cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
idasofiyanti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwivery (IJM)
ISSN : 26155095     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Pengaruh Pelayanan Pesan Singkat Terhadap Ketepatan Jadwal Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Tangerang Octasila, Restu; Dariyani, Siti; Permatasari, Hayunik
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PendahuluanCampak masih menempati urutan ke-5 penyakit yang menyerang terutama pada bayi dan balita. Cakupan imunisasi campak di provinsi Banten tahun 2013 masih rendah salah satunya di Kabupaten Tangerang sebesar 90,45%.  Penyebabnya adalah kurangnya informasi untuk mengingatkan ibu terhadap ketepatan pemberian imunisasi. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen populasinya adalah bayi usia 9-12 bulan yang belum diberikan imunisasi campak di Puskesmas Pagedangan dan Puskesmas Caringin. Teknik pengambilan sampling menggunakan purpose sampling, berjumlah 50 bayi dimana kelompok yang diberikan pengingat 18 bayi dan tidak diberikan pengingat 32 bayi. Hasil penelitian pada kelompok diberikan pengingat terdapat 83,3% yang tepat dan 16,7 % tidak tepat sedangkan pada kelompok yang tidak diberikan pengingat terdapat 81,3% yang tepat dan 18,8% tidak tepat. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara ketepatan waktu pemberian imunisasi campak dengan pemberian pesan singkat pengingat. Simpulan tidak ada pengaruh antara ketepatan waktu imunisasi campak dengan pemberian pesan pengingat. Saran bagi tenaga kesehatan terutama bidan untuk memiliki kontak personal ibu yang memiliki bayi untuk memberikan informasi kesehatan anak terutama pemberian imunisasi.
Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Tes HIV Sofiyanti, Ida; Astuti, Fitria Primi
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penularan HIV dari ibu ke anak semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah perempuan terinfeksi HIV, baik tertular oleh pasangan maupun karena perilaku yang berisiko. Integrasi tes HIV ke dalam pemeriksaan rutin kehamilan/ antenatal terpadu merupakan salah satu upaya agar cakupan tes HIV pada ibu hamil meningkat selain dapat mengurangi stigma terhadap HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil yang meliputi umur, pendidikan dan pekerjaan dengan perilaku tes HIV. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Gebugan Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sebanyak 34 subjek dengan teknik pengambilan total sampling, analisis data bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dan pendidikan dengan tes HIV dengan p value 0,15 dan 0,96, dan ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan perilaku tes HIV dengan p value 0,03. Disarankan agar dilakukan mobile VCT ke desa agar target tes HIV pada kunjungan ibu hamil pertama dapat tercapai.
PERBEDAAN KADAR HB SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN PISANG AMBON PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA Andina, Fenni Dwi; Nirmasari, Chichik; Widayati, Widayati
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kehamilan merupakan masa yang sangat dinantikan bagi setiap pasangan suami istri. Namun di masa sekarang ini tidak semua kehamilan berjalan dengan lancar karena ada penyakit-penyakit penyerta dalam kehamilan seperti anemia, upaya yang dilakukan dalam pencegahan dan penanggulangan anemia ada dua yaitu farmakologi dengan mengkonsumsi tablet fe selain terapi farmakologi dapat juga diberikan terapi non farmakologi. Pisang ambon salah satu terapi non famakologi yang dikonsumsi sebagai makanan pokok di daerah tropis. Pisang ini diperkaya zat besi yang efektif untuk mengendalikan kekurangan zat besi dalam tubuh.Tujuan : untuk menganalisis adakah perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pisang ambon terhadap ibu hamil anemia di puskesmas sumowonoMetode: jenis penelitian ini menggunakan pre-eksperimental designs, desain penelitian menggunakan rancangan one grouppretest-posttest, karena pada rancangan ini tidak menggunakan kelompok pembanding (kontrol). Menggunakan teknik total sampel yang berjumlah 11 responden. Penelitian dilakukan di sumowono pada bulan juli 2018. Uji statistik menggunakan uji paired t-test.Hasil : hasil uji statistik mendapatkan p value sebesar 0,038 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara konsumsi pisang ambon dengan kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia.Simpulan : Simpulannya bahwa buah pisang ambon efektif terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia.
