JURNAL ILMU FISIKA | UNIVERSITAS ANDALAS
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Articles 135 Documents
Sintesis Lapisan TiO2 Pada Substrat ITO Menggunakan Metode Elektrodeposisi dan Spin Coating

Arista, Anggia, Dahlan, Dahyunir, Syukri, Syukri

Jurnal Ilmu Fisika Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.314 KB) | DOI: 10.25077/jif.8.1.17-27.2016

Abstract

Telah dilakukan sintesis lapisan tipis TiO2 menggunakan metode elektrodeposisi dan spin coating. Elektrodeposisi menggunakan larutan elektrolit 0,25 M TiCl3. Dalam penelitian ini juga dilakukan variasi larutan elektrolit dengan penambahan CTAB, PEG dan penambahan H3BO3. Selanjutnya lapisan TiO2 disintesis menggunakan metode spin coating yang dilakukan di atas lapisan TiO2 setelah elektrodeposisi. Larutan prekusor yang digunakan adalah Titanium Butoxide (Ti(OC4H9)4 dengan waktu aging larutan 48 jam. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan elektrodeposisi lapisan tipis TiO2 dengan penambahan CTAB dan PEG menghasilkan morfologi permukaan yang homogen dan berpori pada lapisan TiO2. Berdasarkan hasil karakterisasi UV-Vis, energi gap TiO2 pada sampel yang disintesis menggunakan metode elektrodeposisi adalah  3,86 eV, sedangkan nilai energi gap yang didapat pada sampel menggunakan metode spin coating adalah 3,18 eV.

Identifikasi Anomali Sinyal Geomagnetik Ultra Low Frequency Sebagai Prekursor Gempa Bumi Dengan Magnitudo Kecil Di Wilayah Kepulauan Nias

M. Hamidi, M. Hamidi, Namigo, Elistia Liza, Ma’muri, Ma’muri

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 1 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.066 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.1.53-62.2018

Abstract

Telah dilakukan identifikasi anomali sinyal geomagnetik frekuensi rendah sebagai prekursor gempa bumi dengan magnitudo kecil di wilayah Kepulauan Nias. Pada penelitian ini digunakan data gempa dari bulan September 2016 hingga bulan Juni 2017 dengan rentang waktu data geomagnetik yang digunakan 30 hari sebelum terjadinya gempa bumi. Data geomagnetik ini adalah data yang terekam oleh sensor Magnetic Acquisition Data System (MAGDAS). Penyeleksian data gempa bumi dilakukan dengan menerapkan persamaan radius daerah persiapan gempa yaitu  Pengolahan data geomagnetik dilakukan dengan menggunakan metode Power Spectrum Density (PSD) untuk menganalisis rasio komponen SZ/SH medan magnet bumi dan menggunakan metode Single Station Transfer Function (SSTF) untuk menentukan arah azimuth yang dihasilkan oleh anomali Ultra Low Frequency (ULF).  Selanjutnya, untuk memastikan sumber anomali digunakan validasi indeks Disturbance Storm Time (DST). Dari hasil pengamatan diperoleh 3 kejadian gempa bumi dengan anomali ULF sebelum terjadinya gempa. Gempa bumi tersebut adalah gempa 13 Oktober 2016 dengan magnitudo 3,3, gempa 16 November 2016 dengan magnitudo 3,6 dan gempa 16 April 2017 dengan magnitudo 3,2. Lead time anomali ULF untuk ketiga gempa ini memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan lead time anomali ULF untuk gempa bumi dengan magnitudo besar yang pernah terjadi di Pulau Sumatera.Kata kunci: sinyal geomagnetik, ultra low frequency, prekursor, gempa magnitudo kecil, kepulauan nias

PENGARUH PENAMBAHAN BKT PADA PIEZOELEKTRIK RAMAH LINGKUNGAN BI0,5NA0,5TIO3-BATIO3-BI0,5K0,5TIO3 (BNT-BT-BKT)

Mahyudin, Alimin

Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.552 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.10-15.2011

Abstract

Proses sintesis BNT-BT-BKT telah dilakukan dengan menggunakan metode solid state reaction. Sintesis BNT-BT dengan penambahan % mol BKT yaitu 2%, 5%, 8%, 15% juga mendapatkan struktur perovskite dengan komposisi yang optimal pada penambahan 5% mol BKT. Pola difraksi XRD pada bahan BNT-BT dengan penambahan % mol BKT menunjukkan adanya perubahan puncak-puncak yang tumpang tindih dari (200) rhombohedral menjadi (200) dan (002) dari tetragonal. Daerah perubahan fasa ini dikenal dengan MPB yang terjadi pada komposisi penambahan BKT 2%. Penambahan bahan dopan BKT ke BNT-BT menunjukkan perubahan pola difraksi sinar-x dengan pergeseran sudut 45° - 47°. Mikrograph SEM, menunjukkan penambahan 2% BKT pada BNT-BT memiliki bentuk partikel seperti jarum dengan panjang rata-rata 1,608 – 2,589 μm.

