cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol. 12 No. 1 Juni 2015" : 5 Documents clear
PENGUJIAN MODEL PENDEKATAN PROBABILITAS BERBASIS PERUBAHAN PENUTUP LAHAN CITRA LANDSAT TUNGGAL MULTIWAKTU UNTUK PEMETAAN LAHAN SAWAH (THE TESTING OF RICE FIELD MAPPING MODEL BASED ON LAND COVER CHANGES ON MULTITEMPORAL SINGLE LANDSAT IMAGE) Parsa, I Made
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian terhadap model pendekatan probabilitas berbasis perubahan penutup lahan untuk pemetaan lahan sawah yang telah dilakukan di beberapa kabupaten di Jawa Barat menunjukkan ketelitian hasil pemetaan (overall accuracy) rata-rata hanya 65,5%. Rendahnya ketelitian ini diduga karena penggunaan data Landsat multiwaktu hasil mosaik tahunan. Seringkali citra nampak tidak logis karena berasal dari beberapa data yang diperoleh dari musim yang berbeda. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan penutup lahan yang sesungguhnya terjadi tidak dapat terpantau dari citra-citra mosaik tahunan ini. Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan ujicoba model tahap II dengan menggunakan data Landsat-8 tunggal multiwaktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kesahihan model probabilitas berdasarkan perubahan penutup lahan multiwaktu untuk pemetaan lahan sawah. Metode yang digunakan adalah klasifikasi tidak terselia untuk memetakan penutup lahan multiwaktu. Penggabungan penutup lahan multiwaktu untuk melihat perubahan penutup lahan dalam rentang waktu yang sesuai dengan tanggal perolehan data. Analisis probabilitas lahan sebagai lahan sawah, dengan kriteria jika lahan terpantau mengalami perubahan dari air, lahan terbuka dan vegetasi atau sebaliknya dikelaskan sebagai lahan dengan probabilitas 1, jika penutup lahan hanya mengalami sekali perubahan, lahan terbuka menjadi air, air menjadi vegetasi ataupun vegetasi menjadi lahan terbuka atau sebaliknya maka dikelaskan sebagai lahan dengan probabilitas 0,67 dan jika hanya terpantau satu jenis penutup lahan saja air atau lahan terbuka atau vegetasi saja maka dikelaskan sebagai lahan probabilitas 0,33. Pengujian ketelitian dilakukan dengan matrik kesalahan antara citra probabilitas lahan sawah dengan referensi luas baku lahan sawah skala 1:5.000. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata ketelitian pemetaan mencapai 79,7% dengan ketelitian terendah 67,7% (Kecamatan Babelan) dan tertinggi 86,7% (Kecamatan Sukawangi). Perbandingan hasil pengujian ini dengan hasil pengujian sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan yaitu terdapat peningkatan ketelitian lebih dari 600%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model probabilitas berbasis perubahan penutup lahan multiwaktu untuk pemetaan lahan sawah ini yang cukup baik.Kata kunci: Probabilitas, Mosaik tahunan, Citra tunggal, Matrik kesalahan
PEMETAAN ZONA GEOMORFOLOGI EKOSISTEM TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN METODE OBIA, STUDI KASUS DI PULAU PARI (GEOMORPHIC ZONES MAPPING OF CORAL REEF ECOSYSTEM WITH OBIA METHOD, CASE STUDY IN PARI ISLAND) Anggoro, Ari; Siregar, Vincentius P.; Agus, Syamsul B.
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penerapan klasifikasi berbasis obyek (OBIA) untuk pemetaan zona geomorfologi ekosistem terumbu karang di Pulau Pari. Penerapan metode OBIA menggunakan algoritma multiresolusi segmentasi dengan parameter skala yang berbeda pada setiap level. Metode klasifikasi yang digunakan untuk level 1 dan 2 dengan klasifikasi kontekstual. Hasil menunjukkan akurasi keseluruhan untuk level 1 (level terumbu) sebesar 97% dan level 2 sebesar 87% (zona geomorfologi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode OBIA mampu memetakan dengan baik dan dapat menjadi metode alternatif pada pemetaan zona geomorfologi ekosistem terumbu karang untuk di wilayah lainnya.Kata Kunci: Segmentasi, OBIA, Zona geomorfologi, Pulau Pari
ANALISIS PEMANFAATAN DAN VALIDASI HOTSPOT VIIRS NIGHTFIRE UNTUK IDENTIFIKASI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI INDONESIA (ANALYSIS OF USE AND VALIDATION VIIRS NIGHTFIRE HOTSPOT FOR IDENTIFICATION OF FOREST AND LAND FIRE IN INDONESIA) Zubaidah, Any; Vetrita, Yenni; M. Priyatna, -; Ayu D, Kusumaning; Suwarsono, -
