Jurnal Elemen
ISSN : 24424471     EISSN : 25812661
Jurnal Elemen is a media for publishing scientific articles in the field of mechanical and automotive engineering which are published regularly in June and December each year. All articles presented are the results of research, conceptual ideas and reviews in the field of mechanical and automotive engineering that have never been published before. Jurnal Elemen managed by P3M in the Tanah Laut State Polytechnic has been ISSN, namely the printed version of ISSN 2442-4471 and online version of ISSN 2581-2661, and for now the Elementary journal has been indexed in ISJD (Indonesian Scientific Journal Database) in PDII-LIPI . then it can be indexed and accredited at SINTA, DOAJ and Scopus.
Articles 55 Documents
PENGARUH ELEKTRODA TEMBAGA PADA DC THERMAL PLASMA DAN VARIASI WAKTU PROSES TERHADAP LAJU PRODUKSI ALUMINA

Hamimah, Novi Nur, Sholahuddin, Imam, Junus, Salahuddin, Mulyadi, Santoso, Cahyono, Agung Budi, Cahyono, Agung Budi

Elemen : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Mesin otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.499 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.61

Abstract

Alumina merupakan material yang saat ini mulai dikembangkan karena memiliki banyak manfaat terutama dalam bidang industri. Alumina dalam bentuk serbuk dapat digunakan sebagai katalis dalam proses pengecoran, lapisan atau coating dan bahan komposit. Pembuatan serbu k alumina dengan metode DC Thermal Plasma mulai banyak dikembangkan oleh indusri. Metode ini diyakini lebih efisien dan hasil produksi yang lebih banyak. Prinsip DC thermal plasma adalah menguapkan serbuk aluminium menjadi aluminium oksida dengan melewatkannya pada api plasma dalam tabung reaktor dengan suhu yang dapat mencapai 40000 K. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui laju produksi serbuk alumina yang dihasilkan. Waktu proses aliran serbuk aluminium digunakan sebagai variasi untuk mendukung tercapainya laju produksi yang sesuai. Penggunaan elektroda tembaga pada torch plasma dapat meningkatkan kemurnian serbuk alumina dengan kadar 96%, disamping itu pemakaian elektroda tembaga lebih awet, mudah didapatkan dan ekonomis. Variasi waktu yang digunakan yaitu 10, 20, 30 dan 40 detik sedangkan laju aliran oksigen 55 scfh dan aliran serbuk 10 scfh. Hasil menunjukkan bahwa variasi terendah yaitu 10 detik mampu menghasilkan serbuk alumina rata-rata 0.446 gram dengan laju produksi 0.115 gram/detik sedangkan va riasi waktu 40 detik mampu menghasilkan serbuk alumina rata-rata 1.776 gram dengan laju produksi sebesar 0.44 gram/detik.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi variasi waktu proses dapat meningkatkan laju produksi serbuk alumina dan penggunaan elektroda tembaga dapat menghemat pemakaian elektroda secara signifikan sehingga laju produksi juga semakin meningkat.

RANCANG BANGUN MESIN PERONTOK PADI PORTABEL DENGAN PENGGERAK MESIN SEPEDA MOTOR

Kuswoyo, Anton

Elemen : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Mesin otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.129 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i1.7

Abstract

Telah dilakukan penelitian berupa pembuatan alat perontok padi portable dengan penggerak mesin sepeda motor. Selama ini mayoritas petani tradisional di Kecamatan Gambut, Kalimantan Selatan, masih menggunakan cara manual untuk merontokkan padi ketika panen. Akibatnya hasil yang diperoleh tidak maksimal dan memerlukan tenaga yang banyak. Sementara mesin perontok padi (power threser) buatan pabrik harganya sangata mahal dan tidak terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sebuah alat perontok padi portable yang ringkas, praktis dan murah dengan aplikasi teknologi sederhana sehingga bisa menjadi solusi tepat bagi petani dalam hal merontok padi. Metode penelitian ini berupa survei lapangan, wawancara, identifikasi permasalahan, studi literatur, redesign alat perontok padi, uji coba, penyempurnaan alat perontok padi. Hasil informasi baik mengenai permasalahan dalam hal merontok padi sampai keinginan petani dengan mesin perontok yang lebih murah, kemudian diwujudkan dengan “Pembuatan Alat Perontok Padi Portable dengan Penggerak Mesin Sepeda Motor”. Alat ini memiliki beberapa keunggulan yaitu: lebih murah, bahkan sangat murah, ringan, ringkas, portable, hemat bahan bakar, kinerja cukup baik, tidak memerlukan tenaga operasional (pekerja) terlalu banyak dan  mudah dioperasikan.

