Journal of Urban Sociology
ISSN : 26205211     EISSN : -
Journal of Urban Sociology (JUS) is a scientific journal published by Sociology department of Wijaya Kusuma University Surabaya periodically (twice a year). JUS tries to be both a new ideas and research presentation forums for lecturer, researcher and community in order to expand the knowledge especially sociology. JUS also oriented to be an original source of thinking of metropolis, multiculturalism, identity, poverty and environment in urban areas.
Articles 17 Documents
INTERNALISASI NILAI-NILAI MORALITAS DAN KESANTUNAN PADA ANAK USIA DINI

Bakhtiyar, .

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sekolah merupakan institusi pendidikan yang penting dalam menkonstruksi moralitas anak. Sekolah berfungsi melakukan internaslisasi melalui proses sosialisasi mengenai nilai-nilai moral dan kesantunan. Walaupun faktanya, kini banyak sekolah yang menghadapi tantangan serius karena tidak mampu melakukan fungsi sekolah dengan baik. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perkara nilai moral dan kesantunan tersebut guna menciptakan generasi santun di masa mendatang, yang dapat dimulai pada anak usia dini. Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang dirujuk dari berbai sumber mendalam. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa (1). Internalisasi nilai moralitas dan kesantunan bangsa sangat penting bagi anak usia dini, guna membentuk watak dan kepribadian, kesadaran terhadap pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai moral dan norma-norma kesantunan bangsa. Internalisasi sejak usia dini sangat berpengaruh pada watak dan kepribadian anak di masa yang akan datang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang profesional dan berintegritas. (2) Implementasi internalisasi nilai-nilai moralitas dan kesantunan bangsa dilakukan dengan  melalui pelaksanaan program semester. (3) Metode yang digunakan untuk internalisasi moralitas dan kesantunan bangsa pada anak usia dini bisa melalui, Storytelling, bermain, identifikasi, bernyanyi, diskusi, pendidikan, suri tauladan, pembiasaan dalam berperilaku, dan rekreasi intelektual ke perpustakaan, (4) Kerjasama sinergis antara guru dan pustakawan mutlak diperlukan dalam pembelajaran berbasis perpustakaan, sebagai media terbaik dalam implementasi internalisasi moralitas dan kesantunan bangsa. Kata Kunci :  Sekolah, Internalisasi, Moralitas, Kesantunan, Anak Usia  Dini

BENCANA DAN “PROYEK” KURIKULUM KEBENCANAAN DI SEKOLAH

Sair, Abdus

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang bencana dan proyek kurikulum kebencaan di sekolah. Untuk maksud itu penulis menggunakan metode kajian pustaka yang diadon melalui persepektif sosiologi. Sebagai negara yang rawan bencana, Indonesia sudah semestinya menerapkan kurikulum kebencanaan di sekolah. Kurikulum tersebut harus menjadi “proyek kebajikan” yang ditempatkan sebagai Education for Sustainable Development melalui prinsip-prinsp yang mapan, seperti; relevansi, efektivitas, efisiensi dan fleksibilitas, serta mengacu pada prinsip-prinsip umum dalam PRB yang dijelaskan secara eksplisit di dalam Hyogo Framework for Action. Tujuan dari proyek kurikulum kebencanaan ini adalah untuk mewujudkan komunitas baru yang lebih kritis yang mampu memahami bencana secara total; kenapa terjadi bencana, bagaimana perilaku menghadapi bencana, dan apa yang harus dilakukan ketika bencana itu datang. Ujungnya adalah untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat Indonesia dari resiko bencana yang lebih besar dan membahayakan di kemudian hari. Kata Kunci : Bencana, Proyek Kurikulum Kebencanaan di Sekolah, Komunitas Kritis

MEMPERKUAT MODAL SOSIAL PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI BENCANA

