cover
Contact Name
Fitri Handajani
Contact Email
medical.journal@hangtuah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ithonk.metz@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Hang Tuah Medical journal
ISSN : 16931238     EISSN : 25984861     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Hang Tuah Medical Journal is medical journal which is publish regulary every 6 month in Mei and November. This journal is online version of Hang Tuah medical journal with print issn number 1693-1238 and electronic ISSN number 2598-4861. The articles publishes in areas such as: Biomedicine, Biomedical Engineering, Healthcare and Pharmaceuticals, epidemiology, infections, biochemistry, molecular biology, applied microbiology, cellular physiology, cellular nutrition in health and disease, public health and biochemical engineering. Original scientific researches, timely reviews, short communications, and letters to the editor related to the research and practice of Hang Tuah Medical journal are encouraged. At present, there is no page charge for this journal.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 2 (2018)" : 9 Documents clear
Pengaruh Pemberian Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Jumlah Eritrosit Mencit (Mus musculus L.) Jantan BALB/c yang Diinokulasi Plasmodium Berghei Anka AVISHA, AZARINE NEIRA; UTAMI, PRAWESTY DIAH
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.71

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling penting di negara tropis karena dapat menyebabkan anemia berat dan kematian. Dewasa ini, penatalaksanaan untuk malaria sendiri semakin terbatas karena adanya resistensi[O11] . Oleh sebab itu, diperlukan adanya penemuan senyawa baru untuk menanggulanginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)  terhadap jumlah eritrosit mencit (Mus musculus L.) jantan BALB/c yang diinokulasi Plasmodium berghei ANKA. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan desain post-test only control group dengan menggunakan lima kelompok mencit. Satu kelompok mencit dibiarkan normal sedangkan empat kelompok lain diinokulasi Plasmodium berghei ANKA, dimana satu kelompok diberi aquades dan tiga kelompok diterapi ekstrak temulawak  (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan dosis 150 mg/KgBB, 100 mg/KgBB, dan 50 mg/KgBB selama empat hari. Pada hari kelima dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui jumlah eritrosit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata jumlah eritrosit mencit (Mus musculus L.) jantan BALB/c yang diinokulasi Plasmodium berghei ANKA dandiberi ekstrak rimpang temulawak  (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)dengan dosis 150 mg/KgBB dan 50 mg/KgBB menurun secara tidak bermakna. Sedangkan rerata jumlah eritrosit mencit (Mus musculus L.) jantan BALB/c yang diinokulasi Plasmodium berghei ANKA dan diberi ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)  dengan dosis 100 mg/KgBB menurun bermakna (p=0,004). Kata Kunci: Malaria, temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Eritrosit, Plasmodium berghei ANKA. [O11]Resistensi terhadap apa?
Deteksi Penyebab Retardasi Mental pada Keluarga Penyandang Retardasi Mental di Desa Padangan Kediri SETIJOWATI, EVA DIAH; SIMAMORA, DORTA; WULANDARI, RETNO DWI
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.68

Abstract

AbstrakLatar Belakang Masalah: Di desa Padangan kecamatan Kayenkidul Kabupaten Kediri, banyak dijumpai keluarga dengan beberapa anggota keluarga merupakan penyandang retardasi mental. Penelitian awal pada 15 siswa SLB Pelita Hati tempat anak-anak desa Padangan menempuh pendidikan ditemukan adanya siswa dengan trisomi 21, sindroma Triple X dan siswa dengan kecurigaan sindroma FragileX Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kromosom dan adanya pemanjangan pengulangan CGG gen FMR1 pada keluarga dengan lebih dari satu anggota keluarga yang merupakan penyandang retardasi mental.Metode: Analisis sitogenetik dan analisis PCR untuk melihat pemanjangan pengulangan CGG pada gen FMR1.Hasil: Dari 12 orang (siswa dan orang tuanya), terdapat dua orang dengan inversi perisentris kromosom 9 dan satusiswa dengan sindroma Down.Kesimpulan:Terdapat satu siswa dengan kelainan jumlah kromosom, serta satu siswa dan orang tuanya (ayah) yang disertai dengan kelainan struktur kromosom;Tidak ditemukan kelainan pada gen FMR1 penyebab fragile X syndrome pada siswa maupun keluarganya.Kata kunci: Mental retardasi, sitogenetika, analisa molekuler
Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Petai (Parkia speciosa) Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Paracetamol INDINA, FAIS ZATUN
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.63