PENGARUH PANJANG PIPA KATALIS PADA HCS (HYDROCARBON CRACKING SYSTEM) TERHADAP PERFORMA MOTOR BAKAR 4-LANGKAH

Yudistiro, Danang, Ilminnafik, Nasrul, Wardhana, Masruri

Elemen : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Mesin otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.559 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.51

Abstract

HCS (Hydrocarbon Cracking System) merupakan suatu inovasi untuk meningkatkan torsi dan daya bakar. dengan pipa katalis tembaga yang digunakan sebagai alat untuk mempercepat proses cracking bahan bakar yang masuk pada ruang bakar. Penelitian ini bertujuan u ntuk memperoleh data perbandingan unjuk kerja motor bakar 4 langkah dengan variasi panjang pipa katalis dengan kondisi standarts sebagai pembanding.dalam penelitian dilakukan dengan pengujian yaitu torsi. Dari hasil penelitian yang dilakukan Daya maksimal motor terjadi pada kondisi tanpa katalis dengan nilai 11.9 Hp pada putaran mesin 9552 rpm, sedangkan dengan penambahan daya mengalami penurunan karena bahan bakar yang masuk pada ruang bahan tidak sepenuhnya berbentuk cair sehingga penurunan efisiensi vo lumetrik juga disebabkan karena volume bahan bakar yang dibutuhkan lebih besar dalam campuran asupan. Nilai torsi mengalami peningkatan dengan penggunaan pipa katalis, torsi teringgi terjadi pada kondisi pipa katalis dengan panjang 200 mm dengan torsi sebesar 9,32 Nm pada RPM 3040. Untuk katalis dengan panjang 150 mm dan 100 mm nilai torsi yang didapat adalah 9,23 Nm dan 9,16 Nm, sedangakan pada kondisi standart torsi hanya 9,13 Nm. Proses cracking akan terjadi pemecahan molekul - molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul - molekul senyawa yang lebih kecil, sehingga adanya proses craking tersebut membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih ideal dan mudah terbakar pada ruang bakar. Dengan komposisi bahan bakar yang ideal akan meningkatkan pembakaran dan nilai torsi maksimum

KONVERSI LIMBAH PLASTIK MENJADI MINYAK SEBAGAI BAHAN BAKAR ENERGI BARU TERBARUKAN

Norsujianto, Tinton

Jurnal Elemen Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Elemen

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.625 KB)

Abstract

Dari tahun 2009 hingga tahun 2010 produksi plastik di seluruh dunia meningkat dari 15 juta ton hingga mencapai 265 juta ton. Hal ini menegaskan kecenderungan jangka panjang pertumbuhan produksi plastik yang hampir 5% per tahun. Dampak yang akan terjadi terhadap lingkungan menjadi perhatian khusus para pemerhati lingkungan dan para ilmuwan. Untuk itulah diperlukan pengolahan limbah plastik yang aman bagi manusia dan lingkungan. Proses pengolahan limbah plastik  menjadi minyak setara bensin dan solar  diharapkan menjadi solusi mengatasi masalah kebutuhan energi untuk kelangsungan hidup manusia. Reaktor yang digunakan adalah tipe batch dengan temperatur 400 oC. Bahan baku yang digunakan limbah plastik LDPE (Low Density Polyethylene). Minyak pirolisis dari bahan baku plastik tunggal memiliki properti minyak yang terbaik. Hasil uji GC-MS, terlihat bahwa sampel minyak pirolisis mengandung banyak senyawa. Lima unsur kimia dengan prosentase tertinggi adalah Benzene (C6H6) sebesar 3,26% dikuti oleh Heptyne (C7H12) 3,1%., Tricosane (C23H48) 2,66%., Butanol (C5H12) 2,21% dan Tricosane (C23H48) 1,64%. Distribusi tersebut bisa diasumsikan bahwa  bisa diaplikasikan ke motor pembakaran dalam.

