cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Media dan Komunikasi
ISSN : 26231212     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Elektronik Diakom adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi dan Komunikasi Publik (Puslitbang APTIKA dan IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Jurnal ini merupakan pengembangan dari majalah semi ilmiah Diakom yang diterbitkan sejak Juni 2010 dan ditingkatkan menjadi Jurnal Elektronik di bidang media dan komunikasi. Jurnal ini memuat Ringkasan Hasil Penelitian, Tinjauan Teori, Artikel Ilmiah yang dikemas secara sistematis dan kritis di bidang media dan komunikasi. Jurnal Diakom terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan September dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
OPTIMALISASI MICROBLOGGING TWITTER SEBAGAI ALAT KEHUMASAN DALAM PERUSAHAAN Putri, Kirana Dwitya
Mediakom Vol 1 No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.908 KB)

Abstract

Pada setiap perusahaan yang menjalankan bisnisnya tentu memiliki fokus utama agar dapat mendistribusikan produk serta jasa kepada pengguna yaitu konsumen yang berada di tengah masyarakat. Perusahaan, harus mampu untuk membuat begitu banyak strategi guna melancarkan aksi distribusi dan peningkatan awareness pada konsumen mengenai perusahaan itu sendiri. Konsumen, yang berada di masyarakat memiliki hak untuk memahami produk atau jasa yang hadi di tengah mereka, dan tanpa halangan untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan tersebut. Di era masa kini, idealnya sudah tak lagi sulit untuk mendapatkan informasi apapun dengan bantuan internet. Begitu pula pada perusahaan yang idealnya telah melakukan optimalisasi penggunaan internet sebagai alat bantu kinerja. Penulis mengemukakan konsep yang dapat menyatukan perusahaan dengan konsumennya lewat divisi Hubungan Masyarakat menggunakan alat microblogging yang tersedia pada media sosial yaitu Twitter. Para praktisi Hubungan Masyarakat, kini dapat selangkah lebih maju untuk melakukan kampanye komunikasi pada konsumen yang semakin tersegmentasi berkat Twitter dan penyampaian informasi kini tidak terbatas ruang dan waktu.   
OPTIMALISASI PENGGUNAAN INSTAGRAM DALAM PRAKTIK KEHUMASAN PEMERINTAH Farhatiningsih, Lizzatul
Mediakom Vol 1 No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.794 KB)

Abstract

Digitalisasi membuat para praktisi PR pemerintah yang sebelumnya berfokus pada konsep-konsep lama telah dengan cepat merangkul media sosial dan mempertimbangkannya untuk menjadi bentuk baru dari kehumasan. Media sosial digunakan untuk merevolusi pekerjaan kehumasan mereka dengan harapan menjadi lebih global, strategis, dua arah dan interaktif, simetris atau dialogis, dan bertanggung jawab secara sosial. Instagram adalah aplikasi berbasis mobile yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto atau gambar, menerapkan alat manipulasi yang berbeda untuk mengubah tampilan gambar, dan membaginya secara langsung. Artikel ini merupakan artikel konseptual yang bertujuan untuk menjelaskan konsep kehumasan dengan melihatnya dari sisi humas pemerintah di era digital saat ini dihubungkan dengan penggunaan media sosial yaitu Instagram. Hasil studi konseptual menunjukkan bahwa Instagram telah unggul sebagai alat komunikasi dan pemasaran yang efektif untuk menampilkan produk dengan deskripsi visual serta menunjukkan pentingnya interaksi ketika sebuah organisasi ingin membangun dan memupuk hubungan antara organisasi dengan publik. Terjadi perubahan sistem kinerja humas pemerintah saat ini karena dibutuhkan kecepatan dalam menyampaikan informasi dan tanggap dalam menangani keluhan masyarakat. Tanggung jawab dalam pengelolaannya bagi pemerintah lokal terletak pada petugas informasi dan komunikasi publik, yang harus mendapat persetujuan dan dukungan dari pejabat pemerintah, baik yang terpilih maupun yang ditunjuk.
LIVE VIDEO STREAMING SEBAGAI BENTUK PERKEMBANGAN FITUR MEDIA SOSIAL Agustina, Lidya
Mediakom Vol 1 No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.779 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah studi literatur yang membahas mengenai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan perubahan yang terjadi di dalam media sosial. Perkembangan dan evolusi media sosial yang dibahas dalam penelitian ini berangkat dari fenomena live video streaming yang saat ini marak digunakan oleh para pengguna media sosial. Sebagai bagian dari perkembangan teknologi, fitur live video streaming  tentunya memiliki sifat yang netral. Namun, ketika mulai digunakan oleh pengguna media sosial yang beragam maka aka nada nilai positif atau negatif yang pada akhirnya akan muncul dan terlihat di dalam fitur live video streaming tersebut. Hal ini karena ada perbendaan pandangan, kepentingan dan juga kebutuhan para pengguna dalam menggunakan fitur live video streaming.
MAKNA JURNALISME DALAM ERA DIGITAL : SUATU PELUANG DAN TRANSFORMASI Waluyo, Djoko
Mediakom Vol 1 No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.921 KB)