Abstract

Latar Belakang : Parasetamol adalah obat analgesik dan antipiretik, bila digunakan dalam dosis berlebihan atau dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek toksik pada hepar dan dapat menyebabkan kematian sel atau nekrosis sel hepar. Ekstrak biji petai (Parkia speciosa) memiliki senyawa flavonoid yang merupakan antioksidan Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji petai (Parkia speciosa) terhadap gambaran histopatologi  hepar tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang diinduksi paracetamol.  Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post-test only control group menggunakan 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok kontrol positif yang diberi diet pakan standart, aquades dan  paracetamol 9 mg/ ekor/ hari secara sonde per oral; kelompok perlakuan 1 yang diberi ekstrak biji petai; dan kelompok perlakuan 2 yang diberi ekstrak biji petai (Parkia   speciosa ) 7,2 mg/ ekor/ hari dengan paracetamol 9 mg/ ekor/ hari 45 menit setelahnya. Penelitian dilakukan selama 14 hari, kemudian hepar diambil pada hari ke 15 dan dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik.Selanjutnya data dianalisa menggunakan IBM SPSS versi 23 dengan metode Kruskal-Wallis. Hasil : Uji Kruskal-Wallis menunjukkan hasil yang signifikan, uji Mann Whitney menunjukkan adanya pasangan yang memiliki pengaruh yaitu kontrol positif terhadap perlakuan 1 dan kontrol positif terhadap perlakuan 2, hal ini bisa dilihat dari nilai signifikansi p< α (0,05). Namun juga terdapat perbandingan yang menunjukkan tidak adanya pengaruh yaitu pada perlakuan 1 terhadap perlakuan 2. Kesimpulan: Pemberian ekstrak biji petai (Parkia speciosa)  berpengaruh menurunkan skala kerusakan sel hepar  pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang diinduksi paracetamol. Kata kunci : Biji petai (Parkia speciosa), Paracetamol, GambaranHistopatologi Hepar.
Pengaruh Profilaksis Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap Kadar Malondialdehida Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Karagenan DINANTI, BRILIAN; HANDAJANI, FITRI
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.66

Abstract

Liver is an organ with complex metabolism. When the liver is inflamed, cellular immunity will defend against inflammatory agents by stimulating immune cells to produce reactive oxygen species (ROS). Excessive ROS accumulation cause oxydative stress with increased  liver malondialdehyde (MDA) level. Some researches showed that purple sweet potato contain flavonoids (anthocyanins) that functioned as antioxydants. This study aimed to show the prophylactic effect of purple sweet potato extract to the liver MDA level of male Wistar rats induced by carrageenan.This study used post-only control group method using 18 male Wistar rats divided into 3 groups: group of rats without treatment, group of rats induced by 0,1 ml of 1% carrageenan by intraplantar injection on day-8, and group of rats given with 872 mg/kgBW of purple sweet potato extract for 7 days and induced by 0,1 ml of 1% carrageenan. In the end of the study, the liver MDA levels were measured by Thio-Barbituric Acid method on each groups.The results of One-Way ANOVA test showed there was no significant difference (p = 0,290) between group of rats without treatment (x̅= 207,50) and group of rats induced by carrageenan (x̅=233,17). Then, there is no significant difference (p = 0.978) between group of rats induced by carrageenan and group of rats given with prophylactic purple sweet potato extract and induced by carrageenan (x̅= 232,50).The conclusion of this study is giving intraplantar injection of carrageenan can increase liver MDA level insignificantly and giving prophylactic purple sweet potato extract has an effect to decrease the liver MDA level of rats induced by carragenan insignificantly because it contains anthocyanins as antioxidants. Keywords: Liver, Ipomoea batatas L., Malondialdehyde, Anthocyanins
Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Petai (Parkia speciosa) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Bagian Tubulus Proksimal Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Paracetamol DEVIANA, AVINDA
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.70