PKM DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN PESANGGARAN DALAM PENGAPLIKASIAN ALAT PEMECAH BUAH KAKAO

Kurniasanti, Sandryas Alief, Setiadevi, Shinta, Anam, Chairul

Elemen : Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Mesin otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.296 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i2.79

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 yang berfokus pada peningkatan ketersediaan pangan, pemantaban distribusi pangan, percepatan penganekaragaman pangan, dan pengawasan keamanan pangan segar. Kabupaten Banyuwangi memiliki banyak perkebunan kakao, baik yang diusahakan oleh rakyat maupun perkebunan negara (PTPN XII). Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran merupakan daerah yang mayoritas penduduknya memiliki perkebunan kakao rakyat. Penanganan pasca panen dimulai dari proses panen, pemecahan buah kakao, fermentasi, dan pengeringan masih dilakukan secara manual. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra salah satunya adalah pemecahan buah kakao yang masih dilakukan secara manual dengan menggunakan pisau sehingga selain membutuhkan waktu yang lama, juga dapat mengurangi kualitas biji kakao karena rusaknya biji oleh pisau. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini memberikan suatu inovasi alat pemecah buah kakao. Alat pemecah buah kakao ini nantinya diharapkan mampu menawarkan solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh petani mitra. Aplikasi alat ini mampu menghemat waktu petani dalam memecah buah kakao dan menjaga biji agar tetap utuh sehingga akan lebih efisien dan kualitas biji dapat terjaga.

ANALISA PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN SEPEDA MOTOR BERDASARKAN RPM DAN JUMLAH KENDARAAN

Anshari, M Husin, Artika, Kurnia Dwi, Kuswoyo, Anton

Elemen : Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Mesin otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.666 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i1.67

Abstract

Kebisingan adalah salah satu penyebab terganggunya suatu kegiatan yang dapat merusak pendengaran. Banyak yang menyebabkan kebisingan, namun pada kendaraan bermotor terutama pada kendaraan ringan biasanya penyebab kebisingan yaitu pada tingginya suara yang dihasilkan pada gas buang yaitu pada knalpot maupun tingginya putaran mesin. Penelitian ini menggunakan data sampling dengan jumlah kendaraan dengan variasi tingkat Rpm. Sampel diambil sebanyak 10 kali dari tiap pengukuran dengan jumlah kendaraan paling sedikit 1 buah dan paling banyak sebanyak 4 buah, serta tingkat Rpm yang berbeda-beda paling rendah yaitu 1000 Rpm dan paling tinggi 3000 Rpm. Hasil Penelitian ini memberikan gambaran tingkat kebisingan bagi pekerja agar dapat sesuai dengan waktu pemaparan untuk tingkat kebisingan agar tidak mengganggu dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kenaikan persentase tiap jumlah kendaraan meningkat sebesar 1.7 % sedangkan pada tingkat Rpm naik sebesar21%.

ANALISA VARIASI UKURAN VENTURI KARBURATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA RX-KING 135cc

Artika, Kurnia Dwi, Akbar, Yusuf

Jurnal Elemen Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Elemen

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.614 KB)

Abstract

Penggunaan sepeda motor saat ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Dampaknya adalah konsumsi bahan bakar yang juga meningkat. Teknologi sepeda motor semakin maju dan berkembang, dari mesin 2 tak menjadi 4 tak, dari sistem bahan bakar karburator menjadi injeksi. Sepeda motor RX-King masih menggunakan mesin 2 tak dan sistem karburator. Di dalam karburator terdapat lubang/pipa venturi yang pengaruhnya sangat besar terhadap putaran mesin dan konsumsi bahan bakar sesuai besarnya diameter venturi. Dari latar belakang tersebut, maka dapat dilakukan analisa pengaruh ukuran venturi terhadap konsumsi bahan bakar. Penelitian dilakukan dengan variasi ukuran venturi karburator 26,3 mm, 27,8 mm dan 28,8 mm dengan putaran mesin 4000 rpm (54 km/jam) dan bahan bakar premium. Pengujian dilakukan dengan mengukur dan mencatat waktu dari konsumsi bahan bakar, kemudian menganalisa venturi standart, perbesaran dan pengecilan diameter venturi. Adapun hasil dari setiap diameter venturi karburator terhadap konsumsi bahan bakar adalah masing-masing venturi 26,3 mm adalah 8,48 menit, pada venturi 27,8 mm (standart) adalah 7,14 menit dan pada venturi 28,8 mm adalah 6,15 menit. Sehingga pengecilan diameter venturi karburator dapat mengurangi konsumsi bahan bakar 18,77% tanpa mengurangi kinerja/performa kendaraan.