Abstract

Abstrak- Artikel ini  mengulas tentang  makna jurnalisme konvensional  yang dewasa ini dipraktikkan dalam era digital. Kemajuan teknologi Internet telah membuka peluang yang lebih luas bagi media konvensional untuk memanfaatkan teknologi konvergensi media dan sekaligus mulai bertransformasi untuk berubah sebagai media digital dengan mengkonstruksi kembali kebijakan redaksi,organisasi media , manajemen media,sumber daya manusia hingga sasaran khalayak yang dituju dalam sebagai media baru. Konsep  jurnalisme konvensional  yang dirumuskan sebagai berita  yang melaporkan setelah kejadian, berubah menjadi konsep berita yang melaporkan pada waktu bersamaan peristiwa berlangsung. Media baru bersifat multi-arah, bukan hanya searah. Tidak mempunyai ’khalayak’ sehingga tidak ada publik massa. Media baru sangat beragam dalam bentuk dan kontennya.Bahan artikel ini bersumber dari  buku-buku dan literatur yang terkait. Analisis dilakukan  kualitatif-deskriptif.  Diharapkan artikel ini dapat memberi pemahaman lebih jelas mengenai perkembangan jurnalisme dalam era digital yang telah hadir ditengah-tengah masyarakat luas.    
MENGURAI TANTANGAN DAN SOLUSI KPID JAWA TIMUR UNTUK MEWUJUDKAN KUALITAS PROGRAM SIARAN TELEVISI Dharmawan, Awang
Mediakom Vol 1 No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.935 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan KPID Jawa Timur untuk mengawasi pelanggaran konten siaran dan pengawasan terhadap media televisi nasioanal yang mulai “kanibal” terhadap stasiun TV lokal sebagai bagian dari penyiaran berjejaring TV nasional. Ketidakmampuan finansial dan manajemen produksi pada stasiun TV lokal, pada akhirnya bermuara pada kekuatan TV swasta nasional untuk melanggengkan kepentingan ekonomi politik media, dengan mengakusisi stasiunTV lokal. Kondisi semakin tepuruk ketika, keberagaman siaran konten lokal semakin terpinggirkan baik dari sisi durasi dan pengaturan jam tayangnya, implementasi regulasi P3 dan SPS menjadi lemah. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode studi kasus, karena penulis ingin mengekspolarasi permasalahan pengawasan peyiaran yang dilakukan KPID Jawa Timur dan menemukan poin-poin solusi sebagai pemecahan masalah dari terpuruknya kualitas program siaran televisi. Meskipun selama ini literasi media dianggap sebagai jalan panjang yang harus ditempuh, tapi gagasan ini harus dilakukan secara terkonsep dan masif, karena karakteristik masyarakat Jawa Timur yang memiliki banyak komunitas dan berjejaring.
CITRA TUBUH POSITIF PEREMPUAN DALAM IKLAN VIDEO DIGITAL (STUDI FEMVERTISING PADA IKLAN DOVE REAL BEAUTY) Kumalaningtyas, Nur; Sadasri, Lidwina Mutia
Mediakom Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.039 KB)