ANALISIS SISA RADIOFARMAKA TC99M MDP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA

Khairah, Hajjatun, Milvita, Dian, Fitriyani, Dian, Mulyadi, Sri

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.788 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.2.65-71.2013

Abstract

Telah dilakukan analisis sisa radiofarmaka Tc99m MDP pada pasien kanker payudara di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dalam penelitian ini digunakan dua alat utama yaitu kamera gamma dan dose calibrator, dengan bahan utama Tc99m MDP yaitu unsur radioaktif yang telah dicampur dengan senyawa farmaka. Data diambil dari 32 pasien kanker payudara, 63% diantaranya sudah bermetastasis, kemudian data tersebut diolah menggunakan program statistik untuk melihat rerata dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata sisa radiofarmaka Tc99m MDP yang tertinggal di tubuh pasien (130 – 265) menit pasca injeksi dengan dosis injeksi yang tidak sama, masih cukup tinggi yaitu 7,48 mCi. Pada hasil penelitian, terlihat bahwa meningkatnya dosis injeksi tidak selalu diikuti oleh meningkatnya sisa radiofarmaka sehingga antara sisa radiofarmaka dengan dosis injeksi memiliki korelasi yang sangat lemah, sedangkan sisa radiofarmaka dengan lama pemeriksaan (rentang waktu pengukuran aktivitas Tc99m MDP) memiliki korelasi kuat.

Pengaruh Temperatur Terhadap Ukuran Partikel Fe3O4 Dengan Template PEG-2000 Menggunakan Metode Kopresipitasi

Rosanti, Santi Dewi, Puryanti, Dwi

Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.452 KB) | DOI: 10.25077/jif.7.1.39-44.2015

Abstract

Sintesis nanopartikel Fe3O4 dengan bahan baku batuan besi dan PEG-2000 telah dilakukan menggunakan metode kopresipitasi. Variasi temperatur dilakukan untuk melihat pengaruh temperatur terhadap ukuran partikel yang dihasilkan. Template PEG-2000 digunakan untuk menyeragamkan dan menghambat pertumbuhan partikel. Variasi temperatur yang digunakan yaitu 500 ˚C, 600 ˚C dan 700 ˚C. X-Ray Difractometer (XRD) digunakan untuk melihat fasa yang terkandung dalam sampel dan ukuran kristal. Hasil perhitungaan dari difraktogram XRD didapatkan ukuran kristal berturut-turut yaitu 46,60 nm, 54,39 nm, dan 65,25 nm.

Pengaruh Penambahan Polyethylene Glycol (PEG) Terhadap Sifat Magnetik (γ-Fe2O3) Yang Disintesis Dari Magnetit Batuan Besi (Fe3O4)

Ikhsan, Muhammad, Puryanti, Dwi, Budiman, Arif

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.346 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.103-109.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis magnetit dari biji besi Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok Sumatera Barat dengan metode kopresipitasi. Selanjutnya dari magnetit tersebut disintesis maghemit tanpa dan dengan penambahan PEG melalui oksidasi pada temperatur 400 oC selama 3 jam. Variasi PEG yang digunakan yaitu sampel tanpa penambahan PEG, sampel dengan penambahan PEG-2000, PEG-4000, dan PEG-6000. Maghemit yang dihasilkan dikarakterisasi sifat magnetik menggunakan Vibrating Sample magnetometer (VSM). Karakterisasi sifat magnetik menggunakan VSM menghasilkan nilai koersivitas  berturut-turut yaitu 250 Oe, 193 Oe, 203 Oe, 178 Oe. Terlihat bahwa penambahan PEG mengurangi nilai  koersivitas maghemit. Kata kunci: magnetit, maghemit, PEG, VSM, koersivitas

ANALISIS GEMPA NIAS DAN GEMPA SUMATERA BARAT DAN KESAMAANNYA YANG TIDAK MENIMBULKAN TSUNAMI

Mustafa, Badrul

Jurnal Ilmu Fisika Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.206 KB) | DOI: 10.25077/jif.2.1.44-50.2010

Abstract

Wilayah Sumatera Barat memiliki tingkat seismisitas yang tinggi. Konvergensi oblique dari lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia yang menunjam di bawah Sumatera menghasilkan potensi gempa dangkal dan sedang di wilayah muka busur (fore-arc) Sunda. Potensi gempa juga berada di darat sepanjang patahan Sumatera serta di laut sepanjang patahan Mentawai. Di wilayah muka busur diketahui adanya potensi gempa besar yang berpotensi tsunami. Hasil penelitian terhadap pertumbuhan mikroatol di kepulauan Mentawai menunjukkan bahwa periode ulang gempa besar di Mentawai adalah sekitar 200 tahun (Hilman, 2005). Namun tidak semua pengulangan gempa besar di daerah fore-arc ini menimbulkan pengulangan tsunami. Data menunjukkan bahwa gempa Nias 28 Maret 2005 (8,7 SR) dan gempa Sumatera Barat 30 September 2009 (7,9 SR) sama-sama tidak menimbulkan tsunami. Salah satu kemungkinan sebabnya adalah episenternya tidak berada di daerah megathrust.

