Journal Of Agritech Science (JASc)
Published by Politeknik Gorontalo
ISSN : 25492241     EISSN : 2614042x
Journal of Agritech Science (JASc) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang rekayasa dan teknologi pengolahan hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November.
Articles 34 Documents
Fermentasi kulit buah kakao (theobroma cacao) sebagai bahan pakan ternak Umela, Syaiful
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 01 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.497 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i01.4

Abstract

Limbah kulit buah kakao berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan ternak, khususnya untuk penyediaan bahan pakan ternak ruminansia. Pada musim kemarau pertumbuhan rumput terhambat, sehingga ketersediaan bahan pakan hijauan kurang dan kualitasnya rendah. Akibatnya timbul kekurangan hijauan pakan, mengingat ketersediaan hijauan yang terbatas, maka langkah yang strategis yang dapat diambil adalah memanfaatkan limbah kulit buah kakao sebagai pakan ternak. Pakan ternak dibuat menjadi kosentrat, dengan mengkombinasikan kulit buah kakao terfermentasi dengan dedak jagung dan dedak padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan kulit buah kakao melalui fermentasi dan untuk mengetahui komposisi nutrisi pakan ternak kulit buah kakao yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL). Data diperoleh melalui uji organoleptik dan analisis proksimat. Hasil uji organoleptik menunjukkan kualitas terbaik pakan kulit buah kakao adalah perlakuan P2 (kulit kakao terfermentasi 3000 g,dedak jagung 1000 g dan dedak padi 2000 g) warna dengan nilai rata-rata 3,80, tekstur dengan nilai rata-rata 3,73 dan hasil analisisproksimat konsentratkulit kakao terfermentasi adalah perlakuan P2,dengan komposisi nutrisi kadar air 12,97%, kadar abu 19,55%, protein 5,49%dan serat kasar49,57%.
Standar Prosedur Operasional (SPO) pada proses produksi pengolahan rumput laut menjadi tepung di PT Bantimurung Indah Kabupaten Maros Engelen, Adnan
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 01 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.77 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i01.5

Abstract

Standar Prosedur Operasional (SPO) merupakan mekanisme penggerak organisasi (lembaga) agar dapat berjalan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan menerapkan SPO yang diperoleh pada setiap tahapan proses pengolahan rumput laut menjadi tepung di PT Bantimurung Indah Kabupaten Maros. Belum diketahuinya tahapan proses yang dapat mengganggu penerapan SPO, seperti jika kadar air mengalami penurunan dan pada proses penjemuran tidak mendapatkan kadar air 13% karena dipengaruhi oleh iklim dan musim. Penelitian yang bertujuan mempelajari proses pengolahan rumput laut ini dapat menerapkan standar baku dan tertulis yang dapat digunakan dalam proses pengolahan rumput laut menjadi tepung sehingga mendapatkan suatu prosedur atau ketetapan kerja terhadap pembuatan tepung rumput laut (semi refined carragenan) yang baik sehingga memperoleh hasil yang sesuai dengan selera konsumen. Jika SPO tidak diterapkan maka akan timbulnya jaminan mutu yang kurang bagus terhadap produk dan juga terjadinya variasi mutu akibat tidak adanya penerapan SPO. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei lapangan, pembuatan kusioner, wawancara, pengolahan dan penyajian data. Dari penelitian ini telah mendapatkan SPO pengolahan rumput laut menjadi tepung pada tahapan-tahapan seperti pencucian, perebusan, pemotongan, pengeringan, sortasi dan penepungan sehingga didapatkan mutu hasil pengolahan secara kontinu.
Pengaruh sukrosa terhadap mutu kurma analog belimbing wuluh Arisanti, Desi
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 01 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.377 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i01.6

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) banyak tersebar di indonesia sebagai tanaman pekarangan yang belum dibudidayakan. Selain itu rasa asam dan kadar air yang tinggi pada buah menyebabkan buah jarang dikonsumsi secara langsung dan daya simpan buah relative singkat. Salah satu cara pengembangan buah adalah dijadikan kurma belimbing wuluh (kurma analog).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan kurma analog dengan kombinasi belimbing wuluh dan sukrosa,untuk mengetahui kandungan beberapa sifat kimia kurma analog. Metode yang digunakan pada tugas akhir iniadalah metode pengujian terhadap uji organoleptik, uji kadar air, uji kadar gula, uji kadar abu, dan uji kadar vitamin C. Hasil penelitian menunjukan hasil uji organoleptik memiliki tingkat kesukaan yang di hasilkan dari tiga perlakuan kurma analog dengan kombinasi komposisi belimbing wuluh dan sukrosa secara keseluruhan berada pada skala 3,25 – 3,90 atau dalam taraf biasa sampai agak suka. Dan kurma analog yang di sukai oleh panelis adalah perlakuan A3 dan berdasarkan hasil analisa kurma analog dengan kombinasi komposisi belimbing wuluh dan sukrosa, berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar gula
Berbagai dosis pupuk kandang sapi dan berbagai jarak tanam terhadap pertumbuhan produksi kacang hijau (Vigna raidata L) di Kabupaten Bone Bolango Amirudin, .
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 01 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.842 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i01.7

