Hang Tuah Medical journal
ISSN : 16931238     EISSN : 25984861
Hang Tuah Medical Journal is medical journal which is publish regulary every 6 month in Mei and November. This journal is online version of Hang Tuah medical journal with print issn number 1693-1238 and electronic ISSN number 2598-4861. The articles publishes in areas such as: Biomedicine, Biomedical Engineering, Healthcare and Pharmaceuticals, epidemiology, infections, biochemistry, molecular biology, applied microbiology, cellular physiology, cellular nutrition in health and disease, public health and biochemical engineering. Original scientific researches, timely reviews, short communications, and letters to the editor related to the research and practice of Hang Tuah Medical journal are encouraged. At present, there is no page charge for this journal.
Articles 35 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Jambu Biji (Psidium Guajava) Terhadap Kadar Trigliserida Darah Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Deksametason PUTRI, MARIA EVANE NAVY CAHAYA; PRANITASARI, NITA
Hang Tuah Medical journal Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.387 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v16i1.95

Abstract

Abstract Dexamethasone induction may result in increased of both triglyceride synthesis and VLDL plasma level, which contribute to the increase in triglyceride level. Guava (Psidium guajava) consists flavonoid (quercetin) compounds that can inhibit triglyceride synthesis and decrease blood triglyceride level.MethodeThis research used 24 rats divided into 3 groups: group of rats fed with standard food, group of rats induced by 0.13 mg/kgBW dexamethasone for 14 days starting from day 8, and group of rats induced by 0.13 mg/kgBW dexamethasone for 14 days starting from day 8 and received 3 gr/kgBW guava extract for 21 days. On day 22, blood triglyceride level was measured with glycerol blanking method.ResultThe result of Mann-Whitney U showed that blood triglyceride level of group of rats induced by dexamethasone (=198.25±55.296 mg/dl) was significantly higher (p=0.001) than group of rats fed with standard food (=68.50±16.062 mg/dl). Blood triglyceride level of group of rats induced by dexamethasone and received guava extract (=98.75±26.778 mg/dl) did not significantly decreased (p=0.487) compared to group of rats induced by dexamethasone (=198.25±55.296 mg/dl).ConclusionThe conclusion of this research showed that dexamethasone significantly increased blood triglyceride level and guava extract tend to decrease blood triglyceride level because guava consists flavonoid (quercetin) compounds. Keywords: Psidium guajava, triglyceride, dexamethasone
Pengaruh Pemberian Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Jumlah Eritrosit Mencit (Mus musculus L.) Jantan BALB/c yang Diinokulasi Plasmodium Berghei Anka AVISHA, AZARINE NEIRA; UTAMI, PRAWESTY DIAH
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.671 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.71

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling penting di negara tropis karena dapat menyebabkan anemia berat dan kematian. Dewasa ini, penatalaksanaan untuk malaria sendiri semakin terbatas karena adanya resistensi[O11] . Oleh sebab itu, diperlukan adanya penemuan senyawa baru untuk menanggulanginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)  terhadap jumlah eritrosit mencit (Mus musculus L.) jantan BALB/c yang diinokulasi Plasmodium berghei ANKA. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan desain post-test only control group dengan menggunakan lima kelompok mencit. Satu kelompok mencit dibiarkan normal sedangkan empat kelompok lain diinokulasi Plasmodium berghei ANKA, dimana satu kelompok diberi aquades dan tiga kelompok diterapi ekstrak temulawak  (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan dosis 150 mg/KgBB, 100 mg/KgBB, dan 50 mg/KgBB selama empat hari. Pada hari kelima dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui jumlah eritrosit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata jumlah eritrosit mencit (Mus musculus L.) jantan BALB/c yang diinokulasi Plasmodium berghei ANKA dandiberi ekstrak rimpang temulawak  (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)dengan dosis 150 mg/KgBB dan 50 mg/KgBB menurun secara tidak bermakna. Sedangkan rerata jumlah eritrosit mencit (Mus musculus L.) jantan BALB/c yang diinokulasi Plasmodium berghei ANKA dan diberi ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)  dengan dosis 100 mg/KgBB menurun bermakna (p=0,004). Kata Kunci: Malaria, temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Eritrosit, Plasmodium berghei ANKA. [O11]Resistensi terhadap apa?
Variasi anatomi jumlah tendon musculus extensor antebrachii di laboratorium anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya ISLAM, YOEFAN FAISAL
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.751 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v15i1.10