ANALISA GERAKAN KAPAL IKAN BERCADIK SEMI-CIRCULAR DI PERAIRAN PUGER JEMBER

Puspita, Hery Indria Dwi

Elemen : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Mesin otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.911 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.57

Abstract

Kapal ikan di pelabuhan Puger terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah kapal ikan bercadik. Bentuk dan bahan dari kapal ikan bercadik di Puger hanya terbuat dari bambu, sehingga perlu adanya pengembangan bentuk cadik bambu menjadi bentuk cadik semi-circular untuk menambah kualitas hidrodinamika yang lebih baik. Bentuk pengembangan kapal ikan harus sesuai dengan kondisi di Perairan Puger dan harus memenuhi kapasitas dari faktor keamaaan dan hidrodinamika dari kapal ikan bercadik di Perairan Puger Jember. Oleh karena itu, diperlukan analisa gerak (seakeeping) dari kapal ikan bercadik. Analisa gerak (seakeeping) kapal ikan bercadik tersebut u ntuk mengetahui kemampuan kapal bertahan dalam kondisi berbahaya saat beroperasi. Kemudian, dari analisa seakeeping dari kapal ikan bercadik semi-circular dapat diketahui peforma dari pengembangan kapal ikan bercadik semi-circular dengan mengadaptasi ukuran utama dari kapal ikan yang telah ada di Puger. Metode yang digunakan adalah dengan pengukuran langsung dimensi utama dari bentuk body dari kapal ikan di perairan Puger Jember. Selanjutnya hasil pengukuran tersebut digambar kembali dengan mengganti bentuk cadik menjadi bentuk cadik semi-circular, dan kemudian dilakukan evaluasi seakeeping kapal ikan bercadik semi-circular. Berdasarkan hasil evaluasi seakeeping kapal memiliki kriteria gerakan heave, pitch, dan roll yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi perairan di Puger.

MEMPREDIKSI NILAI KEKASARAN PERMUKAAN DENGAN BESARNYA GETARAN AMPLITUDO PADA GERAK CROSS FEED PROSES GERINDA DATAR DENGAN MATERIAL HARDENED TOOL STEEL SKD11

Anam, Chairul, Pamuji, Dian Ridlo

Elemen : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Mesin otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.525 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i1.3

Abstract

Proses gerinda merupakan bagian akhir dalam proses pemesinan, karena membutuhkan ketelitian dimensi tinggi dan tingkat kekasaran permukaan rendah.  Hubungan antara level getaran (g.rms) dan kekasaran permukaan (μm) digambarkan secara linier dengan determinasi sebesar 99.92%. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar kecepatan cross feed maka amplitudo dan kekasaran permukaan akan semakin naik sehingga kontribusi yang diberikan dapat memprediksi kekasaran permukaan dengan mengukur level getaran selama proses penggerindaan, tanpa harus melakukan pengukuran kekasaran permukaan.

OPTIMASI MULTI RESPON MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI -WEIGHTED PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (WPCA) PADA PROSES BUBUT MATERIAL ST 60 DENGAN PENDINGINAN MINIMUM QUANTITY LUBRICATION (MQL)

Wahid, M. Abdul, P, Dian Ridlo, Rohman, Abdul

Elemen : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Mesin otomotif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.083 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.47

Abstract

Proses bubut merupakan proses pemesinan dengan menggunakan mesin bubut, yang menghasilkan komponen-komponen mesin yang berbentuk silindris. Pada Proses Bubut karakteristik kualitas yang kritis adalah kekasaran permukaan dan laju pengerjaan bahan. Karakteristik kualitas tersebut dipengaruhi oleh parameter proses pemesinan seperti kecepatan potong, gerak makan, kedalaman potong dan jenis cairan pendingin. Maka diperlukan suatu optimasi untuk mendapatkan kekasaran permukaan yang minimum dan laju pengerjaan bahan yang maksimum. Proses bubut material ST 60 menjadi objek pada penelitian ini . Kombinasi metode Taguchi dan Weighted Principal Component Analysis (WPCA) digunakan sebagai metode optimasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah matriks ortogonal L27. Seting Parameter proses yang ditentukan adalah kecepatan potong, gerak makan, kedalaman potong dan jenis cairan pendingin. Parameter-parameter tersebut masing-masing memiliki 3 level. Kekasaran permukaan memiliki karakteristik respon yang optimal adalah semakin kecil semakin baik dan laju pengerjaan bahan memiliki karakteristik respon semakin besar semakin baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat menurunkan kekasaran permukaan serta meningkatkan laju pengerjaan bahan secara siginifikan.