cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2012)" : 16 Documents clear
Hubungan Emosi Positif dan Koping dengan Hipertensi di RSUP. M. Djamil Padang Yeni, Fitra
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.115-128.2012

Abstract

Jumlah kunjungan pasien mengalami hipertensi dirumah sakit Dr.M.Djamil padangterus meningkat, tahun 2006 sekitar 914 dan Meningkat 1892 pada ahun 2007, penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara emosi positif dan koping proaktif terhadaptekanan darah. penelitian korelasi ini dilakukan pada 86 orang dengan kriteria sampel bisamembaca dan menulis berdomisili di kota padang, usia dibawah 60 tahun, analisis yangdigunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi berganda parametrik. Hasilanalisis data didapatkan terdapat hubungan bermakna antara emosi positif dan koping proaktifsebagai variable control dengan tekanan darah sistolik dan diastolik dimana diperoleh ujisignifikansi koefisien sebesar p = 0,002 dan p = 0,025
Pengaruh Pengawas Minum Obat Tablet Fe Pada Ibu Hamil Yang Anemia Terhadap Kenaikan Hb di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luar Kab. Agam Wahyu, Wedya; Handayani, Tut Wuri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.169-179.2012

Abstract

Anemia  masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada ibu hamil di Indonesia. Penyebab paling umum dari anemia pada ibu hamil adalah kekurangan zat besi,dampak kekurangan zat besi pada wanita hamil dapat diamati dari angka kesakitan dan kematian janin, serta peningkatan resiko terjadinya berat badan lahir rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengawas minum obat tablet Fe pada ibu hamil yang anemia  terhadap kenaikan Hb di Wilayah kerja Puskesmas Padang Luar Kabupaten Agam Tahun 2012. Penelitian ini mengunakan desain quasi – eksprimen dengan mengunakan pendekatan “Non –randomized control group pretest – postest design”. Teknik pengambilan sampel total sampling yaitu dengan jumlah sampel 50  orang yang dibagi dua kelompok, 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi melibatkan keluarga sebagai pengawas minum obat tablet Fe sedang pada kelompok kontrol tanpa  pengawas minum obat tablet Fe. Teknik analisa yang digunakan untuk kelompok intervensi dan kontrol yaitu mengunakan uji Wilkolson.Hasil uji stasistk kelompok intervensi dan kontrol didapatkan nilai p= 0,00 (<0,05). Maka dari hasil penelitian ini terdapat pengaruh pengawas minum obat pada ibu hamil yang anemia terhadap kenaikan Hb. Maka dapat disimpulkan kerterlibatan keluarga dalam pengawas minum obat tablet Fe dapat meningkatkan kepatuhaan ibu dalam mengkonsumsinya sehingga dapat menaikan Hb dan menurunkan angka kejadian anemia
Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Prematur di RSUP. Dr. M. Djamil Padang Wahyu, Wedya; Anas, Eliza
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.129-137.2012

Abstract

Prematuritas merupakan penyumbang angka kematian bayi yang cukup tinggi. Prematuritas adalah bayi lahir dengan masa kehamilan < 37 minggu dan berat badan sesuai dengan masa gestasi tersebut atau disebut juga neonatus kurang bulan. Bayi prematur sering mengalami masalah akibat berat badan rendah. Diperlukan stimulasi yang dapat membantu dalam meningkatkan berat badan bayi prematur.  Salah satu tindakan non invansif yang menyokong peningkatan berat badan adalah terapi pijat. Pijat atau massage menurut  American Association of Massage Therapy (AMTA)  didefinisikan  sebagai manipulasi pada jaringan lunak yang dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau tubuh untuk memegang, menggerakkan, dan atau memberikan penekanan pada tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi pijat terhadap kenaikan  berat badan bayi prematur di RSUP dr. M. Djamil Padang.  Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai April 2012 terhadap 18 bayi prematur stabil. Penelitian ini menggunakan rancangan pre experimental one group pretest-posttest. Pengukuran ini dilakukan dengan mencatat berat badan bayi sebelum dilakukan terapi pijat dan berat badan setelah 5 hari berturut-turut dilakukan terapi pijat. Hasil uji statistik yang digunakan adalah T-Test dependent (paired t-test). Hasil uji statistik dengan analisa bivariat menunjukkan terdapat perubahan berat badan yang bermakna (p=0,000). Hal ini berarti bahwa terapi pijat berpengaruh dalam meningkatkan berat badan bayi prematur
Pola Konsumsi Orang Dewasa Minangkabau dan Hubungannya Dengan Ukuran Lingkar Pinggang -, Susmiati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.180-186.2012

