JURNAL ILMU FISIKA | UNIVERSITAS ANDALAS
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA" : 6 Documents clear
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MAGNET PERMANEN BAO.(6-X)FE2O3 DARI BAHAN BAKU LIMBAH FE2O3

Handani, Sri

Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.095 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.1-9.2011

Abstract

Telah dilakukan pembuatan keramik magnet Barium-Ferite (BaO.(6-x)Fe2O3) dari bahan baku BaCO3 dan Fe2O3 dengan metode metalurgi serbuk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel komposisi (BaO.6,5Fe2O3, BaO.6Fe2O3, dan BaO.5,5Fe2O3) dan suhu sinter (1000 °C, 1050 °C, 1100 °C, 1150 °C, 1200 °C) terhadap densitas, porositas, kuat medan magnet dan titik kritis bahan magnet yang diperoleh. Nilai densitas tertinggi yang diperoleh adalah pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 4,383 g/cm3 pada suhu sinter 1200 °C, dan densitas terendah pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 3,444 g/cm3 pada suhu sinter 1000°C. Nilai porositas tertinggi diperoleh pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 35,490% pada suhu sinter 1000°C dan porositas terendah pada sampel BaO.6Fe2O3 yaitu 12,720% pada suhu sinter 1200°C. Dari hasil pengukuran kekuatan magnet menunjukkan bahwa kuat medan magnet tertinggi pada sampel BaO.5,5Fe2O3 yaitu 420 Gauss pada suhu sinter 1100°C, sedangkan kuat medan magnet terendah diperoleh 120 Gauss pada bahan BaO.6,5Fe2O3 untuk suhu sinter 1200 °C. Kuat magnet untuk sampel BaO.6Fe2O3 hilang pada suhu 500 °C, sedangkan untuk bahan BaO.6,5Fe2O3 dan BaO.5,5Fe2O3 titik kritis terjadi pada suhu 550 °C.

KOMPUTASI PARALEL PERSAMAAN DIFUSI NEUTRON PADA REAKTOR CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN INTEL THREADING BUILDING BLOCKS

Taufiq, Imam

Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.183 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.38-47.2011

Abstract

Telah dilakukan perhitungan persamaan difusi neutron 2-dimensi secara paralel dengan menggunakan persamaan Jacobi. Meskipun dikenal lebih lambat dibandingkan dengan algoritma SOR, namun iterasi Jacobi sangat mudah diparalelisasi. Program ditulis dalam bahasa C++ dengan bantuan program Intel Threading Building Blocks. Hasil running program menunjukkan bahwa program yang dibuat bersifat scalable, baik pada prosesor single-core maupun multi-core. Nilai speedup sebanding dengan jumlah core yang digunakan. Untuk prosesor dengan jumlah core 2, dicapai nilai speedup 1,51 sedangkan untuk prosesor dengan jumlah core 4 nilai speedup-nya adalah 3,09.

PENGARUH PENAMBAHAN BKT PADA PIEZOELEKTRIK RAMAH LINGKUNGAN BI0,5NA0,5TIO3-BATIO3-BI0,5K0,5TIO3 (BNT-BT-BKT)

Mahyudin, Alimin

Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.552 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.10-15.2011

Abstract

Proses sintesis BNT-BT-BKT telah dilakukan dengan menggunakan metode solid state reaction. Sintesis BNT-BT dengan penambahan % mol BKT yaitu 2%, 5%, 8%, 15% juga mendapatkan struktur perovskite dengan komposisi yang optimal pada penambahan 5% mol BKT. Pola difraksi XRD pada bahan BNT-BT dengan penambahan % mol BKT menunjukkan adanya perubahan puncak-puncak yang tumpang tindih dari (200) rhombohedral menjadi (200) dan (002) dari tetragonal. Daerah perubahan fasa ini dikenal dengan MPB yang terjadi pada komposisi penambahan BKT 2%. Penambahan bahan dopan BKT ke BNT-BT menunjukkan perubahan pola difraksi sinar-x dengan pergeseran sudut 45° - 47°. Mikrograph SEM, menunjukkan penambahan 2% BKT pada BNT-BT memiliki bentuk partikel seperti jarum dengan panjang rata-rata 1,608 – 2,589 μm.