Handayani, Baiq Lily

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melihat kapasitas perempuan dalam menghadapi bencana. Hal ini dikarenakan perempuan seringkali dikatagorikan sebagai kelompok rentan. Kerentanan-kerentanan tersebut, diantaranya disebabkan oleh faktor kultur dan struktur. Namun disisi yang lain, perempuan memiliki kapasitas yang besar dalam menghadapi bencana. Dengan menggunakan teori Modal Sosial dari Michael Woolcock, penelitian ini mengkaji jaringan kelompok perempuan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan mempunyai sebuah kapasitas jaringan yakni perempuan terintegrasi dalam kelompok-kelompok kerukunan seperti kelompok pengajian muslimat, kelompok PKK, Kelompok Arisan, dan kelompok pengajian yang lain. Melalui kelompok tersebut perempuan melakukan sharing value, berbagi informasi dan saling menguatkan satu sama lain. Keberadaan kelompok perempuan di masyarakat inilah yang merupakan suatu modal sosial yang seharusnya mampu menjadi media untuk mentransformasi pengetahuan perempuan khususnya pengetahuan kebencanaan. Kelompok perempuan mempunyai kapasitas dalam mengkoordinir anggotanya minimal seminggu sekali, kelompok perempuan ini pula mampu menggalang dana dari anggotanya baik dalam bentuk dana Kas dan dana arisan, selain itu kelompok perempuan mampu menjadi media untuk melakukan trauma healing terhadap anggotanya. Kata Kunci: modal sosial, kelompok perempuan, bencana, kapasitas, Woolcock.

KEADILAN HUKUM BAGI SI MISKIN : Sebuah Elegi Si Miskin Dihadapan Tirani Hukum

Sholahudin, Umar

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Praktik penegakan hukum yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya yang menimpa masyarakat miskin kerapkali melahirkan ketidakadilan. Masyarakat miskin adalah kelompok sosial paling rentan terhadap perlakuan hukum yang tidak adil. Ketidakdilan hukum ini bersumber dari bekerjanya hukum dalam sebuah sistemnya. Ketika hukum dilepaskan dari konteks sosialnya, maka hukum akan jauh dari rasa keadilan masyarakat. Aparat penegak hukum melihat dan memahami kasus hukum masyarakat miskin hanya pada teks-teks “kaku” yang ada dalam aturan perundang-undangan semata, legalistic-positivistik, tanpa berusaha memahami kasus hukum tersebut dalam konteks sosiologisnya. Keberpihakan hukum pada masyarakat miskin adalah sebuah kenicayaan. Penegakan hukum yang affirmative dan berpihak, tidak cukup dibangun dengan paradigma dan cara berhukum legalistic-positivistic, tapi juga perlu dibangun dengan paradigm kritis-progresif. Para pengadil tidak hanya dituntut untuk memiliki kecakapan dan pengetahuan hukum yang cukup, tapi juga dituntut untuk memiliki skiil, kreativitas dan terobosan hukum yang positif yang berdampak pada keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci : Keadilan Hukum, Masyarakat Miskin

REPRESENTASI MITOS KECANTIKAN DALAM KOLOM FEMALE

Elanda, Yelly

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Media online banyak diminati oleh masyarakat karena kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh informasi. Media online Kompas.com misalnya memiliki kolom female dimana kolom tersebut banyak membahas masalah kecantikan. Melalui berita kecantikan, kolom female mengkonstruksi mitos kecantikan. Kolom tersebut juga mengkaitkan antara tubuh dan lingkungan sosialnya yakni dalam hal percintaan, pola asuh anak dan dalam hal karier untuk membentuk citra tubuh. Tulisan ini adalah mengetahui dan mengidentifikasi representasi mitos kecantikan dalam kolom female. Mengidentifikasi dan membongkar ideologi mitos kecantikan yang diwacanakan oleh kolom female melalui teks berita. Tulisan ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan analisis wacana kritis dengan model pendekatan perubahan sosial yang diutarakan oleh Norman Fairclough. Penelitian ini dilakukan hanya pada level mikro (level teks) yang terbit pada kolom female media online Kompas.com dari bulan oktober hingga desember 2014 dan januari hingga maret 2015 dengan 128 pemberitaan. Hasil penelitian ini adalah kolom female dalam media online Kompas.com yang senyatanya merupakan ruang untuk mengakomodir kepentingan perempuan justru membentuk wacana mitos kecantikan dengan menjadikan perempuan dan laki-laki sebagai objek konsumtif dan objek kenikmatan. Iron maiden digambarkan dengan sosok variatif dengan hanya mengandalkan kecantikan fisik, tanpa melihat inner beauty. Meskipun menghadirkan variasi mitos kecantikan, namun kolom female masih merujuk pada ras kaukasoid. Sosok yang berbeda dari iron maiden mendapatkan streotipe tertentu. Tulisan di kolom female hanya muatan dari kepentingan kapitalis dalam mengkonstruksi kecantikan secara subjektif. Berita dari kolom female masih memperlihatkan betapa kuatnya ideologi kapitalis dan budaya patriarkhi. Kata Kunci: Ideologi, Media, Mitos Kecantikan, Representasi, Wacana

