cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol. 15 No. 2 Desember 2018" : 7 Documents clear
SUPERVISED HAZE TRANSFORM METHOD FOR HAZE DETECTION AND REMOVAL IN SPOT 6/7 IMAGERY Sulyantara, D. Heri; Ulfa, Kurnia; Prabowo, Yudhi; Siwi, Sukentyas Estuti; Brahmantara, Randy Prima
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3060

Abstract

Multispectral satellite images often contaminated by haze and cirrus. It will reduce the accuracy of data interpretation. There are some haze detection and removal methods that have been developed by the experts. However, haze detection and removal still remains become the one of the challenges for optical multispectral data correction. This paper purposed to remove haze on SPOT 6/7 imagery by determining the haze and cloud threshold using the Supervised Haze Transform (SHT). The method is used on hazy SPOT 6/7 imagery. This method is developed based on the reflectance slope of blue and red visible bands by taking the training sample in a clear, a little haze, and lots of haze area of vegetation and bare soil. The vegetation and bare soil in this case are attempted to have the same land cover. Visual comparison is showed by the result of haze detection using manual threshold and mean threshold. The best result haze detection by using the manual threshold. So that, The best result haze detection was the using of manual threshold. So that, the haze removal in  SPOT 6/7 imagery can not be done massifly. Therefore, it is necessary to have an algorithm by inputting the image and corresponding threshold to produce a haze-free image more quickly and efficiently.
Front Pages Inderaja Vol. 15 No. 2 Desember 2018 Jurnal, Redaksi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3000

Abstract

Back Pages Inderaja Vol. 15 No. 2 Desember 2018 Jurnal, Redaksi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3104

Abstract

ANALISIS PENERAPAN METODE GAP FILLING UNTUK OPTIMALISASI PEROLEHAN DATA SUHU PERMUKAAN LAUT BEBAS AWAN DI SELAT BALI Jatisworo, Dinarika; Murdimanto, Ari; Kusuma, Denny Wijaya; Sukresno, Bambang; Berlianty, Dessy
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a2981

Abstract

Sea Surface Temperature (SST) sensed from infrared satellite sensors has a limitation caused by clouds cover. This limitation affects SST data to be not optimal because there are many empty areas without SST information. Gap Filling is a simple method for combining multitemporal satellite data to generate cloud free data. This research will apply Gap Filling method from two SST data, namely Himawari-8 and Multiscale Ultrahigh Resolution Sea Surface Temperature (MUR-SST). Cloud free daily SST data generated by this method has ~2 Km spatial resolution and daily temporal resolution. Validation of cloud-free SST data using in situ measurement data shows Mean Absolute Deviation (MAD) value 0.29 is smaller than MAD value from MUR-SST and Himawari-8 data. High correlation between cloud free SST data and insitu data is reflected from Kendall's Tau correlation value of 0.7966 or 79.66% and R2 with 0.93 value. These results indicate that the cloud free daily SST data can be used as valid estimation of SST condition in Bali Strait.
MODIFIKASI DIGITAL ELEVATION MODEL (DEM) CITRA RESOLUSI TINGGI MENGGUNAKAN FUSI INTERFEROMETRI SAR DAN STEREOSAR BERBASIS FAKTOR PEMBOBOTAN Dyatmika, Haris Suka; Arief, Rahmat; Sudiana, Dodi; Ali, Shadiq; Maulana, Rachmat; Budiono, Marendra Eko
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3063