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study dengan populasi adalah masyarakat dewasa (30-60 tahun) yang bertempat tinggal di kota Padang, sedangkan sampel diambil secara multistage sampling yaitu Bungus Teluk kabung) dan kecamatan Nanggalo sebanyak 54 orang. Data dikumpulkan dengan melakukan interview intake makanan dengan menggunakan Food Freguency Questionaires (FFQ) dan pengukuran antropometri (Berat badan , tinggi badan dan lingkar pinggang). Selanjutnya data dianalisa dengan uji korelasi Spearman. Pada penelitian ini didapatkan responden yang mepunyai lingkar pinggang abnormal/diatas rata-rata 29 orang (53,7 %) dan lingkar pinggang normal  sebanyak 25 orang (46,7%). Rata-rata asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat lebih tinggi pada responden dengan lingkar pinggang abnormal dibandingkan responden dengan lingkar pinggang normal  . Terdapat perbedaan yang signifikan antara  rata-rata tingkat konsumsi (energi, protein, lemak, karbohidrat dan serat)  antara responden lingkar pinggang normal dan abnormal. p < 0.05. Dengan uji korelasi pada masing-masing tingkat konsumsi (energi, protein,lemak, karbohidrat dan serat ) terhadap lingkar pinggang didapatkan semua tingkat konsumsi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan ukuran lingkar pingggang .p < 0,05. Dan hubungan yang paling kuat dengan tingkat  konsumsi energi dengan rho 0,719. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi,protein ,lemak, karbohidrat dan serat dengan ukuran lingkar pinggang. Dimana hubungannya positif artinya makin tinggi tingkat konsumsi makin tinggi ukuran lingkar pinggang.
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Masase Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi di Ruang Bedah RSUD Dr. M. Zein Painan Zamzahar, Zarni; Anas, Eliza
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.138-146.2012

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam dan masase terhadap penurunan nyeri pada pasien pasca apendiktomi di ruangan bedah RSUD Dr. M. Zein Painan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sampel 20 orang. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan skala deskripsi verbal (verbal descriptor scale) untuk skala nyeri. Analisa data di lakukan dengan uji t berpasangan untuk menilai perbedaan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok dan uji mann whitney untuk menilai perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan rata-rata skala nyeri kelompok kontrol pretest–posttest  adalah 2,30 dan perbedaan rata-rata skala nyeri kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pemberian teknik relaksasi nafas dalam dan masase adalah 3.50. Hasil uji statistik kelompok eksperimen dan kontrol di dapatkan nilai p = 0,000 (p<0,05). Di simpulkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam dan masase dapat menurunkan skala nyeri pada klien pasca apendiktomi. Disarankan untuk menerapkan teknik relaksasi nafas dalam dan masase sebagai salah satu teknik non farmakologi yang dapat menurunkan nyeri pada klien pasca apindiktomi.
Perbedaan Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Dan Kompres Hangat Dalam Menurunkan Dismenore Pada Remaja SMA Negeri 3 Padang Priscilla, Vetty; Ningrum, Dwi Christina Rahayu; Fajria, lili
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.187-195.2012

