksanakan di STKIP Muhammadiyah Sorong dan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Sorong.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas daun sirih terhadap perkembangan bakteri penyebab pembusukan dengan menggunakan 4 perlakuan kosentrasi larutan daun sirih yaitu 25%, 50% dan 75%. Parameter yang diamati adalah perkembangan bakteri. Instrumen yang  digunakan yakni dokumentasi dan mikroskop. Hasil data dihitung dengan menggunakan uji normalitas dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian diperoleh yakni sampel daging ikan bewarna merah dan berbau ikan segar. Berdasarkan hasil perhitungan semua data berdistribusi tidak normal. Hasil uji Mann-Whitney kelompok tanpa perlakuan terhadap konsentrasi 25% yakni probabilitas = 0.022 > α = 0.05, kelompok tanpa perlakuan terhadap konsentrasi 50% yakni probabilitas = 0.003 > α = 0.05, kelompok tanpa perlakuan terhadap konsentrasi 75%yakni probabilitas = 0.003 > α = 0.05, sehingga ada perbedaan perkembangan bakteri antara sampel yang diberi perlakuan dengan sampel tanpa perlakuan. Hasil kenampakan warna daging pada sampel tanpa perlakuan semakin bertambahnya jam maka terlihat jelas perubahan warna semakin merah dan tesktur daging menjadi keras. Pada sampel yang diberi perlakuan semakin bertambahnya jam warna sampel daging menjadi makin putih dan tekstur daging menjadi sangat lunak. Aroma pada sampel tanpa perlakuan semakin bertambahnya jam maka  aroma makin tercium bau busuk ikan yang sangat menyengat, pada sampel yang diberi perlakuan laruan sirih aroma yang tercium adalah aroma sirih dan bau busuk ikan.
PENERAPAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP NEGERI 14 KABUPATEN SORONG TAHUN AJARAN 2013/2014 SUSILO, JOKO
Jurnal Biolearning Vol 7 No 12 (2016): Jurnal Biolearning
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.209 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 14 Kabupaten Sorong yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan tes hasil belajar sebanyak dua kali. Tahapan setiap siklus meliputi: perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Dari penelitian ini diperoleh data berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Untuk mengukur peningkatan motivasi, peneliti menggunakan angket ARCS yang diberikan sebelum siklus 1 (pra siklus 1) dan setelah siklus 2 dilaksanakan. Adapun untuk hasil belajar yang diukur meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif diperoleh setelah pembelajaran selesai melalui tes pada tiap akhir siklus, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik didapatkan pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan JAS pada pokok bahasan pengelolaan lingkungan dapat meningkatkan motivasi siswa. Dalam aspek Attitude meningkat sebesar 5,78% dengan persentase capaian pra siklus I sebesar 68,16% pada siklus II sebesar 73,94%. Untuk aspek Relevance meningkat 8,37% yaitu dengan persentase capaian dari pra siklus I sebesar 65,63% pada siklus II sebesar 74%. Aspek Confidence meningkat sebesar 6,94% yaitu dengan persentasecapaian pada pra siklus I sebesar 71% dan pada siklus II sebesar 77,94%. Dan untuk aspek Satisfaction meningkat sebesar 8,88% yaitu dengan persentase capaian dari pra siklus I sebesar 70,81% pada siklus II sebesar 79,69%. Dari hasil penelitian juga diperoleh peningkatan hasil belajar siswa. Untuk aspek kognitif dari pra siklus ke siklus I mengalami peningkatan ketuntasan sebesar 31,25% yaitu dari pra siklus sebesar 34,38% menjadi 65,63% pada siklus I, sedangkan dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 15,62% yaitu dari siklus I sebesar 65,63% menjadi 81,25% pada siklus II. Untuk aspek afektif mengalami peningkatan ketuntasan sebesar 12,5% yaitu dari siklus I sebesar 78,13% pada siklus II menjadi 90,63%. Untuk nilai psikomotorik mengalami peningkatan ketuntasan sebesar 9,38% yaitu dari siklus I sebesar 75% pada siklus II menjadi 84,38%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan penerapan pendekatan JAS dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 14 Kabupaten Sorong

Page 1 of 4 | Total Record : 32