JURNAL ILMU FISIKA | UNIVERSITAS ANDALAS
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA" : 7 Documents clear
Pengaruh Kontribusi Ketidakpastian Terhadap Pelaporan Nilai Porositas Menggunakan Metode Gravimetri

Setyawan, Galih, Lestari, Pratiwi Indah Tri

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.921 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.97-102.2017

Abstract

Metode gravimetri berhasil diterapkan untuk menentukan nilai porositas batu kapur. Metode tersebut dilakukan dengan menggunakan timbangan standar terkalibrasi dan gelas ukur terkalibrasi untuk menentukan volume pori dan volume total dari sampel batu kapur. Porositas ditentukan dari hasil perbandingan antara volume pori dan volume total tersebut. Nilai ketidakpastian tipe A dibandingkan dengan hasil perhitungan ketidakpastian gabungan (Ugab) dengan menambahkan ketidakpastian tipe B yang bersumber dari sertifikat gelas ukur, timbangan dan temperatur. Hasilnya menunjukkan bahwa ketidakpastian tipe B menjadi penyebab utama meningkatnya nilai ketidakpastian pengukuran porositas batu kapur hingga 6%. Namun ketidakpastian tipe B seringkali diabaikan pada pelaporan hasil pengukuran. Kata kunci : Ketidakpastian, Porositas, Gravimetri

Pengaruh Penambahan Polyethylene Glycol (PEG) Terhadap Sifat Magnetik (γ-Fe2O3) Yang Disintesis Dari Magnetit Batuan Besi (Fe3O4)

Ikhsan, Muhammad, Puryanti, Dwi, Budiman, Arif

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.346 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.103-109.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis magnetit dari biji besi Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok Sumatera Barat dengan metode kopresipitasi. Selanjutnya dari magnetit tersebut disintesis maghemit tanpa dan dengan penambahan PEG melalui oksidasi pada temperatur 400 oC selama 3 jam. Variasi PEG yang digunakan yaitu sampel tanpa penambahan PEG, sampel dengan penambahan PEG-2000, PEG-4000, dan PEG-6000. Maghemit yang dihasilkan dikarakterisasi sifat magnetik menggunakan Vibrating Sample magnetometer (VSM). Karakterisasi sifat magnetik menggunakan VSM menghasilkan nilai koersivitas  berturut-turut yaitu 250 Oe, 193 Oe, 203 Oe, 178 Oe. Terlihat bahwa penambahan PEG mengurangi nilai  koersivitas maghemit. Kata kunci: magnetit, maghemit, PEG, VSM, koersivitas

Optimasi Volume Pengenceran Larutan Dye Bunga Mawar (Rosa Hybrida Hort) Dengan Metanol Terhadap Efesiensi DSSC

Salafudin, A, Nurosyid, F, Kusumaningsih, T

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.136 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.68-75.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian penggunaan ekstrak  bunga mawar  sebagai dye sensitizer efisiensi DSSC. Artikel ini mencari volume pengenceran larutan dye bunga mawar yang optimum terhadap efisiensi DSSC. Larutan dye diuji puncak absorbansinya menggunakan spectrophotometer UV-Vis lamda 25. Sel DSSC diuji karakteristiknya menggunakan I-V keithley.  Larutan dye bunga mawar sebelum pengenceran memiliki puncak absorbansi pada rentang panjang gelombang 450 nm – 550 nm dan setelah dilakukan pengenceran terjadi pergeseran puncak absorbansi pada rentang panjang gelombang 500 nm – 600 nm. Karakteristik DSSC dengan perbandingan volume pengenceran larutan dye bunga mawar dengan metanol (50% : 50%), Pmax ( daya maksimum) 0,142 mW, FF (fill factor) 4,93, efisiensi 0,095%. Volume  dye yang diencerkan pada perbandingan dengan metanol (50% : 50%) menunjukkan efisiensi yang paling optimum. Kata kunci : DSSC, TiO2, dye, rosa hybrida hort, ekstrak bunga mawar