VISUALISASI AMUK MASSA (Analisis Framing Berita Online Kasus Aksi Massa Kepada Pencuri Amplifier Masjid di Kabupaten Bekasi)

Pribadi, Farid

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 2 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Peristiwa tindak kekerasan masih menjadi bahan berita menarik oleh beberapa media massa online. Salah satunya peristiwa amuk massa kepada pencuri amplifier masjid di Kabupaten Bekasi yang berhasil diliput dan dijadikan headline news tribunjogja.com dan grid.id. Namun, setelah dianalisis menggunakan analisis framing model Robert Entman hasilnya sungguh memprihatinkan. Dengan dalih ingin memberitakan berita apa adanya, aksi brutal massa dan penderitaan korban dieksplotasi melalui teknik penyusunan kata-kata yang dramatis, vulgar dan sadistik disertai penayangan gambar detail kondisi korban. Visualisasi kekerasan semacam ini adalah upaya media massa untuk meningkatkan popularitas media sekaligus maksimalisasi profit. Pemberitaan kekerasan dalam perkembangannya menjadi paradoks. Di satu sisi meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bentuk tindak kriminalitas yang ada di sekelilingnya. Namun di sisi lain, pemberitaan kekerasan berupa amuk massa yang bernuansa menyeramkan tersebut  justru dapat menakut-nakuti masyarakat bahkan justru dapat memberikan inspirasi bagi beberapa orang untuk melakukan tindakan serupa. Akhirnya gaya pemberitaan semacam ini  justru menimbulkan praktik kekerasan simbolik.Kata Kunci: Amuk Massa, Headline News, Analysis Framing, Symbolic Violence

STUDI FENOMENOLOGI TENTANG LAKI-LAKI (FUDANSHI) PENGGEMAR BACAAN DAN TONTONAN FIKSI ROMANTIS HOMOEROTIS JEPANG (YAOI) DI KOTA SURABAYA

Kristanto, Andre Barnabas Dwi, Alie, Azizah

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fenomena yaoi sebagai salah satu tontonan dan bacaan yang bernuansa LGBT bukanlah hal baru di Indonesia. Namun pada saat ini karena semakin maraknya kasus-kasus LGBT di Indonesia, membuat yaoi mulai memperlihatkan eksistensinya pada kalangan remaja. Remaja laki-laki penikmat genre yaoi biasa disebut fudanshi. Penelitian ini ingin mengetahui apa yang melatarbelakangi fudanshi menyukai tontonan dan bacaan yaoi dan bagaimana fudanshi memaknai perilaku menonton dan membaca yaoi. Ini merupakan penelitian dekriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Surabaya dengan informan sebanyak 5 orang dari komunitas yaoi. Proses pengumpulan data data menggunakan observasi partisipatif, indept interview dan dokumentasi. Dalam menganalisis menggunakan milik Miles dan Hubermas dan Triangulasi Data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang para fudanshi menyukai tontonan dan bacaan yaoi ialah homoerotis pemikat hati dan romantisme kisah cinta yang antimainstream. Sedangkan para fudanshi memaknai perilaku menonton dan membaca yaoi sebagai media hasrat seksual, sebagai momentum mendapatkan kasih sayang, sebagai sarana hiburan dan menemukan arti kisah cinta yang sesungguhnya. Kata Kunci : Makna Perilaku; Fudanshi; Tontonan; Bacaan