Abstract

Paracetamol, which is one of the NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) is widely used by the wider community as a therapeutic and pain-reducing therapy. In addition to its many uses, paracetamol can cause a variety of serious toxicities, including nephrotoxicity. Bitter bean extract (Parkia speciosa) has a flavonoid compound which is an antioxidant. This was a laboratory experimental study with post-test only control group design using 24 rats divided into 3 groups. Positive control group fed with standard diet, aquades and bitter bean extract (Parkia speciosa); each rat in the treatment group 1 was induced with paracetamol 9 mg / day orally; and each rat in the treatment group 2 was given bitter bean extract (Parkia speciosa) 7,2 mg / day induced paracetamol 9 mg / day after 45 min. The kidneys were taken by surgery on the 15th day and microscopically examined. The data were analyzed using IBM SPSS version 23 with Kruskal-Wallis method.
Hubungan Pengetahuan dan Status Gizi dengan Kadar Hemoglobin dan Kebugaran Jasmani Atlet RAHFILUDIN, MOHAMMAD ZEN; ARUBEN, RONY; SETIAPUTRI, KARINTA ARIANI
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.73

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari secara efektif dan efisien. Kebutuhan zat gizi bagi atlet sangat penting karena digunakan untuk intensitas latihan dan kinerja organ yang berat, terlebih pada atlet anak-anak yang kebutuhan gizinya juga digunakan untuk tumbuh kembang Atlet juga perlu menjaga kadar hemoglobin tetap optimal untuk mempertahankan performa selama pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, konsumsi zat gizi dan persentase lemak tubuh dengan kadar hemoglobin dan kebugaran jasmani pada atlet renang di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 18 atlet renang di PPLOP dan Klub Renang TCS Semarang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan (p = 0,293) asupan Fe (p = 0,330), vitamin C (p = 0,105), protein (p = 0,645) dan serat (p = 0,089) dengan kadar hemoglobin. Tidak ada hubungan kadar hemoglobin (p = 0,167) dan persentase lemak tubuh (p = 0,098) dengan kebugaran jasmani atlet renang. Penelitian ini merekomendasikan agar atlet dapat meningkatkan pengetahuan terkait sumber makanan bergizi sesuai kebutuhan tubuh serta menjaga kebugaran jasmani agar dapat memberikan performa maksimal saat latihan maupun pertandingan.
The Effect of Bakiko (Spinach- Chitosan- Collagen) Membrane on Total Fibroblast in Burn Wound Grade II ISLAMI, SHOFI IQDA; MUNAWIR, AL; ASTUTI, IDA SRI SURANI WIJI
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.43

Abstract

Background: According to WHO data in 2016, every year, about 265,000 deaths occurred due to burns and 38% of burn patients got pathological scars due to delayed wound healing. Glutamine, vitamin C, and linoleic acid in spinach play an important role in wound healing by increasing the formation of granulation tissues including increasing the proliferation of fibroblasts. Chitosan-collagen dressings can also increase the formation of granulation tissue. Increased proliferation of fibroblasts will increase extra cellular matrix synthesis so that the wound heals quicker. The purpose of this research is to explain the effect of merging Spinach-Chitosan-Collagen (Bakiko) as membrane form on total fibroblas in healing process of second degree burns. Methods: This research is true experimental laboratories with posttest only control group design. The samples were 27 Rattus Novergicus divided into 9 groups: 3 negative control group (without therapy), 3 positive control group (Bioplacenton), and 3 treatment groups (Bakiko membrane). Second degree burns made by contacting the skin to hot metal plates. Bioplacenton was applied daily on wounds while Bakiko membrane is attached to the wound and replaced every 3 days. The tissue retrieval was done after the termination of the animals on the 3rd, 7th, and 21st days post-burn induction. The tissue was made as histopathologic preparations with HE staining then calculated the total fibroblast cells using imageJ software. Data analysis was done using One Way Anova for homogeneous data and Kruskal Wallis for non homogeneous data. Result: One Way Anova and Kruskal Wallis test  showed significant results on the 3rd day (p = 0,000) and 7th day (p = 0.004). Conclussion: There is an effect of Bakiko membrane (spinach- chitosan- collagen) on the total fibroblasts in second degree burns by increasing the number of fibroblast cells at 3rd and 7th day on the proliferation phase of the burn-healing process.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea Americana) Terhadap Kadar Malondialdehida (MDA) Jaringan Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Parasetamol Dosis Tinggi PRATIWI, YUNITA SURYA; PRABOWO, SULISTIANA
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.67