Estimasi Intensitas Gempa Bumi Dan Percepatan Tanah Maksimum Kota Padang Berdasarkan Data Historis Gempa 1976-2016 di Wilayah Mentawai

Pujiastuti, Dwi, Nofaslah, Rido, Budiman, Arif

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.285 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.110-120.2017

Abstract

Telah dilakukan estimasi nilai intensitas gempa bumi dan percepatan tanah maksimum di Kota Padang  berdasarkan data historis gempa 1976-2016 di wilayah  Mentawai.  Rumusan empiris Si and Midorikawa (1999) digunakan untuk menghitung percepatan tanah maksimum dan rumusan empiris Murphy O’Brein untuk menghitung intensitas gempa. Data yang digunakan diperoleh dari USGS untuk gempa di wilayah Mentawai dengan dengan kekuatan ≥ 5 SR dan kedalaman ≤ 70 km dari tahun 1976 – 2016.  Daerah penelitian dibatasi oleh  1.1o LS - 0,4o LU dan 100,05o BT – 100,35o BT yang dibagi dengan jarak grid 0,02o sehingga didapatkan 208 titik penghitungan. Intensitas gempa dan percepatan tanah maksimum dihitung berdasarkan data gempa di wilayah intraplate dan interplate. Dari hasil pengolahan data didapatkan peta  percepatan tanah maksimum dan intensitas gempa Kota Padang dari kedua wilayah gempa tersebut.. Nilai percepatan tanah maksimum terbesar di Kota Padang akibat gempa di wilayah interplate segmen Mentawai berkisar antara  57,89 cm/s2 sampai 119,69 cm/s2. Kecamatan dengan percepatan tanah maksimum akibat gempa di wilayah interplate adalah Kecamatan Bungus Teluk Kabung yaitu berkisar antara 106,21 cm/s2 sampai 119,69 cm/s2  dengan intensitas gempa sebesar VI - VII MMI. Nilai percepatan tanah maksimum di Kota Padang akibat gempa di segmen intraplate wilayah Mentawai berkisar antara sebesar 830,38 cm/s2 sampai 956,75 cm/s2 yaitu di  Kecamatan Padang Selatan dan Padang Barat dan mengecil ke arah timur Kota Padang. Intensitas gempa Kota Padang akibat gempa intraplate adalah sekitar IX MMI. Dampak  gempa dengan intensitas IX  menimbulkan kondisi kerusakan yang parah yang ditandai dengan adanya gejala kerusakan pada struktur bangunan, dan muncul gejala likuifaksi di area alluvial atau pasir.  Kata kunci :  Gempa bumi, Intensitas, MMI, Percepatan tanah, interplate, intraplate            

Rancang Bangun Alat Ukur Kekentalan Oli Sae 10-30 Menggunakan Metode Falling Ball Viscometer (FBV)

Arsis, Asi Noflanda, Dahlan, Dahyunir, Harmadi, Harmadi, Suari, Muharmen

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.586 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.76-86.2017

Abstract

Alat ukur kekentalan oli SAE 10-30 telah dirancang bangun dengan menggunakan metode Falling Ball Viscometer (FBV) small tube. Tabung yang digunakan berukuran kecil dengan panjang 15 cm dan diameter 5,5 mm. Alat ukur dilengkapi dengan dua sistem sensor yaitu Light Emitting Diode (LED) infra merah dan fotodioda.  Data waktu tempuh bola magnetik yang direkam oleh sistem sensor diproses oleh mikrokontroler Arduino nano untuk kemudian ditampilkan dalam bentuk nilai kekentalan pada layar Liquid Crystal Display (LCD). Temperatur pengukuran divariasikan dari 30 oC sampai 100 oC. Nilai regresi yang di peroleh saat temperatur dinaikkan yaitu 0,991. Nilai Regresi pada saat temperature diturunkan yaitu 0,977. Nilai regresi yang didapatkan menunjukkan bahwa alat yang telah dirancang bekerja dengan baik dan dapat digunakan untuk menentukan nilai kekentalan oli SAE 10-30. Kata kunci: Falling Ball Viscometer (FBV), Arduino Nano, Kekentalan, Oli SAE 10-30, Temperatur.

