cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol. 12 No. 2 Desember 2015" : 5 Documents clear
PERBANDINGAN HASIL KLASIFIKASI LIMBAH LUMPUR ASAM DENGAN METODE SPECTRAL ANGLE MAPPER DAN SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERDASARKAN CITRA LANDSAT - 8 (THE COMPARISON OF CLASSIFICATION OF ACID SLUDGE WITH SPECTRAL ANGLE MAPPER AND SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS METHOD BASED ON LANDSAT-8) Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan data penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi daerah tercemar limbah B3 secara cepat dengan wilayah yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi daerah tercemar lumpur asam menggunakan data Landsat 8 dengan metode Spectral Angle Mapper (SAM), kemudian membandingkan hasil klasifikasi SAM menggunakan spektral referensi berdasarkan pengukuran spektrometer dengan spektral yang diperoleh dari endmember citra. Tingkat akurasi klasifikasi SAM dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 66,7 %, sedangkan dengan menggunakan referensi spektrometer hanya mencapai 33,3 %. Tingkat akurasi klasifikasi Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 62,5 %. Faktor yang mempengaruhi rendahnya akurasi adalah perbedaan yang signifikan antara profil spektral yang diperoleh dari spektrometer dengan spektral Landsat-8 akibat perbedaan spasial dan ketinggian.Kata Kunci: Limbah lumpur asam, Spectral Angle Mapper, Spectral Mixture Analysis, Landsat-8
PENGEMBANGAN MODEL EKSTRAKSI SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN DATA SATELIT LANDSAT 8 STUDI KASUS: TELUK LAMPUNG (DEVELOPMENT MODEL OF SEA SURFACE TEMPERATURE EXTRACTION USING LANDSAT- 8 SATELLITE DATA, CASE STUDY: LAMPUNG BAY) Arief, Muchlisin; Adawiah, Syifa W.; Parwati, Ety; Hamzah, Rossi; Prayogo, Teguh
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Lampung merupakan daerah yang banyak memiliki keramba ikan kerapu, yang mana kualitas dan kuantitas airnya menjadi perhatian utama. Kualitas air ditentukan oleh faktor biologi, kimia, dan fisika. Salah satu parameter fisik adalah temperatur/suhu air. Banyak metode penentuan Suhu Permukaan Laut (SPL) menggunakan data satelit resolusi spasial menengah yang diturunkan dari satu band infra merah. Originality dari penelitian ini menggunakan fungsi yang diperoleh dari hasil korelasi antara temperatur pengamatan dengan temperatur kecerahan dari dua band infra merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pemodelan algoritma baru guna mengestimasi SPL menggunakan band 10 dan band 11 dari data satelit Landsat-8. Algoritma model ekstraksi SPL diperoleh melalui 3 tahapan, yaitu: Pertama melakukan koreksi geometrik dan mengkonversi nilai digital number ke nilai radiansi. Kedua adalah menghitung nilai temperatur kecerahan serta mengamati inteval temperaturnya. Kemudian mengkorelasikan temperatur pengukuran dengan temperatur kecerahan dari band 10 dan band 11, maka diperoleh persamaan polinomial orde 3 dalam 2 dimensi. Ketiga mengkorelasikan temperatur pengamatan in situ dengan temperatur kecerahan dari band 10 dan band 11 secara bersamaan (dalam 3 dimensi). maka diperoleh persamaan fungsi korelasi polinomial orde 3 dalam 3 dimensi. Fungsi untuk estimasi SPL adalah: T(X10,X11).= ?anXn10+bnXn11, yang mana koefisien/konstanta dari setiap orde ditentukan dari perkalian antara hasil perbandingan interval temperatur kecerahan (band 10 dan band 11) dengan konstanta setiap orde dari persamaan polinomial dalam 2 dimensi. Berdasarkan perbandingan antara temperatur hasil perhitungan dengan temperatur pengamatan, model estimasi SPL ini mempunyai kesalahan (RMSE) sebesar 21,15 % atau mempunyai ketelitian/akurasi sebesar 78,85 %.Kata-kunci: Algoritma, Landsat-8, Ekstraksi, Radiansi, Kecerahan temperatur, Polinomial, Suhu permukaan laut, Teluk Betung
DETEKSI GEJALA ERUPSI STROMBOLIAN GUNUNGAPI RAUNG JAWA TIMUR MENGGUNAKAN NORMALIZED THERMAL INDEX DARI DATA MODIS (DETECTING THE PRECURSOR OF RAUNG VOLCANO STROMBOLIAN ERUPTION USING NORMALIZED THERMAL INDEX FROM MODIS) Suwarsono, -; Hidayat, -; Suprapto, Totok; Yulianto, Fajar; Sari, Nurwita Mustika; Parwati, -; Asriningrum, Wikanti