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil produksi tanaman kacang hijau pada pemberian pupuk kandang sapi, untuk mengetahui salah satu jarak tanam yang dapat meningkatkan produksi tanaman kacang hijau serta untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk kandang sapi dengan jarak tanam terhadap produksi tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka Damai Kecamatan Bolango Utara Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2012. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen percobaan 2 faktor yang disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK).Perlakuan pertama yaitu taraf dosis pupuk kandang ayam adalah sebagai berikut : P0 : Tanpa perlakuan pupuk, P1 : Pupuk kandang sapi dosis 5 ton/ha, P2 : Pupuk kandang sapi dosis 10 ton/ha. Sedangkan perlakuan kedua yaitu taraf jarak tanam adalah sebagai berikut : J1 : 40 cm x 15 cm, J2 : 40 cm x 20 cm, J3 : 40 cm x 25 cm. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Analysis Of Variance) dan untuk menentukan pengaruh perlakuan yang sangat dominan dilakukan analisis uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan P1J3 atau pupuk kandang sapi dosis 5 ton/ha dengan jarak tanam 45 cm x 25 cm memberikan hasil yang lebih baik.
Peningkatan prestasi fisika materi gerak lurus beraturan melalui strategi pembelajaran quantum teaching dengan media papan lucur pada siswa kelas XE SMAN 1 Randangan Tarmuji, Tarmuji
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 01 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.749 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Quantum Teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar fisika materi gerak peserta didik kelas XE SMA Negeri 1 Randangan tahun pelajaran 2014.Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XE SMA Negeri 1 Randangan yang berjumlah 36 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada model Taggart. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: Perencanaan tindakan, Pelaksanaan tindakan, Pengamatan,dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual tipe problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik kelas XE SMA Negeri 1 Randangan. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan 70% pada siklus II disbanding siklus I yang meningkathanya 45 %. Hasil belajar pada siklus I memiliki rerata nilai 69 dan pada siklus II memiliki rerata nilai 79. Strategi pembelajaran kontekstual tipe Quantum Teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik kelas XE SMA Negeri 1 Randangan adalah dengan menggunakan pendekatan kelompok disertai adanya aturan tegas pada saat pembelajaran berlangsung
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK MINUMAN DAUN SUKUN (Artocarpus Altilis) DENGAN PENAMBAHAN Tahir, Mulyati M.; Z, Zainal; D, Darma
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 2 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.778 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i2.126

Abstract

Daun sukun dan bunga melati telah lama dipercaya memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh manusia, kandungan antioksidannya bisa menangkal radikal bebas. Formulasi ini mengintegrasikan unsur hara sukun dan harum melati kemudian pembuatan produk daun sukun dalam bentuk bubuk. Minuman ini dibuat dengan menggabungkan komponen bioaktif yang terkandung dalam daun sukun untuk menghasilkan minuman kesehatan dari daun sukun dengan penambahan melati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bunga melati pada minuman daun sukun dan untuk mengetahui kadar antioksidan pada minuman daun sukun dengan penambahan melati. Metode penelitian yang digunakan adalah uji T, 1 faktorial dengan dua ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah A0 (daun sukun 100%), A1 (daun sukun 75% dan melati 25%), A2 (sukun daun 50% dan melati 50%) dan A3 (daun sukun 75% dan melati 25%). Analisis Parameter adalah pH, aktivitas antioksidan, kadar tannin dan uji organoleptik untuk warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A1 adalah perlakuan terbaik yang menggunakan 75% daun sukun dan melati 25%. Nilai pH 6,95, aktivitas antioksidan sebesar 50,46%, kadar tanin 0,0674 mg/mLdan hasil uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa) lebih disukai oleh panelis.Kata kunci: Sukun; daun; melati; minuman; pengering vakum.
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIAWI BROWNIS SORGUM (Sorghum bicolor L) DENGAN SUBTITUSI TEPUNG TERIGU Arisanti, Desi
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 2 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.47 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i2.127