Abstract

Latar Belakang. Pengetahuan tentang anatomi dan variasi pada tendon ekstensor  dorsum tangan penting untuk anatomist,  juga untuk ahli bedah. Tangan merupakan salah satu organ manusia paling sering terluka. Kontraksi sinergis otot extensor bersama otot flexor penting untuk mencengkram pada objek yang berbeda pada kehidupan. Sehingga diperlukan penelitian otot ekstensor untuk meminimalisir kekeliruan dalam pembedahanTujuan. Untuk mengetahui variasi anatomi jumlah tendon otot ekstensor lengan bawah.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang telah dilakukan di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya pada bulan agustus 2016. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel seluruh preparat basah tangan yang berjumlah 12 preparat basah.tangan manusiaHasil dan Kesimpulan. Variasi jumlah tendon musculus ekstensor digitorum 1 yang berjumlah 1 ada 10 (90,9 %) , berjumlah 2 ada 1 (9,1 %).Jumlah tendon musculus ekstensor digitorum 2 yang berjumlah 1 ada 10 (83,3 %), yang berjumlah 2 ada 2 (16,7 %). Jumlah tendon musculus ekstensor digitorum 3 yang berjumlah 1 ada 1 (8,3 %), yang berjumlah 2 ada 9 (75 %) dan berjumlah 3 ada 2 (16,7 %). Jumlah tendon musculus abductor policis longus (APL) Yang berjumlah 1 ada 11 (91,7 %) sedangkan yang berjumlah 3 ada 1 (8,3 %). Jumlah tendon musculus ekstensor policis brevis (EPB) seluruhnya berjumlah 1. Jumlah tendon musculus ekstensor policis longus (EPL) yang berjumlah 1 ada 11 (91,7 %), yang berjumlah 2 ada 1 (8,3 %). Variasi jumlah tendon musculus ekstensor digiti minimi (EDM) yang berjumlah 1 ada 3 (25 %), yang berjumlah 2 ada 9 (75 %). Dimana yang mempengaruhi penelitian ini adalah usia dan rasKata Kunci: Tendon Ekstensor Lengan Bawah, variasi, anatomi, jumlah,
SGLT-2 Inhibitor: Pilihan Terapi Baru Untuk Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 AMANDARI, EKAJAYA
Hang Tuah Medical journal Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.071 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v16i1.77

Abstract

Penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jumlah penderita DM di Indonesia mengalami peningkatan dari 8,4 juta penderita pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta penderita pada tahun 2030, dimana 90% diantaranya merupakan penderita DMT2. Patofisiologi dari penyakit DMT2 adalah suatu proses yang kompleks dan melibatkan banyak faktor. Konsep ominous octet yang dikemukakan oleh Ralph DeFronzo memegang peranan penting untuk menjelaskan patofisiologi dari DMT2. Ginjal merupakan organ yang memiliki peran signifikan untuk mengendalikan glukosa darah agar tetap dalam batas yang normal, sehingga dipertimbangkan untuk menjadi target terapi obat baru. Sodium  glucose co-transporters (SGLTs) diantaranya SGLT-2 memfasilitasi reabsorbsi glukosa kedalam plasma. Farmakokinetika dari SGLT-2 inhibitor secara umum menunjukkan bioavailabilitas yang baik saat diberikan melalui oral. Diabetes melitus merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK) dan penyakit kardiovaskuler (PKV). Adanya mekanisme penghambatan pada SGLT-2 akan memberikan manfaat terhadap sistem reno-kardiovaskuler melalui penurunan glukosa darah, berat badan, dan tekanan darah. Penghambat SGLT-2 memiliki beberapa efek tambahan yang menguntungkan untuk sindrom metabolik, seperti penurunan berat badan, penurunan tekanan darah (terutama sistolik), serta penurunan asam urat serum
Deteksi Penyebab Retardasi Mental pada Keluarga Penyandang Retardasi Mental di Desa Padangan Kediri SETIJOWATI, EVA DIAH; SIMAMORA, DORTA; WULANDARI, RETNO DWI
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.466 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.68

Abstract

AbstrakLatar Belakang Masalah: Di desa Padangan kecamatan Kayenkidul Kabupaten Kediri, banyak dijumpai keluarga dengan beberapa anggota keluarga merupakan penyandang retardasi mental. Penelitian awal pada 15 siswa SLB Pelita Hati tempat anak-anak desa Padangan menempuh pendidikan ditemukan adanya siswa dengan trisomi 21, sindroma Triple X dan siswa dengan kecurigaan sindroma FragileX Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kromosom dan adanya pemanjangan pengulangan CGG gen FMR1 pada keluarga dengan lebih dari satu anggota keluarga yang merupakan penyandang retardasi mental.Metode: Analisis sitogenetik dan analisis PCR untuk melihat pemanjangan pengulangan CGG pada gen FMR1.Hasil: Dari 12 orang (siswa dan orang tuanya), terdapat dua orang dengan inversi perisentris kromosom 9 dan satusiswa dengan sindroma Down.Kesimpulan:Terdapat satu siswa dengan kelainan jumlah kromosom, serta satu siswa dan orang tuanya (ayah) yang disertai dengan kelainan struktur kromosom;Tidak ditemukan kelainan pada gen FMR1 penyebab fragile X syndrome pada siswa maupun keluarganya.Kata kunci: Mental retardasi, sitogenetika, analisa molekuler
Karakteristik wanita dengan perdarahan uterus abnormal di poli kandungan Rumah Sakit Angkatan Laut dr Ramelan Surabaya tahun 2016 WARDANI, RISKA AULIA
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.371 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v15i1.11

