JURNAL ILMU FISIKA | UNIVERSITAS ANDALAS
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA" : 6 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN TEMBAGA (Cu) TERHADAP SIFAT LISTRIK POLIANILIN (PANi)

Astuti, Astuti

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.08 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.31-37.2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serbuk tembaga (Cu) terhadap nilai konduktivitas dan energi gap PANi-Cu. Pengukuran konduktivitas ini dilakukan dengan variasi suhu yaitu 298 K dan 373 K. Kenaikan suhu pada saat pengukuran menyebabkan peningkatan konduktivitas bahan tersebut. Konduktivitas pada suhu tertinggi yaitu 373 K dengan konduktivitas antara 4,46 x 10-4 S/cm - 8,92 x 10-4 S/cm untuk semua variasi konsentrasi serbuk tembaga yaitu 0,1; 0,3, dan 0,5 gr. Berbanding terbalik dengan energi gap, yaitu semakin banyak komposisi serbuk tembaga yang ditambahkan mengakibatkan penurunan energi gap pada komposit PANi-Cu. Nilai energi gap yang dihasilkan adalah 0,32-0,8 eV untuk semua variasi doping tembaga terhadap PANi.

DETEKSI FORMALIN PADA TOMAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSI (LASER SPECKEL IMAGING)

-, Harmadi

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.556 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.1-10.2013

Abstract

Pendeteksian untuk mengetahui kandungan formalin pada buah tomat dapat dilakukan secara noninvasive dan non-destructive dengan metode LSI (Laser Speckle Imaging). Perubahan nilai kontras pola spekel dari buah tomat dapat digunakan untuk membedakan buah tomat yang berformalin dengan yang tidak berformalin. Pecintraan pola spekel dengan metode LSI mendeteksi perubahan intensitas laser spekel yang dihamburkan oleh sampel, dan dianalisis sebagai kontras spekel. Pola spekel dianalisis menggunakan software imageJ dan diperoleh karakterisasi histogram distribusi intensitas gray level. Penyinaran dilakukan terhadap buah tomat sebelum dan sesudah direndam larutan formalin dengan variasi konsentrasi 0,001%, 0,005%, 0,01%, 0,05%, 0,1%, 0,5%, 1%, 3%, 4%, 5%, 6%, 8%, 10%, dan variasi waktu perendaman yaitu selama 15 menit dan 30 menit. Secara umum korelasi kontras spekel dengan formalin pada tomat, menunjukkan bahwa formalin terdeteksi dengan perubahan kontras spekel pada buah tomat. Semakin tinggi konsentrasi formalin dan waktu perendaman nilai kontras spekel semakin kecil.

ANALISIS PENGARUH PEMBENGKOKAN PADA ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SISTEM SENSOR SERAT OPTIK

Peslinof, Mardian, Harmadi, Harmadi, Wildian, Wildian

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.759 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.38-43.2013

Abstract

Telah dirancang sistem sensor serat optik untuk mengukur tingkat kekeruhan air dengan model U-system. Rancangan sistem terdiri dari pemancar berupa LED merah (660 nm), serat optik FD 620 10, fotodetektor OPT101, mikrokontroler ATMEGA32 untuk memproses masukan detektor, dan LCD untuk penampil. Serat optik sepanjang 30 cm dikupas claddingnya pada bagian tengahnya sepanjang 5 cm. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan hasil keluaran dari detektor dari beberapa variasi sudut pembengkokan serat optik terhadap larutan yang telah diketahui nilai kekeruhannya. Pemberian variasi sudut pembengkokan memberikan perbedaan sensitivitas pada pengukuran. Dengan menganalisa nilai keluaran sensor akibat pembengkokan, didapatkan besarnya rugi daya yang dialami sensor sebanding dengan besarnya sudut pembengkokan yang diberikan. Semakin besar sudut yang diberikan maka akan semakin tinggi sensitivitas pengukuran, namun terdapat suatu keadaan dimana apabila sudut diperbesar lagi maka sensitivitasnya berkurang.