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L). merupakan bahan pangan yang mempunyai mengandungkarbohidrat yang cukup tinggi seperti halnya pada beras, terigu dan jagung. Sorgum bisadijadikan sebagai pengganti tepung terigu yang baik untuk pembuatan kue seperti brownis.Selain sebagai sumber karbohidrat, sorgum memiliki kandungan protein, kalsium dan vitamin B1yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan mengetahuimutu brownis kukus. Parameter pengamatan penelitian adalah meliputi uji kadar air, uji kadarabu, dan uji kadar protein.Kesimpulan dari penelitian ini adalah analisis sifat kimia padabrownis sorgum yang terbaik pada perlakuan B3 yaitu kadar air 50,54%, kadar abu 1,84%, kadarprotein 1,21%.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAN KEPADATAN IKAN NILA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SAWI (Brassica juncea) DENGAN SISTEM AKUAPONIK Darmawan, M.; Nur, Jabal
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 2 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.717 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i2.128

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikomsumsimasyarakat. Ikan nila mengandung asam lemak omega-6 yang tinggi tetapi asam omega-3yang rendah. Tubuh ikan nila mengandung protein dan air cukup tinggi serta mempunyai pHtubuh mendekati netral sehingga menjadi media baik untuk pertumbuhan bakteri perombak.Selain itu, sumber mineral dan vitamin lainnya pada tanaman sayur-sayuran, salah satunyaadalah tanaman sawi. Tanaman sawi mengandung senyawa nutrient yang tinggi danglukosinolat yang bias dimanfaatkan sebagai obat kangker. Di Indonesia pembudidayaansawi sudah lama dilakukan, namun gagal untuk memperoleh hasil yang tinggi, disebabkanoleh serangan hama dan penyakit. Kualitas produksi tanaman sawi tergantung interaksi antarapertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungannya. Salah satu teknik budidaya yangdiharapkan dapat meningkatakan kualitas dan produksi tanaman sawi adalah dengan teknikaquaponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sawi dan ikannila terhadap perlakuan pupuk organic cair dan untuk mengetahui interaksi antara ikan niladan pupuk organic cair terhadap pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian ini menunjukanbahwa perlakuan pemberian pupuk cair organik memberikan pengaruh pada fase vegetatifpada setiap parameter pengamatan namun pada faktor kepadatan ikan nila pada kolam tidakmenunjukan pengaruh pada setiap paramater.
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENYERAPAN ORTHOFOSFAT PADA LIMBAH DETERGEN MENGGUNAKAN KAYU APU (Pistia stratiotes L.) Ibrahim, Putri Sapira
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 2 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.757 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i2.129

Abstract

Detergen dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dalam limbah tersebutmengandung fosfat yang tinggi. Sehingga perlu adanya alternatif pengolahan yang mudah,murah, dan efektif dalam pengaplikasiannya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakantanaman air Kayu apu (Pistia stratiotes L.) yang dapat menyerap orthofosfat. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Kayu apu (Pistia stratiotes L.) sebagaiagen penyerap orthofosfat pada limbah detergen selama masa tanam 6 hari, dan untukmengetahui parameter kualitas air yang mempengaruhinya. Hasil dari penelitian ini Kayuapu (Pistia stratiotes L.) mampu menurunkan konsentrasi orthofosfat pada limbahdetergen yang semula mengandung orthofosfat 1,1 mg/l menjadi berkurangkonsentrasinya dengan penurunan rata-rata berkisar 0,12-0,43 mg/l. Tingkat efektivitasdan efisiensi terbaik dari penelitian ini yaitu pada perlakuan menggunakan Kayu apu(Pistia stratiotes L.) dengan nilai persentase penyerapan orthofosfat sebesar 39,09%dalam waktu enam hari yaitu senilai 0,43 mg/l. Hasil pengamatan kualitas air secarakeseluruhan masih dalam kisaran normal yaitu suhu selama penelitian berkisar antara230C - 250C, pH berkisar antara 8,10-8,60, DO berkisar antara 3,88 mg/l–5,25 mg/l.
PENGARUH ASAM ASKORBAT DAN SODIUM ACID PYROPHOSPHATE (SAPP) DALAM MENCEGAH KERUSAKAN ANTIOKSIDAN UBIJALAR UNGU VARIETAS ANTIN 3 Hasan, Abd. Azis
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 2 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.951 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i2.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi asam askorbat dan sodium acidpyrophosphate (SAPP) yang terbaik dalam mencegah kerusakan antioksidan akibat reaksipencoklatan pada umbi ubijalar ungu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan percobaanfaktorial dalam Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Pada penelitian ini faktorpertama adalah konsentrasi asam askorbat (1%; 2%; 3%), faktor kedua adalah konsentrasiSAPP (0,01%; 0,1%; 1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik asamaskorbat adalah 3%, sedangkan sodium acid pyrophosphate (SAPP) adalah 0,1%. Interaksikedua faktor pada konsentrasi tersebut dapat mencegah kerusakan antioksidan akibat reaksipencokelatan umbi ubijalar ungu selama pengolahan.

Page 1 of 4 | Total Record : 34