Abstract

Latar Belakang : Perdarahan Uterus Abnormal (PUA) merupakan salah satu penyebab perdarahan abnormal pervaginam pada masa reproduksi wanita. PUA dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu dapat berupa kelainan struktural maupun non struktural. FIGO mengklasifikasikan 9 penyebab PUA disusun sesuai dengan akronim ‘PALM-COEIN’.Metode : Desain penelitian deskriptif retrospektif dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari rekam medis pasien yang telah didiagnosa dengan PUA.Hasil : Terdapat 82 kasus PUA dengan distribusi terbanyak pada kelompok usia 41-50 tahun (48,8%). Kasus PUA terbanyak dengan agama Islam (90,3%), pendidikan terakhir diploma dan sarjana (46,3%), pekerjaan sebagai pegawai negeri yang mencakup PNS, TNI, dan Polri (41,5%), tinggal di kota Surabaya (74,4%), telah menikah (80,5%), Indeks Massa Tubuh normal (65,8%), dan paritas multipara (56,1%). Penyebab terbanyak yang diklasifikasikan dalam PALM-COEIN ialah ovulatory disfunction (37,8%) dan penatalaksaan dengan medikamentosa (73,1%).Kesimpulan : Dari 82 kasus PUA di poli kandungan RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya pada tahun 2016 ditemukan terbanyak pada kelompok usia 41-50 tahun, beragama Islam, pendidikan terakhir diploma dan sarjana, pekerjaan  Pegawai Negeri, tinggal di Kota Surabaya, telah menikah, IMT normal, paritas multipara, penyebab PUA ovulatory disfunction, dan penatalaksanaan medikamentosa.Kata Kunci : Karakteristik, Perdarahan Uterus Abnormal, Sosiodemografi, Klasifikasi PALM-COEIN.
Gambaran Karakteristik Odha Berdasarkan Lingkungan Di Minangkabau Tahun 2018 HANDAYANI, SRI; ARMAN, ELIZA; AGELICA, INGE
Hang Tuah Medical journal Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.834 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v16i1.97

Abstract

Ranah Minang (Provinsi Sumatera Barat) berada pada posisi ke 8 dari 34 provinsi dengan case rate sebesar 18,8 yang berada diatas case rate nasional (17,2). Minang merupakan suku yang berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi kitabullah atau adat yang didasarkan/ditopang oleh syariat agama Islam yang berarti bahwasanya dalam kebudayaan minang kabau norma – norma yang ada dibuatkan berpedoman kepada syariat agama islam yang dianut oleh mayoritas orang minangkabau. Agama islam dalam kitabnya mengharamkan kegiatan zina Seperti LGBT, pengkonsumsian alkohol dan narkoba yang merupakan salah satu media penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah  untuk melihat gambaran karakteristik ODHA berdasarkan lingkungan di Ranah Minang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian di lakukan di Ranah Minang (Provinsi Sumatera Barat). Data dikumpulkan melalui penyebaran koesioner dengan mengunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel 28 ODHA. Data dianalisis secara univariat menggunakan komputer dengan aplikasi SPSSHasil penelitian diperoleh pada lingkungan yang berisiko  yaitu peran teman sejawat yang berisiko sebanyak 96, 4 % pada kasus, Peranan keluarga yang berisiko sebanyak 60,7 %, dan peranan Peranan pemangku adat yang berisiko sehingga dapat mengakibatkan kejadian HIV/ AIDS pada kasus sebanyak 60,7 %.Masih tingginya perilaku berisiko bagi ODHA baik dari segi lingkungan baik dari penan teman sebaya, keluarga maupun peran ninik mamak. Diharapkan lingkungan sekitar ODHA termasuk dalam hal yang penting dalam penanganan kejadian HIV/ AIDS ini di Ranah minang.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Petai (Parkia speciosa) Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Paracetamol INDINA, FAIS ZATUN
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.945 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v15i2.63