Abstract

Sensor satelit SAR mampu mengukur elevasi permukaan bumi menggunakan metode interferometri (InSAR) atau radargrametri (StereoSAR). Metode InSAR memanfaatkan fase dari citra SAR, sedangkan StereoSAR menggunakan nilai amplitudo untuk menghasilkan elevasi permukaan bumi. Kedua metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Beberapa permasalahan adalah akurasi rendah DEM menggunakan InSAR citra SAR di area bayangan dan singgahan, sedangkan pada metode kedua, permasalahan muncul jika korelasi silang antara kedua citra rendah. Makalah ini mengajukan metode penggabungan citra DEM InSAR dan StereoSAR untuk pembuatan citra DEM baru menggunakan citra SAR resolusi tinggi. Pasangan citra TerraSAR-X atau TanDEM-X dengan sudut datang 21 derajat digunakan dalam penelitian ini, diolah menggunakan metode InSAR dan sepasang citra dengan sudut masing-masing 21 derajat dan 41 derajat menggunakan metode StereoSAR di area Bandung dan sekitarnya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa DEM fusi kedua metode tersebut mempunyai akurasi yang lebih baik, dengan kesalahan absolut lebih kecil dari pada masing-masing metode InSAR dan StereoSAR, secara terpisah yaitu meningkat sebesar 3.48 m dan 1.80 m.
ESTIMASI BATIMETRI DARI DATA SPOT 7 STUDI KASUS PERAIRAN GILI MATRA NUSA TENGGARA BARAT Setiawan, Kuncoro Teguh; Manessa, Masita Dwi Mandini; Winarso, Gathot; Anggraini, Nanin; Girrastowo, Gigih; Astriningrum, Wikanti; Herianto, Herianto; Rosid, Syamsu; Supardjo, A. Harsono
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3008

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau besar dan kecil yang memliki perairan laut dangkal. Salah satu informasi yang dibutuhkan dari pulau-pulau tersebut adalah peta batimetri khususnya diperairan laut dangkal. Informasi tersebut masih sangat terbatas pada skala yang besar untuk skala yang lebih detil masih sangat terbatas. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibutuhkan teknogi penginderaan jauh. Salah satu pemanfaatan teknologi penginderaan jauh adalah untuk menghasilkan informasi batimetri. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan informasi batimetri dengan teknologi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda (MLR) yang dikembangkan oleh Lyzenga, 2006. Data yang akan di gunakan adalah citra satelit SPOT 7 di Perairan Laut Dangkal Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penentuan batimetri tersebut dilakukan pada data kedalaman insitu dengan melakukan dua modifikasi yaitu yang pertama dengan tidak memperhatikan jenis objek habitat dasar dan yang kedua memperhatikan objek habitat dasar karang, lamun, makroalga dan substrat.Hasil dari penelitian ini memberikan korelasi R2 yang meningkat dari 0,721 menjadi 0,786 serta penuruanan nilai kesalahan RMSE dari 3,3 meter menjadi 2,9 meter.
PENINGKATAN RESPONSE DAN LOAD TIME DALAM MENAMPILKAN CITRA SATELIT PENGINDERAAN JAUH PADA APLIKASI WEB GIS SISTEM PEMANTAUAN BUMI PROVINSI Jusuf, Rubini; Yudha, Gusti Darma; Oktavia, Masnita Indriani; Siwi, Sukentyas Estuti; Hutapea, Destriyanti; Purnama, Syaiful Muflichin; Rizkiyanto, Rahmat
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3013

Abstract

Sistem Pemantauan Bumi Provinsi (SPBP) LAPAN disediakan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah daerah terhadap pengelolaan dan pendistribusian data informasi geospasial penginderaan jauh dan data geospasial tematik. Pemetaan GIS (Geographic Information System) melalui Web atau dengan Web GIS menjadi salah satu cara untuk menampilkan dan mendistribusikan data citra satelit secara online. Web GIS ini dibangun untuk memberikan kemudahan dan kecepatan akses oleh pengguna. Kecepatan mengakses data Web Map Service (WMS) pada sistem SPBP dirasa cukup lambat seiring dengan peningkatan volume data diproses. Penelitian ini bertujuan meningkatkan performa Web GIS dalam menanggapi permintaan pengguna dan kecepatan menampilkan data (load time) mosaik Landsat 8 dan SPOT 6/7. Objek pengujian pada penelitian ini adalah citra wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Uji performa dilakukan dengan membandingkan beberapa ukuran tile map antara metode Web Map Tile Service (WMTS) dan manual tiling sebagai solusi menggantikan sistem WMS. Hasil pengukuran respon permintaan penggunan pada sistem WMTS dan manual tiling menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Tetapi tile map WMTS jauh lebih cepat dalam menampilkan data mosaik yang mencapai angka rata-rata kurang dari 3 detik. Berdasarkan hasil penelitian ini Web GIS dengan metode WMTS menjadi basis pengembangan SPBP, dalam rangka optimalisasi kecepatan akses data citra mosaik Landsat 8 dan SPOT 6/7.

Page 1 of 1 | Total Record : 7