KARAKTERISASI ZnO DIDOPING TIO2 UNTUK DETEKTOR LPG

Basthoh, El, -, Elvaswer, -, Harmadi

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.295 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.11-15.2013

Abstract

Detektor LPG dibuat berbentuk pelet dari bahan ZnO yang didoping dengan TiO2. Pembuatan pelet dimulai dengan kalsinasi, penggerusan, kompaksi dan sintering. Pemberian doping mempengaruhi nilai I-V, sensitivitas, dan terbentuknya bahan baru. Perubahan nilai I-V yang besar pada pelet ZnO yang didoping 3% TiO2 membuat nilai sensitivitasnya meningkat. Nilai sensitivitas tertinggi dari lingkungan udara ke lingkungan LPG yang di dapat sebesar 3,0769. Pada data XRD dengan penambahan doping 9% sudah terbentuk senyawa baru Zn2TiO4.

PENGARUH KONSENTRASI CTAB DALAM SINTESIS NANOPARTIKEL TIO2 UNTUK APLIKASI SEL SURYA MENGGUNAKAN METODE SOL GEL

Fahyuan, Helga Dwi, Dahlan, Dahyunir, -, Astuti

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.464 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.16-23.2013

Abstract

Sintesis nanopartikel TiO2 dari prekursol TiCl4 dan methanol dengan variasi penambahan surfaktan CTAB telah dilakukan dengan metode sol gel. Variasi penambahan konsentrasi CTAB dilakukan pada konsentrasi 0; 0,5; 1; 1,5 dan 2 mM. Karakterisasi XRD menunjukkan ukuran kristal TiO2 yang dihasilkanberturut-turut adalah 36,60; 32,15; 29,15; 30,11; 31,65 nm untuk variasi penambahan konsentrasi CTAB. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan CTAB mempengaruhi ukuran kristal dan terdapat konsentrasi CTAB optimum untuk memperkecil ukuran kristal yaitu pada penambahan 1 mM. Pengamatan tentang fase kristal menunjukkan bahwa sampel memiliki fase dominan yaitu fase anatase yang sesuai untuk aplikasi DSSC. Karakterisasi morfologi dilakukan menggunakan SEM, memperlihatkan morfologi yang berbeda untuk masingmasing konsentrasi CTAB.

KARAKTERISASI SIFAT MAGNET DAN KANDUNGAN MINERAL PASIR BESI SUNGAI BATANG KURANJI PADANG SUMATERA BARAT

Afdal, Afdal

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.89 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.24-30.2013

Abstract

Sifat magnet yang ditentukan pada penelitian ini adalah suseptibilitas magnetik dan kandungan mineral pasir besi. Persentase massa pasir besi yang terdapat di dalam pasir di lokasi penelitian tidak merata dengan nilai berkisar antara 5,01% dan 20,26%. Jumlah ini lebih kecil dibanding persentase rata-rata pasir besi dari daerah pantai Padang. Suseptibilitas magnetik pasir besi pada daerah penelitian berkisar antara 4,921x10-5m3kg-1 dan 56,020x10-5m3kg-1 yang masuk kelompok ferromagnetik, dan nilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan yang diperoleh dari pasir pantai. Dari hasil pengukuran menggunakan x-ray diffractometer diketahui bahwa mineral yang terdapat dalam pasir besi di lokasi penelitian adalah albite (NaAlSi3O8). Selain itu, juga ditemukan mineral lain yai tu magnetite (Fe 3O4 ), quartz (SiO2 ), halloysite (Al2Si2O5(OH)4 2H2O), saponite (CaO2Mg 3(SiAl)4O10(OH)24H2O) dan pyrophyllite (Al2O3 4SiO2 H2O).

Page 1 of 1 | Total Record : 6