JURNAL ILMU FISIKA | UNIVERSITAS ANDALAS
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA" : 6 Documents clear
PERANCANGAN ALAT UKUR TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) AIR MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK SECARA REAL TIME

Fatimah, Ani, -, Harmadi, -, Wildian

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.767 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.68-73.2014

Abstract

Telah dirancang pengembangan sistem pengukuran TSS (Total Suspended Solid) dalam air menggunakan sensor serat optik secara real time. Sistem sensor serat optik mengukur nilai TSS dalam air memanfaatkan perubahan tegangan keluaran yang dihasilkan oleh fotodetektor akibat perubahan nilai TSS air. Rancangan sistem terdiri dari sumber cahaya berupa LED merah, serat optik FD-620-10, fotodioda OPT101, penguat istrumentasi IC INA114, mikrokontroler Arduino UNO dan program LabView sebagai penampil. Serat optik sepanjang 18,5 cm dikupas claddingnya sepanjang 5 cm, dan dibersihkan menggunakan larutan aseton, selanjutnya digunakan sebagai probe sensor. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan sistem yang dirancang dengan standar pengukuran menggunakan metode gravimetri. Data yang diperoleh melalui pengukuran dianalisis menggunakan teori kesalahan dan metode grafik. Rata-rata dari 10 data dalam 120 detik dengan metode gravimetri menghasilkan perbedaan maksimum 4 V/(mg/L). Tegangan keluaran sensor berbanding terbalik dengan nilai TSS dalam air. Kesalahan relatif rata-rata didapatkan 4,04%.

STUDI HASIL PHOTOLUMINESCENCE PADA LAPISAN TIPIS TIO2 YANG DIDOPING Sn DAN HUBUNGANNYA DENGAN AKTIFITAS FOTOKATALITIK DALAM MENDEGRADASI SENYAWA ASAM STEARAT SEBAGAI MODEL POLUTAN

Wellia, Diana V.

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.651 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.40-44.2014

Abstract

Photoluminescence merupakan suatu teknik non-destructive dan memiliki sensitivitas yang tinggi untuk mempelajari sifat fotofisika dan fotokimia suatu semikonduktor. Pengukuran photoluminescence dari beberapa sampel lapisan tipis TiO2 yang didoping Sn dilakukan pada suhu kamar. Panjang gelombang eksitasi yang digunakan adalah 300 nm dengan lebar celah emisi 1 nm. Photoluminescence merupakan suatu teknik pengukuran yang bisa memberikan informasi mengenai kekosongan oksigen atau cacat pada permukaan kristal, kondisi permukaan serta pemisahan atau penggabungan muatan, yang berhubungan erat dengan aktifitas fotokatalitiknya. Pada percobaan ini, doping dengan Sn memperlihatkan pengaruh yang jelas pada intensitas photolumniscence nanopartikel TiO2 pada puncak 370 nm tetapi tidak terlalu jelas pada puncak 470 nm. Sampel Sn-3 (dengan konsentrasi Sn4+ 3.2 wt%) menunjukkan intensitas puncak yang paling rendah dibandingkan sampel-sampel lainnya yang menunjukkan rendahnya kecepatan rekombinasi elektron-hole. Hal ini mendukung hasil aktifitas fotokatalitik Sn-3 yang lebih baik dibandingkan dengan sampel-sampel lainnya.

PENENTUAN TIPE FLUIDA SUMBER MATA AIR PANASDI KECAMATAN GUNUNG TALANG, KABUPATEN SOLOK

Hidayat, Rahmatul, Putra, Ardian

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.411 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.74-80.2014

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan tipe fluida mata air panas di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Berdasarkan analisis kandungan ion HCO3 - , SO4 2- , dan Cl- dengan menggunakan diagram trilinier atau diagram Piper. Pengujian kandungan ion HCO3 - menggunakan metode titrasi, pengujian kandungan ion SO4 2- menggunakan metode spektrofotometri dan untuk pengujian kandungan ion Cl- digunakan hubungan nilai konduktivitas listrik dan kandungan ion klorida. Sampel mata air panas diambil dari lima lokasi yang berbeda. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kandungan ion tertinggi dari kelima sumber mata air panas adalah ion sulfat, kemudian bikarbonat dan kandungan terendahnya adalah ion klorida. Dari diagram trilinier dapat disimpulkan bahwa kelima sumber mata air panas di Kecamatan Gunung Talang bertipe air sulfat.

