JURNAL ILMU FISIKA | UNIVERSITAS ANDALAS
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA" : 7 Documents clear
Analisis Pengaruh Asam Laurat Terhadap Struktur Dan Ukuran Kristal Nanopartikel Fe3O4

Astuti, Astuti, Kurniaan, Rengga Adit, Mairoza, Ayu, Yanti, Winda Rahayu Okta

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.644 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.89-93.2018

Abstract

Penelitian ini adalah sintesis nanopartikel Fe3O4 dari batuan besi menggunakan metode kopresipitasi dengan penambahan asam laurat sebagai zat aditif. Variasi massa asam laurat yang diberikan adalah 0, 10 g, 30 g, 40 g, dan 50 g. Karakterisasi sampel yang dilakukan yaitu menentukan struktur dan ukuran kristal menggunakan XRD (X-Ray Difractometer. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan peningkatan FWHM, yang mengindikasikan terjadinya penurunan ukuran kristal berturut-turut yaitu 54,4 nm;   46,0 nm; 31,9 nm; 29,5;  dan 20,2 nm. Sedangakan sistem kristal nanokristal Fe3O4secara umum  adalah cubic. Kata kunci: asam laurat, kopresipitasi, nanokristal Fe3O4,

Rancang Bangun Sistem Keamanan Menggunakan Sensor Passive Infra Red (PIR) Dilengkapi Kontrol Pendingin Ruangan Berbasis Arduino Uno Dan Real Time Clock

Andriani, Titi, Hidayatullah, Muhammad, Ikbal, Muhammad

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.858 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.94-102.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat sebuah sistem yang berfungsi menjaga fasilitas yang ada di dalam laboratorium berupa komputer dan perangkat lainnya. Kontrol sistem pendingin ruangan diperlukan untuk mengatur penggunaan energi listrik yang sesuai dengan waktu pemakaian laboratorium. Sistem ini bekerja berdasarkan pada penjadwalan dan keluaran dari sensor Passive Infra Red (PIR). Sistem penjadwalan mengatur jadwal pada sistem, mengaktifkan sistem keamanan atau sistem kontrol pendingin ruangan. Sensor PIR berguna untuk mendeteksi keberadaan orang dalam ruangan dan keluaran dari sensor PIR dijadikan sebagai masukan pada Arduino Uno. Arduino mengontrol tindakan yang akan dilakuan yaitu sistem aktif (on) atau sistem mati (off). Pada pukul 08.00 hingga pukul 17.00 sistem mengaktifkan kontrol pendingin dan pada pukul 17.00 hingga pukul 08.00 sistem mengaktifkan keamanan ruangan dengan memanfaatkan relay sebagai saklar otomatis. Kata Kunci: Keamanan, Laboratorium, Sensor PIR, Arduino Uno.

Analisis Anomali Geomagnetik Ultra Low Frequency (ULF) Sebagai Prekursor Gempa Bumi Pada Gempa Sumatera 2016

Yusdesra, Osi, Namigo, Elistia Liza, Mega Y, Dian

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4058.776 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.64-72.2018