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara geologi, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada jalur subduksi cincin api pasifik (pacific ring of fires) yang menyebabkan banyak bermunculan gunungapi aktif. Keberadaan gunungapi aktif tersebut membawa implikasi tersendiri akan munculnya ancaman erupsi vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gejala erupsi gunungapi dengan menggunakan parameter Normalized Thermal Index (NTI) yang diturunkan dari data MODIS. Obyek gunungapi yang dipilih adalah Gunungapi Raung di Jawa Timur dimana sekitar Juni hingga Juli 2015 menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanisme serta mengalami erupsi. Metode pengolahan data meliputi pengolahan citra Landsat-8 untuk penentuan area of interest (kaldera), pengolahan citra MODIS untuk pengukuran NTI, serta analisis pola spasial dan temporal NTI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala suatu gunungapi akan mengalami erupsi dapat diketahui dari adanya nilai NTI pada daerah kaldera yang meningkat dan relatif lebih tinggi dari daerah di sekitarnya. Parameter NTI telah teruji memiliki kemampuan yang baik dalam membedakan antara kaldera yang sedang meningkat aktivitas vulkaniknya dan obyek-obyek lainnya. Nilai NTI = 0,06 dapat diterapkan sebagai nilai ambang batas (threshold) suatu gunungapi menunjukkan gejala akan erupsi.Kata kunci: Gejala erupsi, Gunungapi Raung, Strombolian,MODIS, NTI
PERBANDINGAN ANTARA MARINE ACOUSTIC REMOTE SENSING DAN SWEPT AREA TRAWL DALAM PENDUGAAN DENSITAS IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN TARAKAN (COMPARISON BETWEEN MARINE ACOUSTIC REMOTE SENSING AND TRAWL SWEPT AREA ON ESTIMATION OF DEMERSAL FISH DENSITY IN TARAKAN WATERS) Simbolon, Domu; Priatna, Asep; Hestirianoto, Totok; Purbayanto, Ari
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan survei hidroakustik yang simultan dengan swept area trawl diharapkan akan saling melengkapi dan meningkatkan akurasi dalam estimasi stok sumberdaya ikan, khususnya ikan demersal. Dengan demikian, kelebihan maupun kelemahan masing-masing metode tersebut akan dapat diungkapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan densitas ikan demersal dari pendeteksian survei hidroakustik terhadap tangkapan trawl dasar, dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan estimasi densitas ikan demersal dari metode swept area dan akustik. Penelitian dilakukan pada bulan Mei, Agustus dan November 2012 di sekitar perairan Tarakan-Kalimantan Utara, menggunakan Echosounder Simrad EY60-120 kHz dan trawl dasar yang dioperasikan secara simultan untuk mengukur densitas ikan demersal. Estimasi densitas ikan demersal yang dihasilkan antar kedua metode menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaan hasil estimasi tersebut dipengaruhi oleh catchabilit, area dead zone trawl, dan tingkah laku ikan.Kata kunci: Akustik, Densitas, Ikan demersal, Swept area, Trawl, Tarakan
PENGARUH ALGORITMA LYZENGA DALAM PEMETAAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN WORLDVIEW-2, STUDI KASUS: PERAIRAN PLTU PAITON PROBOLINGGO (THE EFFECT OF LYZENGAS ALGORITHM ON CORAL REEF MAPPING USING WORLDVIEW-2, A CASE STUDY: COASTAL WATERS OF PAITON PROBOLINGGO) Jaelani, Lalu Muhamad; Laili, Nurahida; Marini, Yennie
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta ekosistem terumbu karang sebagai salah satu data pendukung pengelolaan wilayah pesisir bisa diperoleh dengan memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi. Berbagai metode ekstraksi informasi dasar laut telah dikembangkan dan dapat dimanfaatkan, salah satunya adalah menggunakan algoritma Lyzenga. Algoritma ini mensyaratkan adanya variasi kedalaman pada wilayah pesisir perairan yang akan dipetakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan algoritma dalam pemetaan ekosistem terumbu karang dengan melakukan perbandingan hasil ekstraksi kenampakan dasar laut antara citra yang diproses menggunakan algoritma Lyzenga dan citra tanpa algoritma Lyzenga. Proses klasifikasi citra dengan algoritma Lyzenga menunjukkan kenampakan obyek di bawah permukaan laut yang lebih mudah dikenali dalam format nilai indeks Lyzenga yang telah terbebas dari pengaruh kedalaman. Dalam penelitian ini dihasilkan beberapa kelas tutupan dasar perairan dangkal di sekitar PLTU Paiton yakni kelas lautan, daratan, pasir, dan terumbu karang. Estimasi luasan tutupan terumbu karang di perairan PLTU Paiton berdasarkan data Worldview dua ini adalah 8,26 Ha. Pemetaan terumbu karang dengan memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi sangat membantu memberikan kenampakan mencakup wilayah lebih luas dibandingkan dengan pengamatan langsung di lapangan.Kata Kunci: Lyzenga, Pesisir, Terumbu karang, Worldview 2

Page 1 of 1 | Total Record : 5