Dinamika Kebijakan Transportasi Online

Widiyatmoko, Faris

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 2 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perkembangan transportasi daring telah memberikan tantangan terhadap sektor kebijakan publik untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi. Namun, pemerintah sebagai regulator terlihat gagap menemukan peraturan yang tangkas untuk menghadapi fenomena transportasi daring tersebut. Artikel ini akan mengurai dinamika kebijakan pengaturan transportasi daring dan dampaknya terhadap masyarakat. Sampai saat ini setidaknya telah dilakukan tiga kali revisi atau perbaikan terhadap Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang mengatur transportasi daring, yaitu Permenhub No. 32 Tahun 2016, Permenhub No. 27 Tahun 2017 dan Permenhub 108 Tahun 2017. Namun demikian, pro dan kontra masih saja muncul terkaitdengan transportasi daring tersebut karena minimnya kebijakan yang lebih terintegrasi dan komprehensif yang mengikutsertakan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan tentang transportasi daring. Karena itu, pelibatan berbagai aktor dan kelompok kepentingan perlu untuk diperhatian lebih baik, karena merekalah yang akan menerima dampak kebijakan dan melaksanakan kebijakan itu sendiri. Apalagi masyarakat digital yang menggunakan bantuan teknologi informasi untuk melakukan aktifitas kesehariannya memiliki ciri yang berbeda dengan kondisi masyarakat sebelumnya. Transportasi daring telah berhasil mendorong perubahan sosial dalam tiga tingkatan, yaitu tingkat individu, tingkat antar-individu dan tingkat komunitas. Kata Kunci: Dinamika Kebijakan, Transportasi Online, Perubahan Sosial.

Perempuan dan Teknologi Informasi dalam Perspektif Cyberfeminist

Suharnanik, .

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 2 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini menggunakan perspektif cyberfeminis yang membahas tentang wanita sebagai pengguna teknologi informasi. Perspektif yang digunakan ini berpusat pada perempuan yang penggunaan teknologi informasi dalam mencapai pemberdayaan perempuan. Penggunaan teknologi informasi mampu membuka jalan baru yang menyediakan peluang kerja dan kreativitas bagi perempuan di mana tidak ada seksisme, rasisme dan penindasan. Dengan berkembang kemampuan perempuan di bidang teknologi informasi akan menurunkan superioritas pria terhadap wanita. Topik diskusi ini adalah bagaimana perempuan dan teknologi dapat terganggu dan perubahan sosial apa yang akan terjadi. Sebanyak 8 wanita dilibatkan dalam penelitian ini, latar belakang mereka sebagai guru, dokter, pengusaha dan ibu rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi memiliki dampak besar pada keberhasilan wanita dalam jual-beli on-line. Informasi tersebut bukan untuk mencari identitas baru di dunia on-line tetapi informasi tersebut digunakan untuk bertahan hidup di sektor ekonomi. Kata Kunci: wanita, informasi, cyberfeminist.

Menciptakan Kewarganegaraan Ekologis di Era Digital melalui Kampoeng Recycle Jember

Jannah, Raudlatul

Journal of Urban Sociology Volume 1 No 2 Tahun 2018
Publisher : Journal of Urban Sociology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam masyarakat digital, warga negara tidak hanya menggunakan teknologi informasi sebagai alat untuk mendapatkan hiburan namun juga menjadi medium untuk berpartisipasi dalam ruang publik bahkan melakukan upaya pemberdayaan untuk kesejahteraan. Meskipun perkembangan e-commerce sebagai salah satu ciri masyarakat digital telah menimbulkan berbagai dampak negatif seperti konsumerisme, eksploitasi besar-besaran terhadap alam serta masalah sampah elektronik namun era digital juga membuka peluang membangun kesadaran lingkungan melalui konsep kewarganegaraan ekologis. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis upaya membangun kewarganegaraan ekologis melalui gagasan Kampoeng Recycle. Dalam upayanya, Kampoeng Recycle menerapkan beberapa strategi. Pertama, menerapkan trilogi konsep (eco-structures, eco-literacy dan eco-preneurship). Ketiga konsep ini saling berkaitan satu sama lain, meskipun eco-literacy menjadi kunci terpenting membangun kesadaran masyarakat. Kedua, melibatkan generasi muda baik mahasiswa relawan yang ingin terlibat dalam Kampoeng Recycle maupun aktivis GenBI yang aktif mensosialisasikan gagasan Kampoeng Recycle sejak awal. Ketiga, penggunaan media sosial untuk menyebarluaskan jaringan Kampoeng Recycle. Keempat, penggunaan media internet seperti website dan youtube untuk penyebarluasan gagasan. Strategi ini dilakukan dalam upaya membangun kesadaran, etika dan moral warga negara terhadap lingkungannya khususnya terkait masalah sampah. Harapannya adalah terwujudnya perilaku bertanggungjawab dalam mengelola dan melestarikan lingkungan pada setiap warga negara.Keywords: Kewarganegaraan Ekologis, Masyarakat Digital, Kampoeng Recycle

Page 1 of 2 | Total Record : 17