Abstract

Penelitian tentang anomali sinyal geomagnetik ultra low frequency (ULF) sebagai prekursor gempa telah dilakukan pada 3 gempa besar yang terjadi di Pulau Sumatera tahun 2016. Gempa tersebut adalah gempa Mentawai (Mw=7,8) pada tanggal 2 Maret, gempa Pesisir Selatan (Mw=6,5) pada tanggal 1 Juni dan gempa Pidie Jaya (Mw=6,5) pada tanggal 6 Desember. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data geomagnetik yang direkam oleh magnetometer MAGDAS di stasiun pengamatan Gunung Sitoli (GSI), Sumatera Utara. Data geomagnetik yang dianalisis memiliki rentang waktu 2 bulan sebelum kejadian gempa. Data ini diolah pada frekuensi 0,012 Hz. Anomali ditentukan berdasarkan nilai polarisasi power ratio SZ/SH yang melewati batas standar deviasi. Anomali yang terdeteksi kemudian divalidasi dengan data indeks Dst dan indeks Kp. Validasi dilakukan untuk memastikan bahwa anomali merupakan prekursor gempa bumi yang sedang diteliti. Hasil analisis menunjukkan terdapat anomali sinyal eletromagnetikik (ULF) yang terjadi sebelum kejadian gempa bumi. Sebelum kejadian gempa Mentawai terdeteksi 31 anomali, 10 diantaranya dapat dianggap sebagai prekursor gempa. Onset time anomali untuk gempa ini terjadi pada tanggal 19 Februari dengan lead time 12 hari sebelum gempa. Untuk gempa Pesisir Selatan terdeteksi 5 dari 28 anomali yang dapat dijadikan sebagai prekursor gempa dengan onset time pada tanggal 15 Mei dan lead time anomali 17 hari sebelum gempa . Kemudian, terdapat 36 anomali sebelum gempa Pidie Jaya, dimana ada 8 anomali yang dapat dijadikan sebagai prekursor gempa. Gempa ini memiliki onset time yang terjadi pada tanggal 13 November  dan lead time 24 hari sebelum gempa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengamatan prekursor gempa untuk gempa di Sumatera (Mw>6) menggunakan anomali sinyal geomagnetik ULF mempunyai lead time dalam rentang 12-24 hari sebelum gempa terjadi. Kata kunci: prekursor gempa, anomali sinyal geomagnetik, Ultra Low Frequency (ULF),    MAGDAS, polarisasi power ratio, gempa Sumatera

Analisis Kecocokan Nilai Percepatan Tanah Kota Padang Berdasarkan Perhitungan Secara Empiris Dengan Data Percepatan Tanah Dari Akselerograf Yang Terpasang Di Stasiun Maritim Teluk Bayur Padang

Pujiastuti, Dwi, Gustiana, Fitri, Minangsih, Maya, Arifin, Hamdy

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.639 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.103-112.2018

Abstract

Telah dilakukan perhitungan beberapa nilai percepatan tanah kota Padang akibat gempa bumi dari Segmen Mentawai dari beberapa persamaan empiris yang divalidasi   dengan data percepatan tanah dari akselerograf yang terpasang di Stasiun Maritim Teluk Bayur Padang. Data gempa yang digunakan adalah data gempa dari  Segmen Mentawai dari tahun 2013 – 2017 yang terekam di akselerograf  Stasiun Maritim Telukbayur Padang. Digunakan 4 rumusan empiris, yaitu Mc.Guire, Fukushima-Tanaka, Esteva, dan Donovan. Hasil validasi menunjukkan bahwa rumusan Fukushima-Tanaka merupakan rumusan paling cocok  digunakan untuk Kota Padang dengan persentase kesalahan rata-rata terendah sebesar 51%, sedangkan 3 rumusan lainnya mempunyai persentase kesalahan rata-rata yaitu Mc.Guire 396%, Esteva 74%, dan Donovan 861%. Kata kunci :  Gempa bumi, percepatan tanah, akselerograf, persamaan empiris

Karakteristik Ketinggian Melting Layer di Indoneisa Berdasarkan Radar Hujan Yang Terpasang di Satelit TRMM

Dwianda, Rany Audia, Marzuki, Marzuki

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.436 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.73-82.2018

Abstract

Ketinggian melting layer atau freezing level height (FH) di Indonesia telah diteliti melalui data radar hujan yang terpasang di satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM). Data yang digunakan adalah data TRMM 2A25 versi 7 selama 2011-2013. Nilai FH dari TRMM dibandingkan dengan nilai yang direkomendasikan oleh model ITU-R P.839. FH di Indonesia memiliki variasi musiman dan diurnal yang signifikan. Rata-rata bulanan FH menunjukkan pola bimodal dengan dua puncak dan dua lembah, mirip dengan pola curah hujan dan temperatur permukaan air laut di Indonesia. Puncak FH teramati pada bulan-bulan basah (musim hujan) ketika temperatur permukaan air laut tinggi. Nilai FH mencapai puncaknya pada sore hari yaitu sekitar jam 18-19 waktu setempat. Adanya perbedaan pola FH antara darat dan laut yang menandakan adanya pengaruh sirkulasi darat-laut (land-sea breezes). Pada dini dan pagi hari, hujan dengan FH > 5 km tidak teramati di daratan tetapi pada siang dan sore hari jumlahnya meningkat, terutama di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Nilai FH tertinggi yang teramati dalam penelitian ini adalah 5,55 km yang teramati pada 2013, dan nilai terendah adalah 4,40 km, yang teramati pada 2012. Sebagian besar hujan yaitu sekitar 82% dari total data, memiliki FH lebih rendah dari yang direkomendasikan oleh ITU-R P.839 (5 km). Dengan demikian, model ITU-R menakar FH lebih tinggi dari semestinya. Selain itu, asumsi nilai FH yang konstan (5 km) dalam model ITU-R juga tidak tepat karena nilai FH di Indonesia menunjukkan variasi diurnal dan musiman yang signifikan. Kata kunci : melting layer, Indonesia, TRMM-PR, ITU-R P.839, variasi diurnal, variasi musiman 