DETEKSI FORMALIN PADA TOMAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSI (LASER SPECKEL IMAGING)

-, Harmadi

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.556 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.1-10.2013

Abstract

Pendeteksian untuk mengetahui kandungan formalin pada buah tomat dapat dilakukan secara noninvasive dan non-destructive dengan metode LSI (Laser Speckle Imaging). Perubahan nilai kontras pola spekel dari buah tomat dapat digunakan untuk membedakan buah tomat yang berformalin dengan yang tidak berformalin. Pecintraan pola spekel dengan metode LSI mendeteksi perubahan intensitas laser spekel yang dihamburkan oleh sampel, dan dianalisis sebagai kontras spekel. Pola spekel dianalisis menggunakan software imageJ dan diperoleh karakterisasi histogram distribusi intensitas gray level. Penyinaran dilakukan terhadap buah tomat sebelum dan sesudah direndam larutan formalin dengan variasi konsentrasi 0,001%, 0,005%, 0,01%, 0,05%, 0,1%, 0,5%, 1%, 3%, 4%, 5%, 6%, 8%, 10%, dan variasi waktu perendaman yaitu selama 15 menit dan 30 menit. Secara umum korelasi kontras spekel dengan formalin pada tomat, menunjukkan bahwa formalin terdeteksi dengan perubahan kontras spekel pada buah tomat. Semakin tinggi konsentrasi formalin dan waktu perendaman nilai kontras spekel semakin kecil.

PENENTUAN TIPE FLUIDA SUMBER MATA AIR PANASDI KECAMATAN GUNUNG TALANG, KABUPATEN SOLOK

Hidayat, Rahmatul, Putra, Ardian

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.411 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.74-80.2014

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan tipe fluida mata air panas di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Berdasarkan analisis kandungan ion HCO3 - , SO4 2- , dan Cl- dengan menggunakan diagram trilinier atau diagram Piper. Pengujian kandungan ion HCO3 - menggunakan metode titrasi, pengujian kandungan ion SO4 2- menggunakan metode spektrofotometri dan untuk pengujian kandungan ion Cl- digunakan hubungan nilai konduktivitas listrik dan kandungan ion klorida. Sampel mata air panas diambil dari lima lokasi yang berbeda. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kandungan ion tertinggi dari kelima sumber mata air panas adalah ion sulfat, kemudian bikarbonat dan kandungan terendahnya adalah ion klorida. Dari diagram trilinier dapat disimpulkan bahwa kelima sumber mata air panas di Kecamatan Gunung Talang bertipe air sulfat.

Rancang Bangun Sistem Telemetri Nikabel Pemantauan Tingkat Kekeruhan Air di PDAM Menggunakan Transceiver nRF24L01+ dan Arduino Uno R3

Pesma, Rhahmi Adni, Harmadi, Harmadi, Dahlan, Dahyunir, Wildian, Wildian, Syafrialdi, Roni, Yuzria, Hawariyi Ola, Rizky, Aulia Rabiyu

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 1 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.44 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.1.15-25.2017

Abstract

Telah dirancang sebuah sistem telemetri nirkabel pemantauan tingkat kekeruhan air di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Data tingkat kekeruhan air diambil dari air dalam reservoir PDAM yang diukur oleh sistem sensor TSD-10. Data ditransmisikan melalui udara dengan memodulasikan ke bentuk gelombang elekromagnetik oleh transceiver nRF24L01+ pada unit pemancar. Gelombang beroperasi pada frekuensi radio 2,4 GHz. Data akan diterima oleh transceiver nRF24L01+ di laboratorium PDAM pada jarak 250 m sebagai unit penerima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ruang terbuka transceiver  nRF24L01+ mampu mentransmisikan data tingkat kekeruhan air saat cuaca cerah hingga 1 km dan 600 m saat cuaca hujan. Sistem sensor TSD-10 memiliki sensitivitas -1,5 mV/NTU dengan besar persentase kesalahan terbesar adalah 12,07% dan yang terkecil 0,48% serta dapat mengukur hingga 1000 NTU. Sistem ini memiliki data logging tingkat kekeruhan air pada unit penerima menggunakan program labVIEW pada komputer yang terhubung dengan arduino UNO R3. Kata kunci : telemetri nirkabel, nRF24L01+, arduino UNO R3, tingkat kekeruhan air, labVIEW.

Page 5 of 14 | Total Record : 135