Faktor yang Berhubungan dengan Anemia di Wilayah Kerja Kelurahan Candirejo Ungaran Barat Kabupaten Semarang Widayati, Widayati; Afriyanii, Luvi Dian
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia dalam kehamilan memberi pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan, maupun nifas dan masa selanjutnya. Anemia dapat disebabkan faktor  determinan ibu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan anemia yaitu umur, pendidikan, paritas, jarak kehamilan dan KEK. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah crosssectional. Variabel terikatnya diukur melalui pemeriksaan Hb kepada semua sampel dan pada saat itu juga akan dilihat faktor penyebab anemia yang terdiri dari faktor umur, paritas, jarak kehamilan, pendidikan yang didapatkan dengan kuesioner dan KEK dengan pengukuran LILA ( Lingkar Lengan Atas ). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur dengan anemia ( P value : 0,041 ), ada hubungan antara pendidikan dengan anemia di Kelurahan Candirejo Ungaran Barat ( P value : 0,038 ), ada hubungan antara jarak kehamilan dengan anemia di Kelurahan Candirejo Ungaran Barat ( P value : 0,024 ), ada hubungan antar paritas dengan anemia di Kelurahan Candirejo Ungaran Barat (p value 0.019 ) dan tidak ada hubungan antara KEK dengan anemia di Kelurahan Candirejo Ungaran Barat ( p value ; 0,075 ). Umur resiko tinggi, jarak kehamilan yang dekat , paritas dan pendidikan beresiko mengalami anemia dalam kehamilan. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan pendampingan ibu hamil dengan anemia dan melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan Hb kepada semua ibu hamil.
TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN BERDASARKAN STATUS KESEHATAN, GRAVIDITAS DAN USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JOMBANG Siallagan, Dorsinta; Lestari, Dwi
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan  merupakan sumber stres khususnya bagi ibu muda dan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, psikologis, dan adaptasi dari wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian kaum wanita menganggap bahwa kehamilan adalah kodrat yang harus dilalui, tetapi sebagian lagi menganggapnya sebagai peristiwa yang menentukan kehidupan selanjutnya. Kekhawatiran dan kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan serius akan membawa dampak dan pengaruh terhadap fisik dan psikis, baik pada ibu maupun janin. Jika hal ini dibiarkan terjadi, maka angka morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil akan semakin meningkat. Kecemasan meningkat menjelang persalinan terutama pada trimester III. Di Indoneisa sekitar 28,7% dari 107.000.000 mengalami kecemasan dan di Pulau jawa, sebesar 52,3% atau 355.873 dari 679.765 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan menghadapi persalinan berdasarkan status kesehatan, graviditas dan usia. Metode  penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil sedangkan pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling yaitu ibu hamil trimester III sejumlah 123 responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan  tingkat kecemasan menghadapi persalinan didapatkan sebanyak 87% ibu hamil mengalami cemas ringan dan 13% ibu hamil mengalami cemas sedang. Analisis bivariate menggunakan uji Chi-Square. Terdapat Status hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan menghadapi persalinan dengan status kesehatan  p=0.000, graviditas  p=0.001 dan usia p=0.032. Tingginya tingkat kecemasan menghadapi persalinan dan adanya hubungan yang signifikan antara status kesehatan, graviditas dan usia terhadap tingkat kecemasan maka diharapkan adanya penyuluhan tentang usia reproduksi sehat, ruang konseling khusus bagi ibu hamil yang mengalami kecemasan dan menambah jadwal kelas ibu hamil, sehingga ibu hamil dapat lebih rutin memeriksakan kehamilannya dan menjadi tempat berbagi pengalaman guna mengurangi tingkat kecemasan menghadapi persalinan.