Abstract

Latar Belakang : Parasetamol adalah obat analgesik dan antipiretik, bila digunakan dalam dosis berlebihan atau dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek toksik pada hepar dan dapat menyebabkan kematian sel atau nekrosis sel hepar. Ekstrak biji petai (Parkia speciosa) memiliki senyawa flavonoid yang merupakan antioksidan Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji petai (Parkia speciosa) terhadap gambaran histopatologi  hepar tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang diinduksi paracetamol.  Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post-test only control group menggunakan 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok kontrol positif yang diberi diet pakan standart, aquades dan  paracetamol 9 mg/ ekor/ hari secara sonde per oral; kelompok perlakuan 1 yang diberi ekstrak biji petai; dan kelompok perlakuan 2 yang diberi ekstrak biji petai (Parkia   speciosa ) 7,2 mg/ ekor/ hari dengan paracetamol 9 mg/ ekor/ hari 45 menit setelahnya. Penelitian dilakukan selama 14 hari, kemudian hepar diambil pada hari ke 15 dan dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik.Selanjutnya data dianalisa menggunakan IBM SPSS versi 23 dengan metode Kruskal-Wallis. Hasil : Uji Kruskal-Wallis menunjukkan hasil yang signifikan, uji Mann Whitney menunjukkan adanya pasangan yang memiliki pengaruh yaitu kontrol positif terhadap perlakuan 1 dan kontrol positif terhadap perlakuan 2, hal ini bisa dilihat dari nilai signifikansi p< α (0,05). Namun juga terdapat perbandingan yang menunjukkan tidak adanya pengaruh yaitu pada perlakuan 1 terhadap perlakuan 2. Kesimpulan: Pemberian ekstrak biji petai (Parkia speciosa)  berpengaruh menurunkan skala kerusakan sel hepar  pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang diinduksi paracetamol. Kata kunci : Biji petai (Parkia speciosa), Paracetamol, GambaranHistopatologi Hepar.
Semen Analysis Profile on Varicocele Patients at Dr. Ramelan Navy Hospital Surabaya during Period 2015 WONGSODIHARJO, TIFFANY
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.233 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v15i1.4

Abstract

ABSTRACTBackground: Infertility has affected about 10–15 percent married couples. Almost half of infertility cases have been attributed to men with low sperm motility (asthenozoospermia), low sperm count (oligozoospermia) and abnormal sperm morphology (teratozoospermia). Sperm motility is one of the major determinants of male fertility and is required for successful fertilization. Semen analysis is a method to know the quality of semen. Semen analysis consists of macroscopic and microscopic examination of sperm cells, which are concentration, motility and morphology of sperm cells. Objective: This study aimed to obtain the semen analysis profile on varicocele patients at DR. Ramelan Navy Hospital Surabaya during period 2015.Method: This study used descriptive research design and quantitative method, by using the secondary data were collected from medical records during January – December 2015. Result: In this study the semen analysis of 36 patients with varicocele, 3 patients (8,33%) with oligozoospermia, 10 patients (27,78%) with asthenozoospermia, 20 patients (55,55%) with oligoasthenozoospermia, 3 patients (8,33%) with extreme oligoasthenozoospermia. Conclusion: This study has concluded that all varicocele patients have abnormalities in semen analysis (none of the sperm quality results within normal limits).
Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik Dan Kebiasaan Menggosok Gigi Dengan Timbulnya Karies Gigi Pada Anak Usia 4-6 Tahun SETYAWAN, FEBRI ENDRA BUDI; CHANDRAWATI, PERTIWI FEBRIANA; MULYADI, NATALIA
Hang Tuah Medical journal Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.824 KB) | DOI: 10.30649/htmj.v16i1.78

Abstract

Faktor awal pencetus karies gigi adalah makanan kariogenik. Pada penelitian sebelumnya menyatakan ada hubungan antara pola makan dan kebiasaan menggosok gigi dengan prevalensi karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan timbulnya penyakit karies gigi pada anak usia 4-6 tahun di TK Tunas Mekar desa Mlajah Kecamatan Bangkalan. Metode penelitian adalah Deskriptif Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 4-6 di desa Mlajah Kecamatan Bangkalan. Sampel yang diambil sejumlah 68 anak dengan menggunakan teknik Total Sampling. Data primer yang diperoleh dari observasi dan kuesioner, diolah menggunakan statistik uji Koefisien Kontingensi dan uji Discriminant dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 49 anak (84,5%) mengalami karies gigi pada konsumsi makanan kariogenik ≥3x sehari dengan kebiasaan menggosok gigi <2x sehari, Pada hasil uji Koefisien Kontingensi didapatkan nilai r=0,61 dengan nilai signifikansi pada uji Discriminant. Kesimpulan yang didapatkan adalah adanya hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan timbulnya penyakit karies gigi pada anak usia 4-6 tahun di TK Tunas Mekar desa Mlajah Kecamatan Bangkalan. Kebiasaan konsumsi makanan kariogenik lebih bermakna menimbulkan karies gigi dibandingkan dengan kebiasaan menggosok gigi. Kata Kunci: Konsumsi Makanan Kariogenik, Kebiasaan Menggosok Gigi, Karies Gigi.

Page 1 of 4 | Total Record : 35