Portable Electronic Nose Sebagai Instrumen Untuk Diskriminasi Aroma Kopi Robusta Jawa Dan Robusta Sumatera Yang Terkorelasi Dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry

Arimurti, Yesiana, Triyana, Kuwat, Anggrahini, Sri

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.28 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.113-124.2018

Abstract

Kualitas kopi sangat dipengaruhi oleh aromanya. Sedangkan aroma kopi dapat diperngaruhi oleh banyak faktor, salah satunya daerah asal kopi. Oleh karena itu, instrumen uji aroma sangat dibutuhkan terutama untuk kendali mutu pada saat proses pengolahannya. Dalam penelitian ini, aroma kopi diuji menggunakan electronic nose yang hasilnya dikorelasi dengan gas chromatography mass spectrometry (GC-MS). Biji kopi jenis robusta yang berasal dari Pulau Jawa (DIY) dan Sumatera digunakan sebagai sampel uji. Penyangraian (roasting) dilakukan selama 20 menit pada suhu 210 °C. Setelah proses roasting, selanjutnya biji kopi dihaluskan menjadi bubuk dengan grinder. Pola respon masing-masing sensor gas dalam electronic nose terhadap setiap sampel bubuk kopi, direkam. Kemudian dilakukan ekstraksi ciri dengan menggunakan dua metode, yakni ekstraksi ciri gradien dikalikan dengan nilai puncak dan ekstraksi nilai rerata. Principle Component Analysis (PCA), diterapkan untuk proses diskriminasi aroma bubuk kopi. Hasil analisa GCMS menunjukkan bahwa ada perbedaan senyawa aromatik yang terdeteksi antara kopi robusta yang berasal dari pulau Jawa dan dari pulau Sumatera. Hasil ini terkorelasi dengan hasil diskriminasi aroma kopi robusta dengan menggunakan electronic nose. Selanjutnya, electronic nose mempunyai potensi digunakan pada industri kopi sebagai instrumen untuk keperluan kendali mutu selama proses pengolahan. Kata kunci: kopi robusta Jawa, robusta Sumatera, aroma, electronic nose, GC-MS

Analisis Keluaran Berkas Radiasi Sinar-X Pesawat Terapi LINAC Berdasarkan TRS 398 IAEA Pada Fantom Air Di Instalasi Radioterapi RS Universitas Andalas

Milvita, Dian, Mahyudin, Alimin, Vadila, Mona

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.267 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.83-88.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis keluaran berkas sinar-X pesawat terapi linear acceleration (LINAC) pada fantom air.  Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat terapi LINAC selama digunakan dengan mengacu pada nilai 1 cGy sama dengan 1 MU.  Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis muatan yang ditangkap oleh detektor ionisasi chamber dengan faktor koreksi suhu, tekanan, efek polaritas dan rekombinasi ion.  Penelitian dilakukan dengan variasi energi 6 MV dan 10 MV dengan ukuran luas lapangan penyinaran (10 x 10) cm dan teknik penyinaran Source to Surface Distance (SSD) 100 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada berkas sinar-X energi 6 MV dan 10 MV didapatkan nilai keluaran per 1 MU sebesar 1,026 cGy dan 1,025 cGy dengan deviasi pengukuran 2,60 % dan 2,56 %, nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran yaitu ± 3 %.  Dengan demikian, keluaran berkas radiasi sinar-X pesawat terapi LINAC di Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) telah sesuai standar TRS 398 IAEA.Kata kunci: berkas sinar-X, fantom air, LINAC, RS Unand

Page 1 of 1 | Total Record : 7