Efektivitas Metode Kantong Plastik dalam Pencegahan Hipotermi pada BBLR di Kabupaten Semarang Pranoto, Heni Hirawati; Windayanti, Hapsari
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi berat lahir rendah sangat rentan mengalami berbagai masalah seperti gangguan metabolik meliputi hipotermia, hipoglikemia dan hiperglikemia. Hipotermia menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, yang mengakibatkan terjadinya metabolik anerobik, meningkatkan kebutuhan oksigen, mengakibatkan hipoksemia dan berlanjut dengan kematian. Salah satu metode yang dapat dikembangkan adalah penggunaan kantong plastik polyethylene oklusif yang digunakan segera setelah lahir.Penelitian ini pendekatan quasy eksperiment dengan pre-post test  with control group design. Populasi adalah seluruh BBLR di Kabupaten Semarang, subyek adalah BBLR di RSUD Ambarawa dan RSUD Ungaran pada Bulan Juli sampai Desember 2017. Jumlah sampel yang diteliti adalah 28 BBLR, 11 BBLR dilakukan metode kantong plastik  dan 17 BBLR sebagai kelompok kontrol Hasil uji wilcoxon (α = 0,05) diperoleh p value sebesar 0,003, berarti ada perbedaan yang signifikan antara suhu BBLR sebelum dan setelah dilakukan metode kantong plastik. Hasil uji paired t test (α=0,05), diperoleh p value 0,106, berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara suhu BBLR segera setelah lahir dibandingkan suhu setelah dilakukan rujukan tanpa kantong plastik. Hasil uji Mann Whitney ( α=0,05) diperoleh hasil p value : 0,001, berarti ada perbedaan yang signifikan peningkatan suhu pada BBLR yang diberikan metode kantong plastik dengan yang tidak diberikan kantong plastik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan peningkatan suhu pada BBLR yang diberikan metode kantong plastik dengan yang tidak diberikan kantong plastik. Pemberian kantong plastik pada BBLR terbukti  mengurangi kehilangan panas karena penguapan dan kemungkinan radiasi tidak dapat melewati penghalang plastik sehingga dapat meningkatkan suhu bayi.
HUBUNGAN KEPATUHAN DALAM KUNJUNGAN POSYANDU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI DESA MLILIR KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG Hilmiyah, Karimatul; Afriyani, Luvi Dian
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                    The cases of malnutrition in Indonesia are still very high at 1.1 million toddler from 21,436,940 in the number of toddler who are registered in Pediatric Healthcare. The village of Mlilir in the Public Health Center Jimbaran in the last three months had increase for the number of malnutrition for toddler. Efforts to prevent the problems of nutrition toward toddler are participating in Pediatric Healthcare activities. The obedience in visits to each Pediatric Healthcare activity will certainly affect the nutritional status of the toddler. Because one of the objectives of Pediatric Healthcare  is to monitor the improvement of nutritional status of toddler.This research aimed to analyze the relation of the obedience Pediatric Healthcare visit toward toddler nutrition status.       This research used a quantitative design analytic survey with a Case Control approach. The population in this research was all the mothers who had children aged 12-59 months in Mlilir Village, Bandungan district, Semarang Regency in April 2018, 242 respondents. Case samples used were taken with accidentall sampling technique, 18 respondents and control samples using matching sample technique, in the education and occupation of mothers around 36 respondents with a ratio of 1: 2.       The results of the study using the chi square test showed , there was a relationship between obedience in the Pediatric Healthcare visit to the nutritional status of toddler.There was a relationship between obedience in Pediatric Healthcare visits to the nutritional status of toddler.Health workers provide media counseling that can be brought home like leaflets so that the information is reachable to the parents of the toddler.
Faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu (Studi Di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang) Setyowati, Heni; Listiyaningsih, Moneca Diah
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the efforts to realize a healthy society is to empower the community by involving community members or cadres willing to volunteer to engage in health issues. Posyandu is very dependent on the role of cadres. The activeness of these cadres is the determinant of the success of posyandu as the spearhead of health services. This research generally aims to analyze the factors that affect the activeness of posyandu cadres, so that can be used as a reference in determining the policy to be taken by Stakeholders. Specifically, the purpose of this research is to analyze the motivation of Posyandu cadres in implementing posyandu, to analyze the factors of reward system and to analyze the role of health workers to posyandu activities. This research was conducted at Puskesmas Bergas Kecamatan Bergas Kab Semarang by researching 50 cadres. In line with the objectives to be achieved in this research, which is analyzing the factors that influence the activeness of posyandu cadres, this study uses a corelative discriptive method. Data obtained then analyzed by descriptive analysis method and simple regression analysis using SPSS program. The results showed that there is a significant influence Motivation (X1), Awards (X2), and Performance Together Against the Activity of Posyandu Cadres at Puskesmas Bergas Semarang Regency. Suggestion It is expected that village midwives are more active in the implementation of posyandu and can do a good support to the cadre so that the cadre more spirit in the implementation   posyandu.