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suomi National Polar-orbiting Partnership (Suomi NPP) yang diluncurkan pada 28 Oktober 2011 merupakan satelit cuaca generasi baru dari NASA yang saat ini masih terus mengembangkan algoritma aplikasi untuk pemantauan lingkungan. Salah satu produk yang dihasilkan adalah pendeteksian titik panas (hotspot) yang telah menghasilkan informasi bersifat global. Oleh karena itu, evaluasi untuk wilayah spesifik perlu dilakukan. Makalah ini bertujuan untuk melakukan validasi produk hotspot akusisi malam hari disebut VIIRS Nightfire (VNF) di Indonesia, khususnya Riau. Produk Hotspot MODIS (MOD 14) malam hari juga digunakan sebagai pembanding. Analisis statistik dilakukan untuk menghitung ketepatan lokasi hotspot pada radius 1 dan 2 km dari data referensi yang digunakan. Data meliputi survei lapangan serta citra SPOT 5 yang memiliki resolusi spasial lebih tinggi. Akurasi dihitung pada semua hotspot yang terdeteksi dalam periode 3 minggu yang disesuaikan dengan ketersediaan citra SPOT 5, dengan mempertimbangkan analisis buffer tunggal dan dissolve. Hasilnya menunjukkan bahwa VNF memiliki nilai akurasi rata-rata yang tinggi sebesar 84.31%. Hasil ini sebanding dengan analisis yang dilakukan terhadap produk hotspot MODIS. Dengan demikian, VNF sangat signifikan digunakan bersama dengan produk hotspot MODIS khususnya untuk pemantauan kebakaran pada malam hari.Kata Kunci: Hotspot,VNF, Soumi-NPP, Satelit, Penginderaan Jauh
KLASIFIKASI DAERAH TERCEMAR LIMBAH ACID SLUDGE MENGGUNAKAN METODE SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERBASIS DATA LANDSAT 8 (CLASSIFICATION OF ACID SLUDGE WASTE CONTAMINATED AREA USING SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS METHOD BASED ON LANDSAT 8 DATA) Haryani, Nanik Suryo; Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah di suatu daerah dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran, yang selanjutnya akan merusak lingkungan terutama lingkungan yang ada di sekitar pembuangan limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis daerah tercemar limbah acid sludge menggunakan data satelit penginderaan jauh Landsat 8. Metode yang digunakan untuk analisis spektral daerah tercemar menggunakan metode klasifikasi Spectral Mixture Analysis. Hasil yang diperoleh bahwa analisis spektral menggunakan metode ini dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra memberikan hasil lebih baik. Hal ini disebabkan adanya panjang gelombang SWIR pada Landsat 8. Panjang gelombang SWIR sensitif terhadap fraksi dari unsur tercemar yang tinggi seperti pasir dan sludge, serta memiliki fraksi dari unsur tidak tercemar yang rendah seperti vegetasi. Selanjutnya dengan klasifikasi indeks berdasarkan endmember citra memperlihatkan hasil yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan perhitungan akurasi, diperoleh tingkat akurasi pengkelasan berdasarkan indeks ini sebesar 62,5 %.Kata kunci: Pencemaran, Acid sludge, Spectral mixture analysis, Endmember, Landsat 8.
PENDUGAAN POTENSI CADANGAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN PADA HUTAN MANGROVE DI KUBU RAYA MENGGUNAKAN CITRA ALOS PALSAR (ABOVEGROUND FOREST CARBON STOCK ESTIMATION IN KUBU RAYA MANGROVES BY USING ALOS PALSAR IMAGERY) Hudaya, Yudi Fatwa; Hartono, -; Murti, Sigit Heru; Hadiyan, Yayan
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan sistem pendugaan cadangan karbon hutan yang memadai dengan cakupan wilayah geografis yang lebih luas dan waktu pengukuran yang lebih cepat saat ini mulai diperhatikan, salah satu diantaranya melalui pemanfaatan citra satelit synthetic aperture radar (SAR). Penelitian ini ditujukan untuk membuktikan keunggulan aplikasi ALOS PALSAR dalam kegiatan kuantifikasi karbon pada hutan mangrove. Dibandingkan dengan penelitian-penelitian sejenis lainnya pada berbagai tipe hutan tropis maupun temperate dataran rendah sampai pegunungan, penerapan pada hutan mangrove, gelombang-L pada citra ALOS PALSAR secara signifikan terbukti memiliki sensitivitas yang lebih baik terhadap nilai kandungan karbon aboveground aktual hasil pengukuran berbasis alometrik di lapangan. Hubungan yang lebih baik diperoleh dengan koefisien determinasi mencapai 62% pada polarisasi HH dengan bentuk persamaan Y=1647e0,358BS_HH dan, 98,6% pada polarisasi HV dengan bentuk persamaan Y = 6,828BS_HV2 +279,4BS_HV + 2870. Sementara pada penelitian sebelumnya (R2) hanya 61% - 76%. Model penduga yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menghitung jumlah cadangan karbon dan sebarannya secara geografis. Kandungan biomassa di atas permukaan pada hutan mangrove di Kabupaten Kubu Raya diketahui 178,43 Mg/ha; sedangkan potensi karbon di atas permukaan diketahui 5.334.454,9 Mg (Megagram) atau 5,3 Mt (Megaton) karbon, dan kemampuan dalam menyerap karbondioksida (CO2) adalah 19,451 Mt (Megaton) CO2 equivalent. Hutan mangrove di Kubu Raya dengan luas 71.069,21 hektar apabila dipertahankan keberadaannya akan berkontribusi mengurangi tingkat emisi GRK (Gas Rumah Kaca) dari sektor kehutanan sebesar 0,76 %.Kata kunci: ALOS PALSAR, Mangrove, Alometrik, Karbon.

Page 1 of 1 | Total Record : 5