Abstract

Media komunikasi, secara khusus dalam konteks ini adalah periklanan, mengalami perkembangan melalui hadirnya teknologi digital. Salah satu bentuk relasi keduanya hadir dalam bentuk digital video advertising berikut beragam isu konten yang dibawanya. Citra tubuh sendiri sebagai salah satu isu yang diangkay dalam iklan bukanlah suatu hal yang baru, namun tak banyak yang mengusung isu body positivity. Salah satu merek yang mengusung citra tubuh positif secara berkelanjutan adalah Dove melalui rangkaian iklan Campaign for Real Beauty, yakni Evolution, Real Beauty Sketch, dan #MyBeautyMySay. Rangkaian iklan ini akan dianalisis mengguunakan tiga konteks unit analisis, yaitu iklan video digital, femvertising, dan citra tubuh positif. Pendekatan kualitatif diaplikasikan dengan metode analisis isi pada tiap scene atau adegan dan mengkategorikannya ke dalam unit analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian iklan tersebut menampilkan isu yang serupa, yaitu tentang pendiktean standar tubuh, penampilan, dan kecantikan perempuan yang telah berlangsung lama dan meningkatkan kegelisahan perempuan akan tubuh yang dimilikinya.kegelisahan akan citra tubuh pun dihapuskan dalam akhir iklan dengan rasa nyaman dan percaya diri yang disampaikan dengan monolog secara langsung menghadap kameran yang merupakan reresentasi dari konsep femvertising.
TIPE PENELITIAN DESKRIPSI DALAM ILMU KOMUNIKASI Zellatifanny, Cut Medika; Mudjiyanto, Bambang
Mediakom Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.294 KB)

Abstract

Abstrak –   Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subyek yang diteliti secara objektif, dan bertujuan menggambarkan fakta secara sistematis dan karakteristik objek serta frekuensi yang diteliti secara tepat. Pada umumnya, temuan dari penelitian deskriptif adalah dalam, luas dan terperinci. Luas karena penelitian deskriptif dilakukan tidak hanya terhadap masalah tetapi juga variabel-variabel lain yang berhubungan dengan masalah itu. Pelaksanaan penelitian deskriptif terstruktur, sistematis, dan terkontrol karena peneliti memulai dengan subjek yang telah jelas dan mengadakan penelitian atas populasi atau sampel dari subyek tersebut untuk menggambarkannya secara akurat.  
RUANG PUBLIK VIRTUAL DAN SIKAP POLITIK ORGANISASI MAHASISWA Saepudin, Saepudin; Sumara, Andry Rivan; Asriani, Dita
Mediakom Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.564 KB)