Penyusunan Media Informasi Tentang Praktik Pemberian Makan Untuk Mencegah Stunting Pada Anak Baduta Setyowati, Heni; Sofiyanti, Ida; Windayanti, Hapsari
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian gizi yang benar pada 1000 hari pertama kehidupan akan menentukan kualitas hidup seorang manusia. Dampak yang ditimbulkan malnutrisi pada periode ini akan bersifat permanen dan berjangka panjang. Praktik pemberiangizi yang tidak benar merupakan penyebab utama awal terjadinya stunting.Insiden malnutrisi meningkat tajam karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan menyiapkan makanan bergizi bagi anaknya. Ketidaktahuan ini salah satu penyebabnya karena belum adanya media informasi pendukung terkait praktik pemberian makan pada Baduta yang sesuai dengan kondisi daerah setempat.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman ibu tentang pemberian nutrisi pada baduta dan menyusun media media informasi yang efektifkepada ibu yang mempunyai  baduta tentang praktik pemberian nutrisi, sehingga dapat secara efektif meningkatkan pemahaman ibu tentang praktik pemberian makan yang dapat mencukupi kebutuhan gizi seimbang, dan higienis.Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan metode action research. Metode ini dipilih karena pada tahap pertama dilakukan kajian (research) terhadap kondisi dan tingkat pemahaman ibu yang mempunyai Baduta tentang praktik pemberian makan serta penyusunan suatu media informasi tentang praktik pemberian nutrisi yang efektif. Kemudian pada tahap kedua akan dilaksanakan implementasi/tindakan (action) untuk menerapkan serta menguji penerapan dan keefektifan pemanfaatan media informasi yang diberikan di lingkungan Bidan Praktik Mandiri, Rumah Bersalin dan Puskesmas.
Pelayanan Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa Kabupaten Semarang Tahun 2017 Susanti, Rini; Sari, Kartika
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk menangani penyebaran HIV/AIDS (Depkes, 2006). VCT perlu dilakukan karena merupakan pintu masuk untuk menuju keseluruh layanan HIV/AIDS, dapat memberikan keuntungan bagi klien dengan hasil tes positif maupun negative dengan vokus pemberian dukungan terapi ARV (Anti Retroviral), dapat membantu mengurangi stigma di masyarakat, serta dapat memudahkan akses keberbagai layanan kesehatan maupun layanan psikolososial yang dibutuhkan klien. Bagaimana pelayanan Klinik VCT/CST di RSUD Ambarawa Kabupaten Semarang dilihat dari Pelayanan klinik VCT dan Fasilitas Sarana Prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis menggunakan deskriptif analisis. Sebanyak 0.97 % responden menilai sarana dan prasarana Klinik VCT yang dinilai baik adalah papan nama atau papan petunjuk ruangan/klinik sudah jelas, terdapat ruang tunggu yang nyaman, ruang tunggu terdapat kotak saran, ruang tunggu tersedia meja dan kursi yang nyaman, jam layanan konseling dan testing sesuai dengan jam kerja di rumah sakit,dan jam layanan konseling dan testing buka setiap hari,sebanyak 1% responden menilai layanan Klinik VCT/CST yang dinilai baik adalah penampilan petugas terlihat rapi, dan penampilan petugas terlihat bersih. Sarana dan prasaran Klinik VCT secara umum sudah baik. Sarana dan prasarana yang masih kurang yaitu belum tersedianya jam layanan VCT pada sore hari, pintu masuk ruangan konseling masih sama dengan pintu keluar.Layanan VCT secara umum sudah berjalan lancar namun beberapa kendala yang masih dihadapi yaitu dari segi konselor, dibutuhkan jumlah konselor yang cukup agar layanan dapat dilakukan dan pasien tidak menunggu lama.

Page 1 of 3 | Total Record : 30