Abstract

Sebagian wanita merasakan dismenore pada setiap siklus menstruasi, intensitas nyeri yang dirasakan bahkan sampai berat dan mengganggu aktivitas. Salah satu terapi non farmakologis yang bisa dilakukan untuk mengurangi dismenore teknik relaksasi nafas dalam dan kompres hangat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh teknik relaksasi nafas dalam dan kompres hangat dalam menurunkan dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 3 Padang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment. Sampel sebanyak 32 orang remaja yang dibagi dua pada masing-masing perlakuan dengan waktu pelaksanaan 20 menit. Uji statistik yang digunakan adalah uji t-tes sampel berpasangan dan uji t-test sampel bebas. Hasil menunjukkan terdapat penurunan yang bermakna pada skala dismenore pada masing-masing kelompok (p=0,000). Analisa bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna penurunan skala dismenore pada remaja yang diberi teknik relaksasi nafas dalam dan kompres hangat. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada remaja menggunakan teknik relaksasi nafas dalam dan kompres hangat sebagai salah satu alternatif penurunan nyeri dismenore.
Pengaruh Pemberian Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Terhadap Perubahan Perilaku Klien Isolasi Sosial Rahayuningsih, Atih; Muharyari, Wan
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.105-114.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap Perubahan Perilaku Klien Isolasi Sosial di Ruang Gelatik RS Jiwa Prof HB Sa’anin Padang. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment tanpa kelompok kontrol dengan pendekatan one group pretest  and posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah klien isolasi sosial yang diambil secara  purposive sampling berjumlah 10 orang. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan pedoman wawancara.Nilai rata-rata pretest 31,5 dan  posttest 40,1. Data diuji dengan Uji Beda Dua Mean Dependen (Paired Sampel) dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil uji statistik didapatkan p = 0,00 (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna pada pemberian TAKS terhadap perubahan perilaku klien isolasi sosial. Diharapkan kepada perawat rumah sakit untuk dapat meningkatkan pelaksanaan TAKS dengan memperhatikan indikasi klien yang bisa diikutsertakan dalam kegiatan TAKS. Kemudian kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan teknik kualitatif. 
Pengaruh Pelatihan Komunikasi Asertif pada Perawat Pelaksana yang Mengalami Konflik Interpersonal terhadap Kinerjanya dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Solok Gusty, Reny Prima; Arief, Yulastri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.147-153.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan komunikasi apertif pada perawata pelaksana yang mengalami konflik interpersonal terhadap kinerjanya dalam melaksanakan asuhan keperawatan di IRNA RSUD Solok. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 24 orang. Konflik interpersonal diukur dengan kuesioner dan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan diukur menggunakan lembaran observasi. Data diolah dengan menggunakan uji marginal homogenity. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan kejadian konflik interpersonal dan peningkatan kinerja pada responden dengan p =0,00 ( p < 0,05 ), ini menunjukkan terdapat pengaruh dari pelatihan komunikasi asertif terhadap kinerjanya dalam memberikan asuhan keperawatan diruangan rawat inap. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pelatihan komunkasi asertif kepada seluruh perawat sehingga perawat bisa menerapkan dilingkungan kerja sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, untuk peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian ini dengan cara lain dalam mengelola konflik organisasi. 
Hubungan Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa SDN 13 Seberang Padang Utara Sabri, Rika; Nurdin, Yonrizal
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.196-201.2012

Abstract

: Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena seorang anak rentan terhadap masalah kesehatan. Isu kesehatan yang lebih menonjol pada anak usia sekolah adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk mendukung terbentuknya perilaku tersebut maka diperlukan dukungan dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dalam pelaksanaannya menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif disamping juga upaya kuratif dan rehabilitatif. Namun saat ini pelaksanaan program UKS di Indonesia belum maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan program UKS terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SDN 13 Seberang Padang Utara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan design penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 28 April sampai dengan 5 Mei 2012 dengan jumlah sampel sebanyak 98 siswa, yang terdiri dari kelas 4, 5 dan 6. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner dan lembaran observasi perilaku. Hasil analisa data yang menggunakan uji Chi-Square. menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden berperilaku hidup bersih dan sehat kategori sedang, sebagian besar responden menyatakan pelaksanaan program UKS termasuk kategori baik dan terdapat hubungan yang bermakna antara pelaksanaan program UKS dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Disarankan kepada pihak sekolah dan puskesmas Seberang Padang untuk dapat bekerja sama untuk menyukseskan program-program UKS seperti dokter kecil dan BIAS.
Aplikasi Model Konservasi Levine dalam Asuhan Keperawatan Untuk Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi di Rumah Sakit -, Deswita
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.154-160.2012

Abstract

Studi kasus ini memberikan gambaran mengenai Aplikasi Model Konservasi Levine pada anak  dengan gangguan oksigenasi di rumah sakit. Aplikasi model Konservasi Levine bertujuan untuk mengoptimalkan adaptasi klien yang mengalami gangguan oksigenasi dengan lingkungan untuk mencapai wholeness. Diagnosis keperawatan utama yang ditemukan adalah gangguan tidak efektif  jalan nafas dan gangguan pertukaran gas. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa memposisikan klien agar paru dapat mengembang maksimal dan mengoptimalkan suplai oksigen ke seluruh tubuh, monitoring status oksigenasi, pendidikan kesehatan, dan dukungan kepada klien dan keluarga. 

Page 1 of 2 | Total Record : 16