ANALISIS GELOMBANG AKUSTIK PADA PAPAN SERAT KELAPA SAWIT SEBAGAI PENGENDALI KEBISINGAN

-, Elvaswer

Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.91 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.16-22.2011

Abstract

Telah dilakukan pengukuran koefisien penyerapan bunyi dari papan komposit serat kelapa sawit dengan lem Polyvinyl Acetole (PVAC) sebagai matrik. Pengukuran dilakukan menggunakan metode tabung dimana perbandingan amplitudo maksimum dan amplitudo minimum dapat ditentukan. Hasil penelitian didapatkan bahwa komposisi matriks yang berbeda dapat mengubah koefisien penyerapan bunyi dan impedansi akustik. Penambahan matriks mengakibatkan penurunan koefisien penyerapan bunyi akustik. Koefisien penyerapan bunyi yang tertinggi adalah 0,96 pada frekuensi 600 Hz dengan komposisi 15 g serat kelapa sawit dan 47 g matriks. Sedangkan koefisien penyerapan bunyi terendah adalah 0,75 dengan komposisi 15 g serat kelapa sawit dan 54 g matriks. Limbah kelapa sawit sangat potensial untuk dijadikan material akustik sebagai pengendali kebisingan.

PEMBUATAN SEL FOTOVOLTAIK PASANGAN CuO/Cu DAN CuO/STAINLESS STEEL DALAM BENTUK TUNGGAL DAN SERABUT MELALUI METODA PERENDAMAN DENGAN NaOH

Tetra, Olly Norita

Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.364 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.23-31.2011

Abstract

The research about Photovoltaic cell of CuO/Cu and CuO/Stainless steel in single and fiber made by NaOH submersion method by using KCl electrolyte has been done. In this research, the KCl solution is used with different concentrations. The measurement of intensity and voltage is done before and after the Photovoltage cell is radiated by the sun light for approximately 5 minutes. The optimum concentration obtained is 0,3 M. The highest value for intensity and voltage is obtained on fiber CuO/Cu electrodes with the values are 0,364 mA and 0,170 V, measured at 11.00 – 12.00 in the noon. The length time of submersion of Cu electrode with NaOH to is affecting the intensity and voltage of CuO production, submerging in relatively optimal in 24 hour. The Photovoltaic cell can be used with or without the sun light, with the voltage being produced is 0,109 mA for fiber CuO/Cu electrodes. CuO/Cu electrodes and Stainless steel CuO/Cu electrodes can be used on Photovoltaic cell.

PENGARUH FISISORPSI ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH

Muttaqin, Afdhal

Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.095 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.32-37.2011

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan zeolit alam teraktivasi sebagai penyerap (adsorben) dalam proses pembuatan biodiesel berbahan dasar minyak jelantah. Pembuatan biodiesel menggunakan minyak jelantah menggunakan prosedur standar. Untuk melihat pengaruh zeolit alam teraktivasi sampel diberikan beberapa perlakuan yang berbeda, perlakuan TZ (Tanpa Zeolit), biodiesel TA (Tanpa Aktivasi) yang menggunakan zeolit alam sebagai adsorben namun tanpa aktivasi, biodiesel A1 100 yang menggunakan zeolit alam yang telah diaktivasi selama satu jam pada temperatur 100oC, serta biodiesel A2 100, A1 150, A2 150, A1 200 dan A2 200. Semua sampel dikarakterisasi dengan menggunakan uji sifat fisik yaitu kerapatan relatif, viskositas kinematik, densitas dan uji korosi terhadap lempeng tembaga mengacu pada standar ASTM dan Dirjen Migas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit alam yang telah diaktivasi secara fisika terbukti mampu meningkatkan kualitas biodiesel dari minyak jelantah. Biodiesel yang memenuhi standar untuk semua pengujian adalah A2 150, A1 200 dan A2 200.

Page 1 of 1 | Total Record : 6