Abstract

Administration of high-dose paracetamol may increase metabolic pathways that produce N-acetyl-p-benzoquinonimine (NAPQI). NAPQI is reactive substance, resulting in hepatic tissue damage and increase liver MDA level. Avocado peel extract contains flavonoids that act as antioxidants so it is expected may decrease liver MDA level of high-dose paracetamol administration.This research used 24 male Wistar rats divided into 3 groups: group of rats fed with standard food, group of rats given paracetamol 1,750 mg/kg BW on day 8, and group of rats given avocado peel extract 1,400 mg/kg/day for 8 days and paracetamol 1750mg/kg BW on day 8. Liver MDA levels were checked on day 9 by thiobarbituric acid (TBA) method.The One-Way ANOVA test showed that the liver MDA level of the group of rats given high dose of paracetamol (=312.38±47.830 nmol/g) was significantly higher (p = 0.001) compared to the liver MDA level of the group of rats fed with standard food (=184.50±57.021 nmol/g). The liver MDA level of group of rats given high-dose paracetamol and avocado peel extract (=268.50±91.834 nmol/g) did not significantly decrease (p =0.213) compared to the liver MDA level of group of rats given high dose of paracetamol (=312.38±47.830 nmol/g).The conclusion of this research showed that high-dose paracetamol significantly increased liver MDA level and avocado peel extract tend to decrease liver MDA level because avocado peel consists flavonoid, hydroxynnamic acid, keratinoid, vitamin C, dan vitamin E that function as antioxidants. Keywords: Paracetamol, MDA, Persea americana
Pengaruh Pemberian Ekstrak Rumput Laut Merah (Kappaphycus alvarezii) terhadap Kadar LDL Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Wistar Yang Diberi Diet Tinggi Lemak SAPUTRI, MENTARI AMENDA; SETIANINGSIH, HERIN
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.47

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Gaya hidup masyarakat terutama dalam mengkonsumsi diet yang tidak sehat dapat meningkatkan kadar LDL yang dapat menyebabkan  penyakit kardiovaskular. Rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) yang banyak dibudidayakan di Indonesia mengandung flavonoid dan triterpenoid yang diduga dapat menurunkan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii)  terhadap kadar LDL pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang diberi diet tinggi lemak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni laboratorik dengan rancangan penelitian Post Test Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang dibagi ke dalam tiga kelompok: kelompok yang diberi diet standar selama 28 hari (K1), kelompok yang diberi diet tinggi lemak selama 28 hari (K2), dan kelompok yang diberi diet tinggi lemak selama 28 hari dan pada hari ke-15 sampai hari ke-28 diberi ekstrak rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) dengan dosis 140mg/200grBB/hari (K3). Hasil analisis statistik One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar LDL yang signifikan antara ketiga kelompok pada penelitian ini (p<0,001). Kadar LDL pada K2 (=16,00±3,29) meningkat secara bermakna dibandingkan dengan K1 (=10,62±1,77). Sedangkan kadar LDL pada K3 (=6,88±2,42) menurun secara bermakna dibandingkan dengan K2. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) berpengaruh terhadap kadar LDL darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang diberi diet tinggi lemak.Kata kunci : diet tinggi lemak, LDL, Kappaphycus alvarezii

Page 1 of 1 | Total Record : 9