Abstract

Hadirnya teknologi jaringan komunikasi internet telah merubah lanskap kehidupan manusia, lanskap ekonomi, politik, sosial, budaya dan sebagainya. Media baru ini telah menciptakan bentuk peradaban baru dalam kehidupan manusia. Ruang-ruang publik virtual menjadi alternatif bagi manusia untuk tidak hanya berinteraksi, tetapi juga mengekspresikan pikiran, diri, gagasan, propaganda dan sebagainya. Dalam dunia politik, media baru ini melahirkan konsep baru dalam berdemokrasi yaitu demokrasi digital, e-democracy, dan cyberdemocracy. Hadirnya media baru ini memberikan ruang yang beragam bagi setiap warga negara untuk mengekspresikan pikirannya. Media sosial dengan beragam platformnya menjadi alternatif bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dengan berbagai bentuknya. Penelitian ini melihat bagaimana pemanfaatan ruang media sosial sebagai ruang publik virtual bagi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia dalam menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif atas pola dan bentuk pergerakan organisasi mahasiswa di media sosial Instagram Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia dengan nama akun @bem_si, penulis menemukan bahwa pergerakan mahasiswa di ruang media sosial melibatkan beberapa tahapan, dimulai dari tahapan pengkajian isu, kesepakatan isu dan publikasi. Bentuk publikasi di media sosial Instagram mereka adalah dalam bentuk pernyataan sikap, infografis, dan seruan aksi. Bentuk-bentuk tersebut terefleksikan dalam bentuk visual dan teks yang kemudian memicu respon khalayak yang menjadi pengikutnya.
RESEPSI PENONTON ATAS WACANA POLIGAMI PADA FILM (STUDI PADA PENONTON FILM “BERBAGI SUAMI” (2006)) Maretha, Ayu Tiara; Anantatama, Surya; ATH, Vicky; Andlika, Vienty
Mediakom Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.051 KB)

Abstract

Abstrak - Poligami selalu menjadi diskusi yang menarik karena melahirkan dua kelompok yang selalu dalam posisi pro dan kontra di masyarakat. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai wacana poligami melalui media film yang menggambarkan realita poligami berdasarkan gambaran sutradara yang kemudian ditonton oleh subjek penelitian guna melihat resepsi subjek atas wacana poligami. Film “Berbagi Suami” diangkat menjadi objek penelitian yang berusaha memandang persoalan ini dari kacamata subjek dan objek di dalam film tersebut, terutama dalam membahas isu poligami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan strategi fenomenologi. Subyek penelitian berfokus pada penonton film “Berbagi Suami”, yakni pria muslim yang memiliki status marital monogami. Untuk mendapatkan makna dari subjek dan objek, maka peneliti menganalisis fenomena poligami berdasarkan percakapan antar tokoh dan potongan adegan pada film “Berbagi Suami”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teori resepsi encoding-decoding oleh Stuart Hall dengan menggunakan tiga konsep Dominant Hegemonik, Negotiated, Oppositional. Abstract – Polygamy has always been an interesting discussion because it gave birth to two groups that were always in pro and contra positions in the community. This encourages researchers to conduct research on polygamy discourse through film media that describes the reality of polygamy based on the description of the director who is then watched by the subject of research to see the reception of the subject of the polygamy discourse. The film "Berbagi Suami" was appointed as the object of research that sought to view this issue from the perspective of the subject and object in the film, especially in discussing the issue of polygamy. This study uses a qualitative approach using phenomenology strategies. The research subjects focused on the audience of the film "Berbagi Suami", namely Muslim men who have monogamous marital status. To get the meaning of the subject and object, the researcher analyzed the phenomenon of polygamy based on conversations between characters and pieces of scenes in the film "Berbagi Suami". In this study the researcher used the reception theory of encoding-decoding by Stuart Hall using three Dominant Hegemonic concepts, Negotiated, Oppositional.
ETIKA BERKOMUNIKASI DI MEDIA ONLINE DALAM MENANGKAL HOAX Mustika, Rieka
Mediakom Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.836 KB)

Abstract

Artikel ini berusaha membahas etika komunikasi dalam menangkal fenomena hoax dan bagaimana mengupayakan pencegahan penyebaran hoax. Berita hoax seringkali tersebar di berbagai media terutama di media online. Sebuah informasi bisa saja mengandung kesalahan  atau bias. Namun, kekeliruan dalam hoax adalah buah dari kesengajaan. Apabila masyarakat mengetahui dan melaksanakan aturan-aturan yang telah ada, sangat mungkin jika berbagai informasi berbau hoax akan dapat ditangkal. Dari banyaknya masyarakat yang menggunakan media online ini, maka perlu adanya dorongan kepada semua lapisan masyarakat agar memiliki etika bagaimana berkomunikasi dengan baik di media online.

Page 1 of 1 | Total Record : 10