PREDIKSI DISTRIBUSI SAND MENGGUNAKAN PEMODELAN GEOSTATISTIK

Namigo, Elistia Liza

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.753 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.45-51.2014

Abstract

Gambaran distribusi fasies dan heterogenitas geologi yang representatif sangat diperlukan dalam pengelolaan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas di bawah permukaan. Telah dilakukan pemodelan distribusi sand pada formasi Missisauga, lapangan Penobscot dengan menggunakan tiga algoritma berbasis grid yaitu Sequential Indicator Simulation (SIS) dan Truncated Gaussian Simulation (TGS) dan Multipoint Geostatistic (MPG). SIS dan TGS yang merupakan algoritma yang berbasis variogram, mampu menghasilkan model yang merepresentasikan korelasi spasial antar sumur dengan cukup baik namun belum secara optimal menangkap geometri fasies akibat sifat dari variogram yang hanya bisa memodelkan kontinuitas spasial antara dua lokasi pada satu waktu. TGS lebih unggul dibandingkan SIS pada aspek keterhubungan lateral dari sand channel dan distribusi fasies terlihat lebih well-ordered (sand-shalysand-shale).. MPG yang merupakan metode yang didasarkan pada data singkapan menawarkan korelasi lateral yang lebih baik.

PENGEMBANGAN METODE DUAL-FREKUENSI UNTUK MENGAMATI STRUKTUR VERTIKAL RAINDROP SIZE DISTRIBUTION (DSD) DI KOTO TABANG

Vonnisa, Mutya

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.816 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.52-58.2014

Abstract

Metode untuk mengamati struktur vertikal parameter mikrofisika hujan yang dikenal dengan DSD telah dikembangkan menggunakan data Equatorial Atmosphere Radar (EAR) dan Boundary Layer Radar (BLR) di Koto Tabang, Sumatera Barat, Indonesia. Spektrum hujan dari BLR yang merupakan fungsi DSD dimodelkan dengan modifikasi fungsi gamma dan spektrum turbulen atmosfir dari EAR dimodelkan dengan fungsi Gauss. Parameter DSD dan turbulen didapatkan dengan menggunakan metode non-linear least square fitting. Data dari Joss-Wadvogel Disdrometer (JD) digunakan untuk memvalidasi hasil yang didapatkan dari data radar. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa metode dual-frekuensi lebih akurat dibandingkan dengan metode single-frekuensi. Hal itu ditunjukkan oleh hasil fitting spektrum hujan dari metode dualfrekuensi lebih tinggi dan jelas dibandingkan metode single-frekuensi. Selain itu DSD yang dihasilkan oleh metode dual-frekuensi lebih mendekati DSD dari JD dibandingkan dengan singlefrekuensi.

ANALISA GANGGUAN FREKUENSI RADIO DAN FREKUENSI PENERBANGAN DENGAN METODA SIMULASI

Maharmi, Benriwati

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.446 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.54-67.2014

Abstract

Kisaran frekuensi radio komersil dan frekuensi penerbangan berdekatan sehingga berpotensi untuk terganggu. Kondisi tersebut bisa membahayakan keselamatan penerbangan karena tidak jelasnya informasi yang diterima oleh pilot. Tujuan penelitian ini mengkaji potensi gangguan frekuensi pemancar radio terhadap frekuensi penerbangan, menggunakan metoda simulasi. Gangguan dilihat dari nilai Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) yang terjadi pada hasil simulasi sehingga dapat mengidentifikasi apakah pengguna radio frekuensi sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Informasi dari simulasi juga dapat mengetahui mode dari modulasinya sehingga diketahui jenis intermodulasi dan pemancar-pemancar radio penyebabnya. Dari hasil simulasi dengan menggunakan VSWR ini juga dapat disimpulkan bahwa stasiun radio yang beroperasi perangkatnya sudah memenuhi standar dan harus senantiasa diperiksa kondisi perangkatnya untuk menjaga linearitas jaringannya agar emisi tersebar (spourius emission) yang terdiri dari harmonisa, intermodulasi, parasitik dapat dikendalikan level dayanya. Untuk mengatasi gangguan frekuensi radio, disarankan menggunakan peralatan berupa low pass filter untuk meminimalkan besarnya level frekuensi intermodulasi sehingga tidak mengganggu frekuensi existingnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6