Kajian Pengaruh Nanopartikel Magnetik Fe3O4 Pada Deteksi Biosensor Berbasis Surface Plasmon Resonance (SPR)

Sihombing, Yuan Alfinsyah, Abraha, Kamsul

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.08 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.121-131.2017

Abstract

Telah dilakukan kajian berkaitan dengan pengaruh nanopartikel Fe3O4 pada deteksi biosensor berbasis  surface plasmon resonance (SPR). Penelitian ini bertujuan untuk melihat penyebab munculnya dip baru atau pergeseran dip ke arah kanan pada kurva ATR (AttenuatedTotalReflection) setelah adanya penambahan nanopartikel magnetik Fe3O4.Sifat magnetik nanopartikel berupa permeabilitas magnet disubstitusikan pada kurva ATR dan sudut SPR terbentuk pada sudut 51,8º; 47,3º; 46,0º dan 45,6º untuk ketebalan perak 10 nm, 20 nm, 30 nm dan 40 nm berturut-turut dengan ketebalan nanopartikel 10 nm.Untuk melihat pengaruh permeabilitas magnet, diplot kurva ATR tanpa permeabilitas magnet. Hasilnya menunjukkan bahwa sudut SPR terbentuk pada sudut yang sama. Sehingga kemunculan dip baru pada panjang gelombang sinar laser 632,8 nm bukan dikarenakan sifat magnetnya. Sifat magnet ini akan muncul pada rentang gelombang mikro. Dengan pendekatan Teori Medium Efektif (TME) Landauer dan Bruggeman untuk sistem empat lapisan prisma/perak/komposit (nanopartikel+udara)/udara, diperoleh kurva relasi dispersi surface plasmon pada angka gelombang ; ;;  dan  untuk variasi fraksi volume  0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 berturut-turut mengalami kopling dengan gelombang evanescent. Ini menunjukkan bahwa pergeseran dip muncul dengan pendekatan teori medium efektif Landauer dan Bruggeman. Kata Kunci : Surface Plasmon Resonance (SPR), nanopartikel magnetik Fe3O4,Evanescent, , TME Landauer dan Bruggeman.

Karakterisasi Sensor Gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) Dari Bahan Semikonduktor Heterokontak CUO/CUO(TIO2)

Zelvia, Essy Puspa, Elvaswer, Elvaswer

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.929 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.87-96.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor Liquefied Petroleum Gas (LPG) berupa pelet heterokontak dengan lapisan pertama pelet adalah 100% mol CuO dan lapisan kedua pelet adalah CuO yang dicampur 10% mol, 20% mol, 30% mol, 40% mol dan 50% mol TiO2. Tahap pembuatan sensor LPG terdiri atas pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500oC selama 4 jam, penggerusan, kompaksi, dan sintering pada temperatur 700oC selama 4 jam.  Sensor LPG diuji pada temperatur ruang (27oC) dengan melihat karakteristik arus dan tegangan (I-V), nilai sensitivitas, nilai konduktivitas dan karakterisasi  XRD. Karakteristik I-V menunjukkan perubahan terbesar terjadi pada sampel CuO/CuO(20% mol TiO2). Nilai sensitivitas tertinggi dimiliki sampel CuO/CuO(20% mol TiO2) sebesar 11,94 pada tegangan 10 volt, dan merupakan sampel yang paling bagus digunakan sebagai sensor gas LPG. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki sampel CuO/CuO(10% mol TiO2) dengan nilai konduktivitas di udara sebesar 6,60557x10-5 Ω-1m-1 dan nilai konduktivitas di LPG 25,80712x10-5 Ω-1m-1. Kata kunci : heterokontak, sensor LPG, CuO/CuO(TiO2), karakterisasi I-V, sensitivitas, konduktivitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 7